Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    CiTIzen Journalism

    Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.

    • Home
      Home This is where you can find all the blog posts throughout the site.
    • Categories
      Categories Displays a list of categories from this blog.
    • Tags
      Tags Displays a list of tags that have been used in the blog.
    • Bloggers
      Bloggers Search for your favorite blogger from this site.
    • Login

    Kenapa Kita Harus Berbeda

    Posted by on in Filsafat
    • Font size: Larger Smaller
    • Hits: 3928
    • 0 Comments
    • Subscribe to this entry
    • Print
    • PDF

    Oleh Bantu Hotsan Simanullang | Perbedaan hadir untuk saling melengkapi bukan untuk saling meniadakan.

    Muncul pertanyaan manakah di antaranya yang lebih utama? Seandainya mata mengatakan saya lebih utama daripada kepala dan lidah mengatakan saya lebih penting dari mulut. Dan ketika hati mengatakan saya lebih penting dari jantung dan seterusnya setiap organ tubuh saling mengklaim dirinya lebih penting.

    Sebagai bagian anggota tubuh tidak ada yang bisa mengatakan bahwa salah satu diantaranya mengklaim yang paling penting. Tidak ada yang dikhususkan untuk menjadikannya lebih berarti dari yang lainnya karena telah menjadi bagian dari satu tubuh dengan peranan masing-masing. Bahkan jantung dan hati sekalipun yang memiliki peranan vital untuk memberikan kehidupan kepada seluruh organ-organ tubuh tidak dapat mengklaim dirinya lebih utama dari yang lain. Jika demikian halnya maka sesungguhnya hati dan jantung yang memberi kehidupan tubuh itu menjadi mati dan tidak berguna sama sekali tanpa kehadiran organ tubuh lainnya.

    Tidak adanya konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila membuat gairah toleransi di tengah masyarakat kian memudar. Hilangnya roh Pancasila karena tidak lagi menjadi landasan setiap gerak semangat bermasyarakat dalam berorganisasi namun hanya menjadi slogan semata.

    Pernyataan di atas hanyalah sebuah gambaran betapa perbedaan itu hadir untuk saling melengkapi bukan untuk saling meniadakan tapi perbedaan itu adalah hidup. Sebagai negara kepulauan tidak bisa diingkari keberagaman menjadi salah satu ciri khas Indonesia, baik etnis, budaya, bahasa dan agama. Dan kebhinnekaan itu telah diikat dalam satu ideologi negara, Pancasila.

    Meski demikian masih terjadi perbedaan persepsi dalam memandang kemajemukan sebagai satu kesatuan dari NKRI. Perbedaan itu masih disikapi sebagai hambatan bukan kekuatan. Tiadanya persamaan persepsi ini telah menimbulkan dis-orientasi dengan hilangnya rasa kebersamaan. Namun berubah menjadi ajang pembenaran diri yang tidak jarang berujung pada konflik terjadinya kekerasan, pemaksaan kehendak.

    Bukan untuk mengungkit-ungkit yang sudah terjadi dan berharap tidak akan terjadi lagi. Tidak ada yang menginginkan terjadinya kekerasan antara pemeluk agama, penutupuan rumah ibadah dan tindak kekerasan lainnya. Bahkan para tokoh-tokoh lintas agama tidak setuju dengan tindakan tersebut. Begitu juga dengan sebagian besar masyarakat tidak setuju dengan cara-cara seperti itu karena sejatinya masyarakat Indonesia jauh dari adat kebiadaban.

    Tidak adanya konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila membuat gairah toleransi di tengah masyarakat kian memudar. Hilangnya roh Pancasila karena tidak lagi menjadi landasan setiap gerak semangat bermasyarakat dalam berorganisasi namun hanya menjadi slogan semata.

    Keraguan, dualisme untuk menjadikan Pancasila secara utuh menjadikan arah dan tujuan perjalanan negeri kian terombang-ambing.

    Adanya keraguan, dualisme untuk menjadikan Pancasila secara utuh menjadikan arah dan tujuan perjalanan negeri kian terombang-ambing. Adanya kebimbangan ini kian membuat tidak menentu dan menebar kegelisahan dan mengundang tanda tanya, akankah keutuhan NKRI ini selamanya.

    Hal ini tentunya tidak akan terjadi seandainya masyarakat, kelompok atau golongan mampu melepaskan atribut masing-masing dan mengedepankan persaudaraan tiada batas antara sesama anak negeri dengan menyatukan persepsi bahwa Pancasila adalah landasan dan untuk tidak sekali-sekali membatasi geraknya.

    Semestinyalah kita bersyukur karena memiliki pemimpin Indonesia sekaliber Sukarno yang memiliki visi yang jauh tentang Indonesia yang merangkum seluruh aspek nilai kehidupan masyarakat untuk membuat sebuah pijakan untuk menjadikan Indonesia ini tetap satu keutuhan yang tidak terpisahkan yang kemudian lahirnya Pancasila. Dengan harapan dapat membawa masyarakat yang pluralis tetap fokus pada satu tujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta, 2 Juni 2012

    0
    Trackback URL for this blog entry.

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Tokoh Monitor

    Kategori

    Tulisan Terpopuler

    Helium Music Manager Media Monkey Zune Software Manajemen File Audio
    Tiga Software Terbaik Pengganti iTunes
    Software


    Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.

    Canggihnya Si Robot Hijau
    Gadget

    Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.

    Penyelesaian Masalah Perbatasan
    Hankam
    Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Masalah daerah perbatasan tidak selalu harus dengan pendekatan militer, namun yang diperlukan pendekatan ekonomi sosial di wilayah perbatasan. Serta adanya pengawasan...
    Generasi Ngeles
    Sosbud
    Sebuah pertanyaan mengapa persoalan di negeri seolah tidak mau surut. Persoalan terus beranak pinak di tengah terpaan berbagai isu. Persoalan belum tuntas ditutupi dengan persoalan baru tanpa solusi...
    Kenapa Kita Harus Berbeda
    Filsafat

    Oleh Bantu Hotsan Simanullang | Perbedaan hadir untuk saling melengkapi bukan untuk saling meniadakan.

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us

    Domain for sale: