|
Pencarian Terakhir
ganjar pranowo (12) bibit waluyo (12) Yohanes Surya (14) Soekarno (42) Sarwo Edhie Wibowo (16) dewi lestari (13) soeharto (34) budayawan (39) GITA WIRJAWAN (14) jusuf kalla (18) situmorang (11) chairul tanjung (31) ra kartini (33) KARTINI (44) iwan fals (15) dahlan iskan (31) bob sadino (15) R.A KARTINI (13) BJ Habibie (30) sutiyoso (19)
Pencarian Populer
ganjar pranowo (12) bibit waluyo (12) musliar kasim (7) Yohanes Surya (14) kahfi (1) kahfi siregar (1) asep kambali (2) achmad ramli (1) emil salim (3) jendral sudirman (7) wikana (2) Soekarno (42) Sarwo Edhie Wibowo (16) Buya Hamkah (1) saut situmorang (9) dewi lestari (13) djoko muryanto (1) don murdono (6) Letjen R Leman (1) Suseno (1) Magniz-Suseno (1) petani (1) Faisal Batu Bara (1) ali masykur (1) soeharto (34) boy rafli amar (1) |
|
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.
Indonesia saat ini sedang mendapatkan sinyal yang kuat dan berada dalam frekuensi gelombang yang tepat untuk bangkit dari setiap permasalahan yang dihadapi negeri. Indonesia membutuhkan letupan-letupan lebih banyak untuk menimbulkan percikan bunga-bunga api untuk membakar dan membangkitkan semangat anak negeri yang telah lama tertidur pulas dari buaian mimpi.
Teringat waktu kecil pertengahan tahun 80-an, di sebuah desa yang jika pada siang hari masyarakatnya cukup memiliki aktivitas yang tinggi. Giliran pada malam hari, desa berubah menjadi senyap. Hanya bunyi jangkrik dan tiupan angin yang meraung-raung mengelaparkan daun-daun pepohonan membuat suasana sekitar rumah sedikit ramai. Maklum lampu listrik belum terjangkau saat itu. Sehingga jika malam, tidak ada lagi aktivitas yang bisa dilakukan. Untung ada sebuah pelita kecil yang nangkring di salah satu sudut tiang rumah, yang ditempatkan cukup tinggi, walaupun masih tampak remang-remang, namun sudah menerangi seisi ruangan.
Pelita sederhana, namun sangat istimewa, yang terbuat dari botol bekas, obat batuk sirup yang kemudian tutup botolnya dilobangi dan dikasih pentil ban bekas sepeda tetangga. Kemudian pentil di isi sumbu dari kain sarung bekas. Akhirnya setelah korek api menyambar ujung kain yang sudah dialiri minyak, lampu menyala dan mulai menerangi seluruh ruangan rumah. Walau awalnya sangat berharap bisa terang benderang, tapi nyatanya tetap remang-remang, namun tetap bangga masih punya lampu dari botol bekas.
Walau mata sebenarnya belum ingin tidur, malam itu. Apa boleh buat, dengan malas saya rebah-rebahan. Terdengar di kamar sebelah, kakak saya sedang sibuk dengan radio mungilnya. Krusak-krusuk, tiba-tiba terdengar suara orang lagi berbicara namun seolah megap-megap, tiba-tiba tidak kedengaran lagi. Ciu-ciu….ciu-ciu…..begitu rintihan radio terus bergemuruh, seperti susah payah. Kakak saya terus berusaha untuk memutar bulatan kecil yang tertera, Tuning (baca: untuk mencari gelombang frekuensi yang tepat). Tiba-tiba terdengar suara “ ….sunyi, biarlah sunyi tanpa kasih dan sayang...biar, biarlah sunyi meski hatiku pedih, walaupun sedih...kucoba bernyanyi.” Wah…rupanya suara melengking bang Eddy Silitonga terdengar begitu syahduh memecah kebekuan malam.
“Biar….terhenti, lalu, suara tiba-tiba menghilang." Nggak mengerti, biar…apa yang dimaksud bang Eddy, seperti menjauh tertiup angin. “Biarlah gelap barangkali.” Maklum, masih jarang pemancar radio kala itu, kalaupun ada, itu sangat jauh. Tidak ada satu siaran yang bisa bertahan lama, baru kedengaran, sudah putus. Bolak-balik antena radio diputar-putar, antenna ibarat kuping manusia, mungkin sudah memerah yang kian kemari tak henti-henti diputar. Dengan sabar, akhirnya ada satu frekuensi yang bisa bertahan lama, kebetulan hiburan lagu-lagu daerah saya. Kalaupun suara di radio bisa bertahan lama, mungkin frekuensinya terbawa angin sehingga bertambah panjang dan signalnya bisa menjangkau antenna radio (ha-ha-ha). Akhirnya malam itu, disuguhi lagu-lagu romantis dengan lampu yang kadang redap-redup. Tidak menyadari, sayapun tertidur.
Sebuah Sinyal
Terlepas dari berbagai persoalan yang masih banyak dihadapi. Meminjam istilah penyiaran (broadcasting), Indonesia saat ini sedang mendapatkan sinyal yang kuat dan berada dalam frekuensi gelombang yang tepat untuk bangkit dari setiap permasalahan yang dihadapi negeri, meningkatkan perekonomian, mengatasi penggangguran, kepemimpinan yang berpihak kepada masyarakat, penegakan hukum dan keamanan yang semakin membaik. Tinggal negeri ini mau mengartikan apakah sinyal itu ditujukan untuk membawa Indonesia menukik ke bawah atau negeri ini masih memiliki asa untuk menyambung Era Tinggal Landas yang pernah tertunda pada jaman Orde Baru.
Apakah terlalu buru-buru mengklaim hal tersebut. “Oh, tidak.” Melihat beberapa fenomena yang terjadi dalam kurun waktu bulan Januari 2012. Ada beberapa letupan, kejadian-kejadian yang patut diberikan apresiasi dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. Beberapa fenomena tersebut yaitu dari segi kepemimpinan, penegakan hukum, kesadaran para politisi sudah mulai mencuat. Tapi tunggu dulu, walaupun belum secara keseluruhan, namun perubahan kecil-kecil ini harus dihargai. Apakah itu?
Pertama letupan mobil kiat esemka diharapkan sebagai tanda kebangkitan sebuah kepemimpinan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Fenomena mobil kiat esemka karya anak-anak muda bangsa oleh siswa SMK (baca: esemka) begitu mendapat perhatian karena dipopulerkan Walikota Solo, Joko Widodo. Jokowi begitu sapaannya, mau menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas bersama wakilnya, menggantikan mobil dinas lamanya yang telah lama tidak diganti. Berita ini menjadi headline berita di beberapa media. Seperti diketahui Jokowidodo Walikota Solo dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, tegas, jujur dan selalu berpihak pada wong cilik.
Pada awalnya gebrakan ini mendapat cibiran dan dianggap cari sensasi, tidak ketinggalan datangnya dari wakil rakyat sendiri. Mobil esemka dianggap belum memiliki standar keamanan, dan masih perlu diuji apakah layak untuk digunakan, apalagi untuk menyangkut keamanan seorang pejabat negara.Walau akhirnya banyak yang menjadi luluh hatinya, sehingga tidak sedikit pejabat yang menjajal kemampuan mobil esemka bahkan ingin memilikinya. Bahkan beberapa pihak terus mendorong agar mobil Esemka sebagai cikal bakal mobil nasional.
Sebagai orang awam yang kontra tidak bisa disalahkan sepenuhnya dan itu memerlukan penjelasan yang panjang dan sangat prosedural, bagaimana pembuatan komponen mesin itu sendiri. Sedikit melebar, merefres sedikit tentang pembuatan komponen/onderdil dapat dibuat mirip dengan aslinya dengan ilmu rekayasa material. Salah satu yang diperlukan adanya alat uji komposisi kimia untuk mengetahui unsur-unsur atau komposisi dasar pembentuk bahan dari sebuah elemen mesin. Informasi ini sangat penting, ketika bahan yang sama akan dibuat, baik melalui proses pengecoran dan teknologi lainnya, sehingga dapat dikontrol kualitasnya. Dan untuk meningkatkan kualitas bahan, kemudian dilanjutkan dengan proses Heat Treament (perlakuan panas) tegantung kebutuhan dengan berbagai fariasinya. Ini dilakukan untuk mendapatkan sifat bahan yang ingin dihasilkan seperti: tahan aus, keras, liat dan sebagainya.
Intinya sangat mustahil anak-anak SMK mengasembling komponen-komponen mesin apalagi jika membuat sendiri tanpa memperhitungkan kekuatan. Dan jika jika sudah kuat sudah pasti berkualitas. Hal ini memang sangat berpengaruh terhadap performa mesin yang dihasilkan. Jika tahapan-tahapan uji komposisi dilakukan, dipastikan kualitasnya, hampir sama dengan aslinya. Jadi jangan ragu lagi, mendukung mobil esemka untuk memjadi mobnas, cuma standar pengawasan pembuatannya perlu ditingkatkan baik dari segi keamanan dan kekuatan. Bukan promosi lo, he-he-he.
Terus letupan kedua, bidang penegakan hukum. Walau masih hanya retorika, tapi para pemimpin penegak hukum sendiri, sudah memperlihatkan keseriusan dan komitmennya untuk memberantas korupsi. Di bawah kepemimpinan KPK yang baru, Abraham Samad mengatakan komitmennya, bahwa tidak warga negara yang kebal hukum, bahkan ketua partai sekalipun, patut dudukung. Bahkan dia mengatakan dirinya akan mundur jika dia tidak dapat menuntaskan beberapa kasus yang menjadi sorotan publik saat ini. Mulai dari kasus Bank Century, Kasus Wisma Atlet SEA Games dan Hambalang, dan beberapa kasus besar lainnya. Komitmen ini patut diapresiasi karena diperlukan dukungan kerjasama dari semua pihak agar kasus korupsi bisa semakin terang benderang. Masyarakat juga menunggu komitmen yang sama juga ditunjukkan pimpinan-pimpinan penegak hukum lainnya, kepolisian, kejaksaan dan lembaga lainnya.
Sementara itu, letupan ketiga, masih tentang penegakan hukum. Dalam beberapa kesempatan luapan dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mengalir, yang mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk mencegah dan memberantas korupsi anggaran negara dan meminta Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan untuk bekerja sama dalam upaya menyelamatkan keuangan negara.
Misalnya, hal itu dikemukakan Presiden SBY dihadapan semua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia, pimpinan DPRD di seluruh Indonesia, pimpinan TNI/Polri di pusat dan daerah, utusan khusus Presiden dan Dewan Pertimbangan Presiden, serta Komite Ekonomi Nasional dan Komite Inovasi Nasional, saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemerintah Tahun 2012, Kamis 19 Januari 2012, di Kemayoran, Jakarta dan beberapa kesempatan lainnya.
”Pastikan penyimpangan dan korupsi terus berkurang. Pencegahan dan penindakan sama pentingnya, jangan terkesan dijebak dan dibiarkan,“ tegas Presiden. Selain itu, Presiden juga menginstruksikan agar korupsi dan kolusi di sektor pajak dan penggunaan anggaran negara dapat dicegah dan diberantas. Pencegahan harus dilakukan sejak perencanaan.
Letupan, keempat. Untuk pertama kalinya, dalam sejarah kepemimpinan DPR. Ketua DPR Marzuki Alie berinisiatif melaporkan proyek-proyek yang digarap DPR ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi dan meluruskan polemik soal anggaran di tubuh DPR yang sedang hangat diperbincangkan publik. Bahkan Marzuki mendukung Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR yang dianggap bermasalah diminta untuk dihapus dan kemudian untuk ditangani oleh Sekretariat Jenderal DPR. Marzuki Alie menilai bahwa selama ini BURT hanya menjadi alat legitimasi kerja Kesekjenan.
Perihal sejumlah proyek yang dianggap menghambur-hamburkan uang, Marzuki Alie menyatakan akan mundur sebagai ketua DPR jika terlibat dalam korupsi proyek-proyek di DPR di gedung KPK, Jumat 20 Januari 2012. Terlepas dari apapun niatan di balik sikap Marzuki Alie yang sudah mulai berterus terang, walaupun selama ini sering melontarkan kata-kata kontroversial. Hendaknya jangan dianggap sebagai cari sensasi.
Letupan, kelima: Peningkatan status Indonesia sebagai negara yang layak bagi investasi (investment grade)oleh lembaga pemeringkat Moody's disambut baik oleh berbagai pihak. Dengan naiknya rating ini, akan semakin banyak investor asing yang tertarik menanamkam modalnya di Indonesia. Dan diperkirakan investasi sebesar Rp280-290 triliun mengalir, terutama untuk pembangunan infrastruktur (Vivanews, 2 Januari 2012).
Menurut BKPM realisasi investasi tersebut melonjak 20,5% daru 4,7 persen target yang yang dipatok pemerintah. Positifnya adalah dengan naiknya inventasi asing ke Indonesia, penganguran bisa dipangkas. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, peningkatan realisasi investasi pada triwulan I-2011 akan berimbas pada peningkatan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Penyerapan tenaga kerja Indonesia selama triwulan I-2011 mencapai 196.906 orang.
Terakhir, letupan keenam di bidang keamanan. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar bersama di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), 20 Juni 2012. Sinergi TNI dan Polri sangat penting diwujudkan mengingat maraknya gangguan keamanan, ketertiban. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dalam kesempatan itu, ingin memperkuat sinergi antara TNI dan Polri untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.
Perlu diketahui tugas tersebut, tidak hanya bagian dari TNI dan Polri, masyarakat juga perlu mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga ketertiban umum.
Kita berharap letupan-letupan tersebut menjadi energi yang bisa dihimpun untuk dikonversikan sebagai pembangkit utama (prime mover) untuk mempercepat keadaan Indonesia segera pulih kembali. Seperti fenomena mobil Kiat Esemka diharapkan sebagai momen kembangkitan industri dalam negeri, karena anak negeri sangat mengimpikan Indonesia memiliki sesuatu karya yang menjadi kembanggaan nasional. Begitu juga dengan pemberantasan korupsi, diharapkan keteguhan dengan mengedapankan hati nurani penegak hukum, sehingga ke depannya penegakan hukum lebih berkeadilan. Diharapkan semakin banyak muncul negarawan-negarawan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Meminjam perkataan Joko Widodo, seorang disebut sebagai negarawan, apabila sosok tersebut lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat. Dia ada di depan ketika masyarakat lagi susah, dan dia juga ada dibelakang ketika masyarakat sejahtera.
Negeri ini membutuhkan letupan-letupan lebih banyak lagi seperti yang dilakukan Joko Widodo dapat menular kepada pemimpin-pemimpin lainnya untuk menimbulkan loncatan-loncatan bunga api semakin besar untuk membakar dan membangkitkan semangat anak negeri yang telah lama tertidur pulas dari buaian mimpi yang ternyata hanyalah ilusi. Dan kita harus bangga masih ada pemimpin yang mau berubah dan menunjukkan jati dirinya. Jangan keburu menyebutnya sebagai sebuah sensasi. Selama dia masih berpihak dan mengatas namakan untuk kepentingan masyarakat banyak, patut mendapat dukungan.
Sepenggal ayat dari nyayian Koes Plus sesungguhnya negeri adalah Kolam Susu. “..Bukan lautan hanya kolam susu, Kail dan jala cukup menghidupmu, Tiada badai tiada topan kau temui, Ikan dan udang menghampiri dirimu, Orang bilang tanah kita tanah surge, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman, Orang bilang tanah kita tanah surga, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman..”
Tersirat di dalamnya bahwa sesungguhnya Indonesia itu seperti Taman Firdaus, dimana kedamaian dan kenikmatan tersedia di dalamnya karena segala yang dibutuhkan ada. Indonesia negeri dengan sumber daya alam yang melimpah yang sesungguhnya bisa membuat negeri aman, sentosa dan sejahtera. Tergantung komitmen bersama. Jadi tetap jaga, dan tetap dalam frekuensi gelombang yang sama, Indonesia akan kembali…
Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.
Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.