Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Belajar dari banyak daerah setiap episode akhir Pilkada selalu menyisakan berbagai persoalan yang kebanyakan karena tidak siap kalah. Mari berkampanye di luar yang sudah biasa, berkampanye siap menerima kekalahan.
|
Pencarian Terakhir
budayawan (33) bob sadino (15) R.A KARTINI (13) BJ Habibie (30) sutiyoso (19) Soekarno (39) dahlan iskan (30) KARTINI (42) Prabowo Subianto (11) adam malik (11) jusuf kalla (17) soeharto (32) iwan fals (11) seniman (160) Kwik Kian Gie (14) sri mulyani (12) ali sadikin (16) Pattimura (11) Agum Gumelar (11) habibie (24)
Pencarian Populer
budayawan (33) Eka Darmaputera (2) yesse giovanni (1) hanta yuda (5) mochtar lubis (1) putu wijaya (7) r hartono (3) r haartono (1) jusuf muda dalam (1) Moeldoko (8) fajrul rahman (2) Panda Nababan (1) susilo bambang (2) wahyu hamidjaja (1) bob sadino (15) jon erizal (1) yusril (3) R.A KARTINI (13) BJ Habibie (30) sutiyoso (19) Soekarno (39) dahlan iskan (30) KARTINI (42) dirut kerata api (1) ignatius jonan (1) subarjo (1) soebarjo (1) mien r uno (1) wiji tukul (4) Rachmini (1) mien Uno (1) a.a.maramis (1) IR Soekarno (6) IR.SOEKARNO (6) johanbudi (1) emirsyah satar (6) |
|
Selamat datang anggota komunitas TokohIndonesia.com. Silakan posting berbagai tulisan bermutu Anda di sini.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Belajar dari banyak daerah setiap episode akhir Pilkada selalu menyisakan berbagai persoalan yang kebanyakan karena tidak siap kalah. Mari berkampanye di luar yang sudah biasa, berkampanye siap menerima kekalahan.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang |Pilkada DKI Jakarta tidak hanya sekadar mencari pemimpin untuk bisa mengatasi macet dan banjir. Namun juga dapat melahirkan pemimpin model di tengah krisis kemimpinan saat ini. Membawa perubahaan bukan hanya sekadar menyelesaikan persoalan kini, tapi juga solusi di masa mendatang. Masyarakat lebih menginginkan pemimpin apa adanya, melayani dengan sepenuh hati. Berkorban demi kepentingan masyarakat melebihi kebutuhannya sendiri. Amanah terhadap konstitusi negara dan berani mengambil kebijakan yang tidak populis demi tegaknya keadilan bagi rakyatnya.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Jika rakyat tidak lagi percaya kepada pemerintah, kepada siapa lagi masyarakat harus percaya?
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Kompensasi jangan sampai membunuh kreativitas masyarakat, sehingga menjadi lamban, malas dan sekedar pelumas untuk meredam jeritan rakyat. BLT harus diubah kembali menjadi BBM (Bahan Bakar Masyarakat), sebagai energi membangkitkan kreativitas dengan memberikan pelatihan-pelatihan.
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Keterbatasan KPK dalam personil memberantas korupsi. Dengan teknologi informasi masyarakat turut pro aktif dalam tindak pengegahan korupsi (TPK).
Oleh: Bantu Hotsan Simanullang | Masyarakat akan mulai kehilangan pegangan saat terlalu banyak bertanya apa itu Pancasila. Kendati Pancasila itu sendiri adalah toleransi.
Di dalam kesetaraan, ada pengakuan terhadap hak orang lain, bukan memberangus. Di dalam kesetaraan memandang hormat satu sama lain, bukan merendahkan. Di dalam kesetaraan ada keinginan saling membesarkan, bukan mengucilkan apalagi mengkerengkeng, di dalam kesetaraan ada kehangatan kasih persaudaraan, bukan membenci.
Beberapa tahun belakangan ini Saya terusik dengan pertanyaan Menulis itu untuk apa? lalu saya mencoba bertanya pada beberapa penulis dan calon penulis yang mau mengeluarkan buku. atau sedang coba-coba menulis cerpen atau opini untuk surat kabar.
dan jawabanya hampir sama, Melampiaskan isi hati,atau sekedar kepuasan hati.
...
Egoisme bisa membuat mata menjadi buta dan tidak mendengar. Hatipun jadinya terpedaya untuk tidak berkata jujur dan membuat keputusan yang kadang tidak masuk akal.
Sebenarnya ini adalah tulisan lama yang pernah saya posting (22 April 2009) disebuah komunitas dengan judul yang sama. Tapi karena saya agak sedikit concern pada permasalahan ini, saya posting kembali nih di sini, mudah-mudahan aja ada yang membaca. Bukan bermaksud menggarami laut, soalnya laut sudah asin, hehehe. Ada pola pikir bahwa untuk mengatasi persoalan besar itu, diperlukan ide-ide besar, sehingga kita mengabaikan ada solusi-solusi untuk jangka pendek yang bisa dilakukan tetapi ternyata begitu efektif untuk penyelesaian persoalan di masa yang akan datang. Nih, begini ceritanya. Simak ya...hmmm.
Sebuah pertanyaan mengapa persoalan di negeri seolah tidak mau surut. Persoalan terus beranak pinak di tengah terpaan berbagai isu. Persoalan belum tuntas ditutupi dengan persoalan baru tanpa solusi yang berarti. Masalah bangsa ini sebenarnya tanggung jawab siapa?
Untuk menghindari sifat doktriner dari ideologi, seyogyanya aktualisasi HHB lebih diutamakan dalam domain publik dan bukan domain private. Dalam domain private perlu diutamakan sikap menghargai keragaman dalam semangat Bhineka Tunggal Ika yang menghargai sinergi dan kerja sama.
Jakarta masih bergelut dengan cerita macet. Diperlukan terobosan yang berani untuk mengatasi macet Jakarta.
Hampir semua orang mengeluh dengan transportasi yang ada Negeri ini. Mulai dari angkot yang ngetem sembarang dan sering menurunkan penumpang seenaknya. ditambah bis kota yang juga ugal-ugalan. sampai pelayanan fasilitas kereta yang amburadul.
sebenarnya apa yang salah hingga sistem transportasi negeri ini makin tak beraturan. ditambah dengan motor yang juga sembarangan menggunakan jalanan. apa pemerintah kurang tanggap, atau mungkin pemerintah sudah mengeluarkan prosedur dan prosedur itu tidak disampaikan pada masyarakata secara umum, atau mungkin juga petugas/polantas juga asik dengan dunianya sendiri.
...Ada seorang Ibu sedang marah di ponsel pada anaknya, kebetulan Ibu itu adalah teman saya. Ibu ini mempunyai profesi sebagai Editor, tapi yang jadi masalah bukan profesi yang akan saya bahas. Tapi problem yang selama ini muncul di lingkungan kita sehari-hari, sebagai catatan Ibu ini adalah seorang Singgle Parent bekerja dan mempunyai anak.
Jumlah koleksi file audio termasuk MP3 dari hari ke hari semakin banyak. Sudah saatnya menggunakan software manajemen file-file audio yang lebih canggih selain iTunes.
Sedikitnya ada delapan kelebihan Android yang cukup menonjol dan kurang atau tidak dimiliki oleh sistem operasi ponsel lainnya seperti Windows Mobile dan iPhone.