WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Spesialis 'Lagu Cengeng'

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Spesialis 'Lagu Cengeng'
Dian Piesesha | e-ti | kapanlagi.com

Namanya melejit ke deretan papan atas penyanyi Indonesia setelah sukses mempopulerkan tembang berjudul Tak Ingin Sendiri ciptaan Pance Pondaag.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Dian Piesesha

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Dian Piesesha

QR Code Halaman Biografi Dian Piesesha
Bio Lain
Click to view full article
Yenti Garnasih
Click to view full article
Roem Rowi
Click to view full article
Th. Sumartana
Click to view full article
Hidayat Nur Wahid
Click to view full article
MS Hidayat
Click to view full article
Muladi
Click to view full article
Damien Dematra
BERITA TERBARU

Tahun 80-an adalah masa lagu-lagu melankolis merajai selera musik masyarakat Indonesia. Meski pemerintah kala itu mencapnya sebagai lagu cengeng, toh tetap saja lagu-lagu tersebut digemari para pencinta musik Tanah Air. Di saat seperti itulah muncul Dian Piesesha, biduan yang memang sangat mahir dan cocok membawakan lagu-lagu melankolis. Pembawaannya yang bersahaja, serta tatapan mata yang sendu membuat lagu-lagu pop melow semakin pas dilantunkan pemilik nama asli Diah Daniar ini. Kemahirannya membawakan lagu-lagu melankolis itu telah menempatkan namanya pada deretan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
terpopuler kala itu.

Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
kelahiran Bandung, 9 Maret 1961 ini mulai mengenal dunia tarik suara sejak tahun 1976. Piesesha yang kala itu masih berumur 14 tahun, awalnya hanya menyanyi bersama teman-temannya. Setelah itu baru kemudian beranjak ke atas panggung.

Dari satu panggung ke panggung lainnya, Piesesha memperdengarkan suara merdunya, hingga suatu saat dewi fortuna mulai menghampirinya. Sebuah perusahaan rekaman bernama Padang Surya Mas Record menawarkannya membuat album rekaman. Di bawah naungan label perusahaan ini, nama Dian Piesesha mulai dikenal dan sempat menghasilkan 4 album.

Tahun 1981, Piesesha memutuskan untuk pindah ke perusahaan rekaman JK Record milik Judhi Kristianto. Di label inilah namanya melejit ke deretan papan atas Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Indonesia setelah sukses mempopulerkan tembang berjudul Tak Ingin Sendiri ciptaan Pance Pondaag. Album yang rilis tahun 1984 itu laris manis di pasaran, bahkan konon angka penjualannya mencapai jutaan kopi, sebuah rekor yang terbilang fantastis ketika itu.

Keberhasilan Piesesha dalam menapaki setiap jenjang karir bermusiknya memang tak bisa dilepaskan dari peran Pance Pondaag. Pria yang dikenal sebagai musisi bertangan dingin itu sukses mengorbitkan sejumlah artis Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
. Sebut saja Maya Rumantir, Aktris
Aktris
Meriam Bellina
, dan tentunya Dian Piesesha. Tak ayal, makanya saat mendengar kabar meninggalnya Pance pada 3 Juni 2010 lalu, Piesesha termasuk salah seorang yang merasa paling terpukul.

Di mata Dian Piesesha, pria kelahiran Makassar itu bukan hanya sebagai guru yang telah mengajarkan banyak ilmu padanya. Lebih dari itu, Pance adalah kakak sekaligus sahabatnya. Selama mengenal Pance, Piesesha mengaku banyak sekali kesan yang ditinggalkan untuk dirinya. "Yang paling berkesan, dia selalu memberi semangat, dia tahu saya dari desa istilahnya, dan dia tahu saya selalu dianak-tirikan waktu dulu. Dia selalu memberikan semangat. Dia bilang, 'Kamu jangan takut'," kenang Piesesha.

Menurut Piesesha, sebelum tutup usia, Pance sempat menjanjikan dua lagu kepada dirinya. Hal itu memang tidak mengherankan karena semenjak Pance jatuh sakit, Piesesha-lah yang paling memperhatikannya di antara artis-artis orbitan Pance yang lain. Sayangnya, terakhir sebelum Piesesha berhasil menemuinya, Pance sudah terlanjur dipanggil Tuhan.

Selain cerita di balik kedekatannya dengan almarhum Pance Pondaag, Piesesha juga punya sebuah kisah menarik saat menolong seseorang yang tengah dalam kondisi koma, bukan dengan obat-obat medis ataupun tradisional tapi dengan suara lembutnya.

Menurutnya, cerita bermula saat ia tengah menghadiri undangan menyanyi di Pekanbaru. Tiba-tiba ia dihubungi salah seorang temannya yang kebetulan adalah kerabat Ketua MPR (2009-2014)
Ketua MPR (2009-2014)
Taufiq Kiemas
, suami Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Presiden Republik Indonesia Kelima (2001-2004)
Megawati Soekarnoputri
yang saat itu menjabat sebagai presiden. Sang teman yakin, mertua RI1 yang sedang terbaring sakit itu bisa sembuh bila mendengar suara Dian Piesesha yang merupakan penyanyi idolanya. "Aku deg-degan. Malamnya tidak bisa tidur. Aku terus berdoa," aku Piesesha.

Begitu tiba di Jakarta, ia langsung meluncur ke rumah sakit dan langsung menyanyikan lagu hitsnya, Tak Ingin Sendiri, di telinga ibunda Taufiq. Tak disangka, mulut Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
renta yang tadinya tertutup rapat itu tiba-tiba bergerak dan mengikuti lirik lagu yang dinyanyikannya. "Selanjutnya, kami bernyanyi bersama-sama," kenang Dian.

Keberhasilan yang sebelumnya tak pernah diduga itu menimbulkan perasaan bahagia tak terkira di hati Piesesha. Untuk "jasa"nya itu, Piesesha juga mengaku menerima imbalan materi tapi ia enggan menyebutkan nominalnya. Menurut pengakuannya, uang tersebut langsung disumbangkan kepada anak yatim. "Ini kan bukan proyek komersial. Masa, aku pasang harga dan menikmati uangnya, sih," tutur ibu dua anak ini.

Masa-masa keemasan Dian Piesesha memang telah lama berlalu, tapi tampaknya ia ingin terus menyapa para penggemarnya yang sudah merindukan suara khasnya. Maka pada 24 Januari 2007, ia meluncurkan album terbarunya yang diberi judul Kerinduan. Di album ini, ia menggaet beberapa nama lain yang merupakan gabungan teman-teman musisi seangkatannya, seperti Dian Pramana Poetra, Ika Ratih Puspa, serta generasi musisi baru seperti Ricky Lionardi, Indra Aziz, Ade dan Tommy Widodo.

Lagu-lagu lawas yang pernah dipopulerkannya seperti Tak Ingin Sendiri, Pintu Hati, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
, Hadirmu, Kerinduan, dan Permata Hatiku dikemas kembali dalam album ini dengan aransemen bernuansa swing Lihat Daftar Tokoh Jazz
Lihat Daftar Tokoh Jazz
jazz
yang sederhana tapi lebih nyaman dinikmati. Di samping itu, dalam album teranyarnya ini, Piesesha juga berduet dengan putrinya yang bernama Wulan, di lagu Cinta.

Sebagaimana manusia biasa yang tak pernah luput dari cobaan dan ujian dari Tuhan demikian halnya dengan Piesesha. Saat tengah berada di puncak karirnya, ia pernah divonis menderita tumor. Tidak hanya itu, pita suaranya pun sempat mengalami gangguan. Namun sederet cobaan itu tak serta merta merontokkan semangatnya untuk terus bernyanyi. "Saya tidak menyerah dan bisa eksis sebagai penyanyi hingga kini," ujar Piesesha menegaskan optimismenya. e-ti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Membawa Ideologi Kenormalan Doktor Ilmu Komunikasi Pertama

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Jusuf Kalla

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

This book gives you a huge knowledge of what you need for understanding the market for watches. The book is full of beautiful photos of some of the Worlds most awesome timepieces and what's under the hood.

Note: A must have buat pencinta/kolektor jam tangan. Harga cover US$35.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: