WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pengawal yang Setia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pengawal yang Setia
Karel Satsuit Tubun | TokohIndonesia.com | depsos

Ia dihabisi gerombolan prajurit PKI saat bertugas mengawal Waperdam II, Dr. J. Leimena.

Kepala Kepolisian Sumatera Utara di Medan, 1955
Lihat Curriculum Vitae (CV) Karel Satsuit Tubun

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Karel Satsuit Tubun

QR Code Halaman Biografi Karel Satsuit Tubun
Bio Lain
Click to view full article
Yusuf Abdulrahman
Click to view full article
Marwan Jafar
Click to view full article
Jakob Tobing
Click to view full article
Cynthia Lamusu
Click to view full article
Didik Nini Thowok
Click to view full article
Abdullah Puteh
Click to view full article
Achmad Rifai

Karel Satsuit Tubun seorang prajurit Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
yang gigih dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Sebagai prajurit yang mengemban suatu tanggung jawab mengamankan pimpinan negara, ia rela bertugas siang dan malam. Baginya, keselamatan orang yang dijaganya lebih utama. Untuk itu, ia bahkan berani mempertaruhkan nyawanya.

Ajun Inspektur Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
II Karel Satsuit Tubun lahir di Rumadian, Tual, Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
Tenggara 14 Oktober 1928. Pendidikan umum yang ditempuhnya hanya sampai Sekolah Dasar dan tamat pada tahun 1941. Karena ketertarikannya untuk mengabdikan diri di keKapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
an, ia kemudian memasuki Dinas Angkatan Kepolisian RI pada tahun 1951.

Berbagai jenis pendidikan serta pelatihan dalam jajaran kepolisian diikutinya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Polisi Negara di Ambon, ia dilantik sebagai agen Polisi Tingkat II dan memulai karirnya sebagai polisi dengan bertugas dalam kesatuan Brigade Mobil (Brimob) di Ambon.

Sesudah itu ia dimutasi ke Jakarta dan ditempatkan dalam kesatuan Brimob Dinas Kepolisian Negara. Saat bertugas di daerah Ciputat, ia bertemu dengan seorang gadis asal Jawa Tengah bernama Margareta Waginah. Gadis yang berprofesi sebagai pengemudi itulah kemudian hari menjadi pendamping hidupnya.

Pada tahun 1955 ia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Raja Pejuang Batak melawan Kolonialis Belanda
Sumatera Utara
di Medan. Tiga tahun berselang, yakni pada 1958 ia kembali dimutasi ke Pulau Sulawesi. Kali ini ia menjabat sebagai Kepala Polisi Provinsi Sulawesi. Ia telah mengalami beberapa kali perpindahan tugas, seperti ke Sumatera Barat pada masa pergolakan PRRI/Permesta dan di Dobo, perbatasan Irian.

Ia tetap berada di sana pada waktu Pemerintah Indonesia menjalankan politik konfrontasi terhadap Belanda dalam rangka pembebasan wilayah Irian Barat dari penjajahan Belanda. Tahun 1963, ia mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Polisi.

Pada tahun 1965, ia mendapat tugas untuk melakukan pengamanan pada kediaman wakil Perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
II (Waperdam) Dr. Johannes Leimena. Pada tanggal 30 September 1965 terjadi pemberontakan yang dimotori partai beraliran komunis, PKI. Pemberontakan yang kemudian dikenal dengan sebutan "Gerakan 30 September PKI" itu berusaha menculik beberapa orang perwira tinggi TNI. Pada saat itu, yakni pada 1 Oktober 1965 dini hari, segerombolan pasukan Cakrabirawa yang waktu itu mengejar Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Koordinator Pertahanan Keamananan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata (Menko Hankam/Kasab) Jenderal AH Nasution, memasuki halaman rumah Leimena yang kebetulan posisinya berdekatan dengan rumah Jenderal AH Nasution.

Karel Satsuit Tubun yang pada saat itu tengah beristirahat dibangunkan oleh seorang anggota Cakrabirawa. Ia ditendang kemudian diperintahkan agar segera melepasakan senjatanya. Karel yang terkejut karena mengetahui orang yang membangunkannya itu bukan temannya, langsung memberikan perlawanan dan berhasil membunuh prajurit PKI itu. Melihat kawannya tewas di tangan Karel, anggota pasukan Cakrabirawa yang lain memberondong polisi pemberani berdarah Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
itu dengan timah panas. Karel seketika itu roboh akibat butiran peluru yang menghujam tubuhnya hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Seusai menghabisi nyawa Karel, gerombolan PKI tersebut bergegas pergi meninggalkan rumah Leimena sambil membawa jasad rekan mereka.

Sementara itu, melihat kejadian itu, seorang kawan Karel yang juga anggota pasukan kawal membangunkan Waperdam II, Dr. J. Leimena. Mendengar berita kematian salah seorang pengawalnya, Leimena berucap pada istrinya, "Biarlah saya terus saja di sini, saya tidak akan lari, kalau mereka masuk pintu ini, biarkan saya mati karena anak saya Karel Satsuit Tubun telah meninggal dalam rangka tugas pengawalan terhadap diri saya".

Jenazah Karel disemayamkan di Resimen I Brigade Mobile Kwitang lalu dimakamkan di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kalibata, Jakarta, dengan upacara militer.

Atas jasa-jasanya kepada negara, A.I.P II Anumerta Karel Satsuit Tubun dianugerahi gelar sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Revolusi berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 114/KOTI/1965, tanggal 5 Oktober 1965. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Berlatih Dengan Mengejar Motor Nu Bukan Demi Kekuasaan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Rendi Suhandinata, kepala biro di sebuah instansi pemerintah, mati terbunuh secara misterius. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan hanyalah jejak berdarah sepatu wanita yang menjurus ke sebuah lemari.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: