WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Panglima dari Wajo

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Panglima dari Wajo
La Maddukelleng | Tokohindonesia.com

Untuk melawan kolonial Belanda di daerah Wajo, Sulawesi Selatan, La Maddukelleng menggunakan taktik potong jalur perdagangan, yakni berusaha menguasai daerah-daerah yang mengadakan hubungan dagang dengan Belanda. Beberapa kali Belanda meminta damai namun selalu ia tolak.

Arung Matoa Wajo
Lihat Curriculum Vitae (CV) La Maddukelleng

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) La Maddukelleng

QR Code Halaman Biografi La Maddukelleng
Bio Lain
Click to view full article
Ismeth Abdullah
Click to view full article
Mas Mansur, KH
Click to view full article
Zaenal Soedjais
Click to view full article
Abdullah Harahap
Click to view full article
I Gusti Ketut Pudja
Click to view full article
Sutaji
Click to view full article
Sri Susuhunan Pakubuwono X

La Maddukelleng seorang pejuang dari Kerajaan Wajo, Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
. Ia dilahirkan sekitar tahun 1700. Kebiasaan generasi muda Wajo yang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain untuk menuntut ilmu, juga muncul dalam pribadi La Maddukelleng. Di usianya yang masih muda, ia sudah melakukan pengembaraan hingga ke Selat Malaka. Di perairan itu, ia bekerja sama dengan penduduk setempat untuk membangun armada yang sering mengganggu kapal-kapal dagang Belanda. Dalam rangka membangun armada yang lebih besar lagi, La Maddukelleng bahkan pernah pindah ke Kalimantan Timur pada tahun 1726.

Keinginan atau cita-citanya adalah membebaskan daerah Wajo dan wilayah Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
secara keseluruhan dari kekuasaan Belanda. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, ia memulai dengan menduduki daerah-daerah yang mengadakan hubungan dagang dengan Belanda. Maksudnya, dengan begitu jalur perdagangan Belanda dapat dilumpuhkan.

Pada bulan Februari 1736 armada La Maddukelleng mulai bergerak ke Makassar. Ketika itu, pertempuran dengan Belanda berlangsung sebanyak dua kali. Dua bulan kemudian ia mencoba merebut benteng Rotterdam di Makassar tetapi mengalami kegagalan. Setelah itu ia memboyong pasukannya ke Wajo dengan maksud untuk membuat benteng pertahanan.

Belanda kemudian mengerahkan pasukannya dalam jumlah besar dengan bantuan pasukan Bone dan pasukan kerajaan lain yang berpihak pada Belanda. Pertempuran besar pun meletus di Wajo. La Maddukelleng kemudian diangkat sebagai Arung Matoa Wajo oleh penduduk Wajo. Meskipun Belanda mendapat dukungan dari pasukan Bone, semangat masyarakat Wajo melawan Belanda tak kunjung padam. Sebaliknya perlawanan semakin ditingkatkan. Pasukan Bone menghentikan perang kemudian mengadakan perjanjian damai dengan La Maddukelleng.

Setelah berdamai dengan pasukan Bone, La Maddukelleng bersama pasukannya bergerak menuju Ujungpandang. Pada bulan Mei 1739 mereka melakukan penyerangan terhadap benteng Rotterdam, namun berakhir dengan kegagalan. Pasukan pun kembali ke Wajo, bersamaan dengan itu Belanda mengajukan ajakan berdamai. Namun La Maddukelleng menolaknya.

Pada tahun 1740, setelah gagal mengajak masyarakat Wajo untuk berdamai, Belanda kembali mengerahkan pasukan yang cukup besar untuk menyerang Wajo. Pertempuran besar pun kembali berkobar. Niat Belanda untuk merebut ibu kota Wajo, Tosora, kembali berhasil digagalkan.

Belanda tak putus asa, mereka kembali menawarkan perdamaian dan untuk kesekian kalinya niat itu ditolak La Maddukelleng. Rupanya setelah penolakan itu, Belanda tak lagi menyerang wilayah Wajo. Semangat masyarakat Wajo di bawah komando La Maddukelleng berhasil mengurungkan niat Belanda untuk menguasai wilayah Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
.

Pada tahun 1754, setelah berhasil mempertahankan tanah leluhurnya, La Maddukeleng mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Arung Matoa Wajo. Pada 1765, ia tutup usia. Gelar kehormatan Petta Pammadekaenggi Wajo (Tuan Yang Memerdekakan Wajo) diberikan kepadanya oleh penduduk Wajo.

Perjuangan panglima dari Wajo ini memberikan inspirasi bahwa tidak ada kata menyerah dari ancaman penjajah yang akan merebut kedaulatan Tanah Air.

Atas jasa-jasanya pada negara, La Maddukelleng diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 109/TK/Tahun 1998, tanggal 6 November 1998. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Legenda Tokoh Pendidikan Anak Sang Mentalist Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

This book gives you a huge knowledge of what you need for understanding the market for watches. The book is full of beautiful photos of some of the Worlds most awesome timepieces and what's under the hood.

Note: A must have buat pencinta/kolektor jam tangan. Harga cover US$35.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: