Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com

    Menggebrak dengan Brand Urban Crew

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Menggebrak dengan Brand Urban Crew
    Era Soekamto | TokohIndonesia.com | ist
    Desainer, Perancang Busana
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Perempuan berdarah Yogyakarta-Tegal ini menggebrak dunia fashion Indonesia dengan memperkenalkan Urban Crew, brand fashion bergenre unisex di akhir tahun 90-an. Kreativitas dan jiwa entrepreneurship kemudian mendorongnya untuk membuat beberapa lini bisnis seperti lembaga pendidikan fashion, sekolah model, konsultasi untuk industri kreatif, dan produk-produk kerajinan.

    QR Code Halaman Biografi Era Soekamto
    • biografi tokoh indonesia era soekamto
    • era soekamto
    • era soekamto twitter
    • text crew pada baju seragam crew

    Sedari kecil, Era Soekamto sudah mulai merajut mimpinya untuk menjadi seorang Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    . Kedua orang tuanya mempunyai peran terbesar dalam mewujudkan mimpinya itu. Ilmu mendesain pertama kali dipelajarinya dari sang ayah yang berkecimpung di bidang konstruksi. Sementara kecintaannya akan Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    fashion diturunkan dari sang ibu yang gemar bersolek dan punya banyak koleksi kain-kain tradisional.

    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    kelahiran Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Timur, 3 Mei 1976 ini, masih ingat pengalaman masa kecilnya saat bermain dengan kain-kain milik ibunya, memadupadankannya, lalu melakukan Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar
    Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    desainer
    fashion show mini di depan cermin. Era yang juga gemar mengkliping foto-foto Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    fashion
    ini bahkan sudah mulai merancang Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    busana
    sejak duduk di kelas 5 SD.

    Tidak seperti anak kecil pada umumnya yang cita-citanya masih mudah berubah, Era sudah mantap menentukan pilihan karirnya. Tekadnya yang sudah bulat itu kemudian diuji oleh tentangan dan tantangan. Ia harus menghadapi tentangan ayahnya yang tidak setuju dengan keinginan Era untuk terjun di dunia seni terlebih di masa itu profesi sebagai desainer belum terlalu populer.

    Tak habis akal, Era kemudian memberikan pengertian pada ayahnya bahwa ia ingin menjadi seorang desainer dengan pola pikir struktural. Karena itulah, saat duduk di bangku SMA, ia lebih memilih untuk mengambil jurusan fisika. Setelah tamat SMA, Era kemudian menimba ilmu desain di Sekolah Mode La Salle, Singapura. Ketika itu pun ia masih harus menghadapi omongan sumbang dari orang-orang yang meragukan pilihannya. "Buat apa sekolah jahit jauh-jauh?" atau "Nanti mau jadi apa?" tutur Era mengenang masa lalunya.

    Kendati demikian, Era tak gentar, cemooh justru dijadikan motivasi, pelecut semangatnya. Tekadnya pun kian membara untuk menggapai cita-citanya menjadi desainer. Benar saja, setelah menyelesaikan studi desainnya di Singapura, perlahan tapi pasti, Era berhasil menunjukkan karya nyatanya. Cemoohan dan cibiran dari orang yang dulu pernah memandangnya sebelah mata pun berbalik menjadi decak kagum.

    Tahun 1997, Era didapuk menjadi head designer di pabrik tekstil Tarumatex serta menjadi pengajar pada Lassale Jakarta. Tak lama berselang, Era yang kala itu masih berusia 21 tahun mengikuti ajang Indonesia Young Designers Contest dan berhasil keluar sebagai juara. Dari situ, ia dan beberapa kawannya kemudian membentuk Urban Crew untuk pasar kaum muda dengan modal usaha yang mereka kumpulkan dari gaji masing-masing.

    Ia terpanggil untuk mendirikan Urban Crew lantaran merasa tidak puas melihat fashion di Indonesia yang industrinya masih sangat terkotak-kotak. Era juga sebal melihat banyak orang Indonesia yang lebih memilih untuk belanja ke luar negeri. Karenanya, ia mencoba menghadirkan konsep lini fashion yang berbeda, sesuatu yang bergaya internasional namun dengan semangat lokal.

    Alasan lain, saat itu belum ada brand fashion lokal yang mampu menggabungkan antara kreativitas dan brand positioning fashion designer. Kekuatan industri garmen pada produksi masal dan terintegrasi tidak bisa sejalan dengan kemampuan fashion designer yang berdiri sendiri-sendiri. Padahal, Era menilai, bila keduanya disatukan ditambah dengan kekuatan entrepreneurship akan menghasilkan brand lokal yang kuat dan bisa bersaing dengan brand internasional lainnya.

    Pengagum Coco Chanel ini pun mengakui bahwa Urban Crew dimulai dengan sistem sersan (serius tapi santai). Jadi modal bukan merupakan faktor utama, melainkan konsep dan kinerja yang prima. Dua hal itulah, ditambah dengan keberanian dan networking yang kuat, Era kemudian memulai Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    dari rumah yang merangkap menjadi workshop sekaligus butik di bilangan Radio Dalam, Jakarta Selatan.

    Dengan modal konsep dan keberanian, Era kemudian mendatangi Dupont Lycra untuk menjadi sponsor peragaan tunggal Urban Crew yang pertama. Pagelaran pertama pun sukses. Era muncul di saat yang tepat, dengan target market anak muda di segmen menengah-atas yang haus akan mode fashion dan merek luar yang belum banyak berdatangan ke Indonesia.

    Sejak itu, Era dan Urban Crew-nya mulai diperhitungkan dalam peta mode di Tanah Air sebagai brand lokal baru yang siap bersaing. Rancangan mereka pun mulai masuk dunia hiburan. Beberapa grup musik memakai kostum rancangan mereka untuk penampilan panggung dan video klip. Energi dan idealisme yang masih sangat luar biasa ditunjang dengan sifat agresif khas anak muda akhirnya berhasil mendongkrak brand Urban Crew meledak di pasaran.

    Tawaran fashion show pun banyak berdatangan. Ia mengaku, pada 1999, ia bisa melakukan empat kali pertunjukan. Urban Crew setidaknya telah menggelar lebih dari 200 fashion show, baik dalam skala nasional maupun internasional, dan 8 buah fashion show tunggal setiap tahunnya dengan sponsor-sponsor seperti Mercedes Benz, Nokia dan Nescafe.

    Era mengakui, tahun-tahun itu merupakan masa yang "gila" sepanjang perjalanan karirnya. Jika mengingat masa-masa itu, Era sering merasa heran darimana ia bisa mendapatkan energi sebesar itu. "Saya mendesain layaknya arsitek membuat suatu bangunan. Ada bentuk akhir di masa depan yang harus terealisasi dan kita melakukan langkah demi langkah, tahap demi tahap, untuk mewujudkannya," ujar Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Program Indonesia International Fashion Institute (IIFI) ini seperti dikutip dari situs Sindo.

    Kendati demikian, dengan penuh kerendahan hati, Era mengakui kesuksesannya bukan semata-mata karena tangannya sendiri, melainkan dengan adanya kerja tim yang solid. Urban Crew bukan hanya tempat Era berkreasi, tapi juga tempatnya belajar. Ia mengaku banyak sekali pembelajaran yang ia dapatkan dari label fashion pertamanya itu. Mulai dari bagaimana mengurus keuangan, partnership lewat trial & error, hingga belajar menjadi seorang fashion designer sekaligus Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    pengusaha
    yang baik.

    Menurut Era, Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    tak hanya melulu soal uang, tapi ada nilai sosial yang jauh lebih bernilai dari sekadar materi. "Dan jangan lupa; Tuhan akan sibuk bekerja untuk kita, saat kita sibuk bekerja untuk orang lain. Tapi Tuhan akan sibuk bekerja untuk orang lain, saat kita sibuk bekerja untuk diri sendiri," kata desainer yang masih betah melajang ini.

    Tak hanya itu, dari pengalamannya bergelut membesarkan Urban Crew, Era kemudian menemukan passionnya yang lain di luar fashion, yakni pendidikan. "Saya suka mengajar dan saya ingin membagi apa yang telah saya pelajari pada orang lain," kata peraih gelar Bachellor of Art ini. Tak bisa dipungkiri, profesi desainer masih menjadi pilihan minoritas. Berangkat dari kenyataan itu, nurani Era Soekamto pun tergugah untuk mendirikan lembaga pendidikan fashion. Pasalnya, orang kreatif seperti desainer jarang sekali diberikan akses menuju kesuksesan. Jangankan pemerintah, bahkan masyarakat pun masih sangsi dengan dunia kerja kreatif.

    Era mulai mendirikan lembaga pendidikan fashion yang menjadi anak perusahaannya, yakni Urban Professional Agency yang menangani konsultasi untuk industri kreatif, Unique Indonesia yang menjadi recruitment sekaligus training agent untuk teknik sulam dan jahit, serta X Label yang menangani riset dan pengembangan. Kemudian, ada Unique Indonesia yang dikhususkan untuk produk kerajinan, serta Urban Garmindo yang bergerak di bidang desain seragam khusus korporasi. Era menjalankan semua Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
    bisnis
    itu secara beriringan.

    Dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin, Era menggunakan pendekatan holistik yaitu dengan memberikan wadah bagi karyawan dan memberdayakan kemampuan setiap karyawan. Ia memberikan kesempatan kepada para karyawannya untuk terus berkembang sesuai dengan mimpi dan keinginan mereka dengan memberikan stimulan.

    Era juga menunjukkan kepeduliannya pada pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM). Lewat bendera Urban Chain, ia memproduksi aneka produk berbahan dasar kulit kanguru. Era mengajak beberapa UKM di Bandung, Bali, Jakarta, Surabaya, dan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    untuk berpartisipasi. Selain untuk mengembangkan usaha tingkat kecil, Era berpendapat, para pelaku UKM juga perlu wadah untuk menyalurkan kreativitasnya.

    Era juga mencetak para model-model muda berbakat melalui sekolah modeling yang didirikannya, Platinum Management & Modeling Agency. Selain peduli pendidikan, Era Soekamto juga dikenal sebagai perancang Lihat Daftar Desainer
    Lihat Daftar Desainer
    busana
    yang mencintai kebudayaan Indonesia. Hal itu dapat terlihat dengan partisipasi aktifnya sebagai salah satu dari tim ahli yang turut melestarikan tenun dari seluruh penjuru Tanah Air bersama Cita Tenun Indonesia.

    Menurut Era, bisnis tak hanya melulu soal uang, tapi ada nilai sosial yang jauh lebih bernilai dari sekadar materi. "Dan jangan lupa; Tuhan akan sibuk bekerja untuk kita, saat kita sibuk bekerja untuk orang lain. Tapi Tuhan akan sibuk bekerja untuk orang lain, saat kita sibuk bekerja untuk diri sendiri," kata desainer yang masih betah melajang ini. Gerakan Indonesia Menginspirasi adalah salah satu gerakan sosial yang sedang digarapnya bersama sejumlah rekan, untuk menjelajah pelosok negeri, berbagi pengalaman dan mengajak membuat perubahan kecil kepada sebanyak mungkin orang agar bisa lebih berdaya atas dirinya.

    Ia juga mengutarakan mimpinya yang lain yakni menjalankan program dari Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    untuk Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    perempuan
    . Program tersebut memberdayakan 500 perempuan di daerah yang potensial dalam mengolah kain tradisional agar lebih bisa terangkat di dunia internasional. Lantaran bekerja di industri yang terus berkembang, konsultan fashion untuk Wacoal Indonesia, Brand Aid, Laxmi Tailor dan Salim Textile ini merasa harus terus mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya dengan menginspirasi banyak orang.

    Pada tahun 2004, Era kembali memberikan kontribusi pada dunia fashion dengan mendirikan Indonesia International Fashion Institute, termasuk merancang kurikulumnya, serta mendirikan Indonesia Fashion Incorporated yang menggelar Indonesia Fashion Week sejak 2006. Kesuksesannya dalam bisnis fashion, banyak dipengaruhi oleh keterampilan bergaul dan berbaur dengan berbagai komunitas dan organisasi. Kemauan untuk meluangkan waktu di kegiatan nonprofit justru pada akhirnya memberikan hasil lebih dari yang pernah terbayangkan. Ia aktif di berbagai organisasi fashion, antara lain menjadi anggota Indonesia Fashion Designer Council, Indonesia Young Entrepreneurship, dan Indonesia Creative Industry Community.

    Pengalamannya sebagai desainer yang sukses di usia muda, membuat perempuan berdarah Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
    Yogyakarta
    -Tegal ini kerap mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi sebagai juri dalam berbagai kontes fashion, di antaranya Mercedes Benz Fashion Award, Indonesia Young Designer Contest dan Plaza Senayan Palm Award.

    Desainer yang pernah menggarap desain dan pemesanan kostum untuk film Ca Bau Kan, Janji Joni dan Ekspedisi Maladewa ini berhasil menjadi sosok desainer sekaligus pebisnis muda yang inspiratif. Tak heran jika dirinya kerap mendapat undangan menjadi pembicara untuk berbagi motivasi bisnis bagi para entrepreneur muda. Dalam menjalani bisnisnya yang dirintis sejak tahun 90-an itu, Era memiliki pendekatan bisnis ala Era Soekamto, yakni Desain (bukan sekadar fungsi), Strong (bukan sekadar argumen), Simphony (bukan sekadar fokus), Empathy (bukan sekadar logis), Play (bukan sekadar keseriusan), dan Meaning (bukan sekadar akumulasi).

    Ketekunan dan kegigihannya mengembangkan dunia fashion Tanah Air telah membuahkan sejumlah penghargaan bergengsi, diantaranya Best Illustrator Indonesian Fashion week, Best up coming designer A+ Magazine Fashion Award, Designer of the year Dara magazine, dan masih banyak lagi.

    Bisnis fashion yang dijalankan Era dengan menggabungkan misi sosial dan fokus melestarikan budaya mendatangkan pencapaian besar bagi karirnya. Sejumlah jabatan di berbagai organisasi fashion maupun entrepreneur pernah diembannya. Era pernah menjadi Public Relation Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Mengenai keterlibatannya di IPMI, Era berkomentar, "Tak mudah masuk IPMI, banyak kriteria yang harus dipenuhi seperti memenangi lomba, diakui media dan customer, jumlah karyawan juga menjadi pertimbangan. Saya harus menggelar show tunggal tiga kali dalam satu tahun untuk bisa masuk IPMI," jelas pengagum desainer asal Amerika Serikat, Tom Ford itu.

    Dalam ajang Jakarta Fashion Week 2012, Era meluncurkan label dengan namanya sendiri, Era Soekamto, yang fokus pada kain tradisional. Untuk lini Era Soekamto, Era bertumpu pada 4B, yakni brain, beauty, behavior, dan believe. Bahwa perempuan itu multidimensi yang punya banyak peran dan ia mencoba mengemas hal itu dalam koleksi yang lebih dewasa.

    Sebagai desainer jempolan, karya-karya Era dihargai mahal. Label Era Soekamto yang menyasar segmen hi-fashion designer label mematok harga Rp1,8 juta hingga di atas Rp25 juta. Sementara untuk Urban Crew sendiri dipasang harga Rp200 ribu hingga Rp2,2 juta. Era mengaku bahwa harga dibuat berdasarkan riset dan adjustment dari kompetitor. Pasalnya, ia harus menyeimbangkan antara harga dengan para pesaingnya dan tetap mengutamakan para customernya yang berasal dari segmen kelas menengah atas. Dari harga tersebut, Era mengaku mampu mereguk profit margin hingga 1000%. Sementara dari Urban Garmindo, 40% nya bisa diraih sebagai keuntungan bersih. Ke depan, pengagum Whitney Houston dan Michael Jackson ini memasang target untuk membangun brand Urban Crew menjadi percontohan brand lokal yang dapat go internasional.

    Era terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mengembangkan dua brand yang bertolak belakang ini. Di satu sisi, Urban Crew identik dengan citra keras, agresif dan berapi-api, sementara label Era Soekamto mencerminkan citra Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    yang elegan, mewah dan anggun. Namun, hal itulah yang menjadi kelebihan Era Soekamto dengan kemampuan dualisme desainnya. "Saya harus bisa men-switch otomatis saat saya harus mendesain Urban Crew dan saat saya mendesain Era Soekamto," jelas desainer yang terobsesi untuk menyaingi brand fashion ternama asal Spanyol, Zara. muli, red

    Tips Sukses ala Era Soekamto:

    • Berani tampil beda
    • Memiliki keunikan
    • Memperhatikan hal-hal kecil
    • Menjaga hubungan baik
    • Selalu memberdayakan diri sendiri dan orang sekitar
    • Memiliki passion pada industri dan komunitas
    • Tak pernah berhenti belajar
    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Sumber: Era Soekamto | TokohIndonesia.com | DokPri
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 23 Feb 2012  -  Pembaharuan terakhir 22 Mei 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    "Bekerja memisahkan kita dari tiga iblis: kebosanan, perbuatan jahat, dan kebutuhan." ~ Voltaire

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Menurut Anda, Siapa Tokoh yang Layak Jadi Capres 2014?

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us