WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Pahlawan Nasional Asal NTT Pertama

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Pahlawan Nasional Asal NTT Pertama
Izaak Huru Doko | Tokoh.ID | repro

Pahlawan nasional Indonesia asal Nusa Tenggara Timur pertama ini dikenal aktif dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Selama penjajahan Jepang, ia turut memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar asuhannya ‘Timor Syuho’. Dukungan terhadap kedaulatan RI pasca proklamasi ditunjukkan saat ia terlibat sebagai anggota parlemen dan menteri di Negara Indonesia Timur (NIT).

Pahlawan Nasional
Lihat Curriculum Vitae (CV) Izaak Huru Doko

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Izaak Huru Doko

QR Code Halaman Biografi Izaak Huru Doko
Bio Lain
Click to view full article
Mangapul Sagala
Click to view full article
Achmad Rifai
Click to view full article
Arief Kusharyadi
Click to view full article
Jusuf Ronodipuro
Click to view full article
Michael Sastrapratedja
Click to view full article
Amien Sunaryadi
Click to view full article
Chairuddin P Lubis

Izaak Huru Doko lahir di Seba, Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur pada 20 November 1913. Hidup di kota terpencil yang belum tersentuh sarana pendidikan yang layak membuat dia harus meninggalkan kampung halaman ke pulau Timor untuk menuntut ilmu. Ia kemudian mendapat beasiswa masuk MULO di Ambon. Cak, begitu ia biasa dipanggil, juga dengan bekal beasiswa memilih menuntut ilmu di kota Bandung, Jawa Barat di HIK (Hollandsche Inlandsche Kweekschool) atau Sekolah Guru. Selain belajar, dia juga aktif berorganisasi. Bersama Herman Johannes, seorang mahasiswa Technische Hogeschool (sekarang ITB), ia memimpin perkumpulan Pemuda Timor (Timorsche Jongeren) yang memiliki cabang-cabang yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Bahkan jabatan Ketua Partai Politik Perserikatan Kebangsaan Timor di Kupang juga pernah dipercayakan padanya. Partai yang berasaskan nasionalisme/kebangsaan itu mempunyai tujuan mencapai Indonesia merdeka. Saat Jepang menduduki Tanah Air, ia diangkat menjadi Kepala Bunkyo Kakari (Pengajaran/Penerangan) di Kupang terhitung sejak 1 Maret 1942 hingga 1945. Meskipun bekerja pada penjajah, ia tetap memelihara cita-cita kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar asuhannya, Timor Syuho.

Ketika rezim pemerintahan Jepang di Indonesia tumbang dan kemerdekaan berhasil diproklamasikan, pemerintahan NICA beserta kaki tangannya terus melancarkan tekanan politik. Untuk mengatasi hal itu, ia bersama Tom Pello memimpin para pejuang. Sikap pantang menyerahnya dalam memperjuangkan cita-cita kemerdekaan bagi Indonesia diwujudkan di tahun 1946 saat ia menjadi penasihat (adviseur) utusan Timor ke Konferensi Malino. Dalam konferensi itu pula, Partai Demokrasi Indonesia Timor (PDI Timor) memberinya mandat untuk memperjuangkan zelfbeschikkingsrecht (hak menentukan nasibnya sendiri) bagi bangsa Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan RI serta menghapuskan Korte Verklaring (Plakat Pendek, otonomi) dari daerah-daerah Swapraja. Karena kegigihan dan keteguhan dalam memperjuangkan aspirasi untuk merdeka dalam negara kesatuan RI, van Mook (Gubernur Jenderal) menamakannya: “ayam jantan dari Timor” (buku: Malino bouwt een Huis).

Ia juga mengisi posisi dalam jajaran pemerintahan sejak Indonesia masih berbentuk federal. Pada November 1947, ia terpilih sebagai salah satu anggota parlemen Negara Indonesia Timur (NIT). Kiprahnya dalam dunia politik saat itu semakin terlihat saat parlemen mengangkatnya sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Muda Penerangan dari 15 Desember 1947 hingga 14 Maret 1950.

Tak hanya itu, NIT juga membantu perjuangan RI dan mengembalikan Presiden beserta wakilnya dan pemerintah RI ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Pemerintah RI pun mengakui secara resmi perjuangan NIT.

Dengan didukung sejumlah fraksi progresif di parlemen, NIT terus melakukan perjuangan dalam BFO (Bijeenkomst Voor Federaal Overleg) untuk meraih kemerdekaan bersama RI. Tak hanya itu, NIT juga membantu perjuangan RI dan mengembalikan Presiden beserta wakilnya dan pemerintah RI ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Pemerintah RI pun mengakui secara resmi perjuangan NIT.

Izaak seringkali bertindak sebagai Wakil Perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
dalam Kabinet NIT ke-4 dalam lingkungan RIS. Di tengah kesibukannya sebagai pejabat di negara bagian, ia tak melupakan perjuangan saudara sebangsanya di daerah lain. Ia bahkan masih meluangkan waktunya sebagai pengurus Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (GAPKI) di Makassar pimpinan seorang Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional, Arnold Mononutu.

Tercatat sejumlah jabatan penting pernah diembannya setelah kedaulatan Indonesia diakui. Jabatan itu antara lain, Referendaris pada Kantor Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil di Singaraja sejak 10 Mei 1950 sampai dengan 25 Oktober 1950, Inspektur SR (Sekolah Rakyat) Provinsi Sunda Kecil, Kepala Inspeksi SR Provinsi Sunda Kecil, Kepala Dinas PP dan K Provinsi Sunda Kecil, dan yang terakhir Koordinator Inspeksi Pengajaran Provinsi Sunda Kecil (25 Oktober 1958-1 September 1958).

Pada tahun 1956, di sela-sela kegiatannya, pemerintah RI mengirim Izaak ke Australia dalam rangka Colombo Plan untuk mempelajari sistem One Teacher School dan Area School selama 8 bulan. Keputusannya untuk mengabdikan diri pada dunia pendidikan membuat Izaak mengundurkan diri ketika namanya diusulkan Partindo untuk menjadi calon anggota Konstituante. Dengan alasan yang sama pula, ia menolak desakan beberapa partai politik seperti Parkindo, PNI, dan lain-lan yang mencalonkannya sebagai gubernur pertama NTT.

Meski demikian, ia masih menjalankan perannya sebagai anggota Perutusan Sunda Kecil pada Musyawarah Nasional tahun 1957 dengan agenda mempersatukan kembali Dwitunggal Proklamator RI, Soekarno-Hatta. Terhitung sejak 1 September 1959 hingga 1 Februari 1971, ia dipindahkan ke Kupang untuk menjabat sebagai Kepala Perwakilan Departemen P & K Provinsi NTT, dengan pangkat terakhir Pegawai Utama, golongan IV/D. Izaak menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 67 tahun, tepatnya 29 Juli 1985 di Kupang.

Menurut hasil kajian Dinas Sosial NTT, Izaak Huru Doko terlibat dalam enam kegiatan/aktivitas yang mengarah kepada perjuangan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
sebelum Proklamasi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
, 17 Agustus 1945. Setelah proklamasi, ia menggeluti 23 jenis kegiatan yang berbasis mempertahankan Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
sehingga jasa-jasanya dianggap luar biasa bagi bangsa dan negara.

Itulah sebabnya, Izaak Huru Doko dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006. Sedangkan untuk jasanya dalam bidang pendidikan, Pemerintah Indonesia melalui Departemen Sosial menganugerahkannya Bintang Sosial dengan gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Pendidikan. Bio TokohIndonesia.com | cid, red (berbagai sumber)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 26 Feb 2016  -  Pembaharuan terakhir 26 Feb 2016
Pencipta Reaktor Biogas Potret Politisi Bersahaja

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Dalam catatan sejarah perang, kita dapat menemukan beberapa pertempuran klasik, yaitu kiprah militer yang dikagumi para pemimpin militer dan sejarawan selama berabad-abad. Cannae adalah salah satu pertempuran demikian. Dipimpin oleh Hannibal Barca, seorang pemimpin perang yang mampu mempersatukan berbagai suku bangsa, dan membuktikan kehebatan strateginya dengan memukul mundur pasukan Romawi.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: