Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

    Berita Tokoh Monitor

    KPK-Hukum

    Bisnis-Entrepreneur

    Internet-Social Media

    Budaya-Sastra

    Mancanegara

    Olahraga

    Gaya Hidup

    Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap dua jam.
    Facebook TokohIndonesia.com   Twitter TokohIndonesia.com   Google Plus TokohIndonesia.com
    Berita Video Update Data & Sponsorship Intermezzo Komentar

    Superstar Rock Indonesia

    • zoom in
    • zoom out
    • font color
    • bold

    CURRICULUM VITAE
    Superstar Rock Indonesia
    Ahmad Albar | e-ti | rockerz99.blogspot.com
    Penyanyi, aktor
    Lihat CV

    Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

    Tutup CV

    Pada periode tahun 70 hingga 90-an, Ahmad Albar sukses dengan grup musik legendarisnya, Goodbless dan Gong 2000. Suara khas rockernya ditambah dengan rambut kribonya sempat menjadi tren di kalangan anak muda. Ia menjadi satu-satunya penyanyi rock angkatan 1970-an yang masih "laku" dalam rekaman maupun panggung sampai saat ini.

    QR Code Halaman Biografi Ahmad Albar
    • biografi tokoh indonesia ahmad albar
    • biografi tokoh ahmad albar
    • ahmad albar grace simon
    • foto tempo dulu musisi indonesia ahmad albar
    • video ahmad albar dan grace simon
    • tokoh tokoh musik rock indonesia
    • tokoh rock
    • autobiography ahmad albar
    • tokoh rock indonesia
    • biodata tokoh musik rock
    • biografi iptu ardila

    Ahmad Syech Albar, demikian nama lengkap pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 16 Juli 1946 ini. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara pasangan Syech Albar dan Farida Al-Hasni. Sayangnya, pernikahan kedua orangtua Albar tidak bertahan lama. Setelah bercerai, ibunda Albar kemudian menikah dengan seorang artis bernama Produser film
    Produser film
    Djamaluddin Malik
    .

    Sebelum namanya dikenal sebagai Lihat Daftar Penyanyi
    Lihat Daftar Penyanyi
    penyanyi
    , Albar terlebih dahulu terjun ke dunia seni peran. Ia mulai berakting sejak masih kanak-kanak. Tahun 1957, saat usianya baru menginjak 11 tahun, Albar memulai debutnya sebagai aktor cilik dengan membintangi film berjudul Jenderal Kancil. Tak lama setelah itu, ia mulai menggeluti dunia musik. Kala itu Albar dan dan teman-temannya membentuk sebuah band bernama Bintang Remaja. Band tersebut pernah tampil dalam Festival Band Bocah di Lapangan Banteng, Jakarta. Sayangnya baru dua tahun berdiri, band tersebut bubar.

    Menjelang usia remaja, Albar kembali membentuk sebuah band, kali ini ia menggandeng Titi Qadarsih untuk bergabung dalam band Kuarta Nada. Sama seperti Bintang Remaja, Kuarta Nada pun tak berumur panjang.

    Hingga pada akhirnya, sekitar tahun 1960, pria yang akrab disapa Iyek ini berangkat ke Belanda. Di negeri kincir angin itu ia terus mengembangkan talenta bermusiknya. Tahun 1966, Albar kemudian mendirikan band yang diberi nama Take Five. Walau hanya sanggup bertahan selama setahun, band tersebut sempat mengikuti festival dan Albar dinobatkan sebagai vokalis terbaik.

    Setelah Take Five bubar, kakak tiri pedangdut Camellia Malik itu bergabung dengan band lain bernama Clover Leaf. Sebanyak 9 single berhasil ditelurkannya dengan sejumlah hits di antaranya, "Don't Spoil My Day" dan "Grey Clouds".

    Sepuluh tahun lebih merantau di negeri orang, dirasa cukup bagi Albar yang kemudian memutuskan untuk kembali ke Tanah Air di penghujung tahun 1972. Ia datang bersama gitaris Clover Leaf, Ludwig Lemans. Albar yang lama tidak mengikuti perkembangan musik di Indonesia, kemudian mengamati kehidupan bermusik khususnya masyarakat ibukota, Jakarta. Dari hasil pengamatannya itu, mulailah tercetus ide untuk kembali membentuk sebuah grup musik yang di kemudian hari dikenal dengan nama God Bless.

    Pada awal tahun 1973, ayah tiga anak ini kemudian menggaet Hassan, Donny Fattah, Jockie Surjoprajogo, dan Ludwig Lemans. Kelimanya kemudian mengadakan latihan di Puncak selama dua minggu untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Komponis
    Komponis
    Ismail Marzuki
    yang dihelat 5 Mei 1973.

    Dari pergelaran musik, God Bless kemudian merilis album perdananya yang bertajuk God Bless di tahun 1975. Prestasi lain yang diukir God Bless adalah menjadi band pembuka konser band rock ternama asal Amerika Serikat, Deep Purple, di Jakarta. Kesuksesan demi kesuksesan yang diraih Albar bersama God Bless, membuat sosoknya menjelma menjadi superstar rock Indonesia. Hal tersebut jua yang kemudian membuat Majalah Tempo edisi 27 September 1975 menampilkan Ahmad Albar sebagai laporan utama dengan memajang foto pria keturunan Arab itu di sampul depan.

    Sebelum namanya dikenal sebagai Lihat Daftar Penyanyi
    Lihat Daftar Penyanyi
    penyanyi
    , Albar terlebih dahulu terjun ke dunia seni peran. Ia mulai berakting sejak masih kanak-kanak. Tahun 1957, saat usianya baru menginjak 11 tahun, Albar memulai debutnya sebagai aktor cilik dengan membintangi film berjudul Jenderal Kancil.Tak lama sesudah itu, ia mulai menggeluti dunia musik. Bersama teman-temannya membentuk sebuah band bernama Bintang Remaja.

    Dua tahun berselang, God Bless mulai sepi tawaran manggung. Sepi order tak mengeringkan semangat berkreasi Albar. Ia pun melahirkan terobosan baru dalam karir bermusiknya. Pemilik rambut kribo itu kemudian berkolaborasi dengan Ucok Harahap, vokalis AKA Band yang juga berambut kribo. Akhirnya dari kemiripan gaya rambut itu, terlahirlah Duo Kribo.

    Dalam proses penggarapan album Duo Kribo, Albar juga melibatkan rekan-rekan sesama musisi rock seperti Ian Antono dan Jockie Surjoprajogo. Duet maut Albar-Ucok terbilang cukup fenomenal dengan raihan penjualan kaset sebesar 100 ribu copy. Untuk ukuran musik rock, angka tersebut terbilang fantastis. Pasalnya di masa itu, pasar musik rock masih sangat terbatas.

    Fenomena Duo Kribo kemudian mewabah hingga ke dunia perfilman. Tahun 1978, Albar-Ucok didapuk untuk berperan sebagai sepasang saudara kembar yang sama-sama menggeluti dunia musik dalam film Duo Kribo. Dalam film yang turut dibintangi aktris Grace Simon dan Eva Arnaz itu mengisahkan Ucok yang diasuh dan dibesarkan di Medan merupakan Lihat Daftar Penyanyi
    Lihat Daftar Penyanyi
    penyanyi
    lagu-lagu melankolis sementara Albar yang dibesarkan di Jakarta dan sempat belajar serta bermain musik di Eropa adalah penyanyi lagu-lagu berirama cadas dan kembali ke Indonesia menebar ancaman bagi Ucok. Mereka akhirnya bertemu dan berduet hingga memiliki banyak penggemar.

    Di saat yang bersamaan dengan syuting film tersebut, Duo Kribo dibantu Ian Antono sedang disibukkan dengan penggarapan album Dunia Panggung Sandiwara. Album yang memuat 11 tembang cadas itu meraih sukses besar di pasaran. Bahkan salah satu lagunya yang berjudul Dunia Panggung Sandiwara digemari hingga ke dataran Asia Tenggara. Temanya yang sederhana namun memiliki makna membuat lagu yang liriknya ditulis pujangga kenamaan Taufik Ismail itu kerap dinyanyikan ulang oleh banyak penyanyi seperti Grace Simon, Nicky Astria, Nike Ardilla, hingga Sheila On 7.

    Setelah berkolaborasi dan tergabung dalam band, Albar meluncurkan album solo perdananya, Zakia, di tahun 1979. Namun ia mengusung musik dangdut bukan musik rock, genre musik yang selama ini digelutinya. Pilihan itu sempat menimbulkan kekecewaan pada sebagian penggemar fanatiknya. Kekecewaaan itu bisa dimengerti karena di masa itu sebagian masyarakat masih menganggap dangdut sebagai musik kampungan. Membawakan lagu dangdut sebenarnya bukan atas inisiatif pribadi Albar melainkan atas prakarsa Masheri Mansyur, seorang Lihat Daftar Wartawan
    Lihat Daftar Wartawan
    wartawan
    majalah musik Junior.

    Album solo perdana Albar berisi sembilan lagu yang enam diantaranya merupakan karyanya sendiri, lagu-lagu tersebut adalah Zakia, Karena Harta, Mawar Merah, Raja Kumbang, Tuhan Ada, dan Beku. Sementara tiga lagu lainnya adalah Pernyataan; ciptaan M Harris, Obral; karya Penyanyi dan pencipta lagu
    Penyanyi dan pencipta lagu
    Titiek Puspa
    , dan satu lagu sumbangan Ian Antono berjudul Raja Sehari. Dari sekian judul lagu itu, lagu Zakia-lah yang paling mendulang sukses di pasaran. Keberhasilan lagu yang bercerita tentang seorang penari Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    Lihat Daftar Tokoh Perempuan
    wanita
    itu tak lepas dari tangan dingin Ian Antono, dialah yang meramu aransemen musiknya sehingga enak didengar.

    Kiprahnya di dunia dangdut semakin meluas dengan keterlibatannya pada sebuah film musikal dangdut bertajuk 'Irama Cinta'. Dalam film itu, Albar beradu akting dengan lawan mainnya, Penyanyi Dangdut
    Penyanyi Dangdut
    Elvy Sukaesih
    . Bersama si Ratu Dangdut ia tampil duet membawakan lima lagu yakni 'Aku Bahagia', 'Rasa Berdebar', 'Seharusnya Kau Tahu', 'Engkau Jauh', dan 'Lintah Darat'.

    Namun dangdut rupanya hanya menjadi persinggahan sementara Ahmad Albar, tahun 1980 Albar kembali berkarya sebagai rocker membawa bendera God Bless dengan mengeluarkan album kedua berjudul Cermin. Ian Antono, sosok yang kerap membidani lahirnya karya-karya emas Ahmad Albar juga mulai bergabung bertepatan dengan keluarnya album kedua God Bless. Setelah peluncuran Cermin, God Bless lama tak menelurkan album, namun Albar, sang vokalis terus berkiprah di jalur solo atau berkolaborasi dengan penyanyi lain seperti Gito Rollies, Mus Mujiono, Fariz RM, Farid Hardja, hingga Nicky Astria.

    Selain tercatat sebagai vokalis God Bless, Albar juga terpilih menjadi vokalis Gong 2000, sebuah band rock yang dipunggawai Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio, Harry Anggoman, dan Donny. Pilihan itu didasari dari pengalaman Albar sebagai rocker yang sudah malang melintang selama bertahun-tahun. Tanggal 26 Oktober 1991, band itu menggelar konser di Parkir Timur Senayan, didukung peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt penampilan memukau Albar dkk memuaskan sekitar 100.000 penonton. Dalam kurun waktu dari tahun 1991 hingga 2000, God Bless menghasilkan empat buah album rekaman yang masing-masing berjudul: Bara Timur, Gong Live, Laskar, dan Prahara.

    Gong 2000 tak ubahnya reinkarnasi God Bless karena masih digawangi wajah-wajah lama yakni Albar, Ian, dan Donny. Akan tetapi, penggemar tampaknya tidak peduli apakah yang mereka dengar Gong 2000 atau God Bless, yang terpenting mereka bisa menikmati tiga superstar rock itu beraksi.

    Albar memang seniman rock sejati, di saat usianya yang sudah tak mudah lagi ia beberapa kali masih terlihat tampil dalam pegelaran musik cadas itu. Konsernya pun tak hanya diadakan di dalam negeri tapi hingga ke mancanegara. Misalnya saat perayaan hari jadi grup rock asal Malaysia, Search, yang dihelat pada 7 Februari 2004, ia tampil bersama God Bless di Kuala Lumpur.

    Namun di antara sederet prestasi membanggakan itu, Ahmad Albar tak ubahnya seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Pada 26 September 2007, ia ditangkap di rumahnya karena diduga terlibat kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Ancaman pasal berlapis pun mau tak mau harus dihadapi mantan suami Rini S Bono itu. Ia dituduh bersekongkol dengan buronan kasus narkoba bernama Jenny, di rumahnya, Cinere, Depok.

    Selain itu, ada temuan berupa sebutir ekstasi dalam kamar mandinya serta hasil tes urinenya turut menguatkan tuduhan tersebut. Setelah menjalani serangkaian sidang dan mengikuti proses hukum berbulan-bulan lamanya, ayah dari Fauzi, Fachri, dan Fadli itu akhirnya divonis 8 bulan penjara potongan tahanan 7 bulan dan denda 6 juta rupiah. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU, 1 tahun penjara. Sang rocker gaek itu akhirnya menghirup udara bebas pada tanggal 11 Juli 2008. eti | muli, red

    © ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
    Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 11 Feb 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012

    Update Data & Sponsorship

    Dukungan Anda, Semangat Kami

    (1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

    Update Konten/Saran

    Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

    • Menambah (Daftar) Tokoh
    • Memperbaharui CV atau Biografi
    • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
    • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
    • Menambah Galeri Foto
    • Menambah Video
    • Menjadi Member
    • Memasang Banner/Iklan
    • Memberi Dukungan Dana
    • Memberi Saran

    Contoh Penggunaan

    Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

    Rumah Presiden SBY

    Rumah Presiden Soekarno

    Rumah Megawati Soekarnoputri

    Silakan menghubungi kami di:

    • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
    • Email:
    • Atau gunakan FORM KONTAK ini

    Sponsorship

    Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

    Sponsor Bronze
    Sponsor Bronze: US$50
    Sponsor Silver
    Sponsor Silver: US$250
    Sponsor Gold
    Sponsor Gold: US$500


    Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
    Beri Komentar

    Facebook

    Share on Myspace

    TIKomen

    Beri Komentar

    Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


    Kode keamanan Refresh

    Intermezzo
    Sebelumnya, suku-suku di Indonesia punya makanan pokok masing-masing. Baru sejak pemerintahan Orde Baru, makanan pokoknya diseragamkan menjadi nasi.

    Bio Lainnya

    Click to view full article

    Jejak rekam Letjen TNI Moeldoko terbilang cemerlang. Dia pernah ikut satuan teritorial, tempur, operasi di dalam dan luar negeri, berkecimpung di lembaga pendidikan termasuk

    Click to view full article

    Dosen senior FEUI yang dikenal sebagai ekonom, peneliti dan konsultan ini pernah menjadi staf khusus Lihat Daftar Menteri
    Lihat Daftar Menteri
    Menteri
    Keuangan dan berperan di G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional,

    Click to view full article

    Setelah 10 tahun memimpin BTN, Iqbal Latanro didapuk menjadi Lihat Daftar Direktur
    Lihat Daftar Direktur
    Direktur
    Utama PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) Persero.

    Click to view full article

    Bernyanyi bagi Harvey Malaihollo tak sekadar profesi tapi bagian dari hidup. Ketika hati gembira atau sedih, ia akan tetap bernyanyi.


    Baru Dikunjungi

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

    Favorit Saya

    Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
     

    Komunitas

    • Terbaru
    • Komentar

    Like to Support Us