gototopgototop

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan paling lambat 16 Mei 2012.

LENGKAPI DATA: Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan kirimkan biografi dan CV Anda ke

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

  • 0
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
prev
next

Mati Melindungi Nasution

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

<< CURRICULUM VITAE
Mati Melindungi Nasution
Pierre Tendean | e-ti | depsos
Pekerjaan Utama:
Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur Kodam II/Bukit Barisan

Lihat CV

"Like" untuk melihat CV Lengkap



Tutup CV

Demi melindungi pimpinannya yang hendak diculik gerombolan PKI, ia rela menjadi tameng dengan mengaku sebagai Jenderal AH Nasution.

Kepahlawanan seorang anak bangsa bukan diukur dari usia atau pangkat seseorang melainkan keikhlasan membela bangsa dan negara tercinta walau dengan pengorbanan jiwa sekalipun. Demikianlah seorang Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Tendean. Meski masih muda dan berpangkat perwira pertama, nama pria kelahiran Jakarta 21 Pebruari 1939 ini layak disejajarkan dengan para seniornya yang telah perwira tinggi sebagai Pahlawan Revolusi.

Pierre Tendean yang ketika itu merupakan ajudan Jenderal AH. Nasution, salah satu jenderal yang menjadi sasaran penculikan dan pembunuhan gerombolan PKI, mengaku bahwa dirinyalah Nasution kepada gerombolan PKI demi menjaga keselamatan atasannya tersebut.

Kemiripan wajahnya dengan Jenderal AH. Nasution ditambah suasana pagi yang belum begitu terang membuat gerombolan PKI mempercayai pengakuannya sehingga membawanya sebagai Nasution. Dengan demikian pengejaran terhadap Jenderal AH. Nasution yang sedang melarikan diri pun dengan sendirinya berhenti. Tindakannya tersebut menjadi salah satu faktor lolosnya Jenderal Nasution dari penculikan dan pembunuhan tersebut. Nasution kemudian hari menjadi satu-satunya jenderal yang bisa menjadi saksi hidup dari peristiwa berdarah tersebut.

Menjadi tentara sejak awal, sudah menjadi cita-cita dari pria yang bernama lengkap Pierre Andreas Tendean ini. Ayahnya yang seorang dokter sebenarnya menghendakinya mengikuti jejaknya. Namun selepas menyelesaikan Sekolah Menengah Atas Bagian B di Semarang pada tahun 1958, dia kemudian masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) yang kemudian berganti nama menjadi Akademi Militer Jurusan Teknik (Akmil Jurtek) di Bandung.

Dengan tekad yang kuat di samping watak yang baik membuat prestasinya di militer berhasil baik. Ketika masih menjalani pendidikan, dia sudah diangkat menjadi komandan Batalyon Taruna serta sebagai Ketua Senat Korps Taruna. Ketika masih Kopral Taruna, dia diberikan tugas praktek lapangan di kesatuan Zeni Tempur Operasi Saptamarga di daerah Sumatera Timur yang ketika itu sedang mengalami Pemberontakan PRRI/Permesta.

Menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan merupakan tugas pertamanya setelah menamatkan pendidikan Akmil Jurtek-nya pada tahun 1962. Tugas ini dipegangnya hanya setahun karena dirinya kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Intelijen. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah intelijen, dia pun pernah melakukan tugas penyusupan ke wilayah Malaysia yang ketika itu sedang bermusuhan dengan Indonesia.

Dan sejak April 1965, dia diangkat menjadi ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata (Menko Hankam/ Kasab) Jenderal AH. Nasution.

Ketika pemberontakan Gerakan 30 September PKI berlangsung dini hari 1 Oktober 1965, Pierre sedang tidur di ruang belakang rumah Jenderal Nasution. Suara tembakan dan ribut-ribut membuatnya terbangun dan berlari ke bagian depan rumah. Sementara gerombolan PKI yang sudah kelabakan karena tidak menemukan Nasution yang sudah sempat melarikan diri, kemudian bertemu dengan Pierre Tendean.

Kejelian dari seorang prajurit yang sudah mengecap pendidikan intelijen ini dengan cepat menangkap adanya sesuatu yang membahayakan jiwa atasannya. Sehingga ketika gerombolan PKI bertanya di mana Nasution, dia dengan meyakinkan mengatakan dirinyalah Nasution. Kemiripan wajah Pierre dengan Nasution ditambah remang-remangnya cahaya di pagi buta itu membuat gerombolan PKI langsung percaya bahwa Pierre adalah Nasution lalu membawanya pergi.

Besoknya, dia bersama enam perwira lainnya ditemukan telah menjadi mayat di satu sumur tua di daerah Lubang Buaya. Ketujuh Perwira Angkatan Darat itu kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Kini namanya begitu harum semerbak sebagai seorang Pahlawan Revolusi.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Andreas Tendean dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi berdasarkan SK Presiden RI No. 111/KOTI/Tahun 1965, tgl 5 Oktober 1965. e-ti | tsl

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Intermezzo
"Jika ditulis dalam bahasa Cina, kata ’krisis’ tersusun dari dua karakter. Satu karakter melambangkan marabahaya dan karakter yang lain melambangkan kesempatan." ~ John F. Kennedy

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp: (021) 8293113, Telp/SMS: (021) 32195352, 32195353, Fax: (021) 83787235
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. Salah satu cara dengan menggunakan fitur SINDIKASI ini. (2) Ucapan terima kasih di kolom komentar. (3) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Beri Komentar

Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.


Kode keamanan Refresh

Bio Lainnya

Click to view full article

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini dikenal sebagai sosok pengusaha dan politisi yang kemudian berkecimpung di dunia birokrat. Setelah menjadi anggota DPR periode

Click to view full article

Selama hidupnya, doktor kesehatan masyarakat lulusan Harvard University ini fokus di dunia penelitian dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karirnya kemudian mencapai puncak

Click to view full article

Ketua Komisi Nasional PA periode 2010-2014 ini sebelumnya dikenal luas sebagai aktivis buruh. Namun perjumpaannya dengan anak-anak yang kurang mendapat perhatian membuat ia

Click to view full article

Menurut Mangapul Sagala, keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara instan merupakan penyebab maraknya praktik korupsi dan penyelewengan di negeri ini. Ironisnya, hal-hal yang


Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
 

Like and Support Us

Komunitas

  • Terbaru
  • Komentar
  • Tegar Sampai Akhir

    nedyne
    Pengkhianat negara gini, ngapain dipublish... entah berapa dibayar WHO buat jadi antek mafia farmasi
     
  • Irwan Hidayat

    m.nailul anwar noer
    Alhamdulillah, kami selaku warga negara Indonesia, sangat bangga atas tercapainya cita2 Sidomuncul, dan ...

Aktivitas Terbaru di Facebook

Poling Tokoh