|
Pencarian Terakhir
budayawan (33) bob sadino (15) R.A KARTINI (13) BJ Habibie (30) sutiyoso (19) Soekarno (39) dahlan iskan (30) KARTINI (42) Prabowo Subianto (11) adam malik (11) jusuf kalla (17) soeharto (32) iwan fals (11) seniman (160) Kwik Kian Gie (14) sri mulyani (12) ali sadikin (16) Pattimura (11) Agum Gumelar (11) habibie (24)
Pencarian Populer
budayawan (33) Eka Darmaputera (2) yesse giovanni (1) hanta yuda (5) mochtar lubis (1) putu wijaya (7) r hartono (3) r haartono (1) jusuf muda dalam (1) Moeldoko (8) fajrul rahman (2) Panda Nababan (1) susilo bambang (2) wahyu hamidjaja (1) bob sadino (15) jon erizal (1) yusril (3) R.A KARTINI (13) BJ Habibie (30) sutiyoso (19) Soekarno (39) dahlan iskan (30) KARTINI (42) dirut kerata api (1) ignatius jonan (1) subarjo (1) soebarjo (1) mien r uno (1) wiji tukul (4) Rachmini (1) mien Uno (1) a.a.maramis (1) IR Soekarno (6) IR.SOEKARNO (6) johanbudi (1) emirsyah satar (6) |
|
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.

Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Bagi mereka yang doyan mendengar lagu (MP3), khususnya anak-anak muda, iPod dan iTunes sudah menjadi teman sehari-hari. iPod, pemutar musik buatan Apple, merevolusi cara orang mendengar lagu. Ukurannya yang praktis, bentuknya elegan, interface-nya yang mudah, membuat orang rela antri berjam-jam bahkan berhari-hari demi mendapat iPod keluaran terbaru. Sedangkan iTunes, adalah software manajemen file audio yang bisa melakukan sinkronisasi file audio antara PC dengan iPod/iPhone.
Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai iPod namun mempunyai koleksi ratusan hingga ribuan lagu? iTunes sebenarnya sudah bisa diandalkan untuk mengelola koleksi lagu yang kita miliki. Namun sayangnya, iTunes cuma cocok bagi mereka yang hanya peduli pada cover flow, bisa mendownload podcast terbaru, dan fanatik terhadap produk-produk Apple.
Sedangkan bagi mereka yang membutuhkan software manajemen file audio dengan fitur lebih lengkap dan cerdas, saya mendapati ada tiga software yang pantas untuk Anda coba. Silakan Anda pilih yang cocok dan sesuai kebutuhan.
Dari sekian banyak software manajemen file audio yang beredar di pasaran, Helium Music Manager (HMM) layak untuk dimiliki. Satu hal yang pasti, software ini kurang cocok bagi mereka yang menyukai gaya ‘minimalis’ iTunes dan tidak mau repot-repot mempelajari menu-menu dalam sebuah software. Namun bagi mereka yang ingin fitur lengkap dan rela ‘berkeringat’ sedikit untuk mendalami software ini, HMM bisa menjadi software terbaik dari beberapa sisi.
Salah satu fitur yang jarang dimiliki oleh software lain adalah Anda bisa mencari koleksi lagu berdasarkan foto grup band atau penyanyi. Informasi grup band atau penyanyi – foto, profil singkat dan tangga lagu (chart) internasional - dari sebuah album bisa kita update ke dalam database lewat koneksi internet.
Fitur lainnya yang terbilang ‘wah’ adalah fitur statistik yang memungkinan kita browsing lagu seperti sedang browsing web (music browser). Dalam music browser, kita bisa mendapatkan informasi lagu-lagu apa saja yang sering kita dengar dan berapa banyak jumlah lagu, album, penyanyi yang ada dalam database. Informasi seperti penyanyi (grup band) dan genre lagu yang sering kita dengar ditonjolkan dengan menggunakan tag cloud.
Untuk pengelolaan dan pemanfaatan playlist, HMM menawarkan fitur Smart Playlist. Playlist ini disusun secara otomatis berdasarkan kebiasaan Anda memutar lagu yang kemudian dibentuk menjadi sebuah daftar lagu yang sering Anda dengar. Dalam Smart Playlist, kita bisa memilih beberapa opsi seperti memutar lagu-lagu yang mempunyai rating 4 bintang ke atas, memutar lagu yang pernah diputar di malam hari, hari kerja, atau akhir pekan. Playlist akan selalu berubah mengikuti kebiasaan Anda mendengarkan musik.
Sedangkan fitur laporan (report) dari HMM sudah cukup lengkap. Kita bisa men-generate daftar koleksi album dari grup band atau penyanyi tertentu ke dalam format halaman web (html). Template laporan bisa tambahkan dari internet atau kita desain sendiri dengan mudah.
Bagi Anda yang mempunyai koleksi lagu cuma ratusan, HMM akan terasa mubazir. Namun bagi mereka yang sudah mempunyai koleksi ribuan bahkan puluhan ribu, HMM akan terasa manfaatnya. Agar fungsi HMM semakin maksimal dan kinerjanya semakin cepat, pengguna dengan koleksi ribuan lagu disarankan beralih dari database berbasis Microsoft Access ke database SQL Server atau MySQL database (fitur ini ada dalam versi Premium dan Network). Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan HMM tanpa harus berurusan dengan sistem database. Secara default, HMM menggunakan database Microsoft Access. Menariknya lagi, untuk versi Premium dan Network, kita akan mendapatkan fitur iPod/iPhone remote control. Fitur ini memungkinkan kita untuk mengakses HMM lewat iPod/iPhone. Sedangkan pada versi Network, kita akan mendapatkan fitur Client-server multi user support yang memungkinkan kita membuat HMM berjalan di atas server sehingga banyak user bisa menggunakannya secara bersamaan. Server tersebut bisa diakses via jaringan lokal atau atau dari jaringan lain via LAN.
| Versi Terbaru | : | Helium Music Manager 8 |
| Ukuran File | : | Sekitar 14 MB |
| Platform | : | Windows XP (32-bit/64-bit), Windows Vista (32-bit/64-bit), Windows 7 (32-bit/64-bit), Windows 2003 Server, Windows 2008 Server, Windows Home Server |
| Format Audio | : | MP3, MPEG Plus (.MPC and .MP+), WMA, FLAC (.FLAC and .FLA), OGG Vorbis, MPEG-4 (.M4A, .M4P, .MP4 and .M4B), Monkey’s Audio (.APE), WAVE (.WAV and .WAVE) |
| MP3 Player | : | Mendukung sinkronisasi dan memutar musik dari iPod, Creative Zen, iRiver, mobile phone dan mp3 player lainnya |
| Fitur-fitur | : | Browse lagu berdasarkan cover album (cover flow) atau direktori ; browse penyanyi atau band berdasarkan foto ; smart playlist ; playlist browser ; mini mode ; tag editor ; statistik yang lengkap ; reports, party mode ; mendukung Last.fm/Audioscrobbler ; dan sebagainya |
| Jenis | : | Free, Premium (US$ 29), Network (US$ 49) |
| Website | : | www.helium-music-manager.com |

Bagi Anda yang membutuhkan software manajemen file audio yang canggih namun tidak serumit HMM, Media Monkey (MM) bisa jadi pilihan. Waktu dan ‘keringat’ yang dibutuhkan untuk mempelajari MM tidak banyak. Cukup dengan mencoba klik sana klik sini, pengguna akan tahu fungsi apa saja yang ditawarkan MM.
Dibandingkan dengan iTunes, software berlogo kera yang menggelantung ini memiliki tampilan yang stylish. Bosan dengan tampilan standarnya, pengguna bisa mengganti ‘kulitnya’ dengan berbagai skin yang tersedia di internet. Aplikasi ini mampu mengelola pustaka file audio hingga 50.000 lebih, baik dalam bentuk lagu, audio books atau podcast. Masalah sinkronisasi tidak usah diragukan lagi. MM bisa mensinkronisasi lagu, album art, rating, play history, dan playlist dengan iPhone, iPod, dan MP3 player lainnya.
Dalam MM terdapat fitur ripping dari CD audio ke harddisk yang mudah digunakan. Kualitas ripping-nya pun sangat baik karena didukung sejumlah encoder audio berkualitas tinggi seperti LAME MP3 Encoder, M4A Encoder, OGG Encoder, WMA Encoder, dan FLAC Encoder. Selain me-ripping CD audio, Anda juga bisa mem-burning koleksi lagu menjadi CD Audio ke dalam format CD atau DVD.
Fungsi manajemen lagunya lumayan pintar. MM akan menata koleksi lagu secara otomatis. Anda bisa mengetahui file-file audio apa saja yang belum lengkap informasinya (Files to Edit) seperti Unknown Title, Unknown Artist, Unknown Album, Unknown Genre dan sebagainya. Anda bisa browse koleksi lagu berdasarkan judul (title), band dan penyanyi (artist & album artist), composer, genre, year, atau rating.
MM mendukung berbagai format seperti MP3, AAC, WAV, OGG/Vorbis, FLAC, WMA, APE, MPC, CD audio (CDA). Bahkan dengan dukungan plugin, MM bisa membaca format-format langka seperti VOC, AU, SND, AIF, AIFF, AIFC, IFF, SVX, AUD, dan VOX.
Dari segi fitur laporan (report), MM hanya menyediakan format yang sederhana berupa track list tanpa album art. Output laporan bisa dibuat dalam bentuk file html, xml, csv, dan excel. Bila Anda ingin laporan yang lebih lengkap dan eye catching, Anda bisa mendapatkannya dari internet atau desain sendiri.
Satu hal penting yang membuat MM berbeda dengan software manajemen file audio lainnya adalah MM memiliki fitur addons (skins, visualizations, plug-ins dan scripts). Dengan scripting (bisa dibuat sendiri), MM bisa diberikan sejumlah fungsi tambahan seperti penjadwalan agar bisa memainkan/mematikan lagu pada waktu tertentu, lagu-lagu bisa diberi rating otomatis tergantung seberapa sering lagu tersebut diputar, fungsi search yang lebih baik (MegaDJ plugin), coverflow mirip iTunes (MonkeyFlow extension), dan sebagainya. Di halaman situs MM, addons dibagi ke dalam beberapa kategori yaitu Appearance ; Audio / Video ; Devices ; Languages ; Management ; Music Discovery ; Sharing / Remote Access.
| Versi Terbaru | : | 3.2.5 |
| Ukuran File | : | Sekitar 8 MB |
| Platform | : | Windows 2000/XP/Vista/7 |
| Format Audio | : | MP3, AAC, WAV, OGG/Vorbis, FLAC, WMA, APE, MPC, CD audio (CDA). Bahkan dengan dukungan plugin, MM bisa membaca format-format langka seperti VOC, AU, SND, AIF, AIFF, AIFC, IFF, SVX, AUD, dan VOX |
| MP3 Player | : | Mendukung sinkronisasi dan memutar music dari iPod, Creative Zen, iRiver, mobile phone dan mp3 player lainnya |
| Fitur-fitur | : | Fungsi search yang makin canggih bila didukung plugin ; browse lagu berdasarkan cover album (cover flow dengan plugin) atau direktori ; advanced playlist ; tag editor ; statistik yang lengkap (dengan plugin) ; party mode ; mini mode ; scripting ; dan sebagainya. |
| Jenis | : | Freware dan Berbayar (Gold Lifetime License: EUR 30.31) |
| Website | : | www.mediamonkey.com |

Untuk menyaingi popularitas iPod, Microsoft mengeluarkan mp3 player bernama Zune yang dijual di AS dengan kapasitas 30 GB dengan harga US$249.99 pada 14 November 2006. Meski mempunyai sejumlah kelebihan (radio FM, layar 3 inci, dan Wi-Fi) dibanding iPod, Zune masih jauh dari tenar. Mungkin karena penampilan fisiknya yang kaku dan terkesan mengekor iPod. Sama seperti iPod, Zune juga dilengkapi dengan software manajemen file audio.
Software Zune (Zune) ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang lebih suka software bergenre flat minimalis dengan space yang lega. Jendela aplikasinya dibagi dalam tiga panel yang dibuat flat, jauh dari kesan jendela (window) standar. Zune secara otomatis akan terhubung Zune Marketplace dan menampilkan informasi yang berkaitan dengan lagu/album yang sedang kita putar dari harddisk lokal. Selain menyajikan gambar artis dari lagu/album dalam ukuran besar, juga terdapat informasi, lagu/album apa saja yang belum kita miliki dan bisa beli dari internet. Harus diakui, koleksi lagu dalam Zune Marketplace belum bisa menandingi Apple Music Store.
Fasilitas keren yang membedakan Zune dengan software sejenis lainnya adalah terintegrasinya menu (tab) untuk mengelola Zune Social account (berbagi musik dengan para anggota Zune Social), adanya sebuah halaman rekomendasi untuk musik baru dan siapa saja pendengarnya dalam komunitas Zune, dan sebuah perpaduan unik yang memungkinkan kita untuk bisa mengetahui dan mendengarkan lagu yang mungkin berkaitan dengan lagu/artist yang sedang diputar. Fitur keren lainnya adalah ‘Mosaic Album Art’. Saat kita memutar lagu dan komputer dalam kondisi idle, Zune akan menampilkan susunan album art secara acak di layar. Fitur-fitur standar seperti dukungan pada MP3, AAC, WMA; MPEG4, H.264, WMV, and ASF; membuat playlists, membakar dan meng-copy CD; mengedit mp3 tag sudah disediakan. Namun jangan berharap menemukan fitur lengkap seperti dalam HMM dan MM. Zune lebih cocok bagi mereka yang hanya ingin mendengar lagu, berorientasi tampilan visual, dan tidak mau pusing dengan banyak menu/fitur. Satu hal lagi yang perlu dicatat, software Zune akan lebih bermanfaat kalau Anda mempunyai Zune MP3 Player. Sejauh ini, produk buatan Microsoft ini tidak terlalu populer baik di dunia maupun di Indonesia.
| Versi Terbaru | : | 4.7 |
| Ukuran File | : | Sekitar 135 MB |
| Platform | : | Windows XP (32-bit), Windows Vista/Windows 7 (32-bit/64-bit) |
| Format Audio | : | MP3, AAC, WMA; MPEG4, H.264, WMV, and ASF, CD audio (CDA) |
| MP3 Player | : | Hanya mendukung sinkronisasi dan memutar musik dari Zune MP3 Player |
| Fitur-fitur | : | Fungsi search yang cepat ; browse lagu berdasarkan artist, genre, album, atau lagu ; simple tag editor ; mosaic art album ; terhubung dengan user lain (Zune Social) ; terintegrasi dengan toko musik online (Zune Marketplace) |
| Jenis | : | Freware |
| Website | : | www.zune.net |
Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.
Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.