WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ratu Goyang 'Ngebor'

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ratu Goyang 'Ngebor'
Inul Daratista | e-ti | rpr-jp

Ia menonjol karena tariannya kontroversial. Majalah Time Asia menyediakan dua halaman untuk menceritakan artis ini sebagai sensasi baru di dunia musik dangdut. Musik campuran India, Arab dan Malayu yang sudah meluas di Indonesia. Wajahnya memenuhi semua televisi dan media cetak sempat jauh lebih sering daripada presiden RI, Megawati Soekarnoputri. Ia mengangkat dangdut ke puncak tapi justeru ada yang menudingnya malah mencampakkan dangdut ke comberan.

Penyanyi
Lihat Curriculum Vitae (CV) Inul Daratista

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Inul Daratista

QR Code Halaman Biografi Inul Daratista
Bio Lain
Click to view full article
Nardayana
Click to view full article
Pong Tiku
Click to view full article
Trimurti
Click to view full article
Ganjar Pranowo
Click to view full article
Hari Sabarno
Click to view full article
Peter F Gontha
Click to view full article
Salim Segaf Al Jufri

Namanya sudah dikenal orang sebelum beberapa stasiun televisi swasta berebut menampilkannya dalam program yang eksklusif. Bintang kelahiran Pasuruan, 21 Januari 1979, ini telah belasan tahun manggung di kampung maupun kota, bahkan belakangan ia juga kerap tampil di kafe-kafe dan diskotik. Konon kabarnya beberapa partai politik mulai melirik dia untuk dijadikan pemikat massa pada kampanye Pemilu 2004.

Siapa lagi yang banyak menimbulkan kecaman dan penuh sensasi di dunia musik dangdut Indonesia saat ini yang namanya meroket begitu cepat kalau bukan Inul Daratista. Goyangan pinggulnya yang pada awalnya disebut oleh Eko Patrio 'kayak ngebor aja' kini mendapat julukan 'goyang ngebor'.

Goyangannya ini mampu menyihir banyak mata penggemarnya di kota, desa bahkan mancanegara, laki-laki maupun Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
, anak-anak hingga dewasa. Histeria penggemarnya di kalangan ibu-ibu juga tidak kalah serunya. Ketika Inul tampil atas undangan jajaran Pemda dan Muspida DKI Jakarta dalam kegiatan senam pagi, tidak ketinggalan Gubernur DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Gubernur DKI Jakarta 1997-2007 dan Kepala BIN 2015-2019
Sutiyoso
ikut bergoyang bersama Inul pagi itu.

Inul lahir dalam keluarga yang sederhana dan bukan seniman. Menurut penuturannya, keluarganya tergolong santri tulen. Ayahnya yang pada awalnya tidak setuju dengan keputusannya untuk menyanyi memberinya nama Ainur Rokhimah. Selulus SMA, ia tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena terbatasnya biaya.

Ia mulai menekuni dunia nyanyi semenjak SD kelas enam dan sempat mengikuti kursus vokal di Bina Vokalia. Kebetulan di dekat rumahnya, di Pasuruan, Jawa Timur ada sanggar tari yang sering melatih tari Jaipong. Inul suka mengintip anggota sanggar latihan dan meniru gaya tarian mereka di rumah dan di panggung.

Sebelum terjun total ke dunia dangdut, Inul sempat menyanyi bersama kumpulan band lokal membawakan lagu-lagu rock. Karena background ini jugalah, Inul lebih suka dangdut yang lebih nge-rock untuk mengimbangi semangat dan goyangnya yang enerjik itu.

Jauh sebelum terkenal seperti sekarang ini, Inul benar-benar memulainya dari bawah. Sekitar tahun 80-an, Inul tampil di acara Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
-an. Di acara inilah Inul untuk pertama kalinya menerima honor sebesar 3.500 rupiah. Padahal Inul tidak pernah meminta, ia diminta menunggu sebentar, dan tidak tahunya ia diberi sebuah amplop.

Semenjak penampilan pertamanya di acara itu, Inul yang pernah menjuarai lomba menyanyi di Jawa Timur ini, mendapat banyak undangan menyanyi khususnya acara hajatan di kampung-kampung. Inul sempat tampil di TVRI Surabaya, namun kurang mendapat sambutan seperti sekarang ini.

Sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
dangdut yang mengagumi Rita Sugiarto, Inul sudah mencetak berbagai prestasi besar mengalahkan para seniornya yang sudah lebih lama di dunia dangdut. Di Jepang, misalnya, Inul pernah dua kali tampil, yang pertama sepanggung dengan Katon Bagaskara dan yang kedua sepanggung dengan super grup Jamrud. Di Taiwan, Inul menyanyi di depan TKW asal Indonesia. Di Brunei, Malaysia, dan Korea, Inul tampil beberapa kali.

Beberapa waktu lalu, Inul juga baru saja tampil di Amsterdam. Inul juga ditawari menyanyi di Polandia dan Amerika, namun belum diterimanya dengan alasan letaknya yang relatif jauh dari Indonesia. Yang terakhir, Inul tampil sebagai Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
pembuka grup internasional asal Andalucia, Spanyol, Las Ketcup yang terdiri dari kakak beradik Pilar, 23; Lola, 21; dan Lucia, 20; yang mempopulerkan lagu Asereje, dalam konser mereka di Gelora Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
, 2 April 2003. Keduanya memiliki background yang sama, mereka sama-sama berasal dari kota kecil dan menjadi terkenal karena tariannya.

Kepopuleran Inul menumbuhkan komunitas pengemar Inul yang diberi sebutan "Inulitas". Istilah itu populer di daerah Jawa Timur dan belakangan mulai banyak para remaja yang ingin belajar goyangan ala Inul.

Nama Inul mulai mencuat ke permukaan setelah mewabahnya lagu irama dangdut koplo -- dangdut dengan sentuhan kendang jaipong ditambah VCD bajakan yang merebak di masyarakat di akhir tahun 1999. Padahal, sebelumnya Inul sudah mengeluarkan album VCD, seperti Two In One - Golden Hand Surabaya, Kepiye Mas - Golden Hand Surabaya, Cinta Suci - dangdut Mandarin, Golden/Blackboard, Pacar Asli - Golden Hand, dan Mbah Dukun - versi Jawa/Blackboard, namun kurang terdengar gemanya di masyarakat.

Di tengah-tengah maraknya kekecewaan artis Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Indonesia karena merajalelanya pembajakan hak cipta, Inul justru menjadi penyanyi yang namanya mencuat lewat VCD tak resmi alias bajakan. Lucunya, ada penggemar Inul di Jepang yang menyodorkan 12 koleksi VCD tak resmi agar ditandatangani olehnya. Padahal Inul sendiri tidak punya satu keping pun VCD bajakan itu. Diperkirakan ada 15 versi VCD bajakan milik Inul yang beredar di antara penjual VCD di pinggir jalan. Konon, diperkirakan kira-kira 3 juta kopi VCD yang berisi penampilan Inul di panggung-panggung hajatan itu sukses terjual.

Keberhasilan Inul tidak luput dari tentangan. Di awal bulan Februari 2003, Majelis Ulama Indonesia, menyatakan bahwa penampilan Inul sudah menjurus ke arah pornoaksi, yang telah menyalahi fatwa yang dikeluarkan Juli 2002 tentang pornografi. Pemerintah Kotamadya Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
bersama MUI setempat melarang Inul untuk tampil di kota tersebut karena khawatir kalau Inul akan menurunkan moralitas masyarakat kelas atas dan terdidik di kota itu.

Media Watch & Consumer Center (MWCC) mengeluhkan, gaya ngebor ala Inul sebagai hal yang memprihatinkan. Masyarakat Tolak Pornografi juga mengaku muak mengomentari aksi goyang ngebor Inul. Yang terakhir, giliran penyanyi dangdut Penyanyi dangdut
Penyanyi dangdut
Rhoma Irama
juga ikut mengecam Inul yang dianggapnya terlalu mengumbar erotisme dan sensualitas. Ia mengimbau agar Inul beserta artis dangdut lainnya kembali ke jalur yang benar, sesuai dengan ajaran agama. Padahal kalau kita mau jujur, masih ada yang lebih "dahsyat" dan syur dari goyangan Inul yang belum tampak ke permukaan.

Budayawan KH Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Abdurrahman Wahid
(Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Presiden Republik Indonesia Keempat (1999-2001)
Gus Dur
) berpendapat lain soal goyang dangdut "ngebor" Inul. Ia menyatakan agar setiap orang menghormati cara seniman berekspresi.

Ketika manggung di Kalimantan beberapa waktu yang lalu, Inul memenuhi undangan Guru Ijai, seorang kyai kharismatik yang sangat dihormati masyarakat Kalimantan, bahkan seluruh Indonesia, untuk bertemu. Inul diberikan banyak hadiah bahkan Guru Ijai sempat mengumumkan bahwa Inul adalah anak angkatnya. Guru Ijai berpesan dan berdoa,"Semoga Inul dapat masuk sorga, tidak menghiraukan gunjingan atau apapun yang terjadi. Jalan terus karena kamu bekerja mencari nafkah."

Popularitas Inul juga tidak lepas dari kerja keras sahabatnya, Del, yang merangkap sebagai manajernya. Del jugalah yang mengatur masalah jadwal show, mengatur kostum, menyaring tawaran iklan, dan lain-lain. Del dan Inul bertemu di sebuah stasiun TV. Produser TV tersebut meminta Del untuk mengejar Inul untuk dikontrak rekaman, namun karena Inul menolak, Del lalu menjawab, "Ya sudah, kalau enggau mau, kita berteman saja." Semenjak saat itulah, persahabatan antara Del dan Inul semakin erat. Setiap kali Inul ada kegiatan di Jakarta, Del selalu menemani hingga akhirnya Del membantu Inul dalam kegiatan show-nya sebagai manajer.

Setiap hari rata-rata ada 50 penelepon yang meminta Inul untuk tampil. Kini Inul sehari bisa tampil di tiga tempat sekaligus. Kalau antara panggung yang satu dengan yang lain berdekatan, sehari bisa tampil lima kali. Itu dilakukan Inul selama sebulan penuh. Untuk acara hajatan Inul dihonori Rp 3-5 juta, tetapi bila ada sponsor, ia biasanya minta 8-15 juta. Pendapatan yang ia peroleh ini digunakan untuk membeli sawah, rumah, mobil, deposito dan membuat usaha. Kafe Rajawali di Surabaya merupakan salah satu wujud nyata hasil kerja keras Inul selama ini.

Dalam waktu dekat ini, Inul akan meluncurkan album rekaman. Dalam jangka panjang, Del sedang mempersiapkan untuk mencari koreografer untuk mengarahkan penampilan Inul. Dan sebagai solusi untuk menampung semua permintaan show dan media komunikasi dengan penggemar, Del sedang mempersiapkan sebuah website. e-ti | Atur Loriel dari berbagai sumber

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh sira  -  Dibuat 02 Jun 2003  -  Pembaharuan terakhir 28 Feb 2012
Dari Guru Wartawan Hingga Menteri Diplomat Karir Kaya Prestasi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Sutiyoso Sang Pemimpin

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan mengenai seluk-beluk pemotretan olahraga. Dasar teori sampai dengan proses pemotretan di lapangan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: