WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pernah Dijuluki Singa Panggung Asia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pernah Dijuluki Singa Panggung Asia
Tokohindonesia.com | Emilia Contessa | goinfotainment.com

Dengan suara soprano yang lantang dan aksi panggungnya yang kreatif, penyanyi yang pernah dijuluki sebagai Singa Panggung Asia oleh majalah Asia Week (1975) ini berhasil memikat para penggemarnya. Di masa jayanya di tahun 70-an, ibunda penyanyi Denada ini menjadi penyanyi dengan bayaran termahal dan sempat membintangi belasan film layar lebar.

Penyanyi, aktris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Emilia Contessa

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Emilia Contessa

QR Code Halaman Biografi Emilia Contessa
Bio Lain
Click to view full article
Mochtar Lubis
Click to view full article
Marissa Haque
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Hendy Setiono
Click to view full article
Budi Rahardjo
Click to view full article
Siti Zuhro
Click to view full article
Revalina S Temat
BERITA TERBARU

Perempuan kelahiran Banyuwangi, 23 September 1957 ini sejak kecil sudah senang menyanyi. Beruntungnya, putri dari pasangan Hasan Ali dan Anna Susiani ini mendapat dukungan penuh dari orangtua, terutama sang bunda yang tak lelah mengasah bakat menyanyi Emilia, sapaan akrab Penyanyi, aktris
Penyanyi, aktris
Emilia Contessa
.

Kebetulan, di depan rumahnya ada sekumpulan anak-anak muda yang membentuk sebuah band. Melalui band kampung ini, Emilia kecil pun terus berlatih menyanyi. Usianya ketika itu baru genap 5 tahun. Dengan dukungan ibunya, Emilia terus mengembangkan bakatnya di bidang tarik suara. Saking totalnya, ia rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya asalkan putri tercintanya diberi kesempatan menyumbangkan suara.

Peluang untuk menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
ternama mulai menghampiri Emilia yang saat itu menggunakan nama panggung Emilia Hasan setelah sang ibu bertemu dengan band KKO di Karangteko. Emilia kemudian diberikan kesempatan untuk tampil dalam band bentukan KKO yang bernama Varia Nada. Kesempatan emas itu dimanfaatkannya dengan baik. Dengan modal suara merdunya, nama Emilia mulai dikenal di sekitar kawasan Banyuwangi dan sebagian kota Surabaya.

Saat masih berusia belasan tahun, Emilia bahkan mencoba peruntungannya hingga ke Singapura dengan menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
di restoran Peking. Pada tahun 1970, ia diundang oleh pencari bakat Lee Kuan Yew dari Philips Singapura untuk masuk dapur rekaman. Satu tahun berada di Singapura, Emilia yang waktu itu ditemani ibunya, kembali ke Indonesia.

Jalan untuk menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
professional baru benar-benar terbuka lebar bagi Emilia pada tahun 1986. Ketika itu, ia menyabet gelar Juara Umum Pop Singer yang dilangsungkan di Surabaya. Emilia kemudian muncul pertama kali di layar kaca atas ajakan Chris Pattikawa yang ketika itu memimpin acara Hiburan Malam di TVRI. Sejak itu, ia mengisi hampir semua acara musik di TVRI seperti Aneka Ria. Ia dinobatkan sebagai Ratu Kamera Ria selama dua tahun berturut-turut (1972-1973) dan memperoleh dua piringan emas dari Remaco. Masyarakat Banyuwangi pun tak mau ketinggalan mengapresiasi bakat seninya dengan menobatkan Emilia sebagai Putri Blambangan, gelar untuk mereka yang berhasil membawa nama harum bagi Banyuwangi.

Jalan untuk menjadi penyanyi professional baru benar-benar terbuka lebar bagi Emilia pada tahun 1986. Ketika itu, ia menyabet gelar Juara Umum Pop Singer yang dilangsungkan di Surabaya. Emilia kemudian muncul pertama kali di layar kaca atas ajakan Chris Pattikawa yang ketika itu memimpin acara Hiburan Malam di TVRI. Sejak itu, ia mengisi hampir semua acara musik di TVRI seperti Aneka Ria. Ia dinobatkan sebagai Ratu Kamera Ria selama dua tahun berturut-turut (1972-1973) dan memperoleh dua piringan emas dari Remaco.

Seiring popularitasnya yang kian meroket, Emilia pun mengganti nama panggungnya menjadi Penyanyi, aktris
Penyanyi, aktris
Emilia Contessa
agar terdengar lebih komersil. Bersama Bob Tutupoly dan Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
, ia pernah mengadakan lawatan ke berbagai kota besar di Eropa dan Amerika.

Emilia merupakan salah satu dari sedikit penyanyi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
di zaman itu yang memiliki suara soprano yang sangat powerful. Emilia juga memiliki aksi panggung yang sukar ditandingi penyanyi lainnya. Meski tergolong pendatang baru, Emilia mampu bersaing dengan biduan-biduan top di masa itu seperti Lilies Suryani, Titiek Sandora, Henny Purwonegoro dan Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
. Bahkan di tahun 1975, majalah Asia Week pernah memberinya julukan sebagai Singa Panggung Asia.

Pertengahan tahun 70-an menjadi masa keemasan bagi Emilia. Rekaman-rekaman kasetnya pun mulai bermunculan. Ia sering membawakan lagu-lagu ciptaan A. Riyanto yang banyak menjadi hits, antara lain Angin November, Flamboyan, Biarlah Sendiri, Bunga Mawar, Melati, Rindu, Bunga Anggrek, Penasaran, Kehancuran, Layu Sebelum Berkembang, Angin Malam, Mungkinkah, dan masih banyak lagi. Selain album lagu pop Indonesia, Emilia juga membawakan lagu Tapanuli.

Ketika itu, Emilia menjadi penyanyi dengan bayaran tertinggi bahkan melampaui honor Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
ueb yang saat itu masih berkisar tiga hingga lima ribu rupiah. Sebagai penyanyi klub malam Tropicana, bayaran Emilia mencapai Rp 200.000 sebulan termasuk sebuah rumah. Sedangkan kebanyakan penyanyi lokal lainnya yang menyanyi di klub malam cuma mendapat bayaran sekitar Rp 50.000. Pada pertengahan 1972, ia menerima Rp 75.000 untuk sekali tampil. Tahun 1974, melalui ibunya yang bertindak sebagai manager, Emilia mematok bayaran Rp 250.000 sampai Rp 500.000 untuk satu show di luar kota.

Meski demikian, penyanyi yang pernah dinobatkan sebagai Ratu Foto Model oleh Persatuan Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
Indonesia di tahun 1972 ini tidak pernah menduduki posisi tertinggi di dunia seni suara, walaupun sebenarnya ia cukup terkenal. Dalam angket siaran ABRI (TV dan Radio), Emilia hanya mampu berada di posisi ketiga, dua tingkat di bawah Titiek Sandhora.

Meski demikian, beberapa kalangan mengakui kelebihan Emilia dalam memikat publik. Ia tak pernah malu untuk sedikit berakting ketika tampil membawakan sebuah lagu. Selain agar bisa lebih menghayati bait demi bait lirik yang dibawakannya, emosi penonton pun jadi ikut tergiring untuk menikmati lagu itu lebih dalam.

Tak hanya piawai bernyanyi, Emilia juga memiliki bakat di dunia seni peran. Belasan film layar lebar telah dibintanginya, diantaranya Ratapan Anak Tiri, Tetesan Air Mata Ibu, Senja di Pantai Losari, dan Akhir Sebuah Impian. Dalam film Akhir Sebuah Impian, ia beradu akting dengan penyanyi Broery Marantika. Film yang dirilis pada awal 70-an ini sukses menjadi box office dan mendapat sambutan yang hangat dari penonton, tak hanya di Indonesia tapi hingga ke Malaysia dan Singapura.

Pada tahun 1976, Emilia menikah dengan Rio Tambunan, seorang pegawai negeri Pemda DKI. Dari perkawinannya dengan pria berdarah Batak itu, ia dikaruniai dua orang anak, yakni Denada Elizabeth Anggia Ayu yang belakangan mengikuti jejak ibunya di dunia hiburan, dan Enrico Wendri Rizky atau yang lebih dikenal sebagai Rico Tambunan. Sejak menikah dan menjadi ibu rumah tangga, ia seakan menghilang dari blantika musik dan dunia panggung yang digelutinya. Sayang, pernikahan yang dibangun dengan perbedaan keyakinan ini berakhir dengan perceraian.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
yang pernah dikabarkan dekat dengan aktor Mark Sungkar ini kemudian menikah lagi dengan Abdullah Surkaty dan dikaruniai seorang anak bernama Muhammad Surkaty. Nasib perkawinan keduanya ini juga berakhir di tengah jalan.

Ibu tiga anak ini kemudian menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang duda dua anak, Ussama Muhammad Al Hadar. Dari perkawinannya dengan pria keturunan Arab ini, Emilia kembali mendapat momongan seorang anak lelaki yaitu Kaisar Hadi Haggy Al-Hadar. Pada tahun 2011, cobaan kembali menimpa rumah tangganya setelah sang suami mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Untungnya, karena masih saling mencintai, pasangan ini memutuskan untuk rujuk.

Kini, walaupun tak lagi menelurkan album baru di pasaran, nama Penyanyi, aktris
Penyanyi, aktris
Emilia Contessa
tetap diingat para penggemarnya. Tak sedikit pula yang masih mengharapkan Emilia untuk setidaknya membuat show nostalgia. Karena tingginya permintaan, sebuah label rekaman bernama Life Records menerbitkan dan memasarkan kembali lagu-lagu terbaik milik Emilia yang antara lain berlabel Edisi Platinum Emilia Contessa, Koleksi Unggul Emilia Contessa, serta Memori Legenda Emilia Contessa.

Pada tahun 2010, nama Emilia Contessa kembali ramai dibicarakan, bukan karena karya terbarunya tapi soal posisinya sebagai calon bupati periode 2010-2015 dalam Pilkada Kabupaten Banyuwangi. Sayang impiannya untuk memimpin kota kelahirannya itu gagal setelah dalam pilkada tersebut perolehan suaranya jeblok dan hanya berhasil menempati urutan ketiga. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 12 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
lazada
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: