WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Raja yang Cinta Republik

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Raja yang Cinta Republik
Andi Djemma | e-ti | kompasiana

Setelah proklamasi kemerdekaan, ia menyatakan bahwa kerajaannya merupakan bagian dari negara RI. Bahkan untuk menyatukan sikap menentang kembalinya kekuasaan Belanda, ia memprakarsai pertemuan raja-raja Sulawesi Selatan di Watampone pada September 1945.

Kepala Pemerintahan Swapraja Luwu
Lihat Curriculum Vitae (CV) Andi Djemma

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Andi Djemma

QR Code Halaman Biografi Andi Djemma
Bio Lain
Click to view full article
Marissa Haque
Click to view full article
Yanusa Nugroho
Click to view full article
Katon Bagaskara
Click to view full article
Nikita
Click to view full article
Prajogo Pangestu
Click to view full article
Muladi
Click to view full article
Kortanius Sabeleake
BERITA TERBARU

Jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan masyarakat. Sebagai seorang datu atau raja, Andi Djemma telah memberikan keteladanan itu. Begitu pula sebagai anggota keluarga kerajaan dan sebagai raja, ia berjuang tanpa mengenal kata lelah demi tegaknya kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa. Ia tidak berjuang sendiri melainkan bersama segenap bangsa Indonesia, melalui kebersamaan itu perjuangan akan menjadi kuat dan membawa hasil.

Andi Djemma dilahirkan di Palopo, Luwu, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
, 15 Januari 1901. Ia hanya sempat mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Ibunda Andi Djemma, yakni Andi Kombo merupakan pemimpin kerajaan Luwu. Namun menjelang tahun 1906, Belanda berhasil menaklukan kerajaan itu. Sebagai calon datu, ia mempelajari segala hal mengenai pemerintahan dan tradisi kerajaan dari sang ibu serta pejabat-pejabat tinggi istana.

Pada tahun 1919, ia memegang jabatan setingkat wedana di Kolaka. Amanah itu diembannya hingga tahun 1923. Setelah itu ia kembali ke kota kelahirannya, Palopo dan dipersiapkan untuk menjadi datu.

Sementara itu, ia mulai mengenal paham nasionalisme. Ia dipercaya memimpin sebuah organisasi yang merupakan cabang dari sebuah partai politik di Jawa. Sejak itulah, pemerintah kolonial Belanda mengawasi kegiatan Andi Djemma.

Pada saat Andi Kombo meninggal dunia di tahun 1935, golongan yang pro-Belanda berusaha menghalang-halangi pengangkatan Andi Djemma sebagai datu Kerajaan Luwu. Namun, karena dukungan dari rakyat Luwu, usaha itu pun berhasil digagalkan. Mereka mengancam akan mengadakan kerusuhan jika Andi Djemma tidak diangkat menjadi datu.

Selama menjadi datu, organisasi kebangsaan dan agama seperi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) dan Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
diberinya lebih banyak ruang untuk menjalankan kegiatannya di Kerajaan Luwu. Meskipun kebijakannya itu kurang disenangi oleh para pemangku adat kerajaan.

Sebagai seorang pemimpin daerah yang memiliki nasionalisme tinggi, ia menyambut baik terselenggaranya Proklamasi Kemerdekaan yang sekaligus menandai berdirinya Negara Republik Indonesia (RI).

Setelah kemerdekaan diproklamirkan, ia mengeluarkan pernyataan bahwa kerajaan Luwu merupakan bagian dari negara RI. Untuk menyatukan sikap dan menentang kembalinya kekuasaan Belanda, pada September 1945, ia memprakarsai pertemuan raja-raja Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
di Watampone.

Tak hanya itu, ia juga merestui pembentukan badan-badan perjuangan di Palopo, khususnya dan daerah Luwu pada umumnya. Badan-badan tersebut antara lain Pemuda Nasional Indonesia (PNI) dan Pemuda Republik Indonesia.

Sementara itu, pada November 1945, pasukan Australia yang mewakili tentara Sekutu tiba di Palopo. Kedatangan mereka bermaksud untuk melucuti tentara Jepang. Pada mulanya hubungan antara pasukan Australia dan Andi Djemma berjalan tanpa masalah. Namun belakangan masalah baru timbul ketika pihak Australia atas desakan Belanda melarang pengibaran bendera Merah Putih.

Selain itu, patroli ke luar kota mulai dilakukan pasukan Belanda. Andi Djemma pun mengeluarkan ultimatum untuk mengusir tentara Belanda dalam waktu 2x24 jam. Namun Belanda tidak mengindahkan ultimatum tersebut, maka terjadilah pertempuran dalam kota pada 23 Januari 1946. Meskipun pada mulanya merasa terdesak, akhirnya Belanda dapat menguasai kota Palopo setelah mendatangkan jumlah pasukan yang jauh lebih besar.

Andi Djemma meninggalkan kota setelah didesak pejabat-pejabat pemerintahan. Setelah dari Palopo, ia menuju Sulawesi Tenggara untuk kemudian membangun pusat pemerintahan di sebuah desa yang bernama Latou atau yang yang lebih dikenal dengan nama Benteng Batuputih. Tempat itu terbilang cukup strategis namun sulit untuk dijangkau musuh.

Dibentuklah sekelompok pasukan yang diberi nama Pembela Keamanan Rakyat (PKR) Luwu. PKR yang didirikan pada bulan Maret 1946 itu beranggotakan semua unsur perlawanan bersenjata.

Keberadaan Andi Djemma di Batuputih berhasil diketahui Belanda. Pada bulan Mei 1946, beberapa kali Belanda mencoba merebut Batuputih melalui jalan laut namun usaha itu mengalami kegagalan.

Akan tetapi, di luar dugaan pasukan PKR, Belanda berhasil memasuki benteng Batuputih dari arah belakang melalui jalan yang sulit ditempuh. Andi Djemma beserta keluarga dan para pejabat pemerintahan Luwu ditahan. Andi Djemma dibawa ke Palopo kemudian dipindahkan ke Selayar. Ia pun harus menjalani pengasingan di Ternate, setelah hukuman dijatuhkan pada 3 Juli 1948, namun hal itu tidak berlangsung lama.

Setelah Belanda mengakui kedaulatan RI, Andi Djemma dibebaskan. Setelah bebas ia kembali ke Makassar pada bulan Maret 1950. Jabatan sebagai Kepala Pemerintahan Swapraja Luwu pun dipercayakan pemerintah RI padanya. Andi Djemma menutup mata untuk selama-lamanya pada 23 Februari 1965 di Makassar. Ia dimakamkan di Taman Makam Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Penaikang dengan upacara militer.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Andi Djemma dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 073/TK/Tahun 2002, tanggal 6 November 2002. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Presiden Berkepribadian Kuat Tak Sangka Jadi Hakim Mk

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini bicara bagaimana membuat tulisan cerpen dengan cara yang mudah dan cepat dapat dilakukan, menarik dan ada pola yang jelas.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: