WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pejuang Indo yang Cinta Indonesia

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pejuang Indo yang Cinta Indonesia
Danudirja Setiabudhi | TokohIndonesia.com | depsos

Douwes Dekker alias Danudirja Setiabudhi adalah tokoh pendiri Indische Partij (IP), partai politik pertama di Indonesia. Pembentuk Komite Bumiputera, serta pendiri perguruan Ksatria Institut, sekolah yang menanamkan rasa kebangsaan kepada anak didiknya.

Pendiri Indische Partij
Lihat Curriculum Vitae (CV) Danudirja Setiabudhi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Danudirja Setiabudhi

QR Code Halaman Biografi Danudirja Setiabudhi
Bio Lain
Click to view full article
Martha Tilaar
Click to view full article
Alvin Lie
Click to view full article
Junita Liesar
Click to view full article
Slamet Abdul Sjukur
Click to view full article
Sutradara Gintings
Click to view full article
Enggartiasto Lukita
Click to view full article
Mohammad Noer

Perlawanan atas kekejaman kolonial ternyata bukan hanya dilakukan kaum pribumi. Namun, juga oleh mereka yang memiliki darah campuran. Salah satunya adalah Ernest Eugene Francois Douwes Dekker atau yang kemudian dikenal dengan nama Dr. Danudirja Setiabudhi.

Douwes Dekker dikenal sebagai tokoh yang sangat menentang kolonialisme. Bukan hanya menentang penjajahan Belanda di Indonesia, tapi terhadap penjajahan di beberapa negara lainnya juga dia bersikap sama. Sikapnya itu misalnya pernah dia nyatakan dengan menyelundupkan senjata ke India untuk membantu pejuang-pejuang India melawan Inggris.

Karena sikapnya yang menentang penjajahan, khususnya sikapnya menentang setiap agresi bangsa Eropa (Barat) ke wilayah Asia dan Afrika, Douwes Dekker pernah dijuluki "penjahat internasional".

Douwes Dekker merupakan pria Indo ini lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 28 Oktober 1879. Meskipun terlahir sebagai orang Indo, ia tak mau menyebut dirinya orang Indo. Bahkan, sewaktu kuliah di Universitas Zurich, Swiss ia mendaftarkan diri sebagai orang Indonesia bersuku Jawa.

Setelah tamat HBS, ia bekerja di perkebunan kopi di Malang. Rasa kemanusiaannya terusik kala menyaksikan seorang Belanda bertindak kasar pada seorang buruh. Tak lama berselang ia mengajukan pengunduran diri. Setelah resmi keluar dari perkebunan kopi tersebut ia kemudian bekerja sebagai guru kimia.

Profesi terakhir ini rupanya tidak membuatnya kerasan sehingga ia memutuskan untuk merantau ke luar negeri. Dalam petualangannya itu, ia pernah ikut dalam Perang Boer melawan Inggris di Afrika Selatan. Setelah itu ia sempat menjadi tahanan Inggris dan dipenjara di Sri Langka. Setelah bebas dari kurungan penjara, ia kembali ke tanah air, memimpin harian De Express yang banyak memuat karangan untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Indonesia.

Pada 1912, bersama dua orang koleganya, Suwardi Suryaningrat dan dr. Mendirikan Indische Partij (1912)
Mendirikan Indische Partij (1912)
Cipto Mangunkusumo
, ia mendirikan Indische Partij (IP) partai politik pertama di Indonesia. Partai itu berusaha mematahkan "garis warna kulit" (colour line) yang memecah belah bangsa Indonesia. Ia memiliki keyakinan bahwa penjajahan dapat ditumbangkan dengan aksi bersama antara semua golongan dalam masyarakat. Ia juga menganjurkan kepada golongan orang Indo untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dan menganggap Indonesia sebagai tanah air mereka.

Belanda juga merasa terusik dengan pembentukan Komite Bumiputera yang dimaksudkan untuk menentang pemerintah Belanda merayakan peringatan seratus tahun bebasnya Belanda dari penjajahan Prancis. Tahun 1913, Douwes Dekker bersama Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama
Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama
Ki Hajar Dewantara
, dan Dr. Tjipto Mangunkusumo dibuang ke Belanda karena keterlibatan mereka dalam komite tersebut. Pada 1918, ia kembali ke Indonesia dan meneruskan perjuangannya lewat jalur pendidikan dengan mendirikan perguruan Ksatria Institut yang menanamkan rasa kebangsaan selain pelajaran umum kepada anak didiknya.

Douwes Dekker sering dijebloskan ke penjara karena tindakannya yang dianggap mengancam keberadaan pemerintah Belanda. Ia pernah dipenjarakan di Jakarta pada tahun 1941. Sesudah Perang Dunia II berakhir, Douwes Dekker kembali ke Indonesia dan secara diam-diam turut membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Namun, ia kembali harus mendekam di penjara ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II. Dalam kabinet Syahrir II (2 Oktober 1946-3 Juli 1947), Douwes Dekker kemudian diangkat menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
negara dan penasihat delegasi RI dalam perundingan-perundingan dengan Belanda.

Setelah proklamasi RI berkumandang, Douwes Dekker berganti nama menjadi Danudirja Setiabudhi. Nama tersebut merupakan hadiah dari bekas muridnya yang juga presiden pertama RI, Soekarno. "Danu" artinya banteng, "Dirjo" artinya kuat, tangguh, dan "Setiabudi" artinya berbudi setia. Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Bung Karno
berharap agar singkatan nama D.D yang tenar dan harum pada masa perjuangan kemerdekaan sebagai inisial dari nama Douwes Dekker (D.D), dapat diabadikan sebagai singkatan nama Danu Dirjo. Setelah itu ia menetap di Bandung hingga tutup usia pada 28 Agustus 1950.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Dr. Danudirja Setiabudhi diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 590 Tahun 1961 tanggal 9 November 1961. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Pengusaha Peduli Mata Maestro Lukis Kelas Dunia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 43

Tokoh Monitor

Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi

Buku Pilihan

thumb

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso berhasil membujuk dan menjinakkan Nurdin Ismail alias Din Minimi dan kelompok bersenjatanya turun gunung. Sutiyoso berani mengambil risiko terjun langsung masuk hutan untuk menjemput Din Minimi di belantara markas basis persembunyiannya tanpa pengawalan memadai.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: