WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Presenter Handal Berprestasi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Presenter Handal Berprestasi
e-ti | rosiana silalahi-facebook.com

Walau bergelar sarjana sastra Jepang, perempuan cerdas dan kritis ini berhasil menjadi presenter handal dengan sejumlah prestasi. Ia mampu membawakan program berita di televisi terutama yang bertema politik menjadi menarik. Peraih Panasonic Award ini pernah menjadi pemimpin redaksi sebuah stasiun televisi dan mewawancarai pemimpin-pemimpin negara di dunia seperti George W Bush, Mahathir Muhammad, Lee Kuan Yew, dan Ahmadinejad.

 

Presenter
Lihat Curriculum Vitae (CV) Rosiana Silalahi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Rosiana Silalahi

QR Code Halaman Biografi Rosiana Silalahi
Bio Lain
Click to view full article
Habiburrahman El Shirazy
Click to view full article
Rafendi Djamin
Click to view full article
Ali Said
Click to view full article
Sophie Navita
Click to view full article
Kris Biantoro
Click to view full article
Nyonya Meneer
Click to view full article
Badrodin Haiti
BERITA TERBARU

Pemilik nama lengkap Rosiana Magdalena Silalahi ini telah menekuni dunia jurnalistik sejak masih berseragam SMA. Kegiatan ekstrakurikuler majalah dinding menjadi pilihan alumni SMA Ursula ini untuk menyalurkan hobi menulisnya. Tak hanya itu, Rosi juga aktif berkegiatan di majalah sekolah, Serviant.

Setamat SMA, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berdarah Batak ini mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri. Namun sayang, Rosi gagal diterima di Jurusan Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) dan diterima di pilihan kedua, Jurusan Sastra Jepang Fakultas Sastra UI. Meskipun begitu, impiannya untuk menjadi seorang jurnalis tak pernah pupus.

Setelah gelar sarjana sastra berhasil digenggamnya, Rosi mencari pekerjaan sesuai minat dan bakat di bidang jurnalistik. Bungsu dari lima bersaudara ini kemudian mencoba peruntungannya dengan mengirimkan lamaran kerja ke TVRI yang saat itu sedang membuka lowongan. Sambil menunggu panggilan kerja dari TVRI, Rosi mengisi hari-harinya dengan bekerja di perusahaan periklanan selama beberapa bulan. Setelah menanti selama sekian bulan, usaha Rosi akhirnya membuahkan hasil. Putri pasangan L.M. Silalahi (alm) dan Ida Hutapea ini dipanggil untuk menjalani tes di televisi milik pemerintah itu hingga akhirnya ia diterima sebagai reporter.

Di tahun 1999, SCTV sedang mencari reporter dan presenter baru. Kesempatan untuk menambah wawasan dan pengalaman sebagai jurnalis pun tak disia-siakan Rosi. Berkat kemampuan dan kecerdasannya, Rosi berhasil diterima bergabung di SCTV. Setahun berkarir di televisi swasta itu, nama Rosiana Silalahi mulai dikenal publik. Saat itu ia mulai tampil di belakang meja siar sebagai seorang pembaca berita. Meski demikan, tugas sebagai reporter tetap dijalaninya.

Karier istri Dino Gregory Izaak ini semakin bersinar setelah dua seniornya, Ira Koesno dan Arief Suditomo hengkang dari SCTV. Bahkan pada tahun 2003, ia dipercaya sebagai salah satu dari 6 jurnalis TV dari Asia yang mendapat kesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Presiden Amerika Serikat, George Bush di Gedung Putih, Washington DC. Kepiawaiannya berkomunikasi dengan tokoh lintas negara juga kembali ditunjukkannya ketika mewawancarai Mahathir Muhammad, Lee Kuan Yew, hingga Presiden Iran, Ahmadinejad.

Berkat prestasinya itu, Rosi berhasil menorehkan namanya di dunia jurnalistik sebagai presenter berita berbakat. Berbagai penghargaan pun dialamatkan kepada Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 26 September 1972 ini. Di tahun 2004, Rosi berhasil menyabet gelar Pembawa Acara Talk Show Terfavorit dan Pembawa Acara Berita/Current Affair Terfavorit versi Panasonic Award, sebuah ajang penghargaan bergengsi bagi insan pertelevisian.

Saat Pemilu 2004, Rosi memproduksi program 'Kotak Suara' yang membahas mengenai money politics. Program itu berhasil mengantarkannya sebagai pemenang penghargaan 'Indonesia Journalist Board' tahun 2004.

Rosiana dipercaya sebagai salah satu dari 6 jurnalis TV dari Asia yang mendapat kesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Presiden Amerika Serikat, George Bush di Gedung Putih, Washington DC. Kepiawaiannya berkomunikasi dengan tokoh lintas negara juga kembali ditunjukkannya ketika mewawancarai Mahathir Muhammad, Lee Kuan Yew, hingga Presiden Iran, Ahmadinejad.

Pada November 2005, setelah 5 tahun menjadi pembaca berita, Rosi akhirnya diberi kepercayaan menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Liputan 6. Mendapat kesempatan memimpin redaksi sebuah stasiun televisi swasta sebesar SCTV pada usia 33 tahun bagi Rosiana Silalahi adalah anugerah dari Tuhan. "Semua ini dari Tuhan dan saya persembahkan untuk Tuhan. Sehingga, secara ukuran manusia apakah mampu, saya akan berusaha maksimal, biar Dia yang menyempurnakan, mengingat untuk ukuran umur, saya masih muda," katanya.

Sebulan kemudian, tepatnya Desember 2005, tropi Panasonic Award kembali dianugerahkan padanya karena berhasil terpilih sebagai Presenter Berita (Curent Affairs) Terbaik. Setelah sempat absen selama satu tahun, namanya kembali bergaung di ajang Panasonic Award tahun 2007, dan untuk kali ketiga ia sukses meraih gelar Pembawa Acara Berita/Current Affair Terfavorit.

Pada 12 Desember 2009, Rosi tak lagi menjabat sebagai Pemred Liputan 6 SCTV. Posisinya kemudian digantikan oleh Presiden Lihat Daftar Direktur
Lihat Daftar Direktur
Direktur
PT Surya Citra Media, Fofo Suriaatmadja. Mengenai pergantian itu, sempat tersiar kabar yang menyebutkan bahwa terjadi keretakan hubungan antara Fofo dengan Rosi. Namun kabar itu dibantah oleh Humas SCTV, Budi Darmawan. "Ini pergantian biasa saja, tidak terjadi apa-apa di SCTV, semua berjalan lancar," katanya.

Setelah lengser dari kursi Pemred Liputan 6, Rosi bersama dua orang rekannya sesama alumni SCTV, Bayu Sutiono dan Gunawan, memberanikan diri membuat rumah produksi bernama Rosi. Inc. Tim kreatif, kamerawan, bahkan tenaga operasional pun diboyong dari SCTV.

Tampaknya Dewi Fortuna tak pernah berpaling dari Rosi. Pada akhir 2009, berkat kemauan dan kerja kerasnya, Rosi ditawari membuat acara talk show oleh Global TV. "Sebenarnya saya mau nawarin program yang lain. Cuma, sama pak Daniel, bos Global TV, saya diminta bikin program sendiri. Katanya, kalau saya punya konsep sendiri, akan diberi nama "Rossy". Kebetulan Global TV memang salah satu TV yang agresif mendekati saya dan berani ngasih prime time," ungkapnya. Konsep talk show yang dibuat Rosi ini sebenarnya sudah dipikirkan sejak lama. Bahkan, dia terus didesak oleh teman-temannya baik di divisi pemberitaan maupun di luar pemberitaan.

Rosi yang mengaku sebelumnya sempat tidak percaya diri akhirnya menerima tawaran itu. "Rossy" sekaligus menandai kembalinya ia ke layar kaca. Sebab dia sudah lama berada di balik layar ketika masih di SCTV. Lewat "Rossy", Rosiana Silalahi tampil menyapa para pemirsa setianya. Jika dulu masyarakat mengenal Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
berambut pendek ini dengan image yang serius, tajam bahkan terkesan galak, kali ini Rosi hadir dengan karakter barunya. Atribut setelan formil dan kacamata yang menjadi ciri khasnya dulu ketika menjadi pembaca berita, kini tak lagi dikenakannya. Rosi tampil segar dengan Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
kasual dan tanpa kacamata.

Pembawaannya yang serius dan kaku pun seketika sirna dari sosoknya. Rosi terlihat lebih natural, cerdas, bahkan tak jarang ia berhasil menciptakan suasana sentimentil. "Sebenarnya ini diriku banget, yang doyan ngakak, iseng, dan jail," ujar Rosi. Tapi, karena citranya selama ini judes dan galak, Rosi mengaku agak susah beradaptasi sewaktu syuting pertama kali. "Sebelas tahun jadi orang yang serius, galak, dan judes di TV, sekarang harus mulai jadi diri sendiri," katanya.

"Dari awal saya ingin konsep yang humanis, ringan, tapi bermutu dan enggak slapstick. Ciri khas "Rossy" ada pertanyaan berbobot, tapi tidak teknis. Makanya, saya merasa lebih terprovokasi secara intelektual. Waktu baca berita, mereka tertipu! Makanya, saya dibiasakan masih pakai rok, enggak pakai kacamata, supaya enggak terlalu serius," papar Rosi yang mengaku sulit melepaskan imej dari SCTV.

Sarjana Sastra Jepang UI ini juga menginginkan talk show-nya menjadi acara yang tak hanya sekadar menyajikan informasi namun juga dapat mengusung gerakan moral, menginspirasi, serta mengajak pemirsanya berpikir. "Saya ingin memiliki program yang berpengaruh yang jadi alternatif tontonan di tengah banyaknya tayangan sinetron," jelasnya.

Rosi mengaku memandu acara talk show lebih sulit dibandingkan acara bertema politik. Sebab, dia harus mampu mendidik sekaligus menghibur namun tidak menggurui. Ia juga harus menyiapkan banyak pertanyaan yang mengeksplorasi perasaan narasumbernya. "Itu nggak mudah. Di politik, anda hanya tinggal menanyakan gosip-gosip terakhir, membenturkan orang antara ya dan tidak. Mengkonfrontasi dan membuat mereka berantem dan marah. Anda nggak perlu kritis untuk membawakan acara politik, cukup mengajukan pertanyaan provokatif sudah jadi," katanya.

Menurutnya, berita politik yang berisi konflik, kecaman dan perseteruan membuat bosan penonton TV. Mereka membutuhkan tayangan yang mencerdaskan. "Menggerakan orang kan tidak melulu dengan politik," ujarnya.

Rosi dan timnya sempat cemas acara tidak diapresiasi penonton di tengah pesatnya persaingan antar stasiun televisi. Apalagi di jam yang sama, TV lain menayangkan sinetron, lawakan, musik, dan reality show. Namun, sepanjang berpegang pada komitmen awal, ia meyakini acaranya akan mendapat tempat di hati penonton. Ia pun memanfaatkan jaringan yang dimiliki untuk menghadirkan narasumber yang belum tentu bisa dilakukan talk show lain. Antara lain, Direktur Pelaksana Bank Dunia
Direktur Pelaksana Bank Dunia
Sri Mulyani
, Setiawan Djody, Menteri BUMN (2011-2014)
Menteri BUMN (2011-2014)
Dahlan Iskan
, dan Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Wakil Presiden Republik Indonesia (2004-2009), Ketua Umum PMI
Jusuf Kalla
.

"Kata bijak yang selalu kami ikuti, lakukan yang kita bisa di mana pun berada, dengan apa yang dimiliki. Dari dulu saya lebih senang dihormati bukan karena posisi, jabatan, atau sesuatu yang melekat secara harafiah di diri saya. Tapi karena apa yang saya miliki. Itu lebih memanusiakan saya," ujar Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
yang melepas masa lajangnya pada 30 Juli 2005 itu. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pengamat Yang Berani Bersuara Pengusaha Kebab Turki Baba Rafi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Dalam buku ini, Mien R. Uno memaparkan kiat-kiat awet mudanya, yang menurutnya bukanlah hal yang istimewa dan perlu dirahasiakan bahkan banyak dari kiat-kiat tersebut telah kita ketahui, hanya saja kita mengabaikannya seperti selalu bersyukur, berpikir positif, dan menjaga kesehatan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: