WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Melejit Berkat Suara Melengking

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Melejit Berkat Suara Melengking
e-ti | facebook-eddy silitonga

Mama kembalilah padaku… itulah sebait lirik lagu berjudul Mama yang mempopulerkan namanya di tahun 70-an. Warna vokalnya yang berkarakter ditambah dengan kemampuannya menjangkau nada rendah dan tinggi membuat banyak lagu yang dibawakannya berhasil merajai puncak tangga lagu populer. Gaya rambut dan jenggot di dagunya juga banyak ditiru orang kala itu.

 

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Eddy Silitonga

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Eddy Silitonga

QR Code Halaman Biografi Eddy Silitonga
Bio Lain
Click to view full article
Cut Nyak Meutia
Click to view full article
Bob Hasan
Click to view full article
Nadine Chandrawinata
Click to view full article
Yusril Ihza Mahendra
Click to view full article
Teras Narang
Click to view full article
Puti Guntur Soekarno
Click to view full article
Marie Muhammad
BERITA TERBARU

Sejak kecil pria bernama Charles Edison Silitonga kelahiran Pematang Siantar, 17 November 1950 ini sudah kerap mempertunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi. Ia tak pernah belajar vokal secara khusus dan hanya mengandalkan lagu-lagu yang disiarkan RRI sebagai medianya untuk mengasah teknik bernyanyi. Karena terlampau asyik menggeluti hobinya di bidang tarik suara, nilai pelajarannya pun turun drastis. Hal itu menimbulkan kekecewaan di hati sang ibu, yang kemudian memintanya untuk fokus pada sekolahnya. Tapi apalah daya, Pemimpin Aneka Ria Safari TVRI (1980-an)
Pemimpin Aneka Ria Safari TVRI (1980-an)
Eddy Sud
ah terlanjur jatuh hati dengan dunia musik. Dengan tekad yang sudah mantap itu, sulit bisa merubah keinginan Eddy Silitonga untuk menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
ternama.

Bakat bermusiknya itu terus ia asah hingga menginjak masa remaja dengan mengikuti berbagai festival tarik suara. Keikutsertaannya membuahkan sederet prestasi membanggakan, diantaranya juara Festival Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Penyanyi Seriosa
Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Seriosaseriosa se-Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
di Medan tahun 1967, Festival Pop-Singer, serta juara festival lagu populer yang digelar di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
tahun 1976.

Selain tampil solo, Eddy juga pernah membentuk band bernama Madya Sapta. Band tersebut merupakan band yang anggotanya terdiri atas karyawan perkebunan PTP-II Rantau Prapat. Eddy berperan sebagai vokalis sekaligus gitaris.

Dari Madya Sapta band, Eddy kemudian mendirikan grup vokal bernama Eddy's Group. Grup tersebut merilis album yang diberi judul Eddy Silitonga and Eddy's Group. Di album tersebut, terdapat lagu yang fenomenal, Mama, yang pada akhirnya berhasil melambungkan namanya. Lagu ciptaan Murry itu memiliki aransemen dan syair yang sederhana namun semakin bertambah istimewa karena dibawakan oleh penyanyi sekelas Eddy Silitonga. Warna vokalnya yang berkarakter ditambah dengan kemampuannya menjangkau nada rendah dan tinggi menjadikan lagu ini berhasil merajai puncak tangga lagu populer di masa itu.

Lagu Mama kemudian menginsipirasi seorang produser untuk mengangkat ceritanya dalam sebuah film berjudul Kembalilah Mama. Eddy kemudian didaulat menjadi pemeran utama beradu akting dengan penyanyi Nuke Affandy. Sama seperti lagunya, film tersebut sukses di pasaran, namun kesuksesan itu tak membuat Eddy melirik film sebagai karir barunya. Menurutnya, ia bersedia bermain dalam film Kembalilah Mama hanya sebagai sarana mempromosikan lagu-lagunya dan bukan sebagai aji mumpung karena sedang berada di puncak tangga popularitas. Tawaran bekerja sama dalam sebuah judul film dari aktor kawakan Ratno Timor bahkan secara halus ditolaknya. Dengan rendah hati Eddy menampik tawaran tersebut seraya mengucap, ''Tidak punya bakat dan tidak punya tampang sebagai bintang film,'' jelas Eddy singkat seperti dikutip dari harian Republika.

Menginjak masa remaja, ia mengikuti berbagai festival tarik suara. Keikutsertaannya membuahkan sederet prestasi membanggakan, diantaranya juara Festival Penyanyi Penyanyi Seriosa
Penyanyi Seriosa
seriosa
se-Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
di Medan tahun 1967, Festival Pop-Singer, serta juara festival lagu populer yang digelar di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
tahun 1976.

Selain Mama, lagu lain yang ada di album Eddy Silitonga and Eddy's Group adalah, Kini Kusadari, Tangis dan Cinta, Cinta, Malam Itu, Gadis Kusayang, Gadis Eksentrik, Tak Rela, Mengapa Susah, Surabaya, Flamboyan, Perdamaian, Mimpi Sedih, dan Gubahanku.

Sejak saat itu, kesuksesan demi kesuksesan digenggamnya. Album-album Eddy berikutnya seperti Biarlah Sendiri, Tabahkan Hatimu, Doa, Jatuh Cinta, Rindu Setengah Mati, Hitam Atas Putih, Alusi-au, Romo Ono Maling, dan lain sebagainya meledak di pasaran. Dalam satu album bisa empat sampai lima buah lagu yang dibawakannya sering diputar di radio-radio di seluruh Indonesia.Tentunya keberhasilan tersebut tak dapat dilepaskan dari peran musisi bertangan dingin seperti Penyanyi dan pencipta lagu
Penyanyi dan pencipta lagu
Titiek Puspa
, Murry, Bartje van Houten, Johanes Purba, Is Haryanto, dan pencipta khusus lagu daerah Batak, Nahun Situmorang. Dan yang paling berjasa adalah Pencipta lagu, penyanyi
Pencipta lagu, penyanyi
Rinto Harahap
sebagai orang yang pertama kali mengorbitkan Eddy Silitonga.

Di samping lagu beraliran pop, anak ke empat dari sebelas bersaudara ini juga piawai menyanyikan lagu-lagu daerah, tidak hanya terbatas pada lagu Batak asal leluhurnya, juga lagu Melayu, Minang, Manado, Gorontalo bahkan Jawa. Di akhir karirnya sebagai penyanyi sebelum akhirnya terjun sebagai Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
, Eddy sempat meraih juara 1 Pria Lomba Lagu Minang Populer yang digelar di Taman Komponis
Komponis
Ismail Marzuki
, 29 Oktober 1983.

Eddy tak hanya populer lewat suara dan lagu-lagu yang pernah dibawakannya, tapi juga dari penampilannya. Salah satu gaya khas seorang Eddy Silitonga yang mungkin masih melekat dalam ingatan para penggemarnya adalah gaya rambut dan jenggot di dagunya yang banyak ditiru orang kala itu.

Kini penyanyi berdarah Batak itu sudah jarang tampil di layar kaca. Sebagai penyanyi senior ia ingin memberi kesempatan kepada bakat-bakat muda untuk meramaikan blantika musik Indonesia. Meski demikian, ia masih tampil sesekali memperdengarkan suara khasnya di kafe-kafe dan hotel-hotel berbintang, semua itu dilakukan demi kepuasan para penggemarnya. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan faktor usia, ayah empat anak ini membatasi jam terbangnya sebagai penyanyi.

Meski masa keemasannya telah lama berlalu, nama besar Eddy sebagai penyanyi legendaris masih cukup memikat setidaknya bagi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik yang kemudian mempercayakannya sebagai Duta Kebudayaan Indonesia tahun 2010. Tugasnya tak lain adalah mempromosikan budaya dan pariwisata nasional dengan berkeliling dunia melewati 49 negara yang tersebar di lima benua di dunia, dan memakan waktu lebih dari sembilan bulan.

Menurut Eddy Silitonga, program itu terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu bernyanyi di berbagai tempat yang dilewati seperti kafe, restoran, hotel atau panggung rakyat. Kegiatan kedua, adalah melakukan 'people to people contact' dengan masyarakat atau turis setempat. Terakhir, adalah mengadakan acara Malam Kesenian Indonesia di seluruh KBRI yang dilewati. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Si Multitalent Pencetus Kelirumologi Idealis Dalam Berkarya

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menganalisis 10 sifat dalam diri Christian Hadinata yang menjadikan dia bermental juara, ditulis oleh para ahli psikologi,

Catatan Tuhor.com: Buku ini lebih banyak mengulas teori psikologi yang dipadu dengan sedikit biografi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: