WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Suka Ceplas Ceplos

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Suka Ceplas Ceplos
Ria Irawan | TokohIndonesia.com | kaskus.us

Berkat perannya sebagai Renjani dalam film berjudul Biola Tak Berdawai, ia dinobatkan sebagai The Best Actress dalam ajang Festival Film Asia Pasific di Iran pada 2003. Selanjutnya, peraih Piala Citra 1988 yang suka bicara ceplas-ceplos ini, menunjukkan kebolehannya berakting dalam film Belahan Jiwa, Berbagi Suami, Quickie Express, May, Cinlok, Cinta Setaman, Ai Lop Yu Pul, dan Madame X.

Aktris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ria Irawan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ria Irawan

QR Code Halaman Biografi Ria Irawan
Bio Lain
Click to view full article
Anthony Salim
Click to view full article
Hilman Sulaiman
Click to view full article
Nurul Arifin
Click to view full article
Soenarno
Click to view full article
Ryan Lalisang
Click to view full article
Mr. Assaat
Click to view full article
Harry Roesli
BERITA TERBARU

Ria Irawan lahir di Jakarta 24 Juli 1969 dari pasangan Bambang Irawan dan Ade Irawan. Kedua orangtuanya adalah seniman film yang sedang naik daun. Saat Ria lahir, sang ayah tengah populer sebagai aktor papan atas dan sukses menjalankan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
bisnis
filmnya. Sedangkan sang ibu, Ade Irawan, sedang menanjak sebagai aktris pendatang baru. Kenyataan itu tentu saja membuat kelahiran Ria menjadi sorotan banyak orang. Sebagai anak yang lahir dan tumbuh di lingkungan perfilman sejak kecil, Ria sudah akrab dengan dunia film. Tidaklah mengherankan jika akhirnya bungsu dari lima bersaudara ini mengikuti jejak orangtuanya menekuni dunia seni peran.

Di usia empat tahun, Ria sudah merengek pada sang ayah untuk ikut syuting film. Melihat keinginan putrinya yang menggebu-gebu akhirnya sang ayah mencarikan peran untuk Ria. Kebetulan ada film berjudul Supir Taksi yang diperankan Bambang Hermanto dan Dien Novita. Film itu memerlukan adegan latar untuk beberapa detik, yaitu adegan seorang anak sedang bermain ayunan. Jadilah Ria yang memerankan adegan 'tak kentara' itu. Begitu kecil perannya, tapi ia sampai berjingkrak-jingkrak ketika film itu diputar.

Merasa telah punya pengalaman, hasratnya bermain film makin menggebu-gebu. Ia meminta peran dengan dialog dan mengatakan pada ayahnya bahwa ia sendiri yang mengisi suara. Soalnya saat itu, suara pemain film lazim digantikan orang lain.

Lagi-lagi, ia mendapatkan peran itu. Dalam film berjudul Belas Kasih, ia mendapatkan sedikit dialog. Karena khawatir anaknya tidak bisa bekerja profesional, sang ibu ikut menemani Ria melakukan dubbing. Benar saja. Ria ternyata belum punya kemampuan mengisi suara secara refleks. Jadilah Ade berdiri persis di belakang Ria. "Setiap kali gilirannya mengisi suara, saya buru-buru menjawil lengannya," kata Ade mengenang.

Pada tahun 1975, Ria kembali bermain dalam film Fajar Menyingsing bersama Produser, komponis, konduktor, penata musik, dan bassist
Produser, komponis, konduktor, penata musik, dan bassist
Erwin Gutawa
. Setahun kemudian ia beradu akting dengan bintang cilik yang saat itu tengah naik daun, Chica Koeswoyo dalam film Chicha. Semenjak itu, Ria terus kebanjiran tawaran berakting. Sedikitnya 30-an judul film telah dibintanginya dimana beberapa diantaranya membuahkan penghargaan.

Dari film, Ria kemudian merambah dunia tarik suara. Kesempatan rekaman datang untuk membuat album keroyokan bersama kelompok yang diberi nama Japras, yang terdiri dari Rini S. Bono, Nurul Arifin, Ita Mustafa, Ani Kusuma, Eva Arnaz, dan Rima Melati. Album ini meledak dan laris di pasaran. Ria juga pernah membentuk trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa.

Seperti film Kembang Kertas produksi tahun 1984. Dalam film itu, Ria kebagian peran sebagai seorang gadis nakal. Berkat aktingnya, nama Ria berhasil masuk sebagai nominator Aktris Pembantu Terbaik Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
(FFI) 1985. Dua tahun berselang, ia akhirnya berhasil menyabet Piala Citra pertamanya sebagai Aktris Pembantu Terbaik FFI 1988 lewat film yang dibintangi Aktor, Sutradara
Aktor, Sutradara
Mathias Muchus
dan Aktris
Aktris
Meriam Bellina
, Selamat Tinggal, Jeanette.

Dari film, Ria kemudian merambah dunia tarik suara. Kesempatan rekaman datang untuk membuat album keroyokan bersama kelompok yang diberi nama Japras, yang terdiri dari Rini S. Bono, Nurul Arifin, Ita Mustafa, Ani Kusuma, Eva Arnaz, dan Rima Melati. Album ini meledak dan laris di pasaran. Ria juga pernah membentuk trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa.

Ria juga merekam dua album dangdut bersama Wakil Gubernur Banten (2012-2017)
Wakil Gubernur Banten (2012-2017)
Rano Karno
yang masing-masing berjudul Hiasan Mimpi dan Sorga Dunia. Serta dua album pop Setangkai Anggrek Bulan dan Di Antara Hatiku Hatimu.

Tak cukup hanya menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
, Ria kemudian memproduseri albumnya yang berjudul Untuk Kamu bekerja sama dengan Deddy Dhukun. Sepanjang karirnya sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
, ia tercatat pernah berduet dengan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
asal Malaysia bernama Mellisa.

Predikat sebagai aktris sekaligus penyanyi rupanya belum cukup. Ia pun menjajal peruntungannya sebagai fotografer dan sutradara videoklip beberapa penyanyi salah satunya Anggun C. Sasmi. Sementara di bidang fotografi, Ria banyak menimba ilmu dari fotografer andal yakni Ken Sanjaya dan Drigo L. Tobing.

Pada pertengahan tahun 1990, nama Ria menjadi topik hangat sejumlah media setelah seorang pemuda bernama Rivaldi Sukarno ditemukan meninggal akibat overdosis di rumahnya. Akibat kasus ini, karirnya sempat hancur karena pembatalan kontrak iklan dan sinetron yang telah ditekennya. Ria bahkan harus 'mengasingkan' diri ke Milan, Italia.

Di kota itu, Ria tinggal bersama kakaknya, Dewi dan suaminya. Selama merantau, Ria menyibukkan diri dengan mengambil kuliah desain grafis. Meski tengah mengasingkan diri, Ria beberapa kali mudik ke Indonesia, bahkan sempat membintangi film Kuldesak.

Pada tahun 1996, Ria sempat memutuskan untuk kembali ke Tanah Air. Namun niat itu berubah kala transit di Singapura. Ria pun memutuskan tinggal sementara di sana. "Itu periode penting dalam hidup saya. Ada keinginan hebat untuk menjadi diri sendiri, tapi tidak di negara saya. Singapura jadi pilihan. Malaysia pun saya suka. Pokoknya, tidak ke Indonesia dulu," ujar keponakan bintang film legendaris tahun 1950-an, Nurnaningsih ini. Enam bulan kemudian, Ria baru benar-benar kembali ke Indonesia.

Meski sempat menghilang dan namanya dikaitkan dengan kasus kriminal, nama Ria rupanya masih memiliki daya jual yang tinggi di dunia hiburan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tawaran syuting dan wawancara serta pemotretan.

Berhubung saat itu dunia perfilman nasional tengah mati suri, Ria lebih banyak berakting dalam sejumlah judul sinetron, antara lain, Cintailah Daku, Debu Tertiup Angin, Melompati Angin, Bidadari yang Terluka, dan Canting.

Belum lama kembali menetap di Indonesia, Ria membuat berita lagi. Kali ini mengenai kabar pernikahannya dengan seorang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
berstatus duda bernama Yuma yang terjadi pada 5 April 1997. Sayangnya pernikahan Ria dengan pria yang 14 tahun lebih tua darinya itu hanya mampu bertahan selama dua tahun. Kendati berbagai upaya mempertahankan biduk rumah tangga telah mereka tempuh, Ria akhirnya resmi menyandang predikat sebagai janda pada Desember 1999.

Pada tahun 2003, Ria kembali berakting dalam film layar lebar berjudul Biola Tak Berdawai. Di film itu, ia beradu akting dengan aktor muda Nicholas Saputra. Berkat perannya sebagai Renjani, ia dinobatkan sebagai The Best Actress dalam ajang Festival Film Asia Pasific di Iran pada 2003. Selanjutnya Ria kembali menunjukkan kebolehannya berakting dalam film Belahan Jiwa, Berbagi Suami, Quickie Express, May, Cinlok, Cinta Setaman, Ai Lop Yu Pul, dan Madame X.

Dua tahun setelah menorehkan prestasi membanggakan itu persisnya di tahun 2005, Ria kembali membuat heboh setelah kabar penangkapannya di diskotik Crown. Saat itu ia dinyatakan positif memakai narkoba. Namun aparat keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an sulit menyeret Ria ke pengadilan karena tidak memiliki cukup alat bukti.

Sejak tahun 2010, Ria disibukkan dengan kegiatan barunya sebagai juri Indonesia's Got Talent di Indosiar bersama Anjasmara dan Vina Panduwinata. Sebelumnya Ria juga pernah menjadi pengisi acara debat Silat Lidah di ANTV.

Di luar kiprahnya di dunia hiburan, Ria pernah menulis sebuah buku berjudul Low Calorie. Buku itu mengangkat pengalamannya yang dulu sempat menderita kegemukan atau yang biasa dikenal dengan istilah obesitas. Penyakit itu membuat Ria merasa ajalnya sudah dekat. Akhirnya ia memutuskan untuk diet, menjauhi garam dan gula dan menggantinya dengan rempah-rempah yang menurutnya bisa menekan kalori. Dengan begitu, hidupnya kini jauh lebih sehat. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pelawak Aneka Ria Safari Pejuang Multi Bidang

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

20 drama William Shakespeare yang dihadirkan dalam buku ini merupakan hasil adaptasi dari drama ke dalam bentuk prosa.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: