-
-
BIOGRAFI
-
Demi melindungi pimpinannya yang hendak diculik gerombolan PKI, ia rela menjadi tameng dengan mengaku sebagai Jenderal AH Nasution.
- biografi tokoh indonesia pierre tendean
- profil jendral ah nasution
- biografi piere tendean
- sejarah pahlawan kapt czi piere tendean
- biografi lettu pierre tendean
- 7 jendral revolusi piere tendean, kapten czi anumerta
- biografi kapten pierre tendean
- mengapa nasution selamat dari penculikan
- pemeran letnan pierre andreas tendean di film pki
- biografi jendral piere
- pierre tendean
- jenderal nasution pahlawan nasional
- cerita anak pahlawan revolusi
- pierre tendean biografi
- pier tendean
- lettu piere tandean
- biografi kapten czi tni anumerta pierre tendean
- pierre andreas tendean
- jenderal nasution
- jendral nasution
- biografi lettu pierre andreas tendean
- pahlawan revolusi letnan satu pierre tendean
- foto komplit pengambilan jenazah para jenderal
- sejarah kapten pierre tendean
- jabatan terakhir pierre tandean
- Jabatan terakhir pahlawan Kapten Pierre Tendean
Kepahlawanan seorang anak bangsa bukan diukur dari usia atau pangkat seseorang melainkan keikhlasan membela bangsa dan negara tercinta walau dengan pengorbanan jiwa sekalipun. Demikianlah seorang Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Tendean. Meski masih muda dan berpangkat perwira pertama, nama pria kelahiran Jakarta 21 Pebruari 1939 ini layak disejajarkan dengan para seniornya yang telah perwira tinggi sebagai pahlawan Revolusi.
Pierre Tendean yang ketika itu merupakan ajudan Jenderal AH. Nasution, salah satu jenderal yang menjadi sasaran penculikan dan pembunuhan gerombolan PKI, mengaku bahwa dirinyalah Nasution kepada gerombolan PKI demi menjaga keselamatan atasannya tersebut.
Kemiripan wajahnya dengan Jenderal AH. Nasution ditambah suasana pagi yang belum begitu terang membuat gerombolan PKI mempercayai pengakuannya sehingga membawanya sebagai Nasution. Dengan demikian pengejaran terhadap Jenderal AH. Nasution yang sedang melarikan diri pun dengan sendirinya berhenti. Tindakannya tersebut menjadi salah satu faktor lolosnya Jenderal Nasution dari penculikan dan pembunuhan tersebut. Nasution kemudian hari menjadi satu-satunya jenderal yang bisa menjadi saksi hidup dari peristiwa berdarah tersebut.
Menjadi tentara sejak awal, sudah menjadi cita-cita dari pria yang bernama lengkap Pierre Andreas Tendean ini. Ayahnya yang seorang dokter sebenarnya menghendakinya mengikuti jejaknya. Namun selepas menyelesaikan Sekolah Menengah Atas Bagian B di Semarang pada tahun 1958, dia kemudian masuk Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) yang kemudian berganti nama menjadi Akademi Militer Jurusan Teknik (Akmil Jurtek) di Bandung.
Dengan tekad yang kuat di samping watak yang baik membuat prestasinya di militer berhasil baik. Ketika masih menjalani pendidikan, dia sudah diangkat menjadi komandan Batalyon Taruna serta sebagai Ketua Senat Korps Taruna. Ketika masih Kopral Taruna, dia diberikan tugas praktek lapangan di kesatuan Zeni Tempur Operasi Saptamarga di daerah Sumatera Timur yang ketika itu sedang mengalami Pemberontakan PRRI/Permesta.
Menjadi Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan di Medan merupakan tugas pertamanya setelah menamatkan pendidikan Akmil Jurtek-nya pada tahun 1962. Tugas ini dipegangnya hanya setahun karena dirinya kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Intelijen. Setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah intelijen, dia pun pernah melakukan tugas penyusupan ke wilayah Malaysia yang ketika itu sedang bermusuhan dengan Indonesia.
Dan sejak April 1965, dia diangkat menjadi ajudan Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata (Menko Hankam/ Kasab) Jenderal AH. Nasution.
Ketika pemberontakan Gerakan 30 September PKI berlangsung dini hari 1 Oktober 1965, Pierre sedang tidur di ruang belakang rumah Jenderal Nasution. Suara tembakan dan ribut-ribut membuatnya terbangun dan berlari ke bagian depan rumah. Sementara gerombolan PKI yang sudah kelabakan karena tidak menemukan Nasution yang sudah sempat melarikan diri, kemudian bertemu dengan Pierre Tendean.
Kejelian dari seorang prajurit yang sudah mengecap pendidikan intelijen ini dengan cepat menangkap adanya sesuatu yang membahayakan jiwa atasannya. Sehingga ketika gerombolan PKI bertanya di mana Nasution, dia dengan meyakinkan mengatakan dirinyalah Nasution. Kemiripan wajah Pierre dengan Nasution ditambah remang-remangnya cahaya di pagi buta itu membuat gerombolan PKI langsung percaya bahwa Pierre adalah Nasution lalu membawanya pergi.
Besoknya, dia bersama enam perwira lainnya ditemukan telah menjadi mayat di satu sumur tua di daerah Lubang Buaya. Ketujuh Perwira Angkatan Darat itu kemudian dimakamkan di Taman Makam pahlawan Kalibata, Jakarta. Kini namanya begitu harum semerbak sebagai seorang Pahlawan Revolusi.
Atas jasa-jasanya kepada negara, Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Andreas Tendean dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi berdasarkan SK Presiden RI No. 111/KOTI/Tahun 1965, tgl 5 Oktober 1965. e-ti | tsl
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 


































Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.