Douwes Dekker alias Danudirja Setiabudhi adalah tokoh pendiri Indische Partij (IP), partai politik pertama di Indonesia. Pembentuk Komite Bumiputera, serta pendiri perguruan Ksatria Institut, sekolah yang menanamkan rasa kebangsaan kepada anak didiknya.
- biografi tokoh indonesia danudirja setiabudhi
- danudirja setiyabudi
- biografi dokter setiabudhi
- tokoh-tokoh perjuangan lewat pendidikan douwes dekker
- biografi setia budi danudirjo
- biografi danudirja setiabudi
- douwes dekker biography
- biografi pahlawan danudirja setiabudi
- biografi setyabudi
- riwayat tokoh cinta di indonesia
- Dr.Danudirja setiabudi Indische Partij
- danudirja setiabudi wikipedia
- biodata dr.danudirja setiabudi
- dr.danudirja setiabudi
- danudirja setiabudi
- biografi pahlawan setyabudi
- riwayat hidup setyabudi
- biografi ernest douwes dekker
- biografi dr setyabudhi (douwes dekker)
- biografi pahlawan setia budi
- profiil pahlawan setyabudi
- biodata tokoh-tokoh perjuangan indonesia
- puisi pahlawan tetang setia budi
- nama asli setiabudi
- RIWAT HIDUP PARA PAHLAWAN PEJUANG INDONESIA
- pahlawan dr.danudirja setia budi
Perlawanan atas kekejaman kolonial ternyata bukan hanya dilakukan kaum pribumi. Namun, juga oleh mereka yang memiliki darah campuran. Salah satunya adalah Ernest Eugene Francois Douwes Dekker atau yang kemudian dikenal dengan nama Dr. Danudirja Setiabudhi.
Douwes Dekker dikenal sebagai tokoh yang sangat menentang kolonialisme. Bukan hanya menentang penjajahan Belanda di Indonesia, tapi terhadap penjajahan di beberapa negara lainnya juga dia bersikap sama. Sikapnya itu misalnya pernah dia nyatakan dengan menyelundupkan senjata ke India untuk membantu pejuang-pejuang India melawan Inggris.
Karena sikapnya yang menentang penjajahan, khususnya sikapnya menentang setiap agresi bangsa Eropa (Barat) ke wilayah Asia dan Afrika, Douwes Dekker pernah dijuluki "penjahat internasional".
Douwes Dekker merupakan pria Indo ini lahir di Pasuruan, Jawa Timur pada 28 Oktober 1879. Meskipun terlahir sebagai orang Indo, ia tak mau menyebut dirinya orang Indo. Bahkan, sewaktu kuliah di Universitas Zurich, Swiss ia mendaftarkan diri sebagai orang Indonesia bersuku Jawa.
Setelah tamat HBS, ia bekerja di perkebunan kopi di Malang. Rasa kemanusiaannya terusik kala menyaksikan seorang Belanda bertindak kasar pada seorang buruh. Tak lama berselang ia mengajukan pengunduran diri. Setelah resmi keluar dari perkebunan kopi tersebut ia kemudian bekerja sebagai guru kimia.
Profesi terakhir ini rupanya tidak membuatnya kerasan sehingga ia memutuskan untuk merantau ke luar negeri. Dalam petualangannya itu, ia pernah ikut dalam Perang Boer melawan Inggris di Afrika Selatan. Setelah itu ia sempat menjadi tahanan Inggris dan dipenjara di Sri Langka. Setelah bebas dari kurungan penjara, ia kembali ke tanah air, memimpin harian De Express yang banyak memuat karangan untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Indonesia.
Pada 1912, bersama dua orang koleganya, Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij (IP) partai politik pertama di Indonesia. Partai itu berusaha mematahkan "garis warna kulit" (colour line) yang memecah belah bangsa Indonesia. Ia memiliki keyakinan bahwa penjajahan dapat ditumbangkan dengan aksi bersama antara semua golongan dalam masyarakat. Ia juga menganjurkan kepada golongan orang Indo untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dan menganggap Indonesia sebagai tanah air mereka.
Belanda juga merasa terusik dengan pembentukan Komite Bumiputera yang dimaksudkan untuk menentang pemerintah Belanda merayakan peringatan seratus tahun bebasnya Belanda dari penjajahan Prancis. Tahun 1913, Douwes Dekker bersama Ki Hajar Dewantara, dan Dr. Tjipto Mangunkusumo dibuang ke Belanda karena keterlibatan mereka dalam komite tersebut. Pada 1918, ia kembali ke Indonesia dan meneruskan perjuangannya lewat jalur pendidikan dengan mendirikan perguruan Ksatria Institut yang menanamkan rasa kebangsaan selain pelajaran umum kepada anak didiknya.
Douwes Dekker sering dijebloskan ke penjara karena tindakannya yang dianggap mengancam keberadaan pemerintah Belanda. Ia pernah dipenjarakan di Jakarta pada tahun 1941. Sesudah Perang Dunia II berakhir, Douwes Dekker kembali ke Indonesia dan secara diam-diam turut membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Namun, ia kembali harus mendekam di penjara ketika Belanda melancarkan Agresi Militer II. Dalam kabinet Syahrir II (2 Oktober 1946-3 Juli 1947), Douwes Dekker kemudian diangkat menjadi Menteri negara dan penasihat delegasi RI dalam perundingan-perundingan dengan Belanda.
Setelah proklamasi RI berkumandang, Douwes Dekker berganti nama menjadi Danudirja Setiabudhi. Nama tersebut merupakan hadiah dari bekas muridnya yang juga presiden pertama RI, Soekarno. "Danu" artinya banteng, "Dirjo" artinya kuat, tangguh, dan "Setiabudi" artinya berbudi setia. Bung Karno berharap agar singkatan nama D.D yang tenar dan harum pada masa perjuangan kemerdekaan sebagai inisial dari nama Douwes Dekker (D.D), dapat diabadikan sebagai singkatan nama Danu Dirjo. Setelah itu ia menetap di Bandung hingga tutup usia pada 28 Agustus 1950.
Atas jasa-jasanya kepada negara, Dr. Danudirja Setiabudhi diberi gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 590 Tahun 1961 tanggal 9 November 1961. e-ti
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |



Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 































Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.