WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pionir Busana Muslim Modern

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pionir Busana Muslim Modern
Ida Royani | Tokohindonesia.com | DokPri

Namanya populer setelah berduet dengan Benyamin S menyanyikan lagu-lagu berirama Gambang Kromong di tahun 70-an. Setelah menjajal dunia foto model, menjadi bintang iklan dan tampil di sejumlah film layar lebar, peraih penghargaan Rochelier Designer Awards ini beralih profesi menjadi desainer yang memelopori rancangan modern untuk busana muslim/mah di Indonesia.

 

Penyanyi, aktris, perancang busana muslim
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ida Royani

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ida Royani

QR Code Halaman Biografi Ida Royani
Bio Lain
Click to view full article
Soenarno
Click to view full article
Mohamad Sobary
Click to view full article
Edith Dumasi T Nababan
Click to view full article
Sartono Kartodirdjo
Click to view full article
Maria Gisela Borowka
Click to view full article
Teuku Jacob
Click to view full article
Rahmad Darmawan

Ida Daniar Royani atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ida Royani lahir di Jakarta, 24 Maret 1953. Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
bermata indah ini mulai menyanyi saat masih duduk di bangku sekolah dasar sekitar tahun 1960-an. Saat itu, Ida kecil tak malu-malu jika diminta tampil di atas pentas untuk memperdengarkan suara merdunya. Selain menjadi Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
, Ida juga sempat menekuni profesi sebagai foto model dan bintang iklan.

Sebelum namanya melambung di dunia hiburan Tanah Air, Ida memilih jalur musik country. Penampilannya saat itu amat trendi dengan celana pendek lengkap dengan sepatu lars. Lagu berirama country yang pernah dipopulerkannya pada saat itu antara lain berjudul Sepatu Baru dan Gunung Agung.

Karirnya di dunia tarik suara baru melesat ketika ia bertemu seniman Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
di Studio Dimita, milik Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Dick Tamimi. Dari situlah Ida mendapatkan tawaran menyanyi bersama pria yang akrab disapa Bang Ben itu. Sejak itu, keduanya tampil kompak membawakan lagu-lagu berirama Gambang Kromong, instrumen musik khas Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Betawi
. Gayanya centil, suaranya manja. Album-albumnya bertebaran saat itu, antara lain Tukang Loka, Bertengkar, Si Bontot, Luntang-Lantung, Muara Angke, Petik Kembang, dan Layar Tancep. Jika dijumlahkan, sedikitnya 150-an lagu sudah mereka bawakan, beberapa diantaranya yang berhasil menjadi hits adalah Nonton Bioskop, Kompor Meleduk, Ondel-Ondel, Disini Aje (Timbel), dan Abang Pulang.

Kekompakan pasangan duet legendaris itu kemudian berlanjut ke layar lebar dengan membintangi sejumlah Sutradara
Sutradara
film komedi
yang menyelipkan lagu-lagu yang pernah mereka populerkan. Debut Ida sebagai lawan main Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
dimulai pada tahun 1973 dengan membintangi film Biang Kerok Beruntung, yang kemudian disusul dengan film-film selanjutnya yakni Tarsan Kota, Aktor, Seniman
Aktor, Seniman
Benyamin S
i Abunawas, dan yang terakhir Buaye Gile.

Untuk mempromosikan Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
muslim hasil rancangannya, Ida sudah melanglang buana ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Pakistan, dan Rusia. Ida Royani juga pernah diwawancarai mengenai tren Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
muslim rancangannya oleh New York Times, Newsweek, sebuah majalah Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
muslim di Seattle Amerika Serikat, majalah le Monde dari Prancis, serta radio asing seperti BBC London, radio China, radio Jepang, dan TV Belanda.

Pada tahun 1976, Ida meninggalkan Indonesia setelah resmi diperistri oleh Tengku Azis, seorang pangeran dari Malaysia. Sayang pernikahan itu hanya seumur jagung. Dua tahun berselang, tepatnya 1978, setelah gagal mempertahankan biduk rumah tangganya, Ida kembali ke Indonesia. Sesampainya di Tanah Air, ia langsung mendapat tawaran berakting dari Abrar Siregar untuk tampil dalam film Ombaknya Laut Mabuknya Cinta yang diadaptasi dari novel karya Remy Sylado, Gali Lobang Gila Lobang. Masih di tahun yang sama, Ida beradu akting dengan Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dangdut Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
dalam film Raja Dangdut. Film layar lebar yang terakhir dibintanginya berjudul Panglima Badul produksi Malaysia.

Ida Royani melepas status jandanya setelah menerima pinangan musisi rock Indonesia Keenan Nasution di tahun 1979. Aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga pada akhirnya mulai menjauhkan dirinya dari dunia menyanyi dan hiruk pikuk dunia hiburan yang telah membesarkan namanya. Namun demikian, Ida tak sepenuhnya berhenti menyanyi. Bersuamikan seorang musisi membuatnya sering bermain musik dan rekaman bersama Keenan.

Setahun setelah menikah, alumni London Academy of Modelling, Inggris, ini mulai berkiprah sebagai perancang Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
busana
muslim. Di tahun 80-an, belum ada satupun Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
busana muslim selain Ida Royani. Oleh karena itu, ia disebut-sebut sebagai pelopor busana muslim di Indonesia. Ida ingin membuktikan bahwa dengan berbusana muslim, seseorang tetap bisa terlihat menarik dan gaya. "Waktu dulu, saat awal-awal saya pakai busana Muslim, jarang sekali Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang memakai pakaian seperti saya. Kalaupun ada nenek-nenek doang," ujarnya saat menghadiri acara Islamic Fashion Festival (IFF), di Hotel Darmawangsa, Jakarta, akhir Juni 2010.

Untuk mempromosikan busana muslim hasil rancangannya, Ida sudah melanglang buana ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Pakistan, dan Rusia. Ida Royani juga pernah diwawancarai mengenai tren busana muslim rancangannya oleh New York Times, Newsweek, sebuah majalah Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
muslim di Seattle Amerika Serikat, majalah le Monde dari Prancis, serta radio asing seperti BBC London, radio China, radio Jepang, dan TV Belanda.

Selain aktif menelurkan rancangan, ia juga aktif dalam Organisasi APPMI (Asosiasi Perancang Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Mode Indonesia) yang rutin menyelenggarakan peragaan busana setiap tahun untuk tren fashion tahun berikutnya. Sejak tahun 2008, Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
yang telah menunaikan ibadah haji di tahun 1978 ini lebih mengkhususkan diri untuk merancang busana muslim dengan memakai bahan tenun ikat dari NTT. Koleksinya didominasi warna-warna cokelat tanah, abu, hijau lumut, dan biru. "Aku lebih suka memberi aksen saja. Seperti pada manset lengan atau selendang atau kain. Tidak seutuhnya tenun Ikat NTT ini digunakan sebagai baju. Yang penting eksotikanya tetap muncul," ujar Ida Royani memaparkan karya rancangannya.

Ida tampaknya memang amat menikmati profesinya sebagai Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
. Maka tak heran tiap kali disinggung soal kemungkinannya kembali ke dunia nyanyi dan film, ia menggelengkan kepalanya. "Sudah, itu sudah lampau. Sampai saat ini, saya belum tertarik lagi nyanyi ataupun main film," ujarnya singkat.

Lalu, bagaimana tanggapan Ida terhadap Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dan pemain film saat Ini? "Waah... saya bukan pengamat. Tidaklah, saya tidak bisa mengomentari. Setiap era kan beda-beda. Namun yang pasti, khusus untuk dunia rancang busana, harusnya kian maju sebab peluangnya sangat besar. Bukan saja Muslimah berkerudung, yang tidak berkerudung pun sekarang banyak Iho yang sudah mengenakan gaun panjang," ujarnya dengan nada suaranya yang khas.

Atas dedikasinya, Ida sudah menerima banyak penghargaan dari berbagai pihak baik di bidang tarik suara maupun fashion design selama setengah abad berkarir. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 23 Feb 2012
Pengusaha Dermawan Dan Bersahaja Si Pemalu Yang Pandai Berakting

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: