WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Prajurit dari Gunung Kidul

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Prajurit dari Gunung Kidul
Sugiono | Tokohindonesia.com | depsos

Sugiono seorang prajurit pembela Pancasila yang menjadi korban kekejaman komunis. Ia kehilangan nyawanya karena memberikan latihan-latihan militer kepada mahasiswa untuk menghadapi kegiatan PKI.

Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 072
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sugiono

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sugiono

QR Code Halaman Biografi Sugiono
Bio Lain
Click to view full article
I Dewa Gede Palguna
Click to view full article
Pierre Tendean
Click to view full article
Carmanita
Click to view full article
Dahlan Iskan
Click to view full article
Ace Suryadi
Click to view full article
Agus Wirahadikusumah
Click to view full article
Eko Yuli Irawan
BERITA TERBARU

Sugiono lahir di desa Gedaran, Kabupaten Gunung Kidul, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, 12 Agustus 1926. Gunung Kidul sering dipandang sebagai daerah yang tertinggal karena minimnya sumber mata air di sana. Namun, hal itu tidak sedikitpun mempengaruhi Sugiono. Ia memiliki hasrat agar kehidupannya menjadi lebih baik dari sebelumnya sehingga ia giat belajar di sekolah. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, selanjutnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang guru, ia meneruskan studinya ke Sekolah Guru Pertama di Wonosari.

Namun, sebelum ia sempat menyelesaikan pendidikannya, tentara Jepang sudah terlebih dahulu menduduki Tanah Air, sehingga ia terpaksa mengubur impiannya menjadi guru untuk kemudian mengikuti pendidikan ketentaraan di Pembela Tanah Air (PETA). Setelah berhasil menyelesaikan pendidikannya di PETA, Sugiono diangkat menjadi Budancho di Wonosari.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan, ia turut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan memasuki Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Awalnya ia bertugas sebagai Komandan Seksi, kemudian pada tahun 1947 diangkat menjadi ajudan Komandan Brigade 10 Letnan Kolonel Suharto.

Dalam Agresi Militer II, ia turut serta dalam serangan umum yang dilancarkan terhadap kota Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
pada tanggal 1 Maret 1949. Peristiwa itu kemudian berhasil mengubah opini dunia internasional tentang kekuatan RI.

Sesudah pengakuan kedaulatan, Sugiono meneruskan pengabdiannya di bidang militer. Ia turut dalam Gerakan Operasi Militer (GOM) III untuk memadamkan pemberontakan KNIL di bawah pimpinan Andi Aziz di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
.

Sebagai seorang tentara, ia sering berpindah-pindah tempat. Jabatan pun beberapa kali mengalami pergantian. Pada bulan Juni 1965 karir militernya terus berkembang dengan pengangkatannya sebagai Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 072 Komando Daerah Militer (Kodam) VII Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
(sekarang Kodam IV/Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
) yang berkedudukan di Yogyakarta. Saat itu jabatan Komandan Korem dipegang Kolonel Katamso.

Saat mengemban jabatan itu, situasi negara dalam keadaan krisis. Di pusat pemerintahan negara, terjadi perseteruan antara ABRI di bawah komando Angkatan Darat (AD) dengan PKI yang kemudian merambat sampai ke daerah. Akibat agitasi dan infiltrasi yang dilakukan oleh PKI, kekuatan partai politik lain seperti PNI dan NU menjadi berkurang. Partai-partai politik kecil pun mulai merapat ke AD.

Sementara itu, PKI berhasil memobilisasi petani dan buruh di daerah-daerah. Seperti Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
yang dijadikan daerah percobaan oleh partai berlambang palu arit yang sedang menyiapkan pemberontakan untuk merebut kekuasaan negara. Tak hanya itu, PKI juga mengajukan usulan untuk mempersenjatai sekitar 15 juta massa tani dan buruh yang sering disebut sebagai Angkatan ke-5. Tentu saja usulan tersebut ditentang sejumlah petinggi ABRI. Pasalnya, jika hal itu dilakukan akan memicu terjadi perang saudara yang berkepanjangan.

PKI berhasil mempengaruhi sejumlah tokoh ABRI, baik di daerah maupun di pusat pemerintahan. Seperti pembentukan "Dewan Revolusi" yang pendiriannya disiarkan melalui RRI di daerah Yogyakarta yang diketuai Mayor Muyono, Kepala Seksi Teritorial Korem 072/Yogyakarta.

Jabatan-jabatan pemerintahan mulai dari walikota sampai lurah, semuanya dikuasai oleh orang-orang PKI. Begitu halnya dengan aparat Hansip (Pertahanan Sipil). Untuk menghadapi kegiatan PKI tersebut, para perwira ABRI yang tergabung dalam Korem 072 membina Resimen Mahasiswa dengan cara memberikan latihan-latihan militer. Mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi mahasiswa non-komunis, seperti GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) melihat bahwa AD merupakan pihak yang dapat diajak bekerja sama dalam menghadapi tekanan PKI.

Tanggal 1 Oktober 1965, Letnan Kolonel Sugiyono kembali ke Yogyakarta setelah beberapa waktu bertugas di Pekalongan. Ia langsung menuju markas Korem 072 yang pada saat itu telah dikuasai militer pro-PKI. Akan tetapi hal itu tidak diketahui Sugiono. Sebagai salah satu tokoh ABRI yang diincar PKI, ia pun langsung ditangkap dan dibawa ke Kentungan yang terletak di sebelah utara Yogyakarta. Perwira itu kemudian dibunuh di tempat itu. Jenazahnya berhasil ditemukan pada tanggal 22 Oktober 1965 dan dimakamkan di Taman Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Semaki, Yogyakarta.

Atas jasa-jasanya kepada negara pangkatnya dinaikkan menjadi Kolonel. Kol. Inf. TNI Aumerta Sugiono dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Revolusi berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 118/KOTI/1965, tgl 19 Okt 1965. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 18 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Meneg Perumahan Rakyat Sang Pendekar Garuda Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku-buku Pilihan

Buku Pilihan

thumb

Lewat buku ini, pembaca bisa lebih mengerti perihal silsilah yang berada di dalam kitab Kejadian.

Catatan Tuhor.com: Peluncuran buku ini dihadiri oleh beberapa petinggi Kristen terkemuka dan pimpinan gereja-gereja yang ikut merekomendasikan buku ini. Penulisnya, Pdt. Abraham Park mengaku sudah membaca Alkitab sebanyak 1800 kali.

 

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: