WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Panglima Perang Aceh

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Panglima Perang Aceh
Teuku Umar | TokohIndonesia.com | www.4s.io

Dengan siasat pura-pura tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, ia menyusun perlawanan yang lebih besar.

Pejuang dari Aceh
Lihat Curriculum Vitae (CV) Teuku Umar

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Teuku Umar

QR Code Halaman Biografi Teuku Umar
Bio Lain
Click to view full article
Muhaimin Iskandar
Click to view full article
Deddy Mizwar
Click to view full article
Didik Nini Thowok
Click to view full article
Hamdan Zoelva
Click to view full article
Ronny Sianturi
Click to view full article
Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
Click to view full article
Kortanius Sabeleake
BERITA TERBARU

Aceh sebagai provinsi yang terletak di ujung paling barat Indonesia telah banyak melahirkan pejuang yang tak segan mengorbankan nyawanya demi memperjuangkan kemerdekaan. Salah satunya adalah Teuku Umar. Suami dari Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Cut Nyak Dien
ini berasal dari keluarga keturunan Minangkabau yang merantau ke Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
pada akhir abad ke-17. Ia lahir di Meulaboh, Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
pada tahun 1854. Ia adalah anak dari Teuku Mahmud. Sementara ibunya adalah adik raja Meulaboh.

Di masa kecilnya, ia tak pernah mendapat pendidikan yang teratur. Oleh karena itu, sejak kecil ia sudah terbiasa hidup bebas. Layaknya seorang anak laki-laki pada umumnya, Umar suka berkelahi dan memiliki kemauan yang sukar ditundukkan. Sejak usianya masih muda belia, ia sudah hidup berkelana.

Meletusnya perang Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
dengan Belanda pada tahun 1873 membuat hatinya terpanggil untuk ikut membantu perjuangan pejuang-pejuang Aceh lainnya. Padahal usianya kala itu baru genap 19 tahun. Dalam berjuang, ia mempunyai cara sendiri yang terkadang tak dapat dipahami oleh pejuang-pejuang lain.

Awalnya, perjuangan dilakukan dengan mempertahankan kampung halamannya sendiri. Namun dalam perkembangannya, meluas hingga daerah Meulaboh. Karena keberaniannya itu, ia kemudian diangkat menjadi kepala kampung. Ia juga didukung oleh teman-teman seperjuangan yang tak kalah beraninya.

Pada tahun 1878, Belanda berhasil menguasai Kampung Darat yang pada waktu itu dijadikan Teuku Umar beserta pasukannya sebagai markas kediaman mereka. Ia pun mundur ke daerah Aceh Besar sambil menyusun kekuatan dan melancarkan Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
perang gerilya
.

Di bulan Agustus 1883, Teuku Umar berpura-pura tunduk pada Belanda dengan menyatakan sumpah setia kepada Gubernur yang merangkap sebagai panglima Belanda di Aceh. Dengan sumpahnya itu, dia pun diterima dalam dinas militer Belanda dan dianugerahi gelar Teuku Johan Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
. Tapi perdamaian itu tak berlangsung lama. Perseteruan kembali terjadi setahun kemudian.

Pada tahun 1884, sebuah kapal dagang Inggris, Nissero, terdampar di pantai Teunom. Raja Teunom kemudian mengambil tindakan dengan menawan semua awaknya serta menyita isi kapal. Mengetahui hal tersebut, Pemerintah Inggris mendesak Pemerintah Belanda agar membebaskan para awak kapal yang ditawan Raja Teunom. Pemerintah kolonial Belanda pun mengirimkan Teuku Umar ke Teunom dengan 32 orang tentara untuk menumpas pasukan Raja Teunom dan menyita kapal Inggris. Namun di tengah perjalanan pulang, seluruh tentara itu dibunuh dan senjatanya dirampas.

Dalam sejarah perjuangannya, Teuku Umar juga pernah menyerang kapal Hok Kanton dan menawan anak buah kapal tersebut. Belanda pun terpaksa bekerja sama dengan membayar uang tebusan untuk membebaskan para tawanan.

Pada tahun 1893 Teuku Umar kembali berdamai dengan Belanda. Ia kemudian diizinkan untuk membentuk sebuah legiun berkekuatan 250 orang yang diberi persenjataan lengkap. Mereka bertugas untuk mengamankan daerah Aceh Besar dan sekitarnya dari gangguan para pejuang. Dengan kekuatan tersebut, ia mulai memerangi pejuang-pejuang Aceh yang belum menyerah kepada Belanda. Tetapi lagi-lagi perang itu hanya perang pura-pura yang sengaja dilakukan Umar sebagai bagian dari strateginya dalam melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Sebelum serangan ia lancarkan, ia terlebih dahulu memberitahu para pejuang Aceh. Belanda yang tidak mengetahui strategi tersebut tetap berkeyakinan bahwa Teuku Umar dapat mengamankan seluruh daerah Aceh. Karena keyakinan tersebut bantuan senjata dan perlengkapan pun terus didatangkan untuk mendukung 'perjuangan' Teuku Umar.

Kelak persenjataan dan perlengkapan hasil 'pemberian' Belanda itu justru digunakannya untuk berbalik melawan Belanda. Pada 29 Maret 1896, ia pun kembali berjuang untuk kepentingan bangsanya dengan membawa serta 800.000 dollar, 800 pucuk senjata, 25.000 butir peluru serta peralatan lain. Ia kembali menemui teman-teman seperjuangannya seperti Panglima Polim, ulama di Tiro, Teuku Hasan, Teuku Mahmud dan Teuku Cut Muhammad.

Atas kejadian itu, Pemerintah Belanda yang baru belakangan menyadari telah ditipu mentah-mentah oleh Teuku Umar, segera mengerahkan kekuatan yang besar di bawah komando panglima tentara Hindia Belanda, Jenderal van Heutsz untuk menangkapnya dalam keadaan hidup atau mati. Pada 11 Februari 1899 terjadi pertempuran di Meulaboh. Dalam pertempuran itu, Teuku Umar gugur tertembak dan jasadnya dimakamkan di desa Mugo, daerah pedalaman Meulaboh.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Teuku Umar dianugerahi gelar sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 087 Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 22 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Terkenal Sebagai Penyanyi Cilik Intelijen Berdedikasi Tinggi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: