|
=
1
2
3 =
KH Abdullah Gymnastiar
Manajemen Qalbu Capres Independen
Nama Aa Gym tergolong cukup populer menjadi kandidat calon presiden 2004
dalam sejumlah poling. Suatu hal yang menarik sebab Aa Gym bukanlah
seorang tokoh satu partai politik. Sebagai penceramah pun dia jarang
sekali menyen-tuh sisi politik praktis.
Satu-satunya aktivitas sosial berdampak politis yang pernah dia lakukan
adalah berkunjung ke daerah konflik Poso, Sulawesi Tengah. Di hadapan
jemaah Islam dan Kristen, kyai berbekal ilmu laduni ini berceramah di
Masjid Agung Darussalam, Palu, disambut penuh haru disertai tetesan air
mata.
Tingginya keinginan masyarakat menempatkan Aa Gym sebagai calon presiden
dalam sejumlah poling barangkali dimaksudkan untuk menutupi sisi ruang
kosong yang disisakan sejumlah kandidat yang nyata-nyata telah
menunjukkan ambisinya merebut kursi kepresidenan 2004 itu.
Hal inilah yang membuat posisi Aa Gym berbeda dengan tokoh Islam lain
semisal Nurcholis Madjid yang pernah menyatakan ketertarikan dan
bersedia dicalonkan bahkan sempat ingin mengikuti konvensi calon
presiden Partai Golkar.
Dari sisi massa pengikut boleh dibilang Aa Gym pasti banyak. Tokoh
bernama Yan Gymnastiar ini, lebih populer KH Abdullah Gymnastiar dan
kerapkali dipanggil Aa Gym saja. Lahir di Bandung 29 Januari 1962.
Beristerikan Nini Muthmaninah Muhsin, dikaruniai enam orang anak yaitu
Ghaida Tsuraya, Muhammad Ghazi Al-Ghifari, Ghina Raudhatul Jannah,
Ghaitza Zahira Shofa, Ghefira Nur Fatimah, dan Ghaza Muhammad Al Ghazali.
Aa Gym menjalani pendidikan formalnya setingkat D-3 di Pendidikan Ahli
Administrasi Perusahaan Universitas Padjadjaran (PAAP-Unpad), Bandung,
serta pada Fakultas Teknik Universitas Jenderal Ahmad Yani, Bandung.
Sementara pendidikan agama yang pernah dia jalani adalah di Pesantren
Miftahul Huda Manonjaya, Tasikmalaya serta belajar pada Ajengan Junaidi,
di Garut, Jawa Barat.
Popularitas Aa Gym bukan hanya sebatas Indonesia. Ulama kondang ini
pernah diminta tampil di acara Sixty Minutes di TV NBC, AS, bulan
November 2002. Media televisi di AS itu tertarik menampilkan Aa Gym
karena dinilai menghadirkan sebuah nuansa Islam yang sejuk dan damai.
Nuansa Islami yang dinilai sangat berbeda dengan isu dan pandangan AS
tentang Islam selama ini. Beberapa waktu kemudian koran terkemuka dunia
New York Times dan majalah Time ikut terlibat menyajikan profil Aa Gym
berikut pandangan-pandangannya.
Manajemen Qalbu yang dibawakan Aa Gym sesungguhnya sederhana saja. Yakni
sebuah konsep baru Syiar Islam yang menawarkan diri untuk mengajak orang
memahami hati atau qalbu, diri sendiri, agar mau dan mampu mengendalikan
diri setelah memahami benar siapa dirinya sendiri. Menurut dia orang
sering lupa terhadap diri sendiri. Bahkan, orang selalu menyalahkan
orang lain jika terjadi sesuatu pada dirinya.
Sebaiknya
setiap orang harus sadar bahwa semua yang terjadi dan bakal terjadi
bermula dari diri sendiri. Jika ingin jadi baik tentu harus berbuat baik.
Jadi harus lebih dulu mengenali dan memahami diri sendiri.
Dai muda Aa Gym memulai karir syiar Islamnya sejak tahun 1990 dalam
format yang sederhana, lugas, dan renyah. Dia dikagumi hampir oleh semua
lapisan masyarakat, remaja, ibu rumah tangga, eksekutif perusahaan,
hingga politisi dan pejabat negara. Dakwahnya disiarkan di televisi dan
radio di berbagai kota. Ceramahnya dibukukan atau berbentuk VCD (video
compact disc) dan pita kaset.
Dai ini juga sukses di bidang pendidikan dan dunia usaha. Ia
mengelola Yayasan Pesantren Darul Tauhid di Jalan Geger Kalong Girang
No. 38, Bandung yang mengasuh ribuan santri di atas lahan seluas tiga
hektar. Bisnis yang dia kelola beromset miliaran rupiah antara lain
pasar swalayan, warung telekomunikasi, penerbitan buku, tabloid, stasiun
radio, pembuatan kaset dan VCD.
“Bisnis ini sekaligus sebagai wahana para santri untuk
mengaktualisasikan jiwa dan pendidikan wirausahanya.
Bekal ilmu laduni, Aa Gym terasah sejak tahun 1980, di bawah bimbingan
ajengan Junaedi. Hanya dalam tiga hari ia dinyatakan telah memiliki ilmu
laduni (ilmu yang diberikan Allah Swt kepada hambanya yang beriman,
tanpa melalui proses belajar). Untuk lebih meyakinkan ucapan gurunya,
lelaki muda itu kembali melanjutkan perjalanan spiritualnya dengan
berguru kepa-da beberapa ulama zuhud. ►e-ti
***
Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |