WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pelantun Badai Pasti Berlalu

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pelantun Badai Pasti Berlalu
Berlian Hutauruk | TokohIndonesia.com | detikhot.com

Berlian Hutauruk mencuri perhatian publik lewat suara soprannya yang berkarakter ketika membawakan lagu Badai Pasti Berlalu pada tahun 1977. Meski lagu itu sudah sering dibawakan kembali oleh penyanyi lain, kedahsyatan suara Berlian tetap tidak tersaingi.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Berlian Hutauruk

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Berlian Hutauruk

QR Code Halaman Biografi Berlian Hutauruk
Bio Lain
Click to view full article
Wiranto
Click to view full article
Dimyati Hartono
Click to view full article
Kamanto Sunarto
Click to view full article
Dedi Soedharma
Click to view full article
Umar Kayam
Click to view full article
Mudiro
Click to view full article
Agus Widjojo
BERITA TERBARU

Penyanyi Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berdarah Batak yang terkenal dengan suara soprannya ini lahir pada 11 Oktober 1957. Sebagai anak keturunan Tapanuli yang memang dikenal pandai menyanyi, musikalitas Berlian memang terbilang luar biasa. Pelajaran musiknya diperoleh sejak kecil dari Anette Franbach. Ia pernah tampil di TVRI Stasiun Pusat Jakarta bersama group sekolahnya (SD) mengisi acara Ayo Menyanyi (1968). Bakatnya kemudian disalurkan dengan aktif di paduan suara gereja, kemudian berguru pada pemusik-pemusik Batak yang berada di Jakarta.

Saat berusia 18 tahun tepatnya tahun 1975, ia mulai mengumpulkan sejumlah prestasi. Di ajang Festival Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Pop tingkat DKI Jakarta, ia berhasil menduduki posisi runner up, satu tingkat di bawah Margie Segers yang menjadi juara pertama. Kemudian pada Festival Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Pop Tingkat Nasional, Berlian harus cukup puas berada di posisi keempat setelah Melky Goeslaw, Margie Segers, dan Eddy Silitonga.

Selanjutnya pada tahun 1977, suara soprannya yang tinggi melengking khas Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Penyanyi Seriosa
Penyanyi Seriosa
seriosa
membuatnya terpilih sebagai pengisi vokal untuk album Badai Pasti Berlalu. Album yang digarap pemusik, Lihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
, sekaligus politikus, Eros Djarot itu dipersiapkan untuk soundtrack film dengan judul yang sama. Kebetulan, dari segi struktur melodi, lirik, serta 11 lagu yang ada di album tersebut memang berbau klasik sehingga dinilai amat tepat untuk dibawakan Berlian Hutahuruk.

Pilihan Eros memang tidak meleset. Kedahsyatan suara Berlian dibalut dengan totalitas ekspresinya saat bernyanyi mampu menggetarkan siapa pun yang mendengar lagu tersebut. Maka jadilah album yang juga diisi suara merdu milik penyanyi Musisi, Pencipta Lagu
Musisi, Pencipta Lagu
Chrisye
itu menjadi album sepanjang masa di Indonesia. Selain Badai Pasti Berlalu, Berlian juga menyanyi dua lagu lainnya yakni Matahari, Semusim, dan sebuah lagu yang dibawakan duet dengan Musisi, Pencipta Lagu
Musisi, Pencipta Lagu
Chrisye
, Khayalku. Sejak saat itu, nama Berlian Hutauruk pun mulai dikenal masyarakat Indonesia. "Puji Tuhan, saya diberi kesempatan untuk terlibat di Badai Pasti Berlalu," ujar Berlian.

Pada tahun 1979, Berlian merilis album solo perdananya yang diberi judul Balada Nyanyian Cinta dengan iringan Orkes Isnorman pimpinan Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Idris Sardi
. Violis ternama itu pula yang mengaransemen seluruh lagu di album tersebut. Selain Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Violis, Komponis dan Ilustrator Musik
Idris Sardi
, ada juga sejumlah musisi ternama yang turut andil dalam mengerjakan album yang diproduksi di bawah label Musica ini, antara lain Yudianto Hinupurwadi (Oboe dan flute), Musisi Jazz
Musisi Jazz
Kiboud Maulana
(gitar), Ian Antono (gitar), Uce F. Tekol (bas), Didi Chia (piano elektrik), Jimmy Manoppo (drum), dan Rudy (french horn).

Setahun kemudian, masih di bawah naungan Musica, Berlian merilis album kedua yang bertajuk 'Halo...'. Kali ini Berlian menggandeng musisi A. Riyanto untuk mengerjakan aransemen dan iringan musiknya. Album yang berisi 12 lagu itu juga melibatkan Tarida P Hutauruk, MN Chani, Is Haryanto, Joubliq, B. Hariadi, dan Hary van Hove sebagai pencipta lagu.

Masih di tahun yang sama, yakni 1980, namun dengan label perusahaan yang berbeda, Sky Record, Berlian kembali menelurkan album yang diberi titel Runtuhnya Keangkuhan. Gitaris ternama Tanah Air, Ian Antono didaulat untuk menggarap aransemen musiknya. Sama seperti di album sebelumnya, di album ketiganya ini, Berlian masih membawakan lagu-lagu karya Tarida P. Hutauruk, di luar nama-nama baru seperti Titiek Hamzah, Pencipta lagu, penyanyi
Pencipta lagu, penyanyi
Rinto Harahap
, dan Hanny Tuheteru.

Saat berusia 18 tahun tepatnya tahun 1975, ia mulai mengumpulkan sejumlah prestasi. Di ajang Festival Penyanyi Pop tingkat DKI Jakarta, ia berhasil menduduki posisi runner up, satu tingkat di bawah Margie Segers yang menjadi juara pertama.

Pada tahun 1983, setelah tiga tahun tidak merilis album, Berlian kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis album Satu II dan Yang Tua Yang Muda. Jika empat album terdahulunya ia mengusung aliran pop klasik, kali ini ia membuat gebrakan baru dengan membawakan lagu-lagu bernuansa dangdut dengan iringan musik dari Orkes Melayu Tralala pimpinan Chairul D'Lloyd.

Namun, sadar dangdut bukanlah aliran musik yang cocok dengan karakter suaranya, Berlian kembali mengusung lagu pop dan merekam suaranya dalam album solo keempatnya, Billy. Salah satu lagu di album ini, Di Sana Rindu Tercipta, merupakan ciptaan hits maker era 80-an, Pance Pondaag.

Selanjutnya, di tahun 1986, Berlian kembali hadir dengan album solo berjudul Sisa-sisa Kemesraan. Ia kembali mempercayakan aransemen musiknya pada Ian Antono. Album yang didistribusikan perusahaan rekaman BillBoard ini berisi sejumlah lagu diantaranya Balada Panggung Sandiwara, Kubongkar Teraliku, Gelora Jiwa, Kehidupan dan masih banyak lagi. Lagu-lagu tersebut merupakan ciptaan musisi ternama seperti Ully Sigar Rusady, Dodo Zakaria, Arthur Kaunang, dan Jockie Suryoprayogo.

Memasuki tahun 90-an, nama Berlian seakan tenggelam dengan semakin banyak bermunculannya penyanyi pendatang baru. Apalagi saat itu bisa dibilang merupakan masa kejayaan lagu-lagu pop melankolis.

Namun setelah sepuluh tahun lebih absen dari panggung musik Indonesia, Berlian sempat muncul di tahun 2002, bertepatan dengan peluncuran album rohaninya yang berjudul Yesusku Juru Selamatku. Album solo rohani Berlian Hutauruk ini digarap oleh penata musik Yongki D. Ramlan, Johanes Purba, dan Utje F. Tekol dan diterbitkan oleh Soli Deo. Sementara untuk lagu-lagu yang terdapat di album ini, Berlian tak hanya membawakan lagu berbahasa Indonesia tapi juga Inggris (Power of Love) dan Jepang (Yeshua Hamashia).

Dengan merilis album rohani, Berlian ingin menggunakan bakat yang telah dianugerahkan padanya untuk memuji nama Tuhan serta mengajak orang untuk mencintai keindahan. Mencintai kesenian dan karya besar Tuhan. "Saya juga menyanyi untuk menyampaikan rasa syukur saya kepada Tuhan atas anugerah-Nya," urai penyanyi yang juga dikenal sebagai sosok yang religius ini.

Masa keemasannya memang telah berlalu namun tak demikian dengan lagu fenomenal yang pernah dipopulerkannya, Badai Pasti Berlalu. Berkat lagu itu pula namanya hingga kini masih dikenang orang. Misalnya saat bencana tsunami melanda Nanggroe Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
Darussalam dan Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
di penghujung tahun 2004, wajahnya kerap tampil menghias layar kaca.

Tentu saja, kemunculannya itu kembali membangkitkan kenangan lama para penggemarnya. "Luar biasa sekali tanggapannya setelah itu," ungkap Berlian seperti dikutip dari majalah Gatra. Selain telepon dan SMS, dengan ungkapan macam: "Dahsyat!", Maju terus!", hingga "Ke mana aja selama ini?", Berlian juga mendapat undangan tampil di hampir semua daerah di Indonesia.

Menurut Berlian, walau kini sudah jarang tampil on air di televisi, ia masih disibukkan dengan hobi menyanyinya. Hanya saja lebih dibatasi untuk gereja, pesta perusahaan, dan pernikahan.

Berlian yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tak lagi muda ini kembali muncul di hadapan publik pada 28 Maret 2007. Saat itu ia menjadi salah satu penyanyi dalam Konser Badai Pasti Berlalu dalam rangka promosi album Badai Pasti Berlalu versi 2007 yang digarap musisi Andi Rianto di Jakarta. "Saya menikmati hidup ini. Anugerah Tuhan, apa pun, harus kita syukuri. Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik...," papar Berlian Hutauruk sambil mengutip salah satu ayat di Al Kitab, Mazmur 136. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Apr 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Bahasa Kalbu Sang Dewi Konsisten Di Dunia Hiburan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Genghis Khan adalah salah satu pejuang yang namanya kesohor di penjuru dunia, meski mengalami masa kecil yang berat akibat kematian tragis kepala suku yang juga adalah ayahnya.

Note: Bacaan ringan tapi bermakna.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: