WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pejuang dari Bumi Cendrawasih

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pejuang dari Bumi Cendrawasih
Marthen Indey | TokohIndonesia.com | www.4s.io

Kembalinya Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi tak lepas dari perjuangan para tokoh, salah satunya Marthen Indey.

Ketua PIM (Partai Indonesia Merdeka)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Marthen Indey

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Marthen Indey

QR Code Halaman Biografi Marthen Indey
Bio Lain
Click to view full article
Inke Maris
Click to view full article
Akil Mochtar
Click to view full article
Agus Suhartono
Click to view full article
Paku Alam IX
Click to view full article
Aryanthi Baramuli Putri
Click to view full article
Maria Gisela Borowka
Click to view full article
Wawan Purwana
BERITA TERBARU

Marthen lahir pada 14 Maret 1912 di Doromena, Jayapura, Irian Jaya. Ia mendapat pendidikan setingkat Sekolah Dasar, kemudian Sekolah Pelayaran, dan akhirnya Sekolah Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
di Sukabumi, Jawa Barat. Awalnya ia berprofesi sebagai anggota Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Hindia Belanda, namun kemudian berganti haluan.

Sebagai anggota Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Belanda, pada tahun 1941 ia bertugas mengawasi pejuang-pejuang Indonesia yang diasingkan Belanda di Digul. Pada masa penjajahan Belanda, Digul memang dikenal sebagai tempat pembuangan dan pengasingan para pejuang Tanah Air yang melawan kebijakan penjajah kolonial. Di sana, ia berkenalan dengan beberapa orang tahanan politik, antara lain Sugoro Atmoprasojo, bekas guru Taman Siswa.

Perkenalan itu menumbuhkan rasa nasionalisme dalam jiwa Marthen Indey. Sejak saat itulah, paham nasionalisme mulai mempengaruhi Marthen. Bersama 30 orang temannya ia merencanakan untuk menangkap aparat pemerintah Hindia Belanda. Akan tetapi, rencananya tersebut tak berjalan semestinya sehingga mengalami kegagalan. Marthen Indey pun dipindahkan ke tempat terpencil di hulu Sungai Digul.

Saat Jepang menginjakkan kakinya di wilayah Irian Barat, Marthen Indey dipindahkan ke Australia untuk mengikuti pemerintahan Hindia Belanda dalam pelarian. Ia baru kembali ke tanah kelahirannya pada tahun 1944. Saat itu, kedatangannya bersama tentara Sekutu. Pada masa Perang Dunia II Marthen Indey ikut bertempur bersama pasukan sekutu menghadapi Jepang di Irian. Pemerintah Belanda kemudian mengangkatnya sebagai pelatih dalam Batalyon Papua.

Jabatan sebagai Kepala Distrik Arso Yamai dan Waris juga pernah diembannya selama 2 tahun, yakni dari tahun 1945 hingga 1947. Namun secara diam-diam, ia berkomunikasi dengan para mantan tahanan politik kolonial Digul yang bekerja sebagai guru Sekolah Pamong Praja di kota Nica (sekarang Kampung Harapan). Mereka dipersiapkan mengadakan suatu pemberontakan guna mengusir Belanda dari bumi Irian Barat. Sayangnya rencana itu terbongkar sebelum sempat dilaksanakan.

Marthen juga melakukan perjuangan melalui jalur politik. Pada bulan Oktober 1946, ia menjadi anggota Komite Indonesia Merdeka (KIM). Pada perkembangan berikutnya, KIM berganti nama menjadi PIM (Partai Indonesia Merdeka) dan Marthen Indey sebagai ketuanya. Pada saat kepemimpinannya di PIM, Marthen bersama 12 kepala suku lainnya menyampaikan protes kepada pemerintah Belanda yang berusaha memisahkan Irian Barat dari Republik Indonesia.

Tak pelak, protes yang dilancarkannya itu menimbulkan kecurigaan di kubu pemerintah Belanda. Dalam kesempatan cuti di Ambon bulan Januari 1946, ia menghubungi tokoh-tokoh Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
yang pro-RI. Sampai pada akhirnya Belanda pun mengetahui bahwa Marthen sering mengadakan komunikasi dengan kelompok pro-Indonesia di Ambon. Ia pun ditangkap pemerintah Belanda dan harus mendekam di penjara selama tiga tahun.

Seakan tak kenal lelah, peran serta Marthen Indey dalam membebaskan Irian Barat dari belenggu penjajahan terus berlanjut. Pada bulan Januari 1962, di masa Tri Komando Rakyat (Trikora), ia menyusun kekuatan gerilya dan membantu menyelamatkan beberapa anggota RPKAD yang didaratkan di Irian Jaya selama Trikora, banyak di antaranya yang dilindungi Marthen Indey di rumahnya.

Di tahun yang sama, ia menyampaikan Piagam Kota baru kepada Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
. Piagam tersebut berisi penegasan tekad rakyat Irian Jaya untuk tetap setia kepada NKRI. Pada bulan Desember 1962, guna melakukan perundingan dengan utusan Belanda mengenai pengembalian Irian Barat ke dalam wilayah RI, bersama E. Y. Bonay, Marthen diberangkatkan ke New York sebagai anggota delegasi Indonesia mewakili Irian Jaya untuk menyampaikan tuntutan kepada PBB agar masa pemerintahan sementara dipersingkat dan Irian Barat segera dimasukkan ke dalam wilayah RI.

Trikora diakhiri dengan perjanjian antara RI dan Belanda. Untuk sementara, Irian Barat ditempatkan di bawah pemerintahan sementara PBB.

Sesudah Irian Barat resmi menjadi wilayah RI dan namanya diganti menjadi Irian Jaya, Marthen Indey menyumbangkan tenaganya untuk membangun daerah itu. Atas jasa-jasanya, Marthen Indey kemudian diangkat menjadi anggota MPRS (Majelis Pemusyawaratan Rakyat Sementara) mewakili Irian Jaya, terhitung dari tahun 1963 hingga 1968. Selain sebagai anggota MPRS, jabatan sebagai kontrolir berpangkat mayor tituler diperbantukan pada Residen Jayapura juga dipercayakan padanya.

Marthen Indey meninggal dunia pada 17 Juli 1986 di usianya yang ke 74 tahun. Atas jasa-jasanya kepada negara, Marthen Indey dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 077/TK/Tahun 1993, tanggal 14 September 1993. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Pelayanan Pendeta Penulis Kepuasan Bob Hippy

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: