|
Pencarian Populer
musliar kasim (7) Yohanes Surya (14) kahfi (1) kahfi siregar (1) asep kambali (2) achmad ramli (1) emil salim (3) jendral sudirman (7) wikana (2) Soekarno (42) Sarwo Edhie Wibowo (16) Buya Hamkah (1) saut situmorang (9) dewi lestari (13) djoko muryanto (1) bibit waluyo (11) don murdono (6) Letjen R Leman (1) Suseno (1) Magniz-Suseno (1) petani (1) Faisal Batu Bara (1) ali masykur (1) soeharto (34) boy rafli amar (1) jose rizal manua (1) ismail yusanto (2) |
|
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.
Ada seorang Ibu sedang marah di ponsel pada anaknya, kebetulan Ibu itu adalah teman saya. Ibu ini mempunyai profesi sebagai Editor, tapi yang jadi masalah bukan profesi yang akan saya bahas. Tapi problem yang selama ini muncul di lingkungan kita sehari-hari, sebagai catatan Ibu ini adalah seorang Singgle Parent bekerja dan mempunyai anak.
"Sanaz, kamu ini paham enggak, Sanaz harsu ngerti posisi Ibu, tugas Sanaz itu cuma belajar dan bikin bangga Ibu. selama Sanaz Ibu ajarkan untuk prihatin dan tau keadaan kita." Kata Ibu itu sambil menahan tangis.
"Jangan hanya maaf dan maaf yang kamu ucap Sekar." terus ibu itu, mungkin anaknya hanya mampu bilang Maaf. lalu omelan semakin menjadi.Saya yang sedang minum kopi dimeja dekat dimana dia berdiri sambil marah di Ponsel. Ibu itu marah hampir satu jam, lalu setelah marah duduk dimeja yang sama dengan saya dan memesan kopi.
"Anak kenapa?" tanyakku sambil mengaduk kopi yang sudah sering saya aduk. Ibu dan juga teman saya itu mengusap air mata dengan tisu yang diambil dari tas kerjanya.
"Biasa, bandel dan males banget belajar." Jawabnya sambil terus mengelap matanya dengan tisu.
Saya jadi ingat masa kecil dulu, masa-masa blues. saya selalu mengatakan masa blues pada saat saya menjadi anak titipan pada seorang nenek dan paman-paman yang juga mengalami masa blues kemiskinan. ketika takdir memaksa pencerain ayah ibuku maka takdir juga membawaku kedalam dunia blues yang mungkin tidak akan pernah muncul di dalam mimpi anak-anak atau orang dewasa sekalipun, bahkan pembuat film dan sinetron tidak akan pernah punya imajaniasi untuk membuat skenario seperti apa yang saya jalani.
lalu saya memasuki area imajinasi untuk menjadi anak kebayakan, bermimpi punya baju bagus atau mainan bagus. lalu bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kehidupan mapan. lalau setelah pulang dan berkumpul dengan mereka saya akan mendapatkan pukulan dan cacian. salah saya mempunyai teman mapan atau berimajinasi? mereka selalu bilang nanti kepengen atau alasan yang tidak masuk akal sama sekali.
lalu saya masuk dalam dunia blues kedua dimana saya sudah tidak nyaman dengan perilaku keras dari nenek dan paman-pama saya yang sok super hero. saya memaksa diri untuk bertahan di sebuah kota kecil untuk meneruskan pendidikan yang juga bikin saya muak, karna saya juga mengalami masa-masa blues tahap ke empat. teman-teman saya yang ternyata juga banyak korban broken home memasuki dunai abu-abu dengan mengkonsumsi obat penenang.
"Kok malah bengong?" tanya Teman saya sambil meniupi kopinya yang panas.
"Jadi inget masa-masa blues." Jawab saya sambil ikut menyruput kopi.
lalu apa salah bila seorang Ibu marah-marah pada anaknya? kukira tidak salah kalau wajar-wajar saja. tapi......
-Sehabis hujan, setelah gelas kedua-
Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.
Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.