WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Gambar QR sudah tersimpan sebelumnya.

Berani Mati Terhormat

Berani Mati Terhormat
Robert Wolter Monginsidi | Tokohindonesia.com | depsos

Akhir hidup pemuda patriotik ini sangat dramatis. Di hadapan regu penembak Belanda, ia menolak matanya ditutup dengan kain. Sebelum butiran peluru menembus dadanya, ia memekikkan teriak "Merdeka!"

Sekretaris Jenderal LAPRIS
Lihat Curriculum Vitae (CV) Robert Wolter Monginsidi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Robert Wolter Monginsidi

Dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara, salah satu sikap yang harus dimiliki seorang pejuang adalah rela berkorban. Pengorbanan dilakukan semata-mata demi kecintaan terhadap Tanah Air. Itulah yang membuat Robert Wolter Monginsidi rela mempertaruhkan nyawanya sebagai bukti kesetiaannya kepada negara. Robert lahir di desa Mamalayang, Manado, pada tanggal 14 Februari 1925.

Pada saat pecahnya Perang Pasifik, ia baru duduk di kelas 2 MULO (setingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama). Pada masa pendudukan Jepang, ia memasuki sekolah bahasa Jepang.

Kemerdekaan RI yang diproklamirkan bulan Agustus 1945, menempatkan pulau-pulau di luar Pulau Jawa dan Sumatera dalam posisi yang sulit. Pasalnya, seluruh kegiatan diplomasi pada saat itu dipusatkan di Jawa karena pemimpin-pemimpin RI bermukim di pulau tersebut. Sedangkan daerah-daerah di luar Jawa dijadikan sasaran utama politik diplomasi Belanda untuk mengucilkan para pemimpin RI di Jawa. Selain itu, kehadiran tentara Belanda dan keterbatasan dana maupun perbekalan, juga menjadi kendala tersendiri bagi para pejuang RI.

Sesudah proklamasi kemerdekaan, Mongisidi bergabung dalam barisan para pejuang pembela kemerdekaan di Ujungpandang. Tak lama kemudian, pasukan NICA/Belanda mendarat di Makassar dan menduduki wilayah lainnya di Sulawesi, seperti Ujungpandang. Kedatangan pasukan itu disambut dengan perlawanan oleh para pemuda di berbagai tempat.

Bentrokan bersenjata dengan pejuang-pejuang Sulawesi Selatan pun sering terjadi. Para pemuda pejuang harus menerapkan strategi perang gerilya untuk menghadapi kekuatan tentara Belanda karena ketidakseimbangan, baik dari segi jumlah maupun peralatan. Nama Wolter Monginsidi mulai dikenal masyarakat pada saat ia memimpin serangan terhadap pos tentara Belanda dalam kota pada 27 Oktober 1945.

Setelah Belanda berhasil berkuasa penuh atas kota Ujungpandang, pejuang-pejuang mengundurkan diri ke luar kota dan memusatkan kekuatan di Polombangkeng. Untuk menyatukan tenaga perjuangan, dibentuk Laskar Pemberontakan Rakyat Sulawesi Selatan (LAPRIS). Monginsidi sendiri diangkat menjadi sekretaris jenderal. Dengan jabatan itu, Monginsidi bertugas merencanakan operasi-operasi militer. Untuk mengetahui rahasia musuh, tak jarang ia memasuki kota dan menyamar sebagai Polisi Tentara Belanda. Dengan begitu, ia dapat menentukan sasaran serangan. Belanda pun menghadapi kesulitan serta kerugian besar.

Maka untuk menghentikan perjuangan para pemuda itu, Belanda mengadakan razia besar-besaran pada 28 Februari 1947. Monginsidi yang tetap pada penyamarannya ikut terjaring dalam razia itu. Pemuda itu pun ditangkap dan dimasukkan ke penjara. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 27 Oktober 1947, ia berhasil meloloskan diri dan menimbulkan kekacauan di kalangan tentara Belanda. Razia pun diperketat, tak sia-sia, sembilan hari kemudian Monginsidi kembali ditangkap.

Belanda membujuknya bekerja sama. Dengan tegas bujukan itu ditolaknya. Penolakan itu berbuah vonis hukuman mati dari pengadilan kolonial Belanda. Meski ia menyadari nyawanya terancam, namun sebagai pejuang sejati, keputusan pengadilan tersebut diterimanya dengan tabah. Ia pun menolak untuk meminta ampun. Masyarakat menjadi gempar, lalu mengajukan permohonan supaya hukuman tersebut dibatalkan. Tetapi, penguasa Belanda tetap pada pendiriannya.

Pada 5 September 1949, di saat tanda-tanda perdamaian mulai tampak dengan dimulainya perundingan Konferensi Meja Bundar, bangsa Indonesia dikejutkan dengan berita kematian Robert Wolter Monginsidi. Monginsidi dibawa ke Pacinang untuk menjalani hukuman mati. Dengan tenang ia menghadapi regu penembak dan menolak untuk menutup mata dengan kain. Tangan kirinya memegang Injil, sedangkan tangan kanan mengepalkan tinju sambil memekikkan teriak "Merdeka!", seakan tanpa sedikitpun dihinggapi rasa takut menyambut butiran peluru yang menembus dadanya. Di selnya terdapat secarik kertas yang terselip dalam kitab Injil. Kertas tersebut berisi kata-kata, "Setia hingga terakhir dalam keyakinan." Pada tanggal 10 November 1950, kuburannya dipindahkan ke Taman Pahlawan Ujungpandang.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Robert Wolter Monginsidi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.088/TK/Tahun 1973, Tanggal 6 Nop 1973. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Tito Karnavian

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Buku ini mengulas ilmu grafologi yaitu bagaimana menganalisis tulisan tangan seseorang untuk mengetahui kepribadian atau karakternya.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: