WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Lebih Memilih Dunia Politik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Lebih Memilih Dunia Politik
waspada.co.id

Saat terkenal sebagai model dan penyiar berita di layar kaca, Wanda Hamidah malah memilih meninggalkan itu semua demi memasuki dunia politik. Setelah kurang lebih sepuluh tahun menjadi aktivis di Partai Amanat Nasional, artis Peduli Hukum dan HAM tahun 2008 ini kemudian menjadi anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014. Sebagai wakil rakyat, ia termasuk sosok yang berani dan peka terhadap penderitaan kaum marginal.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, 2009 - 2014
Lihat Curriculum Vitae (CV) Wanda Hamidah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Wanda Hamidah

QR Code Halaman Biografi Wanda Hamidah
Bio Lain
Click to view full article
Radin Inten II
Click to view full article
Ani Yudhoyono
Click to view full article
Kristoforus Sindhunata
Click to view full article
Jonathan Parapak
Click to view full article
Rahardjo Tjakraningrat
Click to view full article
Rizal Ramli
Click to view full article
Bonar Napitupulu
BERITA TERBARU

Dunia politik bukanlah sesuatu yang baru bagi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
berdarah Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
ini. Sejak kecil Wanda telah diajarkan hidup mandiri oleh kedua orangtuanya. Apalagi, latar belakang orangtuanya sebagai Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
HMI dan KAMMI pada masanya, membuat Wanda menjelma sebagai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
yang kuat, berdikari bahkan menaruh minat pada isu-isu politik. Saking gemarnya terhadap politik, berbagai topik yang menyangkut politik tak pernah luput dari perhatiannya. "Sebelumnya sih selalu ingin jadi diplomat. Tidak terlalu jauh lah dari politik. Tapi semuanya berjalan dan mengalir ke arah politik praktis, dan seakan saya pun secara alamiah memang di sini (politik)," ujarnya sebagai dikutip dari Jakarta Globe.

Beranjak remaja, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang lahir di Jakarta, 21 September 1977 ini terjun sebagai model. Wajah arabiannya yang cantik terpampang di berbagai sampul majalah remaja dan aneka iklan sehingga membuatnya semakin dikenal masyarakat luas. Kendati telah berprofesi sebagai model terkenal namun kecintaannya terhadap dunia politik telah mendarah daging. Untuk menyalurkan rasa cintanya terhadap dunia tersebut, Wanda aktif dalam berbagai organisasi.

Kecintaannya pada organisasi terbawa hingga ibu tiga anak ini duduk di bangku kuliah. Pada tahun 1998, suhu politik Indonesia memanas dan pemerintah Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Orde Baru
tengah di ujung tanduk. Wanda yang saat itu terdaftar sebagai mahasiswa Trisakti melihat secara langsung rekan sealmamaternya menjadi korban penembakan. Kejadian tersebut kemudian memicu gelombang kerusuhan yang memporak-porandakan Jakarta. Aksi pendudukan kompleks parlemen oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi akhirnya mampu menghentikan perjalanan panjang rezim Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
. Menurutnya, saat itu, ia beserta para reformis lain ikut berjuang demi masyarakat berkeadilan dan berkemakmuran, hidup dalam kerangka Indonesia yang berkemanusiaan.

Setelah sepuluh tahun berkiprah sebagai Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
di Partai Amanat Nasional (PAN), Wanda mencalonkan diri sebagai wakil rakyat untuk pertama kalinya pada Pemilu 2009. Ia memilih PAN karena termasuk salah satu partai politik yang sehati dengan visi misi mahasiswa pada waktu itu yang menginginkan perubahan dan perbaikan bangsa. "Tidak gampang saat itu masuk sebagai anggota partai meskipun saat itu saya sudah menjadi artis, tidak seperti sekarang. Dan saat itu saya hanya sebagai anggota dari PAN (Partai Amanat Nasional) yang dipimpin Bapak Ketua MPR RI (1999-2004)
Ketua MPR RI (1999-2004)
Amien Rais
," jelas Wanda.

Putri pasangan Muhammad Husein dan Nini Hanifah ini kemudian terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta masa bakti 2009 - 2014 di komisi E dan menjadi Ketua Fraksi Amanat Bangsa.

Di komisi E DPRD DKI Jakarta, Wanda berurusan dengan masalah kesejahteraan rakyat meliputi ketenagakerjaan dan transmigrasi, pendidikan (dasar, menengah, tinggi), Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kepemudaan dan Olahraga, Agama, Kebudayaan, Sosial, Kesehatan dan Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Menko Kesra dan Taskin (1998-1999) dan Kepala BKKBN (1983-1998)
Keluarga Berencana
, Peranan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, Museum dan Cagar Budaya. Bidang tugasnya ini sesuai dengan panggilan hatinya yang ingin bekerja untuk kepentingan rakyat.

Wakil Komnas Perlindungan Anak (2006 - 2010) ini mengungkapkan prioritas utamanya yang dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, mempersiapkan program 'Women & Youth Empowerment', memberdayakan kaum mayoritas (Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
dan kaum muda) yang selama ini aspirasinya justru dipendam. Kedua, tugas-tugas spesifik kedewanan seperti budgeting, pengawasan dan pembuatan regulasi atau Perda (tk. Propinsi) dikerjakan semaksimal mungkin, transparan tanpa vested interest (proyek maupun gratifikasi) dan menuntut transparansi serta memperjuangkan perda-perda yang berpihak pada kepentingan masyarakat ketimbang kepentingan pemilik modal. Ketiga, kerja extra-parlemen, dibantu tim yang fokus di grass root yang selalu menggali aspirasi dari bawah dan juga aktif mengadvokasi langsung kendala-kendala riil yang dihadapi oleh warga Jakarta seperti pelayanan kesehatan yang tak memadai, pendidikan, dan masalah hukum.

Di sisi lain, Wanda mengakui ada sejumlah tantangan klasik yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kultur pemerintahan dan wakil rakyatnya yang mengedepankan proyek untuk memperkaya diri dan melupakan fungsi-fungsi pengabdiannya. Kenyataan ini menurut Wanda membuat masyarakat cenderung skeptis terhadap aparat pemerintah. "Sebenarnya kalau mau jujur, Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
di belahan dunia manapun itu selalu buruk kok citranya, di negara dengan kehidupan demokrasi yang sudah mapan seperti Amerika Serikat pun, sulit sekali menggapai lebih dari 50% warga dengan hak pilih untuk memilih dalam pemilu. Ini cermin ketidakpercayaan masyarakat. Saya memilih untuk tak ambil pusing dengan suara-suara minor yang memang sudah 'putus asa', saya fokuskan untuk bekerja dan mendengar aspirasi yang disampaikan serius bukan sekadar untuk menguji atau memaki. Kadang-kadang rasa kesal tentu ada, apalagi penghasilan yang tak seberapa bila dibandingkan saya bekerja sebagai notaris. Tapi ini tak sering kok. Saya sudah memperhitungkan segala risiko berada di jalur ini," jawab artis yang main dalam film berjudul Pengejar Angin ini.

Di sisi lain, Wanda mengakui ada sejumlah tantangan klasik yang terus terjadi dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah kultur pemerintahan dan wakil rakyatnya yang mengedepankan proyek untuk memperkaya diri dan melupakan fungsi-fungsi pengabdiannya.

Sebagai Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
yang peduli rakyat kecil, Wanda digadang-gadang untuk mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. Yang pasti, kata Wanda, ia tidak akan maju bila tidak mendapat dukungan partai. "Saya bismillah saja. Justru Pak Hatta yang meminta," kata mantan penyiar Metro TV Jakarta (2000 - 2002) ini.

Dukungan lain datang dari Wasekjen PAN Achmad Rubaei. Menurut Achmad, Wanda memiliki daya jual tinggi sebab Wanda sudah menjadi Lihat Daftar Tokoh Politisi
Lihat Daftar Tokoh Politisi
politisi
dan duduk di DPRD. Karena sudah di DPRD, Wanda pun sudah mengetahui proses pengambilan keputusan. "Kalau hanya jadi anggota DPRD dia tidak bisa mewujudkan idealismenya untuk mensejahterakan rakyat DKI," kata Achmad usai diskusi di Polemik Trijaya, Jakarta Pusat (19/11/2011).

Bicara soal Jakarta, Wanda berpendapat, banjir dan kemacetan masih menjadi persoalan utama yang belum teratasi. Jakarta juga perlu menyediakan akses pendidikan bagi seluruh warga (miskin, berkebutuhan khusus, pengidap autisme) dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang terjangkau. Mengenai banjir, penanganannya tak bisa singkat. Pembangunan di atas ruang terbuka hijau dan pesisir, pengerukan, penimbunan oleh pengembang sangat signifikan dalam menambah titik area banjir di Jakarta. Oleh sebab itu, penyelesaiannya tentu dengan menghentikan pembangunan seperti itu dan perlu ada ketegasan untuk menggusur bukan hanya terhadap rakyat kecil saja tapi pertokoan dan perumahan mewah yang tidak jarang berdiri di atas resapan air sehingga menyebabkan banjir di sekitarnya.

Sedangkan mengenai kemacetan, Ketua Yayasan Azzahra ini mengungkapkan bahwa Jakarta bisa belajar dari Singapura dan Hong Kong yang memiliki sistem transit yang sangat berhasil dan penggunaan mobil yang sangat rendah. Mereka cenderung memilih untuk memprioritaskan MRT (Mass Rapid Transit) daripada kendaraan bermotor pribadi. Semuanya itu dapat tercapai dengan meningkatkan sarana bagi pejalan kaki di pusat kota seperti membangun trotoar dan jembatan penyeberangan, membatasi lahan parkir dan lebih mengintegrasikan kereta api dan bus, menaikkan biaya kepemilikan mobil dengan memberlakukan pajak yang tinggi serta mencabut subsidi bahan bakar tanpa kecuali khusus untuk DKI Jakarta, menaikkan biaya administrasi lainnya dan memahalkan biaya parkir.

Selain itu, akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan harus dibuka selebar-lebarnya bagi semua kalangan. Termasuk tidak ada lagi rumah sakit yang menolak pasien karena tidak mampu secara ekonomi. Pendidikan gratis mesti diterapkan di sekolah-sekolah negeri dan harus terbuka bagi anak dengan kebutuhan khusus dari keluarga pra-sejahtera. Kesempatan mendapat pendidikan yang sesuai dan spesifik juga harus berlaku untuk anak yang cacat fisik, autis, dan kebutuhan khusus lainnya.

Menurut Wanda, semua itu tak mungkin bisa terlaksana tanpa menyentuh dan mencoba semaksimal mungkin memecahkan muara persoalan bangsa ini yakni "Kemiskinan Integritas". Kejujuran adalah prinsip dasar integritas. Jakarta sebagai ibukota termasuk pengidap penyakit ketidakjujuran yang sudah akut. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya, masyarakat harus berperan aktif dalam pengambilan-pengambilan keputusan mulai dari Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Komite Sekolah, menjadi sukarelawan gerakan gerakan sosial, serta terus mengawasi, mengkritisi juga mengapresiasi politisi-politisi yang tugasnya mewakili rakyat. "Jakarta harus menjadi kota yang memanusiakan warganya, berbudaya luhur dan nyaman untuk semua," kata artis yang menghabiskan waktu senggangya bersama suami dan anak-anak dengan berolahraga bersama, menonton pertunjukan musik dan Lihat Daftar Tokoh Teater
Lihat Daftar Tokoh Teater
teater
, mengunjungi toko / pameran buku atau menyempatkan diri bersosialisasi dengan sahabat-sahabat lamanya. bety, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 09 Jan 2012  -  Pembaharuan terakhir 29 Feb 2012
Guru Besar Dan Aktivis Kesehatan Musisi Dan Produser Konser Profesional

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: