WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Piawai Mencipta Lagu

Piawai Mencipta Lagu
e-ti | my.operas.com

Cuek dan slengean, itulah kesan yang pertama kali tertangkap dalam diri Dewiq. Namun, di balik pembawaannya yang 'unik' itu, puluhan lagu-lagu hits telah berhasil diciptakannya. Lagu-lagunya banyak dinyanyikan oleh penyanyi ternama seperti Bunga Citra Lestari, Siti Nurhaliza, Gita Gutawa, hingga sang legenda hidup Iwan Fals.

Penyanyi, pencipta lagu
Lihat Curriculum Vitae (CV) Dewiq

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Dewiq

Dalam mencipta lagu, wanita yang bernama lengkap Dewi Bayu Wardhani ini tak pernah membatasi diri pada satu jenis aliran musik tertentu, meski sebenarnya ia adalah penggemar fanatik musik ballad blues. Sementara dalam hal inspirasi, ia mengaku banyak diilhami dari curahan hati para sahabatnya. "Kalau tidak curhat, aku harus ngebayangin dulu, dan itu lebih susah. Aku 'tuh nggak bisa ngarang-ngarang kalau bikin lagu," aku Dewiq.

Wanita kelahiran Makassar, 15 Juni 1975 ini mengisahkan kebiasaannya itu mulai muncul saat dirinya masuk dalam komunitas Slankers era Pay masih tergabung dalam band yang bermarkas di gang Potlot itu. "Aku ini slankers loh," ujarnya. Dewiq mengatakan, ketika bergabung di komunitas itu, sering banyak orang yang bercerita tentang banyak hal pada dirinya. Dan menurutnya, dari situlah ia banyak menemukan energi untuk mencipta lagu.

Kepiawaian Dewiq dalam mencipta lagu memang patut diacungi jempol. Untuk membuat sebuah karya yang indah, tak jarang ia hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Lagu-lagu yang diciptakannya dalam waktu singkat itu antara lain lagu Jernih yang diciptakannya untuk Marcell, dan Cinta di Ujung Jalan yang dibawakan Agnes Monica.

Minat Dewiq pada musik memang telah terlihat saat ia masih belia. Ketika masih berseragam SD di kota kelahirannya, Makassar, ia sering mendatangi radio, tempat di mana ayahnya bekerja. Di situlah ia mendengarkan kaset dari berbagai pemusik dan penyanyi. Diawali dari ketertarikannya yang besar pada musik kala itu, ia kemudian berniat belajar musik.

Sebelum dikenal sebagai pencipta lagu berbakat seperti saat ini, Dewiq mengawali karirnya di dunia musik dengan menjadi seorang solois. Tapi ia mengaku bahwa ia secara tak disengaja menjadi penyanyi karena ia sebelumnya adalah pemain drum.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini awalnya belajar memainkan gitar sejak SMP. Saat masuk SMA, di Jakarta, ia ingin belajar instrumen lain dan pilihannya jatuh pada drum. Selanjutnya, alat musik inilah yang paling ia kuasai. Sementara untuk jenis aliran musik yang ia gandrungi kala itu adalah musik rock. Tak heran jika ia amat menggemari alunan musik cadas ala grup band rock legendaris seperti Gun n Rose, Black sabath, Rolling Stones, Scorpion dan Metallica.

Selepas SMA, putri pasangan Bambang Yuliarto dan Myrna Amy Nigell ini meneruskan pendidikannya di STIBA (Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing) Jurusan Sastra Inggris, Bandung. Kecintaannya pada musik rock pun berlanjut saat ia menjadi mahasiswi. Bersama teman-teman kampusnya, Dewiq membentuk grup band Red Rose yang khusus memainkan musik Extreme, Mr Big, dan Led Zeppelin. Di band tersebut Dewiq bertindak sebagai drummer.

Keseriusan band tersebut dalam bermusik dapat dilihat dengan getolnya mengikuti berbagai festival musik. Namun sayang, tampaknya Dewiq kurang pandai membagi waktu. Karena terlalu disibukkan dengan kegiatan nge-band-nya, kuliahnya pun terbengkalai. "Ujian negara saya tinggalkan demi main musik, ya akhirnya kuliah berantakan, hanya sampai semester empat," tutur Dewiq santai.

Suatu kali, kepiawaiannya menggebuk drum didengar salah satu personel U Camp. Kebetulan, band itu sedang membuat proyek band U Camp versi cewek. "Saya dikontak dan diajak bergabung," kenang Dewiq. Selanjutnya, suatu hari ketika sedang menunggu latihan buat proyek band ini, Dewiq bermain gitar sambil berdendang. Alunan suaranya yang khas rupanya didengar Erry, pemain bas U Camp. Dewiq pun disuruh bernyanyi.

Ia lalu digaet perusahaan rekaman Union Artist untuk rekaman. "Saat itu, saya mikir, uang dari pembuatan album itu bisa untuk membeli drum (merek) DW. Ternyata uangnya nggak cukup buat beli drum," ujar Dewiq mengenang awal masuknya dirinya ke dapur rekaman. Meski demikian, Dewiq tetap merampungkan album pertamanya yang berjudul Weeq itu pada tahun 1996. Angka penjualan album perdananya tersebut terbilang lumayan untuk ukuran seorang penyanyi pendatang baru. Sebanyak 30 ribu keping albumnya laku terjual.

Oleh sebab itu, Union Artist ingin melanjutkan ke album kedua dengan mengajak Pay untuk membuat aransemennya. "Albumnya nggak jadi, kami malah pacaran. Tapi saya justru belajar banyak dari Pay, terutama dalam bermain gitar," ujar Dewiq mengakui bahwa kesuksesan yang diraihnya itu tidak terlepas dari peran pria berdarah Batak bernama lengkap Parlin Burman Siburian tersebut.

Setelah itu, Dewiq merilis album-album selanjutnya di bawah naungan label rekaman yang berbeda-beda. Album keduanya Apa Adanya (1999) direkam di bawah bendera perusahaan rekaman Metro. Sedangkan album ketiga, Hanya Manusia Biasa (2001) direkam di perusahaan rekaman Universal Music. Ketiga albumnya itu, meski tidak terlalu meledak di pasaran, cukup mendapat tempat di hati para pecinta musik.

Di tahun yang sama dengan peluncuran album ketiganya yakni tahun 2001, Dewiq dan Pay meresmikan hubungan mereka ke jenjang perkawinan. Tapi sayang, biduk rumah tangga mereka hanya bertahan selama enam tahun. Tahun 2007, pasangan itu resmi bercerai.

Kembali ke masalah rekaman, usai album ketiga, Dewiq memutuskan mundur dari dunia panggung. "Kalau jadi penyanyi, saya terikat harus promo ke sana dan ke sini. Saya nggak suka yang begitu-begitu. Capek," keluhnya. "Ia pun memilih berada di balik layar dengan menjadi pencipta lagu.

Lagu pertamanya, Dunia Belum Berakhir disodorkan pada Shaden. Lagu itu berhasil melejitkan nama grup band yang terdiri dari kakak beradik itu di pentas musik lokal. Sejak itu, mulai banyak yang meminta dibuatkan lagu oleh Dewiq. Seiring dengan itu, namanya pun perlahan-lahan dikenal sebagai pencipta lagu jempolan. Lagu-lagunya banyak dinyanyikan oleh penyanyi ternama seperti Bunga Citra Lestari, Siti Nurhaliza, Gita Gutawa, hingga sang legenda hidup Iwan Fals.

Tak heran kalau kemudian banyak penyanyi senior maupun pendatang baru meminta lagu pada Dewiq. Sukses di belakang layar ini membuat banyak orang menilai, Dewiq lebih sukses menjadi pencipta lagu ketimbang penyanyi. Menanggapi penilaian orang itu, Dewiq mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya, tapi ia sendiri mengaku memang lebih senang disebut sebagai pencipta lagu ketimbang penyanyi.

Ketika sekarang namanya makin banyak dicari untuk membuat lagu, Dewiq mengaku sebenarnya "ketakutan" dengan karya-karyanya. Alasannya, karena ketika makin banyak order masuk, Dewiq mengaku merasa tak ada keunikan dan totalitas sebuah lagu. "Apalagi kalau kebanyakan, jadinya seperti pesanan asal jadi saja. Aku nggak mau seperti itu," tambahnya.

Sukses mencipta lagu bagi musisi lain, menggoda Dewiq untuk kembali merilis album baru. Oktober 2008, Dewiq merilis album keempatnya, Siapakah Dewiq? The Hits Maker. Di album ini, hampir seluruh hasil karyanya dibawakan Dewiq bersama musisi lain. Seperti hit single Be Te, yang dinyanyikan dengan Ipang BIP dan single Koq Gitu Sich yang menggandeng Indra Bekti sebagai rekan duetnya.

Kiprah Dewiq di panggung musik Indonesia kian hari kian bersinar. Banyak sudah lagu-lagu hits yang diciptakannya. Penghargaan Hits Maker dari SCTV Music Awards tahun 2008 dianugerahkan padanya. Tak heran kalau penyanyi sekaligus pencipta lagu ini sekarang disebut-sebut sebagai penggubah termahal. Konon bayaran yang diterima Dewiq mencapai angka 1 milyar rupiah. Tapi bayaran sebesar ini tak berarti apa-apa bagi Dewiq. Karena penghargaan dan limpahan materi menurutnya bukanlah orientasinya dalam berkarya. Baginya, penghargaan tertinggi dalam karirnya adalah penerimaan orang pada karyanya.

Soal banyaknya permintaan lagu dan bayaran yang tinggi, Dewiq tak terlalu menganggapnya serius sebab baginya menulis lagu itu hanya bagian dari seni. "Biasa aja, masih banyak yang lebih bagus dari aku," ungkapnya dengan rendah hati. "Mencipta lagu itu sebuah kesenian, nggak bisa diukur dengan materi," lanjutnya. e-ti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 05 Jan 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Apapun masalah yang Anda hadapi di dalam pernikahan Anda, prinsip-prinsip ini akan membantu Anda untuk menemukan damai sejahtera dan rasa percaya diri.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: