gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Idola Kaum Perempuan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

<< CURRICULUM VITAE
Idola Kaum Perempuan
e-ti | kampungtki.com
Pekerjaan Utama:
Aktor

Lihat CV

"Like" untuk melihat CV Lengkap



Tutup CV

Perannya sebagai Rangga yang cool dan tampan dalam film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) pada tahun 2002 membuat kaum perempuan khususnya remaja putri tergila-gila padanya. Aktor terbaik FFI 2005 yang selektif memilih peran ini sudah membintangi sejumlah film diantaranya Biola Tak Berdawai, Arisan!, Janji Joni, Gie, 3 Hari untuk Selamanya dan Cinta Setaman.

Ā 

I N D E K S
Hapus highlights

Tag: film, aktor, ganteng

Sebelum dikenal sebagai aktor, Nicko, sapaan akrab Nicholas Saputra, telah terlebih dahulu berkarir sebagai seorang peragawan. Paras rupawan serta postur tubuhnya yang proporsional membuat pakaian model apapun yang dikenakannya terlihat berkelas. Tak heran jika banyak designer ternama yang menggunakan jasa pria keturunan Jerman ini, salah satunya adalah Samuel Wattimena.

Dari panggung catwalk, Nicko mulai merambah dunia seni peran dengan bermain dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) pada tahun 2002. Dunia seni peran sesungguhnya telah menarik minat seorang Nicholas Saputra Aktor Nicholas Saputra sejak ia masih berusia belia. Sebelum namanya populer berkat penampilannya di AADC, Nicko telah beberapa kali ikut casting film.

Dalam film arahan Rudy Soedjarwo itu, Nicko beradu akting dengan aktris Dian Sastrowardoyo. Rasanya siapapun yang pernah menyaksikan aktingnya dalam film tersebut, sulit melupakan tajamnya sorotan mata Rangga, peran Nicko dalam film tersebut.

Pembawaannya yang cool, ditambah wajah indonya yang tampan membuat pria kelahiran Jakarta 24 Februari 1984 ini seketika menjelma menjadi idola baru para remaja putri saat itu. Film tersebut bisa dibilang sangat fenomenal karena berhasil menyedot jutaan penonton. Terlebih di masa itu, industri film Indonesia baru saja merangkak bangkit setelah sekian lama mati suri.

Dianugerahi wajah rupawan dan tubuh semampai tak membuat Nicholas takabur. Menurutnya, yang paling penting dalam berkarir di dunia perfilman adalah kemampuan. "Untuk main film bukan diutamakan dari fisik. Buktinya saya memang tinggi, tapi Lukman Sardi tidak terlalu tinggi. Tapi film dia lebih banyak dari saya, yang penting skill dan kemampuan," jelas jebolan Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia ini.

Sederet penghargaan tersebut menjadi bukti kualitas akting Nicko dalam dunia perfilman. Tak heran, sejak kesuksesan demi kesuksesan diraihnya, ia kerap diundang menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan mengenai film dan menjadi juri dalam berbagai festival film di dalam maupun di luar negeri. Seperti menjadi Duta Film Perancis 2009 dan juri Best Asian Films dalam Singapore International Film Festival 2008 yang memperebutkan Silver Screen Awards.

Agar bisa terus mengembangkan diri, Nicholas selalu membuka diri kepada kritik yang dialamatkan kepadanya. "Yang paling penting kita membuka diri, selalu menginspirasi dari banyak hal, jangan menutup diri dan tetap open dengan hal-hal baru," pungkasnya. Selain itu, sebagai aktor ia punya keyakinan tersendiri dalam menekuni karirnya ini. "Yang membuat kita bertahan adalah pressure. Makanya dipastikan, jika kita berusaha haruslah yang benar-benar kita cintai," kata Nicko dalam sebuah kesempatan seperti dikutip dari situs kapanlagi.com.

Kesuksesan AADC membuat Nicko semakin banyak dilirik para produser film. Pada tahun 2003, ia kembali membintangi sebuah film layar lebar berjudul Biola Tak Berdawai. Kemudian dalam Festival Film Indonesia (FFI), nama Nicko untuk pertama kalinya masuk dalam daftar nominasi aktor terbaik untuk perannya dalam dua film, masing-masing Biola Tak Berdawai dan Ada Apa Dengan Cinta. Tapi sayang, saat itu ia kurang beruntung karena kalah bersaing dengan Tora Sudiro Aktor Tora Sudiro pemeran Sakti dalam film Arisan!.

Kemudian pada tahun 2005, alumni SMU Negeri 8 ini bermain dalam dua judul film, yakni Janji Joni dan Gie. Membintangi dua film berbeda genre tersebut semakin mematangkan kemampuan beraktingnya. Di film Janji Joni, Nicko berperan sebagai seorang pengantar film bernama Joni. Dalam film komedi romantis besutan sutradara Joko Anwar itu, ia dipasangkan dengan aktris muda Maria Renata.

Sementara dalam Gie, Nicko memerankan tokoh Soe Hok Gie, seorang aktivis mahasiswa keturunan Tionghoa tahun 60-an yang berhasil dibawakannya dengan nyaris sempurna. Keberhasilannya menuai sejumlah kritik positif dari para pengamat film. Berkat kegemilangan aktingnya di dua judul film tersebut, Nicko kembali diunggulkan dalam ajang FFI tahun 2005. Setelah setahun sebelumnya gagal keluar sebagai pemenang, kali ini Nicko sukses menyabet Piala Citra sebagai Aktor Terbaik untuk perannya sebagai Gie.

Pada tahun 2007, Nicko dipasangkan dengan Adinia Wirasti untuk membintangi film drama romantis, 3 Hari untuk Selamanya. Film karya Riri Riza Produser, sutradara, penulis naskah Riri Riza ini cukup mendapat sambutan dalam berbagai festival film internasional meskipun tak diikutsertakan dalam FFI 2007.

Setahun berselang, pencinta film karya anak negeri kembali dimanjakan dengan akting Nicko dalam tiga film layar lebar yakni Cinta Setaman, Drupadi dan 3 Doa 3 Cinta. Film yang disebut terakhir menjadi ajang reuninya dengan aktris Dian Sastrowardoyo yang sebelumnya menjadi lawan mainnya dalam film AADC. Selain itu, lewat film itu pula, Nicko kembali menjadi unggulan aktor terbaik dalam FFI 2008 dan Leading Actor dalam ajang penghargaan Guardians e-Awards tahun 2009.

Sebagai aktor berbakat, nama Nicko memang kerap wara-wiri di sejumlah ajang penghargaan, di samping FFI, ia juga mendapatkan penghargaan dari berbagai penganugerahan sejenis, seperti dalam Bali International Film Festival 2003. Di ajang tersebut, Nicko dinobatkan sebagai Aktor Terbaik untuk perannya dalam film Biola Tak Berdawai. Selain itu, ia juga menjadi Most Favorite Actor versi MTV Indonesia Movie Awards 2005 dan Aktor Terbaik Indonesian Movie Awards 2007 berkat aktingnya dalam film Janji Joni.

Sederet penghargaan tersebut menjadi bukti kualitas akting Nicko dalam dunia perfilman. Tak heran, sejak kesuksesan demi kesuksesan diraihnya, ia kerap diundang menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan mengenai film dan menjadi juri dalam berbagai festival film di dalam maupun di luar negeri. Seperti menjadi Duta Film Perancis 2009 dan juri Best Asian Films dalam Singapore International Film Festival 2008 yang memperebutkan Silver Screen Awards.

Di sisi lain, berada di puncak popularitas tak lantas membuat Nicko mengiyakan semua tawaran yang datang. Nicko tetap selektif dalam memilih peran. Ia hanya ingin main film yang berkualitas dan untuk peran ia tak mau terkesan asal-asalan. Ia juga tak menutup potensinya di bidang lain di luar film, seperti menjadi bintang iklan berbagai produk dan model video klip sejumlah penyanyi, antara lain Kahitna, Duo Maia, Nidji, dan Bunga Citra Lestari. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi "luar biasa" dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Saat beliau wafat tahun 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini dikenal sebagai sosok pengusaha dan politisi yang kemudian berkecimpung di dunia birokrat. Setelah menjadi anggota DPR periode

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Tegar Sampai Akhir

    nedyne
    Pengkhianat negara gini, ngapain dipublish... entah berapa dibayar WHO buat jadi antek mafia farmasi
     
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh