WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Eksis Hingga Akhir Hayat

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Eksis Hingga Akhir Hayat
Ida Kusumah | e-ti | kapanlagi.com

Di saat kawan-kawan seangkatannya sudah nyaris tenggelam namanya, Ida Kusumah tetap eksis berkegiatan sebagai artis film layar lebar maupun layar kaca. Ida menghembuskan nafas terakhirnya di sela-sela proses shooting sinetron populer Cinta Fitri, Kamis 25 November 2010.

Pemain film dan sinetron
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ida Kusumah

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ida Kusumah

QR Code Halaman Biografi Ida Kusumah
Bio Lain
Click to view full article
Alvin Lie
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Kiras Bangun
Click to view full article
Ninok Leksono
Click to view full article
Broery Pesulima
Click to view full article
Wiranto
Click to view full article
Ratu Atut Chosiyah

Bagi pecinta film dan sinetron, nama Ida Kusumah tentunya sudah tak asing lagi. Di penghujung karirnya, hampir setiap hari pemirsa televisi menyaksikan kebolehan Ida dalam berakting dalam sebuah sinetron kejar tayang. Cerewet dan cenderung ceplas-ceplos menjadi ciri khas Ida dalam setiap penampilannya. Ciri khas lainnya adalah logat Sundanya yang kadang bercampur aduk dengan Bahasa Inggris dan Belanda.

Aktris kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1939 ini terlahir dengan nama Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah. Debutnya di dunia seni peran dimulai pada tahun 1955. Kala itu Ida menjadi salah satu pemain dalam film berjudul "Puteri Revolusi". Film arahan sutradara Ali Yugo itu didukung sejumlah aktor terkenal pada masa itu seperti Soekarno M. Noer dan Turino Djunaedi. Setelah membintangi film pertamanya, Ida mulai mendapat tawaran menjadi pemeran pendukung dalam sejumlah film lainnya.

Kemudian pada tahun 1961, Ida mulai dipercaya untuk menjadi pemeran utama dalam film besutan sutradara A. W Sardjono yang berjudul "Malam tak Berembun". Dalam film tersebut, Ida beradu akting dengan aktor A. N Alcaff.

Karirnya di dunia akting tak terlalu mulus. Meski demikian, Ida tak patah semangat, kurang bersinar di panggung seni peran, ia lantas mencari peruntungan baru dengan beralih ke bidang tarik suara dan modeling. Pilihannya tak salah, berkat kepiawaiannya berlenggak-lenggok di atas catwalk, ia dinobatkan sebagai Putri Peragawati I dan Ratu Jakarta III di tahun 1960.

Selain itu, di tahun 60-an, Ida kerap menghibur para prajurit dengan menyanyi dan menari dalam berbagai kesempatan baik dalam operasi Trikora, Dwikora, maupun ketika penumpasan G30S/PKI.

Tahun 1967, Ida kembali ke dunia layar lebar dengan membintangi film Menjusuri Djejak Berdarah, film tersebut disutradarai Misbach Yusa Biran, suami Nani Wijaya yang juga menjadi sahabat Ida di kelompok The Golden Girls yang beranggotakan empat aktris senior. Personil lainnya adalah Conny 'Bu Hebring' Sutedja dan Rina Hasyim.

Selain bermain dalam film bertema drama, ibu empat anak ini juga beberapa kali menjadi pemeran pendukung dalam film bergenre komedi dengan terlibat pada film yang dibintangi aktor serba bisa, Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
ueb dan grup lawak legendaris Warkop DKI.

Saat industri perfilman Tanah Air tengah mati suri di tahun 90-an, Ida banting stir dengan bermain dalam sinetron yang kebetulan saat itu tengah menjamur. Ida terbilang pandai mempertahankan eksistensinya di dunia seni peran, di saat kebanyakan kawan-kawan seangkatannya sudah nyaris tenggelam namanya. Di usia senjanya, ia masih kebagian peran di sinetron yang sangat populer saat ini, Cinta Fitri dan lewat perannya dalam sinetron produksi MD Entertainment itu popularitas si pemeran "Oma" ini semakin menanjak.

Karena dedikasinya, pada tahun 2008, SCTV memberikan penghargaan Life Time Achievement kepada Ida Kusumah. Sebenarnya penghargaan tersebut bukan yang pertama kali didapatnya. Jauh sebelum itu, loyalitas Ida di dunia perfilman telah diganjar dengan penghargaan Kesetiaan Profesi dari Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) yang dianugerahkan padanya pada tahun 1996.
Hingga tahun 2010, terhitung sudah puluhan judul film yang dibintanginya. Bebek Belur adalah film layar lebar yang terakhir ia bintangi. Ia merasa bersyukur atas penerimaan masyarakat dan industri perfilman, sinetron, dan juga iklan ketika generasi berganti dan regenerasi terus terjadi.

Kesetiaannya pada dunia seni peran sungguh tak dapat diragukan lagi. Ida menghembuskan nafas terakhirnya di sela-sela proses shooting sinetron Cinta Fitri, Kamis 25 November 2010. Ida meninggal di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta Selatan akibat serangan jantung. Aktris gaek yang identik dengan ucapan "si borokokok" itu dikebumikan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Jumat 26 November 2010.

Di mata anak-anaknya, mendiang Ida Kusumah dikenal sebagai sosok yang disiplin, selalu tepat waktu dan tak pernah membeda-bedakan kasih sayang untuk anak. Satu hal yang sangat diingat anak-anaknya dari sosok ibunda mereka adalah kebawelannya. "Bawelnya Mama kalau lagi khawatir sama kami. Kalau dia lagi enggak syuting, pada kumpul, pasti dia sempatin masak," tutur salah seorang anak Ida.
Almarhumah meninggalkan empat orang anak, yakni Ellan Setia Tobing dan Dolli Galih Tobing dari suami pertamanya Tigor Tobing (alm). Sedangkan dari suami keduanya, Bambang Soekarno (alm), Ida dikaruniai dua orang buah hati yakni Heru Sudewo dan Euis Hendryawati. e-ti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Hakim Mk Yang Tak Lagi Tergiur Harta Komposer Dan Pencipta Lagu

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Apakah kamu pencinta wisata kuliner yang rindu akan makanan khas daerah asal? Atau mungkin kamu ingin merasakan berbagai makanan khas daerah Nusantara?

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: