
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang |Pilkada DKI Jakarta tidak hanya sekadar mencari pemimpin untuk bisa mengatasi macet dan banjir. Namun juga dapat melahirkan pemimpin model di tengah krisis kemimpinan saat ini. Membawa perubahaan bukan hanya sekadar menyelesaikan persoalan kini, tapi juga solusi di masa mendatang. Masyarakat lebih menginginkan pemimpin apa adanya, melayani dengan sepenuh hati. Berkorban demi kepentingan masyarakat melebihi kebutuhannya sendiri. Amanah terhadap konstitusi negara dan berani mengambil kebijakan yang tidak populis demi tegaknya keadilan bagi rakyatnya.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Jika rakyat tidak lagi percaya kepada pemerintah, kepada siapa lagi masyarakat harus percaya?
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Kompensasi jangan sampai membunuh kreativitas masyarakat, sehingga menjadi lamban, malas dan sekedar pelumas untuk meredam jeritan rakyat. BLT harus diubah kembali menjadi BBM (Bahan Bakar Masyarakat), sebagai energi membangkitkan kreativitas dengan memberikan pelatihan-pelatihan.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Perlu mengukur seberapa besarkan pengaruh kenaikan BBM yang proporsional terhadap perubahan harga kebutuhan masyarakat tanpa membebani biaya operasional industri sehingga harga kebutuhan masyarakat tetap stabil, tidak mengambang.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Dalam konteks Keindonesiaan sesamaku Indonesia adalah mereka yang dapat menjalankan empat pilar kebangsaan. Kekerasan, intimidasi dengan turunannya sangat mungkin dihindari jika tidak ada konflik kepentingan dengan terus mengedepankan persaudaraan tiada batas.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Keterbatasan KPK dalam personil memberantas korupsi. Dengan teknologi informasi masyarakat turut pro aktif dalam tindak pengegahan korupsi (TPK).
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang
Jangan katakan aku sudah mati
Sorot mataku sanggup menyirnakan kegalauanmu
Pandang dirimu adakah aku di sanubarimu
Apakah aku hidup di setiap semangatmu
Kududuk termenung dalam lamunanku,
tak sadar diriku larut dalam khayalan,
pikiran melayang melintasi keinginan,
semuanya indah
ingin kukecap semua hasrat hati,
terbang bagai kupu-kupu menari-nari,
singgahi satu keinginan dan yang lain,
semuanya manis
semua khayalan dalam pikiranku,
datang tawarkan begitu mempesona,
membuaiku tak ingin behenti berkhayal,
semua bagai fantasi
seperti air mengalir,
hanyutkan emosi dan perasaanku,
lupakan sejenak segala kenyataan,
semua dapat dilalui
ternyata...hanyalah khayalan,
sejenak membawaku dalam bahagia,
ternyata hanyalah khayalan,
sejenak membawaku menggapai mimpi-mimpi indah yang kuinginkan
Jakarta, 16 Maret 2008, di salah satu sudut kamar Pondok Kelapa membangun rumah impian.
Awalnya...
tak sengaja ku membuka facebook-ku
ku masuk dari berandaku,
terpana mataku dibuatnya,
sosok gadis putih dengan kalung salib,
menghiasi laman berandaku
siapa gerangan...
hati dan mata seolah menuntunku,
begitu lama tak berkedip,
sosok ayu, mirip gadis dari negeri sakura,
membius seketika,
siapa dia
sungguh cantik...
dia gadis beruntung,
mendapat karunia wajah sempurna,
tumpuan mata memandang kaum adam,
sang pengagum dewi cinta,
pendamba cinta abadi
mungkinkah dia...
kudekatkan diriku,
dengan sapa dan tanya yang tulus,
dalam kotak pesannya berkali-kali,
ku buka kembali,
ternyata kosong
haruskah....
atau berhenti di sini saja pencarianku,
oh, tidak, dia nyata,
punya kebeningan cinta,
selembut kapas,
dengan seribu pengertian
ah khayalanku...
dalam diriku membumbung tinggi,
indah bagai fantasi,
berkhayal jauh melampaui imajinasi,
dirimu hanyalah cinta yang terlalu tinggi untukku,
seluas dunia maya,
mungkinkah kutemukan dan kuraih dirimu
Friday, 27/01/2012
ZERO GROWTH
Kontrarica yang terjadi akhir-akhir ini antara ledakan penduduk versus krisis pangan mengingatkan penulis pada kegiatan anak-anak muda tahun 1975-an yang tergabung dalam Student Movement for Zero Population Growth (ZPG), yang berpusat di Jalan Supardi Nomor 7 Kotabaru Yogyakarta. Dalam kegiatan orientasi anggota baru, AR. Jibran selalu memberikan penekanan pemahaman dasar terhadap setiap gerakan untuk pembatasan pertumbuhan penduduk. Ditekankan bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia harus dipertahanakan maksimal pada angka “DJI SAM SOE” (2,34) persen per tahun. Angka kematian diusahakan semakin menurun, sampai ketingkat keseimbangan dengan angka pertumbuhan pada tahun 2050. Tujuan dan harapannya adalah bahwa semua gerakan pembatasan penduduk harus menuju pada pertumbuhan penduduk nol (zero growth) pada tahun 2050.
Beberapa kampanye terkait untuk menuju pertumbuhan penduduk nol (zero growth), antara lain :
Menghentikan reproduksi setelah anak kedua tersebut hendaknya tidak didasarkan pada kekhawatiran orang tua karena tidak mampu memberikan makan, karena pada dasarnya kebutuhan makanan setiap manusia sudah dijamin oleh Tuhan. Menghentikan reproduksi setelah anak kedua semata-mata atas pertimbangan agar sumber daya manusia (SDM) sebagai generasi penerus memiliki kualitas memadai sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Indonesia saat ini sedang mendapatkan sinyal yang kuat dan berada dalam frekuensi gelombang yang tepat untuk bangkit dari setiap permasalahan yang dihadapi negeri. Indonesia membutuhkan letupan-letupan lebih banyak untuk menimbulkan percikan bunga-bunga api untuk membakar dan membangkitkan semangat anak negeri yang telah lama tertidur pulas dari buaian mimpi.
Apa yang benar-benar membuatmu sukses? Tanya seorang anak kepada Richard St John saat dalam penerbangan. Pertanyaan besar dari seorang anak kecil itu membuat dirinya tersentak, Dia menjawab, “ Sorry, saya tidak tahu.” Setelah pertemuan itu ia mulai berpikir dan mencari jawaban apa kesamaan ciri-ciri yang dimiliki orang-orang sukses. Melalui riset selama 10 tahun, wawancara tatap muka dengan 500 tokoh, ribuan kisah sukses yang dikumpulkan, dan jutaan kata yang dianalisis, disaring, dan dikorelasikan, Richard St John menemukan bahwa hal terpenting yang diperlukan untuk mencapai sukses adalah passion : mencintai apa yang dikerjakan.
Langkah awal menjadi suskes adalah : mencintai apa yang anda kerjakan. Dave Lavery, seoarang ahli NASA yang meluncurkan robot ke Mars, berkata, “ Passion hampir tidak cukup untuk menggambarkan apa yang kurasakan. Aku menemukan apa yang sangat aku sukai, suatu hal yang membangkitkan gairahku dan membuatku bersemangat. Hal ini membuatkan ingin bangun, dan pergi bekerja setiap hari, dan tidak ingin pergi tidur di malam hari.” Steve Jobs, CEO Apple, mangatakan “Jalan satu-satunya untuk benar-benar merasa puas adalah melakukan apa yang anda yakini sebagai karya besar. Dan, satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang anda kerjakan.
...
Berbicara tentang korupsi tidak akan ada habisnya. Tidak perlu heran, korupsi sudah menjadi tradisi atau budaya yang akan sulit dihapus. Karena telah menjadi semacam sifat genetik dalam diri manusia itu sendiri dan akan terus berulang. Kita memerlukan peredam untuk mematahkan gerakan masif tindakan korupsi agar efeknya tidak meluas dan peredam yang ampuh ada pada diri kita sendiri.
Masalah daerah perbatasan tidak selalu harus dengan pendekatan militer, namun yang diperlukan pendekatan ekonomi sosial di wilayah perbatasan. Serta adanya pengawasan khusus secara intens di wilayah perbatasan. Negara harus sungguh-sungguh menyatakan kehadirannya di daerah perbatasan. Serta perlunya penguatan diplomasi untuk mengajak negara-negara tetangga menyelesaikan tapal batas.
Tidak ada sebuah keharusan untuk membatasi jumlah partai yang ada saat ini. Karena UUD 1945 sangat menjamin hal tersebut. Dalam pasal 28E menyebutkan, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Masyarakat akan mulai kehilangan pegangan saat terlalu banyak bertanya apa itu Pancasila. Kendati Pancasila itu sendiri adalah toleransi.
Di dalam kesetaraan, ada pengakuan terhadap hak orang lain, bukan memberangus. Di dalam kesetaraan memandang hormat satu sama lain, bukan merendahkan. Di dalam kesetaraan ada keinginan saling membesarkan, bukan mengucilkan apalagi mengkerengkeng, di dalam kesetaraan ada kehangatan kasih persaudaraan, bukan membenci.