WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Ahli Strategi Diponegoro

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Ahli Strategi Diponegoro
Nyi Ageng Serang | e-ti

Berkat keahliannya dalam strategi perang, ia diangkat menjadi penasihat siasat perang Pangeran Diponegoro. Hingga usia senja, ia masih memimpin pasukan melawan kolonial.

Penasehat Strategi Perang Diponegoro
Lihat Curriculum Vitae (CV) Nyi Ageng Serang

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Nyi Ageng Serang

QR Code Halaman Biografi Nyi Ageng Serang
Bio Lain
Click to view full article
Melli Nuraini Darsa
Click to view full article
Gorys Keraf
Click to view full article
Albert Situmorang
Click to view full article
Kortanius Sabeleake
Click to view full article
Setia Simangunsong
Click to view full article
Michael D Ruslim
Click to view full article
Jacobus P Solossa
BERITA TERBARU

Di masa lalu ketika Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
belum mendapatkan kesempatan yang sama dengan kaum pria, peranan mereka hanya sebagai konco wingking (pengurus soal dapur). Namun, sebutan itu tidak berlaku bagi Nyi Ageng Serang. Pemilik nama asli Raden Ajeng Kustiah Retno Edi ini adalah seorang ahli strategi yang handal. Kodratnya sebagai seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
sama sekali tak menghalanginya untuk mengangkat senjata ketika menjalankan perannya sebagai seorang panglima perang.

Kata "Serang" di belakang namanya diambil dari nama sebuah desa terpencil, Serang, yang menjadi tempat kelahiran Nyi Ageng Serang. Desa itu terletak 40 kilometer sebelah utara Solo dekat Purwodadi, Jawa Tengah.

Lahir pada tahun 1752 dalam lingkungan bangsawan dan patriotik membuat Nyi Ageng Serang sejak kecil memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Ayahnya, Pangeran Natapraja merupakan Bupati Serang Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
yang juga dikenal sebagai Panembahan Serang. Panembahan Serang diangkat menjadi salah satu panglima perang Pangeran Mangkubumi dari Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
ketika menghadapi serangan Belanda.

Perlawanan Pangeran Mangkubumi berakhir dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Pangeran Mangkubumi naik tahta menjadi Sultan Yogya dengan gelar Hamengkubuwono I yang berkedudukan di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Meskipun ada hal yang sedikit mengganjal dalam hati karena tidak menyetujui perjanjian tersebut, Panembahan Serang tetap memelihara pasukannya.

Penyerangan secara besar-besaran pun dilancarkan Belanda setelah mengetahui situasi tersebut. Nyi Ageng Serang yang kala itu telah tumbuh dewasa ikut serta berjuang di medan perang menghadapi gempuran Belanda. Pertempuran itu pun berakhir dengan kemenangan Belanda, Nyi Ageng tertangkap untuk kemudian dibawa ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Beberapa lama kemudian, ia dibawa kembali ke Serang.

Untuk sementara waktu ia hidup tenang sebagai pemimpin masyarakat, namun hasrat terpendamnya untuk mengusir Belanda dari bumi pertiwi tak jua sirna.

Memasuki abad 19, Belanda semakin menunjukkan kekuasaannya di tanah Jawa. Raja-raja Jawa baik Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
maupun Yogyakarta mengakui subordinasinya terhadap kekuasaan Belanda. Sementara itu di Yogyakarta terjadi kegelisahan akibat tindakan-tindakan pemerintah Belanda.

Peraturan-peraturan yang dibuat oleh para penguasa Belanda sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa. Dalam istana timbul dua golongan, yang pro dan yang anti-Belanda. Keadaan rakyat yang semakin sengsara, perampasan tanah-tanah rakyat yang akan dijadikan perkebunan milik Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
-Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
Eropa menyebabkan terjadinya Perang Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
(1825-1830).

Tak hanya itu, masalah internal keraton juga turut menjadi faktor pemicu meletusnya perang tersebut. Kehadiran pemerintah Belanda yang sejak awal ingin menguasai Jawa menimbulkan kebencian di hati Nyi Ageng Serang. Ia pun turut melibatkan diri dalam Perang Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
dan diangkat sebagai pinisepuh.

Nyi Ageng yang saat itu sudah berusia senja (73 tahun) didampingi oleh cucunya Raden Mas Papak memimpin pasukan perjuangan Pangeran Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
. Pangeran Diponegoro selalu mendengarkan nasihat-nasihat Nyi Ageng Serang.

Dengan pasukan Nataprajan ia bergerak di daerah Serang, Purwodadi, Gundih, Semarang, Demak, Kudus, Juwana, dan Rembang. Usia rupanya tak menghalangi Nyi Ageng dalam bertarung di peperangan. Bahkan ketika Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
perang gerilya
di sekitar desa Beku, Kabupaten Kulon Progo, ia memimpin langsung pasukannya.

Pangeran Diponegoro pernah menugaskan pasukan Nyi Ageng Serang untuk mempertahankan daerah Prambanan yang telah direbut oleh Tumenggung Suronegoro dengan menghalau Belanda yang menjaganya.

Karena fisiknya yang tak lagi memungkinkan apalagi ketika berada di medan yang berat untuk dilalui, membuat Nyi Ageng selalu dipikul dengan tandu. Di atas tandu itu ia memimpin pasukannya.

Salah satu strategi jitu dalam medan perang adalah penggunaan daun keladi hijau (Bhs. Jawa: Lumbu). Dengan daun itu Nyi Ageng memerintahkan pasukannya melindungi kepalanya untuk penyamaran sehingga tampak seperti kebun tanaman keladi jika dilihat dari kejauhan. Musuh akan diserang dan dihancurkan bila sudah dekat dan dalam jarak sasaran.

Strategi yang kerap diterapkan Nyi Ageng membuat Pangeran Diponegoro mengakui kehandalan tokoh Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
ini. Ia kemudian mengangkat Nyi Ageng menjadi salah seorang penasehatnya. Kedudukan Nyi Ageng sebagai penasehat sejajar dengan Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Joyokusumo dalam siasat perang.

Akhirnya karena sudah tua dan lemah, Nyi Ageng mengundurkan diri dari medan pertempuran. Setelah itu ia menetap di rumah keluarga Nataprajan di Yogyakarta sampai ia wafat tahun 1828 pada usia 76 tahun karena sakit. Pada saat kepergiannya, Perang Diponegoro masih berlangsung. Rasa patriotisme Nyi Ageng tetap berkobar, hal itu ditunjukkan dengan permintaannya kepada para laskar agar menyatukan jasadnya di Beku yang telah berhasil direbut dari Belanda lewat Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
Wakil Panglima Besar (1962-1965) Ketua MPRS (1966-1972)
perang gerilya
, karena ia ingin tetap menyatu dalam perjuangan bangsanya.

Nyi Ageng Serang memberi teladan akan keuletan dan militansi dalam mengejar suatu tujuan. Banyak orang memiliki kehendak baik dan kemampuan namun tidak memiliki mental dan kehendak yang kuat untuk mencapainya.

Atas jasa-jasanya pada negara, Nyi Ageng Serang diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 084/TK/Tahun 1974, tanggal 13 Desember 1974. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Doktor Hc Epistemologi Kajian Islam Pendatang Baru Berbakat

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menganalisis 10 sifat dalam diri Christian Hadinata yang menjadikan dia bermental juara, ditulis oleh para ahli psikologi,

Catatan Tuhor.com: Buku ini lebih banyak mengulas teori psikologi yang dipadu dengan sedikit biografi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: