Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    CiTIzen Journalism

    Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.

    • Home
      Home This is where you can find all the blog posts throughout the site.
    • Categories
      Categories Displays a list of categories from this blog.
    • Tags
      Tags Displays a list of tags that have been used in the blog.
    • Bloggers
      Bloggers Search for your favorite blogger from this site.
    • Login

    Sebuah Sinyal

    Posted by on in Birokrasi
    • Font size: Larger Smaller
    • Hits: 1100
    • 0 Comments
    • Subscribe to this entry
    • Print
    • PDF

    Indonesia saat ini sedang mendapatkan sinyal yang kuat dan berada dalam frekuensi gelombang yang tepat untuk bangkit dari setiap permasalahan yang dihadapi negeri. Indonesia membutuhkan letupan-letupan lebih banyak untuk menimbulkan percikan bunga-bunga api untuk membakar dan membangkitkan semangat anak negeri yang telah lama tertidur pulas dari buaian mimpi.

    Teringat waktu kecil pertengahan tahun 80-an, di  sebuah desa yang jika pada siang hari masyarakatnya cukup memiliki aktivitas yang tinggi. Giliran pada malam hari, desa berubah menjadi senyap. Hanya bunyi jangkrik dan tiupan angin yang meraung-raung mengelaparkan daun-daun pepohonan membuat suasana sekitar rumah sedikit ramai. Maklum lampu listrik belum terjangkau saat itu. Sehingga jika malam, tidak ada lagi aktivitas yang bisa dilakukan. Untung ada sebuah pelita kecil yang nangkring di salah satu sudut tiang rumah, yang ditempatkan cukup tinggi, walaupun masih tampak remang-remang, namun sudah menerangi seisi ruangan.

    Walau awalnya sangat berharap bisa terang benderang, tapi nyatanya tetap remang-remang, namun tetap bangga masih punya lampu dari botol bekas.

    Pelita sederhana, namun sangat istimewa, yang terbuat dari botol bekas, obat batuk sirup yang kemudian tutup botolnya dilobangi dan dikasih pentil ban bekas sepeda tetangga. Kemudian pentil di isi sumbu dari kain sarung bekas. Akhirnya setelah korek api menyambar ujung kain yang sudah dialiri minyak, lampu menyala dan mulai menerangi seluruh ruangan rumah. Walau awalnya sangat berharap bisa terang benderang, tapi nyatanya tetap remang-remang, namun tetap bangga masih punya lampu dari botol bekas.

    Walau mata sebenarnya belum ingin tidur, malam itu. Apa boleh buat, dengan malas saya rebah-rebahan. Terdengar di kamar sebelah, kakak saya sedang sibuk dengan radio mungilnya. Krusak-krusuk, tiba-tiba terdengar suara orang lagi berbicara namun seolah megap-megap, tiba-tiba tidak kedengaran lagi. Ciu-ciu….ciu-ciu…..begitu rintihan radio terus bergemuruh, seperti susah payah. Kakak saya terus berusaha untuk memutar bulatan kecil yang tertera, Tuning (baca: untuk mencari gelombang frekuensi yang tepat). Tiba-tiba terdengar suara “ ….sunyi, biarlah sunyi tanpa kasih dan sayang...biar, biarlah sunyi meski hatiku pedih, walaupun sedih...kucoba bernyanyi.” Wah…rupanya suara melengking bang Eddy Silitonga terdengar begitu syahduh memecah kebekuan malam.

    “Biar….terhenti, lalu, suara tiba-tiba menghilang." Nggak mengerti, biar…apa yang dimaksud bang Eddy, seperti menjauh tertiup angin. “Biarlah gelap barangkali.” Maklum, masih jarang pemancar radio kala itu, kalaupun ada, itu sangat jauh. Tidak ada satu siaran yang bisa bertahan lama, baru kedengaran, sudah putus. Bolak-balik antena radio diputar-putar, antenna ibarat kuping manusia, mungkin sudah memerah yang kian kemari tak henti-henti diputar. Dengan sabar, akhirnya ada satu frekuensi yang bisa bertahan lama, kebetulan hiburan lagu-lagu daerah saya. Kalaupun suara di radio bisa bertahan lama, mungkin frekuensinya terbawa angin sehingga bertambah panjang dan signalnya bisa menjangkau antenna radio (ha-ha-ha). Akhirnya malam itu, disuguhi lagu-lagu romantis dengan lampu yang kadang redap-redup. Tidak menyadari, sayapun tertidur.

    Sebuah Sinyal

    Diharapkan semakin banyak muncul negarawan-negarawan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Meminjam perkataan Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Joko Widodo
    , seorang disebut sebagai negarawan, apabila sosok tersebut lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dia ada di depan ketika masyarakat lagi susah, dan dia juga ada dibelakang ketika masyarakat sejahtera.

    Terlepas dari berbagai persoalan yang masih banyak dihadapi. Meminjam istilah penyiaran (broadcasting), Indonesia saat ini sedang mendapatkan sinyal yang kuat dan berada dalam frekuensi gelombang yang tepat untuk bangkit dari setiap permasalahan yang dihadapi negeri, meningkatkan perekonomian, mengatasi penggangguran, kepemimpinan yang berpihak kepada masyarakat, penegakan hukum dan keamanan yang semakin membaik. Tinggal negeri ini mau mengartikan apakah sinyal itu ditujukan untuk membawa Indonesia menukik ke bawah atau negeri ini masih memiliki asa untuk menyambung Era Tinggal Landas yang pernah tertunda pada jaman Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
    Orde Baru
    .

    Apakah terlalu buru-buru mengklaim hal tersebut. “Oh, tidak.” Melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam kurun waktu bulan Januari 2012. Ada beberapa letupan, kejadian-kejadian yang patut diberikan apresiasi dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Beberapa fenomena tersebut yaitu dari segi kepemimpinan, penegakan hukum, kesadaran para Lihat Daftar Tokoh Politisi
    Lihat Daftar Tokoh Politisi
    politisi
    sudah mulai mencuat. Tapi tunggu dulu, walaupun belum secara keseluruhan, namun perubahan kecil-kecil ini harus dihargai. Apakah itu?

    Pertama letupan mobil kiat esemka diharapkan sebagai tanda kebangkitan sebuah kepemimpinan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Fenomena mobil kiat esemka karya anak-anak muda bangsa oleh siswa SMK (baca: esemka) begitu mendapat perhatian karena dipopulerkan Walikota Solo, Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Joko Widodo
    . Jokowi begitu sapaannya, mau menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas bersama wakilnya, menggantikan mobil dinas lamanya yang telah lama tidak diganti. Berita ini menjadi headline berita di beberapa media. Seperti diketahui Jokowidodo Walikota Solo dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, tegas, jujur dan selalu berpihak pada wong cilik.

    Pada awalnya gebrakan ini mendapat cibiran dan dianggap cari sensasi, tidak ketinggalan datangnya dari wakil rakyat sendiri. Mobil esemka dianggap belum memiliki standar keamanan, dan masih perlu diuji apakah layak untuk digunakan, apalagi untuk menyangkut keamanan seorang pejabat negara.Walau akhirnya banyak yang menjadi luluh hatinya, sehingga tidak sedikit pejabat yang menjajal kemampuan mobil esemka bahkan ingin memilikinya. Bahkan beberapa pihak terus mendorong agar mobil Esemka sebagai cikal bakal mobil nasional.

    ....berharap letupan-letupan tersebut menjadi energi yang bisa dihimpun untuk dikonversikan sebagai pembangkit utama (prime mover) untuk mempercepat keadaan Indonesia segera pulih kembali.

    Sebagai orang awam yang kontra tidak bisa disalahkan sepenuhnya dan itu memerlukan penjelasan yang panjang dan sangat prosedural, bagaimana pembuatan komponen mesin itu sendiri. Sedikit melebar, merefres sedikit tentang pembuatan komponen/onderdil dapat dibuat mirip dengan aslinya dengan ilmu rekayasa material. Salah satu yang diperlukan adanya alat uji komposisi kimia untuk mengetahui unsur-unsur atau komposisi dasar pembentuk bahan dari sebuah elemen mesin. Informasi ini sangat penting, ketika bahan yang sama akan dibuat, baik melalui proses pengecoran dan teknologi lainnya, sehingga dapat dikontrol kualitasnya. Dan untuk meningkatkan kualitas bahan, kemudian dilanjutkan dengan proses Heat Treament (perlakuan panas) tegantung kebutuhan dengan berbagai fariasinya. Ini dilakukan untuk mendapatkan sifat bahan yang ingin dihasilkan seperti: tahan aus, keras, liat dan sebagainya.

    Intinya sangat mustahil anak-anak SMK mengasembling komponen-komponen mesin apalagi jika membuat sendiri tanpa memperhitungkan kekuatan. Dan jika jika sudah kuat sudah pasti berkualitas. Hal ini memang sangat berpengaruh terhadap performa mesin yang dihasilkan. Jika tahapan-tahapan uji komposisi dilakukan, dipastikan kualitasnya, hampir sama dengan aslinya. Jadi jangan ragu lagi, mendukung mobil esemka untuk memjadi mobnas, cuma standar pengawasan pembuatannya perlu ditingkatkan baik dari segi keamanan dan kekuatan. Bukan promosi lo, he-he-he.

    Terus letupan kedua, bidang penegakan hukum. Walau masih hanya retorika, tapi para pemimpin penegak hukum sendiri, sudah memperlihatkan keseriusan dan komitmennya untuk memberantas korupsi. Di bawah kepemimpinan KPK yang baru, Ketua KPK Jilid 3
    Ketua KPK Jilid 3
    Abraham Samad
    mengatakan komitmennya, bahwa tidak warga negara yang kebal hukum, bahkan ketua partai sekalipun, patut dudukung. Bahkan dia mengatakan dirinya akan mundur jika dia tidak dapat menuntaskan beberapa kasus yang menjadi sorotan publik saat ini. Mulai dari kasus Bank Century, Kasus Wisma Atlet SEA Games dan Hambalang, dan beberapa kasus besar lainnya. Komitmen ini patut diapresiasi karena diperlukan dukungan kerjasama dari semua pihak agar kasus korupsi bisa semakin terang benderang. Masyarakat juga menunggu komitmen yang sama juga ditunjukkan pimpinan-pimpinan penegak hukum lainnya, keKapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    an, kejaksaan dan lembaga lainnya.

    Sementara itu, letupan ketiga, masih tentang penegakan hukum. Dalam beberapa kesempatan luapan dukungan dari Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Susilo Bambang Yudhoyono
    terus mengalir, yang mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk mencegah dan memberantas korupsi anggaran negara dan meminta Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk bekerja sama dalam upaya menyelamatkan keuangan negara.

    Misalnya, hal itu dikemukakan Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
    Presiden SBY
    dihadapan semua Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Kabinet Indonesia Bersatu II, gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia, pimpinan DPRD di seluruh Indonesia, pimpinan TNI/Polri di pusat dan daerah, utusan khusus Presiden dan Dewan Pertimbangan Presiden, serta Komite Ekonomi Nasional dan Komite Inovasi Nasional, saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemerintah Tahun 2012, Kamis  19 Januari 2012, di Kemayoran, Jakarta dan beberapa kesempatan lainnya.

    ”Pastikan penyimpangan dan korupsi terus berkurang. Pencegahan dan penindakan sama pentingnya, jangan terkesan dijebak dan dibiarkan,“ tegas Presiden. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar korupsi dan kolusi di sektor pajak dan penggunaan anggaran negara dapat dicegah dan diberantas. Pencegahan harus dilakukan sejak perencanaan.

    Letupan, keempat. Untuk pertama kalinya, dalam sejarah kepemimpinan DPR. Ketua DPR Ketua DPR RI 2009-2014
    Ketua DPR RI 2009-2014
    Marzuki Alie
    berinisiatif melaporkan proyek-proyek yang digarap DPR ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi dan meluruskan polemik soal anggaran di tubuh DPR yang sedang hangat diperbincangkan publik. Bahkan Marzuki mendukung Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR yang dianggap bermasalah diminta untuk dihapus dan kemudian untuk ditangani oleh Sekretariat Jenderal DPR. Ketua DPR RI 2009-2014
    Ketua DPR RI 2009-2014
    Marzuki Alie
    menilai bahwa selama ini BURT hanya menjadi alat legitimasi kerja Kesekjenan.

    Perihal sejumlah proyek yang dianggap menghambur-hamburkan uang, Marzuki Alie menyatakan akan mundur sebagai ketua DPR jika terlibat dalam korupsi proyek-proyek di DPR di gedung KPK, Jumat 20 Januari 2012. Terlepas dari apapun niatan di balik sikap Ketua DPR RI 2009-2014
    Ketua DPR RI 2009-2014
    Marzuki Alie
    yang sudah mulai berterus terang, walaupun selama ini sering melontarkan kata-kata kontroversial. Hendaknya jangan dianggap sebagai cari sensasi.

    Letupan, kelima: Peningkatan status Indonesia sebagai negara yang layak bagi investasi (investment grade)oleh lembaga pemeringkat Moody's disambut baik oleh berbagai pihak. Dengan naiknya rating ini, akan semakin banyak investor asing yang tertarik menanamkam modalnya di Indonesia. Dan diperkirakan investasi sebesar Rp280-290 triliun mengalir, terutama untuk pembangunan infrastruktur (Vivanews, 2 Januari 2012).

    Menurut BKPM realisasi investasi tersebut melonjak 20,5% daru 4,7 persen target yang yang dipatok pemerintah. Positifnya adalah dengan naiknya inventasi asing ke Indonesia, penganguran bisa dipangkas. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, peningkatan realisasi investasi pada triwulan I-2011 akan berimbas pada peningkatan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Penyerapan tenaga kerja Indonesia selama triwulan I-2011 mencapai 196.906 orang.

    Terakhir, letupan keenam di bidang keamanan. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar bersama di Sekolah Tinggi Ilmu KeKapolri (1968-1971)
    Kapolri (1968-1971)
    polisi
    an (STIK), 20 Juni 2012. Sinergi TNI dan Polri sangat penting diwujudkan mengingat maraknya gangguan keamanan, ketertiban. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dalam kesempatan itu, ingin memperkuat sinergi antara TNI dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.

    Perlu diketahui tugas tersebut, tidak hanya bagian dari TNI dan Polri, masyarakat juga perlu mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga ketertiban umum.

    Kita berharap letupan-letupan tersebut menjadi energi yang bisa dihimpun untuk dikonversikan sebagai pembangkit utama (prime mover) untuk mempercepat keadaan Indonesia segera pulih kembali. Seperti fenomena mobil Kiat Esemka diharapkan sebagai momen kembangkitan industri dalam negeri, karena anak negeri sangat mengimpikan Indonesia memiliki sesuatu karya yang menjadi kembanggaan nasional. Begitu juga dengan pemberantasan korupsi, diharapkan keteguhan dengan mengedapankan hati nurani penegak hukum, sehingga ke depannya penegakan hukum lebih berkeadilan. Diharapkan semakin banyak muncul negarawan-negarawan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Meminjam perkataan Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Gub DKI Jakarta (2012-2017)
    Joko Widodo
    , seorang disebut sebagai negarawan, apabila sosok tersebut lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dia ada di depan ketika masyarakat lagi susah, dan dia juga ada dibelakang ketika masyarakat sejahtera.

    Negeri ini membutuhkan letupan-letupan lebih banyak lagi seperti yang dilakukan Joko Widodo dapat menular kepada pemimpin-pemimpin lainnya untuk menimbulkan loncatan-loncatan bunga api semakin besar untuk membakar dan membangkitkan semangat anak negeri yang telah lama tertidur pulas dari buaian mimpi yang ternyata hanyalah ilusi. Dan kita harus bangga masih ada pemimpin yang mau berubah dan menunjukkan jati dirinya. Jangan keburu menyebutnya sebagai sebuah sensasi. Selama dia masih berpihak dan mengatas namakan untuk kepentingan masyarakat banyak, patut mendapat dukungan.

    Sepenggal ayat dari nyayian Koes Plus sesungguhnya negeri adalah Kolam Susu. “..Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupmu, Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu, Orang bilang tanah kita tanah surge, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..”

    Tersirat di dalamnya bahwa sesungguhnya Indonesia itu seperti Taman Firdaus, dimana kedamaian dan kenikmatan tersedia di dalamnya karena segala yang dibutuhkan ada. Indonesia negeri dengan sumber daya alam yang melimpah yang sesungguhnya bisa membuat negeri aman, sentosa dan sejahtera. Tergantung komitmen bersama. Jadi tetap jaga, dan tetap dalam frekuensi gelombang yang sama, Indonesia akan kembali…

    0
    Trackback URL for this blog entry.

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Tokoh Monitor

    Kategori

    Tulisan Terpopuler

    Helium Music Manager Media Monkey Zune Software Manajemen File Audio
    Tiga Software Terbaik Pengganti iTunes
    Software


    Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.

    Canggihnya Si Robot Hijau
    Gadget

    Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.

    Penyelesaian Masalah Perbatasan
    Hankam
    Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Masalah daerah perbatasan tidak selalu harus dengan pendekatan militer, namun yang diperlukan pendekatan ekonomi sosial di wilayah perbatasan. Serta adanya pengawasan...
    Generasi Ngeles
    Sosbud
    Sebuah pertanyaan mengapa persoalan di negeri seolah tidak mau surut. Persoalan terus beranak pinak di tengah terpaan berbagai isu. Persoalan belum tuntas ditutupi dengan persoalan baru tanpa solusi...
    Dunia Patah Hati, Sebuah Novel dan Perenungan
    Prosa
    Terkadang aku rindu untuk merasakan sebuah kesedihan. kesedihan terkadang membuat kita terpisah dari realitas dunia dan masuk ke dalam dunia yang lain. ketika di dunia itu, aku merasa sangat  i...

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us