Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tegakkan Martabat Keraton

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Tegakkan Martabat Keraton
Pangeran Mangkubumi | e-ti | sgi

Bersama belasan ribu pengikutnya, ia bertempur melawan Belanda yang suka mencampuri urusan keraton.

Raja Kasultanan Yogyakarta
Lihat Curriculum Vitae (CV) Pangeran Mangkubumi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Pangeran Mangkubumi

QR Code Halaman Biografi Pangeran Mangkubumi
Bio Lain
Click to view full article
Samsuri Aspar
Click to view full article
Lenny Marlina
Click to view full article
Alexander Hendrato S
Click to view full article
Lusy Rachmawati
Click to view full article
Muhammad Nazar
Click to view full article
Akil Mochtar
Click to view full article
Antasari Azhar

Pengaruh Belanda dalam lingkungan kerajaan membuat raja-raja di masa itu kesulitan dalam mengambil keputusan. Akibatnya, mereka sulit untuk mandiri. Tak jarang mereka dihadapkan dalam situasi dilematis. Antara mendahulukan kepentingan rakyat kecil dengan tetap mematuhi segala ketentuan-ketentuan Belanda. Kenyataan itulah yang kemudian menjadi dasar perjuangan Pangeran Mangkubumi.

Dengan keberanian serta kerja kerasnya, ia berusaha mengembalikan martabat serta wibawa keraton Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
. Perjuangannya melawan kekuasaan kolonial itu memberikan inspirasi serta motivasi bagi generasi penerusnya.

Di masa kecilnya Pangeran Mangkubumi gemar berolah keprajuritan, berkuda dan mempergunakan senjata. Karena pada masa itu kemampuan keprajuritan amat diperlukan agar mendapat peran dalam masyarakat. Berkat kemampuannya, BRM Sujana, panggilan masa kecil Pangeran Mangkubumi kemudian diangkat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai Pangeran Lurah atau yang dituakan di antara para pangeran atau putra raja. Ketika dewasa, ia mendapat nama Pangeran Mangkubumi.

Mangkubumi dikenal sebagai seorang yang taat beragama. Sebagai putra daerah, ia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Jawa yang diwariskan dari leluhurnya. Kehadiran Belanda yang pada saat itu mencampuri urusan keraton banyak mempengaruhi para pemimpin kerajaan dalam mengambil keputusan. Seperti saat Paku Buwono II melaksanakan janjinya untuk memberi tanah lungguh di daerah Sukawati (sebelah timur Pencipta dan Penyanyi Lagu Keroncong
Pencipta dan
Lihat Daftar Penyanyi
Lihat Daftar Penyanyi
penyanyi
Lagu KeroncongBengawan Solo sampai lereng Gunung Lawu) seluas 3.000 cacah.

Realisasi itu ditentang oleh Patih Keraton Pringgalaya yang kemudian mengadukan perkara ini kepada Gubernur Jenderal VOC Gustav Baron van Imhoff. Saat melakukan kunjungan ke keraton Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
yang baru selesai dibangun, van Imhoff yang kurang tahu adat istiadat Jawa dalam resepsi menegur Pangeran Mangkubumi bahwa tanah lungguh-nya melampaui batas, maka diturunkan menjadi 1.000 cacah.

Tekad Pangeran Mangkubumi semakin bulat mengadakan perlawanan terhadap kompeni Belanda, maka pada pagi 19 Mei 1746 ia pergi meninggalkan keraton. Ia bukan saja terlibat perseteruan dengan Belanda tapi dengan Patih Pringgalaya. Yang menjadi pangkal perseteruan mereka adalah tanah pesisir yang disewakan kepada VOC dengan pembayaran 20.000 real setiap tahunnya.

Menurut Pangeran Mangkubumi, jumlah nominal yang merupakan usulan dari Sindhureja dan Pringgalaya itu terlalu rendah sehingga hanya akan mendatangkan keuntungan bagi satu pihak dalam hal ini Belanda.

Daerah pesisir bagi keraton merupakan bagian vital dari kerajaan sehingga penyerahannya kepada VOC menurut perjanjian tahun 1743 sangat disesalkan dan menimbulkan keresahan besar. Kenyataan itu mendorong Pangeran Mangkubumi untuk memperbaiki keadaan itu dengan berniat mendudukkan pihak keraton sejajar dengan VOC. Namun bukan dukungan yang ia dapat. Ia justru ditentang oleh sejumlah pejabat penting keraton.

Langkah awal yang dilakukannya adalah dengan membangun kekuatan perlawanan. Daerah-daerah pesisir yang jadi sasaran pasukan Mangkubumi, seperti Grobogan, Demak, Juana, dan Jipang diserang dan diduduki. Kondisi rakyat di daerah-daerah itu memudahkan pengerahan rakyat untuk menggabungkan diri pada barisan.

Pada tahun 1746 sudah ada sekitar 13.000 anak buahnya yang 2.500 diantaranya merupakan pasukan berkuda. Daerah operasi Mangkubumi meluas mulai dari Jipang ke wilayah Malang dan Pasuruan. Diharapkan, orang-orang Bali yang bermukim di daerah itu akan menggabungkan diri pada barisannya. Pada akhirnya, Jipang yang berhasil diduduki oleh pasukan Mangkubumi, kembali direbut oleh pasukan Kompeni Belanda. Kemenangan silih berganti menyebabkan jalannya perang tidak menentu. Rangkaian pertempuran besar yang dilakukan berlangsung dalam dua periode besar, yaitu periode 1746-1749 dan periode 1750-1755.

Pada 11 Desember 1749, Mangkubumi diangkat oleh para kerabat, rakyat dan para pendukungnya sebagai Susuhunan ing Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
atau Sunan Kabanaran. Pengangkatan itu bertempat di Desa Kabanaran, Pangeran.

Setelah melakukan perlawanan selama 9 tahun (1746-1755), Pangeran Mangkubumi menandatangani Perjanjian Giyanti (sebuah desa di sebelah timur Karanganyar, Solo) pada tahun 12 Februari 1755. Ia terpaksa melakukannya karena kondisi rakyat yang sudah amat parah dan lelah karena hampir sepuluh tahun terus diganggu kekacauan dan perang.

Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
kemudian dibagi dua, menjadi Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
dan Kasultanan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Setelah Kasultanan Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
didirikan, Pangeran Mangkubumi bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Pangeran Mangkubumi/Sultan Hamengku Bowono I dianugerahi gelar sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 85/TK/Tahun 2006, 3 November 2006. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 19 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: