WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Mencuat Setelah Cinema-Cinema

Mencuat Setelah Cinema-Cinema
e-ti | ira wibowo-facebook.com

Meski sudah bermain film sejak 1984, wajah cantiknya mulai banyak dikenal orang saat menjadi pembawa acara Cinema-Cinema yang disiarkan di sebuah stasiun televisi swasta. Mantan Duta Kampanye Pencegahan Kanker Serviks ini pernah tampil sebagai pemeran pendukung film-film komedi Warkop DKI, membintangi puluhan sinetron dan film layar lebar seperti Mirror (2005), I Love You, Om (2006), Mengejar Mas-Mas (2007), Get Married (2007), Summer Breeze (2008), Liburan Seru! (2008), dan Get Married 2 (2009).

Aktris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ira Wibowo

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ira Wibowo

Ira Wibowo lahir di Berlin, Jerman, pada 20 Desember 1967 dengan nama lengkap R.A. Ira Wibowo Wirjodiprodjo. Ayahnya R. Wibowo Wirjodiprodjo berdarah Jawa sedangkan sang ibu Sibylle Ollmann adalah wanita asal Jerman. Sejak lahir hingga usia 15 tahun, sulung dari dua bersaudara ini bermukim di kota kelahirannya.

Pada tahun 1982, Ira diboyong orangtuanya untuk menetap di Indonesia. Baru dua tahun tinggal di Tanah Air, tawaran berakting mulai menghampiri kakak kandung pesinetron Ari Wibowo ini. Debut perannya di film layar lebar diawali dengan membintangi film Pencuri Cinta bersama aktor era 80-an Rico Tampaty. Sukses membintangi film drama, Ira mulai mencari tantangan lain dengan tampil sebagai pemeran pendukung film-film komedi Warkop DKI, yaitu Itu Bisa Diatur, Gantian Dong, dan Jodoh Boleh Diatur.

Ira juga pernah beradu akting dengan aktor Rano Karno dalam film remaja berjudul Anak-Anak Malam dan Merangkul Langit. Aktingnya mulai diperhitungkan setelah membintangi film Kasmaran yang dirilis tahun 1987. Saat itu, namanya masuk sebagai nominator Aktris Pendukung Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 1988. Di tahun yang sama, ia dinobatkan sebagai Aktris Terbaik dalam Festival Film Bandung. Setahun kemudian, namanya kembali masuk dalam daftar calon aktris penerima Piala Citra berkat aktingnya di film Malioboro. Kemudian di awal tahun 90-an, ia diajak Harry de Fretes untuk tampil dalam serial komedi, Lenong Rumpi, bersama Titi Dj, Debby Sahertian, dan Robby Tumewu. Penampilan Ira kala itu bisa dibilang unik. Pasalnya, dengan wajah indo-nya, ia dituntut berdialog dengan logat Betawi.

Hingar bingar dunia hiburan rupanya tak membuatnya terlena dan ia tetap mementingkan pendidikan. Wanita berdarah campuran Jawa-Jerman ini berkuliah di Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Komunikasi dan lulus di tahun 1992. Usai berhasil menyabet gelar sarjana, ia bekerja di ALatief Corporation, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang retail, hotel dan properti, sebagai Asisten Presiden Direktur, urusan hubungan masyarakat dan bidang promosi. Tapi jabatan itu hanya diembannya selama dua tahun. Pada 1994, Ira kembali berkarir di dunia seni peran.

Pada tahun 2007, di sela-sela kesibukannya sebagai aktris, Ira Wibowo dinobatkan sebagai Duta Kampanye Pencegahan Kanker Serviks pada perempuan. Sesuai namanya, Ira ditugaskan untuk mengkampanyekan pencegahan kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker nomor satu penyebab kematian di kalangan perempuan terutama di negara berkembang. Menurut Ira, penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sehingga tidak menimbulkan kematian pada perempuan.

Sayangnya, industri perfilman Tanah Air tengah mati suri. Tapi hal itu bukan halangan bagi Ira untuk menyalurkan bakat beraktingnya. Tak ada film, sinetron pun jadi, yang penting berakting. Jadilah sejak itu wajah cantiknya kerap tampil dalam berbagai judul sinetron. Selain tampil dalam sinetron komedi bersama grup lawak Empat Sekawan berjudul Lika Liku Laki-Laki, alumni SMA Tarakanita yang fasih berbahasa Jerman dan Inggris ini juga kerap didapuk menjadi pemain dalam beberapa sinetron drama, diantaranya Bella Vista I, Aku Mau Hidup, Kisah Sedih Di Hari Minggu dan masih banyak lagi. Aktingnya dalam Aku Mau Hidup bahkan sempat dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terbaik pada Festival TV Indonesia. Sedikitnya 30-an judul sinetron telah dilakoni penggemar nasi uduk ini.

Pada 28 Oktober 1996, Ira menikah dengan penyanyi Katon Bagaskara yang saat itu berstatus duda dengan satu anak bernama Chika Putri Bagaskara. Dari pernikahannya dengan Katon, perempuan penyuka warna pink dan ungu ini dikaruniai dua putra, Andhika Radya Bagaskara dan Mario Arya Bagaskara. Bersama sang suami, Ira pernah menjajal bidang tarik suara dengan membawakan lagu Mekar di Jiwa. Duet pasangan suami istri berbeda keyakinan itu bahkan dinominasikan sebagai Duet Terbaik dalam ajang AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards 2005.

Setelah menikah, popularitasnya di dunia hiburan tak lantas meredup. Nama besar Ira di dunia akting bahkan membuatnya mendapat tawaran untuk memandu program televisi yang tayang di RCTI yang khusus mengulas film-film layar lebar, Cinema-Cinema. Berpasangan dengan Mayong Suryolaksono, Ira sukses membawakan acara yang kerap ditunggu-tunggu para pecinta film bioskop setiap Sabtu sore itu. Kesuksesan Ira setidaknya bisa dilihat dari keberhasilannya dinobatkan sebagai Presenter Wanita Terbaik versi Panasonic Awards selama tiga tahun berturut-turut, 1998, 1999, dan 2000.

Ketika industri perfilman Tanah Air mulai menggeliat, Ira kembali tampil dalam film layar lebar pada tahun 2005. Diawali dari film horor berjudul Mirror, kemudian dilanjutkan dengan sederet film lainnya seperti I Love You Om, Dunia Mereka, Mengejar Mas-mas, Get Married, Summer Breeze, Liburan Seru!, Bestfriend, dan Love and Edelweis. Pada tahun 2007, namanya kembali disebut-sebut dalam nominasi Aktris Pendukung Terbaik pada Festival Film Indonesia berkat aktingnya di film Mengejar Mas-Mas. Masih di tahun 2007, Ira juga dinominasikan sebagai Aktris Pendukung Terfavorit pada MTV Indonesia Movie Awards dalam film I Love You Om.

Pada tahun 2007, di sela-sela kesibukannya sebagai aktris, Ira Wibowo dinobatkan sebagai Duta Kampanye Pencegahan Kanker Serviks pada perempuan. Sesuai namanya, Ira ditugaskan untuk mengkampanyekan pencegahan kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker nomor satu penyebab kematian di kalangan perempuan terutama di negara berkembang. Menurut Ira, penyakit tersebut sebenarnya bisa dicegah sehingga tidak menimbulkan kematian pada perempuan.

Sebagai duta, Ira juga berkewajiban untuk terus mengajak perempuan Indonesia lebih peduli pada kesehatan. "Setiap hari di Indonesia rata-rata terdapat 40 kasus kanker serviks, 20 diantaranya berujung pada kematian. Kematian itu seharusnya tidak perlu terjadi seandainya perempuan itu mau melakukan 'pap smear' satu tahun satu kali," kata kakak ipar penyanyi Nugie ini.

Ira merasa prihatin sebab masih banyak perempuan Indonesia yang tidak peduli dan tidak memeriksakan diri ke dokter kandungan. Salah satu alasannya adalah menganggap tidak perlu memeriksakan diri karena tidak pernah mengalami tanda-tanda atau keluhan. "Hal itu menyebabkan kanker serviks baru terdeteksi pada stadium akhir dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil," ujarnya. Ira mengaku akan terus menyampaikan informasi pada kaum perempuan tentang pentingnya memeriksakan kesehatan khususnya ke dokter kandungan meski jabatannya sebagai duta hanya disandangnya selama satu tahun. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 02 May 2011  -  Pembaharuan terakhir 14 Mar 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Mau menikmati Jakarta tanpa kesasar? Baca buku ini.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: