gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Melejit Berkat Suara Melengking

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

<< CURRICULUM VITAE
Melejit Berkat Suara Melengking
e-ti | facebook-eddy silitonga
Pekerjaan Utama:
Penyanyi

Lihat CV

"Like" untuk melihat CV Lengkap



Tutup CV

Mama kembalilah padaku… itulah sebait lirik lagu berjudul Mama yang mempopulerkan namanya di tahun 70-an. Warna vokalnya yang berkarakter ditambah dengan kemampuannya menjangkau nada rendah dan tinggi membuat banyak lagu yang dibawakannya berhasil merajai puncak tangga lagu populer. Gaya rambut dan jenggot di dagunya juga banyak ditiru orang kala itu.

Ā 

I N D E K S
Hapus highlights

Tag: Batak, Penyanyi, pop, seriosa

Sejak kecil pria bernama Charles Edison Silitonga kelahiran Pematang Siantar, 17 November 1950 ini sudah kerap mempertunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi. Ia tak pernah belajar vokal secara khusus dan hanya mengandalkan lagu-lagu yang disiarkan RRI sebagai medianya untuk mengasah teknik bernyanyi. Karena terlampau asyik menggeluti hobinya di bidang tarik suara, nilai pelajarannya pun turun drastis. Hal itu menimbulkan kekecewaan di hati sang ibu, yang kemudian memintanya untuk fokus pada sekolahnya. Tapi apalah daya, Eddy sudah terlanjur jatuh hati dengan dunia musik. Dengan tekad yang sudah mantap itu, sulit bisa merubah keinginan Eddy Silitonga Penyanyi Eddy Silitonga untuk menjadi penyanyi ternama.

Bakat bermusiknya itu terus ia asah hingga menginjak masa remaja dengan mengikuti berbagai festival tarik suara. Keikutsertaannya membuahkan sederet prestasi membanggakan, diantaranya juara Festival Penyanyi Seriosa se-Sumatera Utara di Medan tahun 1967, Festival Pop-Singer, serta juara festival lagu populer yang digelar di Taman Ismail Marzuki Komponis Ismail Marzuki tahun 1976.

Selain tampil solo, Eddy juga pernah membentuk band bernama Madya Sapta. Band tersebut merupakan band yang anggotanya terdiri atas karyawan perkebunan PTP-II Rantau Prapat. Eddy berperan sebagai vokalis sekaligus gitaris.

Dari Madya Sapta band, Eddy kemudian mendirikan grup vokal bernama Eddy’s Group. Grup tersebut merilis album yang diberi judul Eddy Silitonga Penyanyi Eddy Silitonga and Eddy’s Group. Di album tersebut, terdapat lagu yang fenomenal, Mama, yang pada akhirnya berhasil melambungkan namanya. Lagu ciptaan Murry itu memiliki aransemen dan syair yang sederhana namun semakin bertambah istimewa karena dibawakan oleh penyanyi sekelas Eddy Silitonga. Warna vokalnya yang berkarakter ditambah dengan kemampuannya menjangkau nada rendah dan tinggi menjadikan lagu ini berhasil merajai puncak tangga lagu populer di masa itu.

Lagu Mama kemudian menginsipirasi seorang produser untuk mengangkat ceritanya dalam sebuah film berjudul Kembalilah Mama. Eddy kemudian didaulat menjadi pemeran utama beradu akting dengan penyanyi Nuke Affandy. Sama seperti lagunya, film tersebut sukses di pasaran, namun kesuksesan itu tak membuat Eddy melirik film sebagai karir barunya. Menurutnya, ia bersedia bermain dalam film Kembalilah Mama hanya sebagai sarana mempromosikan lagu-lagunya dan bukan sebagai aji mumpung karena sedang berada di puncak tangga popularitas. Tawaran bekerja sama dalam sebuah judul film dari aktor kawakan Ratno Timor bahkan secara halus ditolaknya. Dengan rendah hati Eddy menampik tawaran tersebut seraya mengucap, ''Tidak punya bakat dan tidak punya tampang sebagai bintang film,'' jelas Eddy singkat seperti dikutip dari harian Republika.

Menginjak masa remaja, ia mengikuti berbagai festival tarik suara. Keikutsertaannya membuahkan sederet prestasi membanggakan, diantaranya juara Festival Penyanyi Seriosa se-Sumatera Utara di Medan tahun 1967, Festival Pop-Singer, serta juara festival lagu populer yang digelar di Taman Ismail Marzuki Komponis Ismail Marzuki tahun 1976.

Selain Mama, lagu lain yang ada di album Eddy Silitonga Penyanyi Eddy Silitonga and Eddy’s Group adalah, Kini Kusadari, Tangis dan Cinta, Cinta, Malam Itu, Gadis Kusayang, Gadis Eksentrik, Tak Rela, Mengapa Susah, Surabaya, Flamboyan, Perdamaian, Mimpi Sedih, dan Gubahanku.

Sejak saat itu, kesuksesan demi kesuksesan digenggamnya. Album-album Eddy berikutnya seperti Biarlah Sendiri, Tabahkan Hatimu, Doa, Jatuh Cinta, Rindu Setengah Mati, Hitam Atas Putih, Alusi-au, Romo Ono Maling, dan lain sebagainya meledak di pasaran. Dalam satu album bisa empat sampai lima buah lagu yang dibawakannya sering diputar di radio-radio di seluruh Indonesia.Tentunya keberhasilan tersebut tak dapat dilepaskan dari peran musisi bertangan dingin seperti Titiek Puspa, Murry, Bartje van Houten, Johanes Purba, Is Haryanto, dan pencipta khusus lagu daerah Batak, Nahun Situmorang. Dan yang paling berjasa adalah Rinto Harahap Pencipta lagu, penyanyi Rinto Harahap sebagai orang yang pertama kali mengorbitkan Eddy Silitonga.

Di samping lagu beraliran pop, anak ke empat dari sebelas bersaudara ini juga piawai menyanyikan lagu-lagu daerah, tidak hanya terbatas pada lagu Batak asal leluhurnya, juga lagu Melayu, Minang, Manado, Gorontalo bahkan Jawa. Di akhir karirnya sebagai penyanyi sebelum akhirnya terjun sebagai pengusaha, Eddy sempat meraih juara 1 Pria Lomba Lagu Minang Populer yang digelar di Taman Ismail Marzuki, 29 Oktober 1983.

Eddy tak hanya populer lewat suara dan lagu-lagu yang pernah dibawakannya, tapi juga dari penampilannya. Salah satu gaya khas seorang Eddy Silitonga Penyanyi Eddy Silitonga yang mungkin masih melekat dalam ingatan para penggemarnya adalah gaya rambut dan jenggot di dagunya yang banyak ditiru orang kala itu.

Kini penyanyi berdarah Batak itu sudah jarang tampil di layar kaca. Sebagai penyanyi senior ia ingin memberi kesempatan kepada bakat-bakat muda untuk meramaikan blantika musik Indonesia. Meski demikian, ia masih tampil sesekali memperdengarkan suara khasnya di kafe-kafe dan hotel-hotel berbintang, semua itu dilakukan demi kepuasan para penggemarnya. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan faktor usia, ayah empat anak ini membatasi jam terbangnya sebagai penyanyi.

Meski masa keemasannya telah lama berlalu, nama besar Eddy sebagai penyanyi legendaris masih cukup memikat setidaknya bagi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik Menteri ESDM RI (2011-2014) Jero Wacik yang kemudian mempercayakannya sebagai Duta Kebudayaan Indonesia tahun 2010. Tugasnya tak lain adalah mempromosikan budaya dan pariwisata nasional dengan berkeliling dunia melewati 49 negara yang tersebar di lima benua di dunia, dan memakan waktu lebih dari sembilan bulan.

Menurut Eddy Silitonga, program itu terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu bernyanyi di berbagai tempat yang dilewati seperti kafe, restoran, hotel atau panggung rakyat. Kegiatan kedua, adalah melakukan 'people to people contact' dengan masyarakat atau turis setempat. Terakhir, adalah mengadakan acara Malam Kesenian Indonesia di seluruh KBRI yang dilewati. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 14 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Intermezzo
PT.PAL berhasil membuat salah satu kapal terbaik di dunia "Star 50" berbobot 50.000 ton. Salah satu negara yang memesan kapal ini adalah Singapura.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini dikenal sebagai sosok pengusaha dan politisi yang kemudian berkecimpung di dunia birokrat. Setelah menjadi anggota DPR periode

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Tegar Sampai Akhir

    nedyne
    Pengkhianat negara gini, ngapain dipublish... entah berapa dibayar WHO buat jadi antek mafia farmasi
     
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh