Sebagai wujud kesetiaannya terhadap RI, ia menyediakan wilayah kekuasaannya, Polongbangkeng sebagai pusat gerakan di Sulawesi untuk menggantikan kota Makassar. Ia juga membentuk laskar Gerakan Muda Bajoang sebagai wadah perjuangan bersenjata untuk mempertahankan kedaulatan RI.
- biografi tokoh indonesia pajonga daeng ngalle
- biografi tokoh sulawesi utara
- sejarah hidup andi pangeran pettarani
- sejarah perjuangan andi pangeran pettarani di sulawesi selatan
- sejarah andi pangeran pettarani
- biografi pangeran pettarani
- profil pahlawan pangeran pettarani
- pajongga daeng ngalle
- biografi tokoh sulawesi
- riwayat hidup andi ranggong
- tokoh pahlawan sulawesi tengah beserta fotonya
- pahlawan sulawesi
- buku biografi tokoh di sulawesi
- harga buku tokoh nasionalis sejati
- biografi andi pangeran pettarani
- Biografi Tokoh dari sulawesi selatan
- tokoh pejuan suol sel
- biodata pahlawan dari sulawesi tengah
- riwayat hidup pahlawan sulawesi
- riwayat hidup / biografi pajongga daeng ngalk
- biodata dan daftar para pahlawan sulawesi tengah
- tokoh-tokoh sulawesi tengah
- tokoh pahlawan daerah sulawesi tengah
Putra pasangan Hajina Daeng Massaung dan Karaweng Danga Rimangkura ini lahir di Polongbangkeng pada tahun 1901. Perjuangannya dalam mendukung pemerintah RI di Sulawesi ditunjukkannya saat mengikuti konferensi raja-raja se Sulawesi Selatan di Yogyakarta. Konferensi yang dihadiri sejumlah bangsawan Sulawesi lainnya, seperti Andi Mappanyuki (Bone), Andi Djemma (Luwu), Andi Bau Massape (Sup Pare-Pare), serta Andi Pangeran Pettarani itu merumuskan satu resolusi yang mendukung pemerintah RI di Sulawesi sebagai satu-satunya pemerintah yang sah di bawah Gubernur Sam Ratulangie.
Ia juga mengumumkan Polongbangkeng sebagai wilayah de facto negara RI. Raja Pajonga Daeng Ngalle memang seorang nasionalis sejati. Berkat resolusi tersebut, strategi yang kerap dijalankan Belanda terhadap rakyat Sulawesi, yakni divide et impera (membagi dan menguasai) atau yang lebih dikenal sebagai politik "adu domba" akhirnya pupus.
Menghadapi pemerintah Belanda yang ingin mengembalikan pemerintahan jajahan, Pajonga Daeng Ngalle menjadikan wilayah Polongbangkeng sebagai pusat gerakan menggantikan kota Makassar yang pada saat itu sudah tidak aman. Polongbangkeng pun menjadi pusat kegiatan sekaligus wadah bersatunya para tokoh pemuda perjuangan dari sejumlah daerah di Sulawesi, seperti Makassar, Takalor, Gowa, dan Banteng.
Pajonga Daeng Ngalle kemudian membentuk laskar Gerakan Muda Bajoang sekaligus berperan jadi ketuanya. Laskar tersebut difungsikan sebagai wadah perjuangan bersenjata guna mempertahankan kedaulatan. Ia memang salah satu tokoh yang memiliki prinsip yang tak mudah digoyahkan, termasuk ketika ia memutuskan untuk tidak membuka jalan kompromi dengan Belanda.
Pada bulan Juli 1946 diadakan Konferensi Malino yang diprakarsai oleh Dr. H. J. van Mook dengan tujuan membentuk negara boneka yang diberi nama Negara Indonesia Timur (NIT). Laskar Lipan Bajoang Pajonga Daeng Ngalle pun melakukan konferensi antarlaskar se-Sulawesi Selatan untuk menyatukan visi, strategi dan kekuatan perjuangan. Sebanyak 19 laskar yang hadir pada saat itu kemudian membentuk LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi) dengan Ranggong Daeng Romo sebagai ketua, sementara Robert Walter Monginsidi bertindak sebagai sekretarisnya.
Atas jasa-jasanya pada negara, H. Pajonga Daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng diberi gelar pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006. e-ti | tl
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 

































Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.