WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia
Ads:

Perjuangan Si 'Rencong Aceh'

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Perjuangan Si 'Rencong Aceh'
Teuku Nyak Arif | Tokohindonesia | rpr

Karena kegigihan sikap dan tindakannya menentang pemerintah kolonial Belanda, Teuku Nyak Arif dijuluki "Rencong Aceh".

Ketua Dewan Rakyat Aceh
Lihat Curriculum Vitae (CV) Teuku Nyak Arif

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Teuku Nyak Arif

QR Code Halaman Biografi Teuku Nyak Arif
Bio Lain
Click to view full article
Buya Hamka
Click to view full article
Roedjito
Click to view full article
Nurul Karimah
Click to view full article
Tri Satya Putri
Click to view full article
Inke Maris
Click to view full article
Cici Paramida
Click to view full article
Sylvia W Sumarlin

Pria kelahiran Ulee Lheue, Banda Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
17 Juli 1899 ini di masa mudanya sudah berkecimpung dalam kegiatan berorganisasi. Ia diangkat menjadi Ketua Nationale Indische Partij (NIP) cabang Banda Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
di tahun 1919. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Panglima Sagi 26 Mukim. Selain aktif dalam kepengurusan NIP, ia juga membantu kegiatan Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
dan Taman Siswa. Delapan tahun setelah terpilih sebagai ketua NIP, tepatnya di tahun 1927, ia duduk sebagai anggota Volksraad (Dewan Rakyat) selama 4 tahun.

Dalam dewan ini ia tak segan melontarkan kritik pedas berkenaan dengan kebijakan pemerintah Belanda yang cenderung merugikan rakyat. Bahkan, dalam salah satu pidatonya, alumni OSVIA (Sekolah Pamongpraja) Serang ini dengan gagah berani menyatakan bahwa Perang Pejuang dari Aceh
Pejuang dari Aceh
Aceh
sesungguhnya belum selesai. Sikapnya yang selalu memperjuangkan kepentingan rakyat itu ditonjolkan lewat tindakan-tindakan nyata selama menjadi anggota Volksraad.

Teuku Nyak Arif juga merupakan salah satu pendiri Fraksi Nasional yang dipimpin oleh Husni Thamrin dalam Volksraad yang dibentuk pada tahun 1931. Keanggotaan Nyak Arif dalam Volksraad hanya dijalani selama satu periode, di tahun yang sama dengan didirikannya Fraksi Nasional, berakhir pulalah keanggotaan Nyak Arif. Setelah itu, konsentrasinya lebih banyak tertuju untuk memimpin Sagi 26 Mukim.

Semangat dan daya juang yang tak mudah menyerah ia dapatkan dari lingkungan keluarganya yang merupakan pejuang-pejuang gigih dari Aceh. Merekalah kemudian yang memengaruhi tindak tanduk Nyak Arif dalam bermasyarakat dan bernegara.

Terlahir dalam keluarga yang menjunjung tinggi patriotisme, keprihatinan terhadap rakyat kecil dan kemerdekaan telah membentuk diri Nyak Arif menjadi seorang pejuang kemanusiaan. Teuku Nyak Arif merupakan putera sulung Teuku Nyak Banta, Panglima Sagi 26 mukmin (Aceh Besar). Dalam perjuangan menghadapi Belanda untuk mempertahankan kedaulatan, para panglima Sagi ini memiliki peran yang sangat penting.

Akhir dekade 1920-an ditandai dengan terbentuknya semangat kebangsaan sebagai antitesis dari penjajahan Belanda dan perlawanan di berbagai wilayah Indonesia. Pada penghujung tahun 1928, Teuku Nyak Arif menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki persyaratan untuk merdeka dan mengajak semua pihak untuk mewujudkannya. Hal ini menimbulkan antipati dari pemerintah kolonial Belanda. Terlebih lagi ketika ia menuntut kekuasaan Residen Belanda di Aceh diserahkan kepadanya di tahun 1942 menjelang kedatangan Jepang.

Kolonel Gosenson yang di tahun 1942 ditugaskan menangkap Teuku Nyak Arif mengalami kegagalan. Para ulama, hulubalang, dan rakyat, bahu membahu sekuat tenaga mendukung Teuku Nyak Arif mengadakan perlawanan hingga peralihan kekuasaan dari Belanda kepada Jepang.

Di masa pendudukan Jepang, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai Ketua Dewan Rakyat Aceh (Aceh Syu Sanji Kai). Ia juga kemudian kembali terpilih sebagai Wakil Ketua Dewan Rakyat Sumatera (Sumatera Chou San In). Meski bekerja pada pemerintah Jepang, ia tak begitu saja mengikuti keinginan Jepang. Buktinya, ketika di Aceh terjadi pemberontakan melawan Jepang, ia tak berusaha menghentikannya.

Sebaliknya, ia malah mengadakan gerakan bawah tanah untuk menentang Jepang. Pasalnya, Teuku Nyak Arif menentang perlakuan pemerintah Jepang yang dianggapnya tidak wajar terhadap rakyat. Sikapnya itu membuat ia ditangkap Kempetei (Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Militer) Jepang meskipun pada akhirnya ia kembali dilepaskan karena Jepang mengkhawatirkan timbulnya reaksi rakyat.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, Teuku Nyak Arif merupakan orang pertama yang diangkat menjadi Residen Republik Indonesia untuk daerah Aceh. Pada saat itu, pasukan negeri matahari terbit itu masih berada di daerah Aceh menunggu dilucuti tentara sekutu. Akan tetapi Teuku Nyak Arif menolak kedatangan pasukan sekutu di Aceh. Kepada pihak sekutu, ia mengatakan bahwa pemerintah daerah Aceh sanggup melucuti pasukan Jepang. Dari pihak Jepang, pengambilalihan kekuasaan oleh rakyat Indonesia selalu berusaha dihalangi tentara Jepang. Namun sebaliknya, upaya tentara Jepang itu selalu mendapat perlawanan sengit dari segenap masyarakat Aceh.

Sementara itu, golongan agama yang ingin merebut kekuasaaan pemerintah dari tangan golongan hulubalang telah merongrong Pemerintah Daerah Aceh, termasuk Teuku Nyak Arif sendiri. Laskar Mujahiddin dengan bantuan Tentara Perlawanan Rakyat (TPR) memasuki wilayah Banda Aceh. Tapi untuk menghindari pertumpahan darah, Teuku Nyak Arif membiarkan dirinya ditawan oleh Mujahidin.

Ia kemudian dibawa ke Takengon. Di sana kondisi kesehatannya semakin menurun. Teuku Nyak Arif akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 4 Mei 1946 akibat penyakit diabetes yang telah lama dideritanya. Jenazahnya dikebumikan di pemakaman keluarga di Lam Nyong.

Atas jasa-jasanya pada negara, Teuku Nyak Arif diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 071/TK/Tahun 1974, tanggal 9 November 1974. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 07 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: