Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    CiTIzen Journalism

    Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.

    • Home
      Home This is where you can find all the blog posts throughout the site.
    • Categories
      Categories Displays a list of categories from this blog.
    • Tags
      Tags Displays a list of tags that have been used in the blog.
    • Bloggers
      Bloggers Search for your favorite blogger from this site.
    • Login

    Klasik

    Posted by on in Sosbud
    • Font size: Larger Smaller
    • Hits: 1960
    • 0 Comments
    • Subscribe to this entry
    • Print
    • PDF

    Ada seorang Ibu sedang marah di ponsel pada anaknya, kebetulan Ibu itu adalah teman saya. Ibu ini mempunyai profesi sebagai Editor, tapi yang jadi masalah bukan profesi yang akan saya bahas. Tapi problem yang selama ini muncul di lingkungan kita sehari-hari, sebagai catatan Ibu ini adalah seorang Singgle Parent bekerja dan mempunyai anak.

    "Sanaz, kamu ini paham enggak, Sanaz harsu ngerti posisi Ibu, tugas Sanaz itu cuma belajar dan bikin bangga Ibu. selama Sanaz Ibu ajarkan untuk prihatin dan tau keadaan kita." Kata Ibu itu sambil menahan tangis.

    "Jangan hanya maaf dan maaf yang kamu ucap Sekar." terus ibu itu, mungkin anaknya hanya mampu bilang Maaf. lalu omelan semakin menjadi.Saya yang sedang minum kopi dimeja dekat dimana dia berdiri sambil marah di Ponsel. Ibu itu marah hampir satu jam, lalu setelah marah duduk dimeja yang sama dengan saya dan memesan kopi.

    "Anak kenapa?" tanyakku sambil mengaduk kopi yang sudah sering saya aduk. Ibu dan juga teman saya itu mengusap air mata dengan tisu yang diambil dari tas kerjanya.

    "Biasa, bandel dan males banget belajar." Jawabnya sambil terus mengelap matanya dengan tisu.

    Saya jadi ingat masa kecil dulu, masa-masa blues. saya selalu mengatakan masa blues pada saat saya menjadi anak titipan pada seorang nenek dan paman-paman yang  juga mengalami masa blues kemiskinan. ketika takdir memaksa pencerain ayah ibuku maka takdir juga membawaku kedalam dunia blues yang mungkin tidak akan pernah muncul di dalam mimpi anak-anak atau orang dewasa sekalipun, bahkan pembuat film dan sinetron tidak akan pernah punya imajaniasi untuk membuat skenario seperti apa yang saya jalani.

    lalu saya memasuki area imajinasi untuk menjadi anak kebayakan, bermimpi punya baju bagus atau mainan bagus. lalu bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kehidupan mapan. lalau setelah pulang dan berkumpul dengan mereka saya akan mendapatkan pukulan dan cacian. salah saya mempunyai teman mapan atau berimajinasi? mereka selalu bilang nanti kepengen atau alasan yang tidak masuk akal sama sekali.

    lalu saya masuk dalam dunia blues kedua dimana saya sudah tidak nyaman dengan perilaku keras dari nenek dan paman-pama saya yang sok super hero.  saya memaksa diri untuk bertahan di sebuah kota kecil untuk meneruskan pendidikan yang juga bikin saya muak, karna saya juga mengalami masa-masa blues tahap ke empat. teman-teman saya yang ternyata juga banyak korban broken home memasuki dunai abu-abu dengan mengkonsumsi obat penenang.

    "Kok malah bengong?" tanya Teman saya sambil meniupi kopinya yang panas.

    "Jadi inget masa-masa blues." Jawab saya sambil ikut menyruput kopi.

    lalu apa salah bila seorang Ibu marah-marah pada anaknya? kukira tidak salah kalau wajar-wajar saja. tapi......

    -Sehabis hujan, setelah gelas kedua-

    0
    Tagged in: kisah kehidupan
    Trackback URL for this blog entry.

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Tokoh Monitor

    Dijual TI-Shirt Elegan Minimalis - Cotton Combed 24s

    Kategori

    Tulisan Terpopuler

    Helium Music Manager Media Monkey Zune Software Manajemen File Audio
    Tiga Software Terbaik Pengganti iTunes
    Software


    Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.

    Canggihnya Si Robot Hijau
    Gadget

    Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.

    Penyelesaian Masalah Perbatasan
    Hankam
    Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Masalah daerah perbatasan tidak selalu harus dengan pendekatan militer, namun yang diperlukan pendekatan ekonomi sosial di wilayah perbatasan. Serta adanya pengawasan...
    Generasi Ngeles
    Sosbud
    Sebuah pertanyaan mengapa persoalan di negeri seolah tidak mau surut. Persoalan terus beranak pinak di tengah terpaan berbagai isu. Persoalan belum tuntas ditutupi dengan persoalan baru tanpa solusi...
    Dunia Patah Hati, Sebuah Novel dan Perenungan
    Prosa
    Terkadang aku rindu untuk merasakan sebuah kesedihan. kesedihan terkadang membuat kita terpisah dari realitas dunia dan masuk ke dalam dunia yang lain. ketika di dunia itu, aku merasa sangat  i...

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us