WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Aktris Duta TKW

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Aktris Duta TKW
e-ti | egosip.com

Mengawali karirnya sebagai model, wanita berkulit hitam manis ini merambah dunia film. Tak hanya berakting, Lola juga menjajal kemampuannya sebagai sutradara. Lewat film besutannya Minggu Pagi di Viktoria Park, ia dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik dalam Jakarta International Film Festival (Jiffest) ke-12 tahun 2010.

Aktris
Lihat Curriculum Vitae (CV) Lola Amaria

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Lola Amaria

QR Code Halaman Biografi Lola Amaria
Bio Lain
Click to view full article
Dimmy Haryanto
Click to view full article
Mayling Oey
Click to view full article
Mashudi
Click to view full article
MH Thamrin
Click to view full article
Robby Djohan
Click to view full article
Adnan Pandu Praja
Click to view full article
Budi Harsono
BERITA TERBARU

Putri pasangan almarhum Anas Maliki dan Yayan ini lahir di Jakarta pada 30 Juli 1977. Paras cantiknya sempat menghiasi beberapa sampul majalah di era tahun 90-an. Sebelumnya, Lola harus berusaha keras menemukan karir yang cocok bagi dirinya. Lola bahkan mengaku pernah bekerja sebagai karyawan humas salah satu anak perusahaan Humpus milik Tommy Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Presiden Republik Indonesia Kedua (1966-1988)
Soeharto
, meski hanya bertahan selama tiga bulan.

Sebuah kesempatan datang saat majalah Femina menggelar lomba model Wajah Femina 1997. Lola yang saat itu tidak yakin teryata justru berhasil menjadi pemenangnya. Berawal dari situlah Lola kemudian menggeluti panggung model dan telah banyak membintangi iklan berbagai produk mulai shampoo, kosmetik, otomotif, hingga minuman kesehatan.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini kemudian mencoba peruntungannya di dunia seni peran. Debutnya diawali dengan membintangi sinetron Penari di mana Lola berperan sebagai seorang penari erotis bernama Sila. Keterlibatannya dalam film garapan sutradara Nan Triveni Achnas tersebut membuat aktingnya banyak dilirik para sutradara sehingga Lola menjadi kebanjiran tawaran untuk bermain dalam sejumlah judul sinetron. Sinetron lain yang pernah melibatkan Lola sebagai pemain adalah Arjuna Mencari Cinta, Tali Kasih dan Merah Hitam Cinta.

Berbekal pengalamannya sebagai bintang sinetron, ia pun mulai mencoba peruntungannya di dunia film layar lebar. Pada tahun 2000, Lola tampil dalam sebuah film layar lebar berjudul Tabir. Masih di tahun yang sama, menyusul film berlatar zaman penjajahan Jepang, Dokuritsu. Setahun kemudian, ia bermain dalam film bertajuk Beth, lalu tahun 2002 Lola beradu akting dengan aktor Ferry Salim dalam film besutan Sutradara, Produser
Sutradara, Produser
Nia Dinata
, Cau Bau Kan.

Sebagai produser sekaligus pemain film Novel Tanpa Huruf R. Setelah itu ia juga menjadi sutradara film Betina yang berhasil meraih penghargaan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006. Betina juga menjadi salah satu film produksi Indonesia yang ditayangkan di luar Indonesia, yaitu di Festival Film Internasional Singapura Ke-20

Belakangan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berdarah Palembang-Sunda ini mulai bergeser ke balik layar, meski beberapa kali masih tampil di depan kamera. Tahun 2004, Lola memulai kiprahnya sebagai produser sekaligus pemain film Novel Tanpa Huruf R. Setelah itu ia juga menjadi sutradara film Betina yang berhasil meraih penghargaan Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2006. Betina juga menjadi salah satu film produksi Indonesia yang ditayangkan di luar Indonesia, yaitu di Festival Film Internasional Singapura Ke-20.

Pada awal tahun 2007, Lola mulai melebarkan sayapnya ke dunia internasional dengan keterlibatannya sebagai bintang film produksi Taiwan berjudul Detour to Paradise. Dalam film garapan sutradara Lee Ti-Tsai alias Andy Lee itu, Lola berperan sebagai tenaga kerja Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
dengan profesi pembantu rumah tangga (PRT). Agar fasih berperan sebagai PRT, Lola telah melakukan serangkaian penelitian tentang kehidupan para pekerja Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
di sana.

Tiga tahun kemudian, Lola menggarap film Minggu Pagi di Victoria Park yang mengangkat kisah TKW Indonesia dalam kemasan cinta dan kisah hidup lainnya. Namun sayang, film tersebut tampaknya kurang begitu diminati masyarakat. Lola Amaria mengaku kecewa dengan kenyataan pahit yang harus diterimanya ini. Menurutnya, hal tersebut lantaran penayangannya berbenturan dengan jadwal piala dunia hingga membuat masyarakat jarang pergi ke bioskop.

Tak hanya lantaran berbenturan dengan piala dunia saja, namun film yang dibintangi aktris Titi Sjuman itu juga harus bersaing dengan film-film Hollywood. Hal ini juga yang menyebabkan penjualan tiketnya tidak mencapai target yang diinginkan.

Meski dinilai kurang sukses, film garapan Lola nyatanya banyak menuai pujian dari kritikus film. Lewat Minggu Pagi di Victoria Park, Lola bahkan dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik dalam Jakarta International Film Festival (Jiffest) ke-12 tahun 2010. Dalam film tersebut, Lola dinilai mampu memberikan sentuhan unik pada tema yang cukup sering ditampilkan di layar lebar. Ia juga mampu memperlihatkan pengarahan yang baik sepanjang film.

Selain Jiffest, film tersebut juga masuk dalam sejumlah kategori dalam ajang Festival Sutradara
Sutradara
film Indonesia
2010. Kategori-kategori tersebut adalah pemeran utama wanita terbaik, pendukung wanita terbaik, sutradara terbaik, cerita asli dan adaptasi terbaik, tata sinematografi terbaik, tata artistik terbaik, penyuntingan terbaik, dan film terbaik. Meski kemudian yang berhasil keluar sebagai pemenang hanya Aline Jusria untuk kategori Penyuntingan Terbaik.

Meski belum berkesempatan menggenggam Piala Citra sebagai penghargaan tertinggi insan perfilman nasional, Lola tak kecewa. Penghargaan hanya imbas dari kerja kerasnya, bagi Lola yang terpenting adalah proses, bagaimana ia menemukan dunianya. Lola mengaku menikmati posisinya sekarang ini, yang berada di belakang layar sekaligus masih ikut nimbrung di depan kamera dalam beberapa kesempatan.

Duta TKW

Karena sering bersentuhan dengan dunia TKW, baik sebagai aktris maupun sutradara yang secara khusus mengangkat romantika hidup TKW, Lola Amaria ditunjuk oleh Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Tenaga Kerja, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014)
Muhaimin Iskandar
sebagai duta TKW.

Terpilihnya Lola sebagai Duta TKW memang belum diumumkan secara resmi. Namun, ia ini mengaku siap sedia manakala ditunjuk menjadi duta bagi para Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
devisa itu.

"Bagi saya, ini adalah tugas mulia. Jadi kapan saja saya benar-benar siap menjadi duta TKW," papar Lola Amaria saat ditemui di Departemen Tenaga Kerja, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat
Gatot Subroto
, Jakarta Pusat seperti dikutip dari situs okezone.com.

"Kalau yang namanya perintah kan harus dijalankan, tetapi saya pun selalu ingin berbagi dengan mereka, karena TKW tetap menjadi bagian dari hidup saya. Makanya saya selalu membuat film tentang TKW," akunya.

Kendati telah terpilih menjadi seorang duta, namun wanita yang masih hidup melajang ini memastikan dirinya tetap akan berkarier di dunia hiburan dan produktif membuat film. "Aku akan tetap membuat film karena menjadi duta itu kan bisa diatur pekerjaannya, karena tidak selalu bekerja," pungkas lulusan public relation Interstudy itu. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 04 Mar 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Color Image Consultant Mantan Jaksa Agung

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini bicara bagaimana membuat tulisan cerpen dengan cara yang mudah dan cepat dapat dilakukan, menarik dan ada pola yang jelas.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: