|
Pencarian Terakhir
dahlan iskan (28) budayawan (23) seniman (160) Soekarno (38) Kwik Kian Gie (14) sri mulyani (12) ali sadikin (16) BJ Habibie (28) soeharto (31) Pattimura (11) jusuf kalla (16) Agum Gumelar (11) habibie (24) chairul tanjung (29) sutiyoso (18) dewi lestari (12) cut nyak dien (11) surya paloh (11) Ahmad Yani (13) GITA WIRJAWAN (11)
Pencarian Populer
dahlan iskan (28) panji gumilang (9) budi uromo (1) budayawan (23) Harry Roesli (1) J. B. Sumarlin (1) pengusaha muda (1) seniman (160) budayawan (1) farhat abbas (9) NH Dini (7) muhammad yamin (3) Cherul Umam (1) Chaerul Umam (1) johana masdani (1) prabowo (6) agus sutisna (1) andri irwanto (3) Soekarno (38) tokoh seni musik (2) kwik-kian-gie (1) putra nababan (2) Malik Haramain (1) adi bing slamet (5) Jansen H. Sinamo (1) pudjo broto (1) E.E. Mangindaan (1) robert pakpahan (2) emil salim (2) inggrid kansil (1) s sjafran (1) said sjafran (1) sayid sjafran (1) imam b prasodjo (1) |
|
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang |Pilkada DKI Jakarta tidak hanya sekadar mencari pemimpin untuk bisa mengatasi macet dan banjir. Namun juga dapat melahirkan pemimpin model di tengah krisis kemimpinan saat ini. Membawa perubahaan bukan hanya sekadar menyelesaikan persoalan kini, tapi juga solusi di masa mendatang. Masyarakat lebih menginginkan pemimpin apa adanya, melayani dengan sepenuh hati. Berkorban demi kepentingan masyarakat melebihi kebutuhannya sendiri. Amanah terhadap konstitusi negara dan berani mengambil kebijakan yang tidak populis demi tegaknya keadilan bagi rakyatnya.
Enam calon Gubernur DKI Jakarta bersama dengan wakilnya secara resmi di tetapkan KPUD sebagai peserta Pilkada DKI Jakarta (11/5/12). Seturut dengan penetapan tersebut KPUD menghimbau kepada para kandidat untuk puasa kampanye selama 40 hari ke depan. Kampanye sendiri baru resmi dibuka pada tanggal 24 Juni – 7 Juli. Masa tenang pada antara tanggal 8 Juli-10 Juli 2012. Dan pemungutan suara baru dilakukan pada tanggal 11 Juli 2012.
Enam kandidat yang maju sesuai dengan nomor urut yang diundi malam di Hotel Sultan, Jakarta (12/05/2012). Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (nomor urut 1), Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria (nomor urut 2), Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (nomor urut 3), Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (nomor urut 4), Faisal Basri-Biem Benyamin (nomor urut 5), dan pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono (nomor urut enam).
Masa 40 hari atau hampir satu bulan lebih adalah masa yang panjang bagi para kandidat dan mesin tim sukses untuk menahan diri dan hanya boleh melakukan aktivitas yang disepakati seluruh peserta bersama dengan KPUD. Itu berarti pada masa 40 hari itu para kandidat di tuntut untuk dapat menjadi pelayan, mematuhi bersama peraturan yang dibuat. Dan sebagai konsekuensi dari pelanggaran aturan tersebut KPUD diharapkan dapat menegakkan aturan main dengan tegas, jelas dan berkeadilan.
Hampir seluruh kandidat sepakat ingin menjadikan Pilkada DKI Jakarta sebagai barometer Pilkada Nasional. Artinya, setiap kandidat masih memiliki mimpi yang indah, bahwa Pilkada kali ini sukses dan bermartabat dengan cara-cara yang elegan. Dengan suksesnya pemilukada kali ini diharapkan akan menjadi acuan bagi daerah lain dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah. Bisa dibayangkan, bila di pusat saja sebuah pesta pesta demokrasi tidak terkontrol dengan baik akan sulit dibayangkan bagaimana untuk meyakinkan daerah-daerah lainnya.
Untuk itu adalah sebuah keniscayaan dan memerlukan pengorbanan, kerelaan dari setiap kandidat beserta dengan elemen tim sukses untuk menahan diri mentaati peraturan KPUD. Mengganti masa 40 hari sebagai masa konsolidasi pemantangan program, strategi, visi dan misi yang akan diusung. Sehingga kala keran kampanye dibuka, tidak adalagi kecanggungan untuk berkampanye tentunya dengan cara-cara simpatik.
Dan dalam masa empat puluh hari puasa kampanye tersebut, semua berharap tidak terjadi kampanye negative (negative campaign) dan kampanye hitam (black campaign) seperti yang terjadi sebelum para kandidat ditetapkan sebagai calon resmi oleh KPUD. Selain itu juga melakukan praktek politik uang (money politic) dengan segala turunannya. Bila itu terjadi, dipastikan bahwa hal itu dilakukan sebagai pilihan terburuk di tengah keputusasaan, ada kebuntuan untuk melanggengkan kekuasaan dengan cara tidak tepat.
Masyarakat sekarang jauh lebih kritis dan cerdas dan tidak bisa dibohongi lagi. Tidak ada ruginya berkampanye di tempat terang dengan cara sehat. Bukan di tempat tersembunyi bagai pencuri menyergap di malam hari yang membuat rakyat yang seharusnya dilindungi menjadi was-was.
Masyarakat lebih menginginkan pemimpin apa adanya, usah banyak mengobral janji. Pemimpin yang sungguh-sungguh mau berkorban tanpa melihat golongan. Tipe pemimpin seperti itulah yang sangat dibutuhkan dan dirindukan saat ini, melayani dengan sepenuh hati.
Seorang politisi muda Indonesia, Budiman Sudjatmiko mengatakan bahwa gambaran seorang pemimpin yang ideal itu adalah seorang pemimpin yang tahu dirinya lebih kecil dari cita-citanya dan mengetahui bahwa cita-cita pribadinya harus lebih kecil dari cita-cita bangsanya.
Itu berarti seorang pemimpin adalah seorang yang mau mengorbankan ambisi keinginan dan kebutuhannya sendiri bahkan mau memberikannya nyawanya sendiri. Seorang pemimpin adalah seorang yang amanah terhadap konstitusi negara dan berani mengambil kebijakan yang tidak populis demi tegaknya keadilan bagi rakyatnya.
Pilkada DKI Jakarta tidak hanya sekadar mencari pemimpin untuk bisa mengatasi macet dan banjir. Kita berharap pemimpin yang dihasilkan pada Pilkada DKI Jakarta 2012 juga melahirkan pemimpin model di tengah krisis kemimpinan saat ini. Untuk membawa perubahaan bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan kini, tapi juga solusi di masa mendatang. Sukses untuk Pilkada DKI Jakarta. Jakarta, 13 Mei 2012.
Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.
Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.