Wikipedia

Kompas

Tempo

Antara

YouTube

WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOWONGAN: TokohIndonesia.com yang berkantor di Jakarta membuka kesempatan kerja sebagai Account Executive. Lamaran dikirimkan ke sdm at tokohindonesia.com

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com if you CARE

Berita Tokoh Monitor

KPK-Hukum

Bisnis-Entrepreneur

Internet-Social Media

Budaya-Sastra

Mancanegara

Olahraga

Gaya Hidup

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Bapak Muhammadiyah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Bapak Muhammadiyah
Ahmad Dahlan, KH | TokohIndonesia.com | depsos

Ia adalah ulama Islam pertama Indonesia yang memberikan pendidikan dan perbaikan kehidupan bangsa melalui organisasi. Sebagai anggota Boedi Oetomo yang aktif mengajar tokoh-tokoh nasionalis di dalamnya, ia berperan dalam sejarah kebangkitan nasional abad 20-an.

Pendiri Muhammadiyah 1912
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ahmad Dahlan, KH

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ahmad Dahlan, KH

QR Code Halaman Biografi Ahmad Dahlan, KH
Bio Lain
Click to view full article
Alim Markus
Click to view full article
Nungki Kusumastuti
Click to view full article
Tompi
Click to view full article
Mohamad Laica Marzuki
Click to view full article
Muchsin
Click to view full article
Djoko Tjahjono Iskandar
Click to view full article
Anne Avantie
BERITA TERBARU

KH Akhmad Dahlan, seorang ulama besar Indonesia, tokoh pembaru praktek keagamaan di Indonesia dan pendiri Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
. Penerobos tradisi-tradisi lama dalam praktek agama Islam. Membetulkan arah kiblat masjid-masjid di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, dan penggagas pelajaran pengetahuan umum masuk sekolah-sekolah agama. Memurnikan agama Islam dari percampuran dengan agama Hindu, Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen. Sempat dituduh sebagai kyai palsu dan diancam dibunuh oleh um'mat yang belum setuju dengan pembaruan yang diajarkannya. Ia juga pernah dituduh sebagai orang yang menyesatkan karena berani mengajarkan pengetahuan umum di sekolah agama.

Ia menjadi anggota Boedi Oetomo dan aktif mengajar tokoh-tokoh nasionalis di dalamnya yang kemudian berperan sangat besar dalam sejarah kebangkitan nasional abad 20-an. Kini, pembaruan yang diajarkannya telah diakui oleh hampir seluruh umat muslim di Tanah Air maupun dunia. Namanya pun begitu harum dan tidak akan termakan zaman.

Awal abad duapuluh, boleh dikatakan kehidupan beragama umat Islam Indonesia sedang dalam keadaan mundur. Di antara um'mat tidak ada persatuan sehingga um'mat menjadi lemah. Begitu juga dengan ajaran agama, banyak sekali dipengaruhi oleh hal-hal berbau mistik. Melihat keadaan demikian, KH Akhmad Dahlan merasa prihatin. Dalam benaknya, beliau berkesimpulan bahwa untuk memajukan umat Islam di Indonesia harus dilakukan pembaruan di bidang praktik keagamaan. Pembaruan itu sendiri harus dimulai dengan cara mengadakan perbaikan di bidang kemasyarakatan.

Kyai Dahlan kemudian merealisasikan rencananya tapi dengan cara yang cukup berbeda dari para ulama umumnya. Jika ulama lain dalam melakukan pendidikan biasanya melalui pondok pesantren atau kitab karangannya, namun KH Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Ahmad Dahlan
melakukannya melalui sebuah organisasi.

Kiai kelahiran Kauman, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
yang awalnya bekerja sebagai ketib (khatib) keraton Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, ini memperhatikan arah kiblat di masjid keraton dan Yogyakarta umumnya tidak benar. Maka pertama-tama, beliau berusaha membetulkan arah kiblat di Masjid Sultan di Keraton Yogyakarta ke arah yang sebenarnya yaitu dari yang sebelumnya mengarah ke Barat menjadi ke Barat Laut, namun ketika itu pihak keraton menolak.

Kecewa pada pihak keraton yang tidak membolehkannya membetulkan kiblat di masjid keraton tersebut, Kiai Dahlan ingin meninggalkan kota kelahirannya tersebut, tetapi salah seorang keluarganya menghalangi niatnya itu dengan membangun mushala lain. Di situlah beliau dapat mengajarkan dan mempraktekkan ajaran agama serta keyakinannya.

Upaya membetulkan arah kiblat terus dilakukan. Di masjid besar Yogyakarta, beliau membuat garis-garis saf menurut yang semestinya. Namun masyarakat ketika itu menjadi gempar dan marah. Garis-garis saf yang dibuatnya itu sempat dihapus orang bahkan surau miliknya dibongkar.

Bersama kawan-kawannya, beliau juga memperbaiki kondisi higienis di daerah Kauman. Ia ingin membersihkan umat Islam secara fisik maupun mental spiritual.

Dengan maksud mengajar agama, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo - organisasi yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasionalis. Di sana beliau memberikan pelajaran-pelajaran untuk memenuhi keperluan anggota.

Pelajaran yang diberikannya terasa sangat berguna bagi anggota Boedi Oetomo sehingga para anggota Boedi Oetomo ini menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari nasib seperti pesantren tradisional yang terpaksa tutup bila kiai pemimpinnya meninggal dunia.

Saran itu kemudian ditindaklanjuti Kiai Dahlan dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
pada 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330). Organisasi ini bergerak di bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Melalui organisasi inilah beliau berusaha memajukan pendidikan dan membangun masyarakat Islam.

Bagi Kiai Dahlan, Islam hendak didekati serta dikaji melalui kacamata modern sesuai dengan panggilan dan tuntutan zaman, bukan secara tradisional. Beliau mengajarkan kitab suci Al Qur'an dengan terjemahan dan tafsir agar masyarakat tidak hanya pandai membaca ataupun melagukan Qur'an semata, melainkan dapat memahami makna yang ada di dalamnya. Dengan demikian diharapkan akan membuahkan amal perbuatan sesuai dengan yang diharapkan Qur'an itu sendiri.

Menurut pengamatannya, keadaan masyarakat sebelumnya hanya mempelajari Islam dari kulitnya tanpa mendalami dan memahami isinya. Sehingga Islam hanya merupakan suatu dogma yang mati.

Di bidang pendidikan, Kiai Dahlan lantas mereformasi sistem pendidikan pesantren zaman itu, yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya lantaran mengutamakan menghafal dan tidak merespon ilmu pengetahuan umum.

Maka Kiai Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum serta bahasa Belanda. Bahkan ada juga Sekolah Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
seperti H.I.S. met de Qur'an. Sebaliknya, beliau pun memasukkan pelajaran agama pada sekolah-sekolah umum. Kiai Dahlan terus mengembangkan dan membangun sekolah-sekolah. Sehingga semasa hidupnya, beliau telah banyak mendirikan sekolah, masjid, langgar, rumah sakit, poliklinik, dan rumah yatim piatu.

Kegiatan dakwah pun tidak ketinggalan. Beliau semakin meningkatkan dakwah dengan ajaran pembaruannya. Di antara ajaran utamanya yang terkenal, beliau mengajarkan bahwa semua ibadah diharamkan kecuali yang ada perintahnya dari Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan larangan ziarah kubur, penyembahan dan perlakuan yang berlebihan terhadap pusaka-pusaka keraton seperti keris, kereta kuda, dan tombak. Di samping itu, beliau juga memurnikan agama Islam dari percampuran ajaran agama Hindu, Budha, animisme, dinamisme, dan kejawen.

Di bidang organisasi, pada tahun 1918, beliau membentuk organisasi Aisyiyah yang khusus untuk kaum Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
. Pembentukan organisasi Aisyiyah, yang juga merupakan bagian dari Muhammadiyah ini, karena menyadari pentingnya peranan kaum Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
dalam hidup dan perjuangannya sebagai pendamping dan partner kaum pria.

Sementara untuk pemuda, Kiai Dahlan membentuk Padvinder atau Pandu - sekarang dikenal dengan nama Pramuka - dengan nama Hizbul Wathan disingkat H.W. Di sana para pemuda diajari baris-berbaris dengan genderang, memakai celana pendek, berdasi, dan bertopi. Hizbul Wathan ini juga mengenakan uniform atau pakaian seragam, mirip Pramuka sekarang.

Pembentukan Hizbul Wathan ini dimaksudkan sebagai tempat pendidikan para pemuda yang merupakan bunga harapan agama dan bangsa. Sebagai tempat persemaian kader-kader terpercaya, sekaligus menunjukkan bahwa Agama Islam itu tidaklah kolot melainkan progressif. Tidak ketinggalan zaman, namun sejalan dengan tuntutan keadaan dan kemajuan zaman.

Karena semua pembaruan yang diajarkan Kyai Dahlan ini agak menyimpang dari tradisi yang ada saat itu, maka segala gerak dan langkah yang dilakukannya dipandang aneh. Sang Kiai sering diteror seperti diancam bunuh, rumahnya dilempari batu dan kotoran binatang. Ketika mengadakan dakwah di Banyuwangi, beliau diancam akan dibunuh dan dituduh sebagai kiai palsu. Walaupun begitu, beliau tidak mundur. Beliau menyadari bahwa melakukan suatu pembaruan ajaran agama (mushlih) pastilah menimbulkan gejolak dan mempunyai risiko. Dengan penuh kesabaran, masyarakat perlahan-lahan menerima perubaban yang diajarkannya.

Tujuan mulia terkandung dalam pembaruan yang diajarkannya. Segala tindak perbuatan, langkah dan usaha yang ditempuh Kiai ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Islam itu adalah Agama kemajuan. Dapat mengangkat derajat umat dan bangsa ke taraf yang lebih tinggi. Usahanya ini ternyata membawa dampak positif bagi bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Banyak golongan intelektual dan pemuda yang tertarik dengan metoda yang dipraktekkan Kiai Dahlan ini sehingga mereka banyak yang menjadi anggota Muhammadiyah. Dalam perkembangannya, Muhammadiyah kemudian menjadi salah satu organisasi massa Islam terbesar di Indonesia.

Melihat metoda pembaruan KH Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Ahmad Dahlan
ini, beliaulah ulama Islam pertama atau mungkin satu-satunya ulama Islam di Indonesia yang melakukan pendidikan dan perbaikan kehidupan um'mat, tidak dengan pesantren dan tidak dengan kitab karangan, melainkan dengan organisasi. Sebab selama hidup, beliau diketahui tidak pernah mendirikan pondok pesantren seperti halnya ulama-ulama yang lain. Dan sepanjang pengetahuan, beliau juga konon belum pernah mengarang sesuatu kitab atau buku agama.

Muhammadiyah sebagai organisasi tempat beramal dan melaksanakan ide-ide pembaruan Kiai Dahlan ini sangat menarik perhatian para pengamat perkembangan Islam dunia ketika itu. Para sarjana dan pengarang dari Timur maupun Barat sangat memfokuskan perhatian pada Muhammadiyah. Nama Kiai Haji Akhmad Dahlan pun semakin tersohor di dunia.

Dalam kancah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, peranan dan sumbangan beliau sangatlah besar. Kiai Dahlan dengan segala ide-ide pembaruan yang diajarkannya merupakan saham yang sangat besar bagi Kebangkitan Nasional di awal abad ke-20.

KH Akhmad Dahlan lahir 1 Agustus 1868 di Kauman, Yogyakarta. Beliau bernama kecil Muhammad Darwis. Merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara putra K.H. Abu Bakar bin Kiai Sulaiman, seorang khatib di Masjid Sultan. Ibunya bernama Siti Aminah, putri dari Haji Ibrahim, seorang penghulu kesultanan.

Kiai Dahlan menimba berbagai bidang ilmu dari banyak kiai yakni KH. Muhammad Shaleh di bidang ilmu fikih; dari KH. Muhsin di bidang ilmu Nahwu-Sharaf (tata bahasa); dari KH. Raden Dahlan di bidang ilmu falak (astronomi); dari Kiai Mahfud dan Syekh KH. Ayyat di bidang ilmu hadis; dari Syekh Amin dan Sayid Bakri Satock di bidang ilmu Al-Quran, serta dari Syekh Hasan di bidang ilmu pengobatan dan racun binatang.

Ketika dalam pencarian ilmu, Kiai Dahlan pernah sekamar dengan KH.Hasyim Asy'ari, ulama besar pendiri Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Pendiri Nahdlatul Ulama 1926
Nahdlatul Ulama
. Pengalaman sekamar tersebut terjadi selagi belajar kepada KH. Sholeh Darat di Semarang. KH. Sholeh Darat, juga merupakan guru dari salah seorang Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional Indonesia yakni Raden Ajeng Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
.

Dalam sejarah, beliau tercatat dua kali berangkat ke tanah suci, Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima, sekaligus menuntut ilmu agama. Masih di usia 21 tahun, Kiai Dahlan sudah berangkat ke Mekkah. Selama setahun beliau belajar di Mekkah. Salah seorang gurunya di sana adalah Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, ulama asal Padang yang menjadi Imam Masjidil Haram ketika itu.

Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ini juga merupakan guru dari beberapa ulama besar di tanah air di antaranya, KH. Hasyim Asy'ari, pendiri NU ; Haji Abdul Karim Amrullah - ayahanda dari Ulama, Politisi dan Sastrawan Besar
Ulama, Politisi dan Sastrawan Besar
Buya Hamka
; Syekh Muhammad Djamil Djambek, keduanya pendiri gerakan Kaoem Moeda di Sumatra Barat; dan Haji Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Anggota PPPKI, DPA dan Menlu RI
Agus Salim
, Wakil Ketua Syarikat Islam dan Pembina Jong Islamieten Bond.

Dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ini pulalah Kiai Dahlan berkenalan dengan pemikiran trio reformis Sayid Jamaluddin Al Afghani-Syekh Muhammad Abduh-Syekh Muhammad Rasyid Ridha.

Pada tahun 1909, Kyai Dahlan masuk Boedi Oetomo. Kemudian mendirikan Muhammadiyah pada 18 November 1912. Beliau memimpin Muhammadiyah sampai tahun 1923 kemudian digantikan oleh KH. Ibrahim.

Pada usia 66 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, Kiai Haji Akhmad Dahlan wafat di Yogyakarta. Beliau kemudian dimakamkan di Karang Kuncen, Yogyakarta.

Atas jasa-jasa Kiai Haji Akhmad Dahlan maka negara menganugerahkan kepada beliau gelar kehormatan sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kemerdekaan Nasional. Gelar kehormatan tersebut dituangkan dalam SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No.657 Tahun 1961, tgl 27 Desember 1961. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 06 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 13 Sep 2012

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini
Beri Komentar

Facebook

TIKomen

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Sponsorship

Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.

Sponsor Bronze
Sponsor Bronze: US$50
Sponsor Silver
Sponsor Silver: US$250
Sponsor Gold
Sponsor Gold: US$500


Nama para Sponsor akan kami tempatkan di halaman khusus 'Sponsor'. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi kami via Telp/SMS ke 0852-15333-143 atau e-mail ke sponsor@tokohindonesia.com.
 

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: