WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Teguh Melawan Penjajah

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Teguh Melawan Penjajah
Opu Daeng Risaju | Tokoh.ID | dokpri

Tatkala Kerajaan Luwu memilih tunduk pada Belanda, Opu Daeng Risaju lebih memilih kehilangan gelar kebangsawanannya dan tetap pada pendirian menentang penjajahan. Aktivis Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) ini ditangkap dan ditahan berulang kali bahkan disiksa hingga tuli.

Aktivis PSII, Pahlawan Nasional
Lihat Curriculum Vitae (CV) Opu Daeng Risaju

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Opu Daeng Risaju

QR Code Halaman Biografi Opu Daeng Risaju
Bio Lain
Click to view full article
Slamet Effendy Yusuf
Click to view full article
Eko Prasojo
Click to view full article
Alim Markus
Click to view full article
Didik J Rachbini
Click to view full article
Alinafiah
Click to view full article
Tika Bisono
Click to view full article
Wardana

Opu Daeng Risaju, puteri pasangan Muhammad Abdullah To Baresseng dan Opu Daeng Mawellu ini lahir di Palopo pada tahun 1880. Ia sebenarnya memiliki nama kecil, Famajjah. Sedangkan Opu Daeng Risaju adalah gelar kebangsawanan Kerajaan Luwu yang disematkan padanya setelah menikah dengan suaminya, H. Muhammad Daud.

Sebagai seorang keturunan bangsawan Luwu, dalam jiwanya telah tertanam sikap patriotisme buah didikan dari orang tua dan leluhurnya. Selain mempelajari moral yang berlandaskan adat kebangsawanan, Opu Daeng Risaju juga mempelajari peribadatan dan akidah dalam agama Islam. Sejak kecil Opu Daeng Risaju terbiasa membaca Al-Quran dan mempelajari ilmu-ilmu keagamaan seperti nahwu, syaraf dan balagah. Opu Daeng Risaju juga mempelajari fiqih dari buku karangan Khatib Sulaweman Datuk Patimang, salah seorang tokoh penyebar agama Islam di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
. Sementara suami Opu Daeng Risaju, H. Muhammad Daud, merupakan seorang ulama yang pernah bermukim di Mekkah.

Ia pun tumbuh sebagai salah satu tokoh Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang kharismatis terutama bagi kalangan masyarakat Luwu, baik Luwu Selatan, Utara maupun Luwu bagian Timur serta Palopo sebagai ibukota Kerajaan Luwu.

Hidup memang suatu pilihan. Sebagai Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
keluarga kerajaan, Opu Daeng Risaju sebenarnya bisa hidup tenang dan nyaman menikmati kekayaan dan kedudukannya. Namun, ia lebih memilih berjuang demi rakyat yang mengalami penderitaan dan ketidakadilan akibat ulah para penjajah.

Keikutsertaannya dalam partai politik dimulai pada tahun 1927. Saat itu ia memilih untuk bergabung menjadi anggota Partai Ketua Sarekat Islam (SI)
Ketua Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam
Indonesia (PSII) cabang Pare-pare. Tiga tahun kemudian tepatnya 14 Januari 1930, ia terpilih sebagai Ketua PSII Wilayah Tanah Luwu Palopo.

Posisi sebagai Ketua PSII membuatnya sering mengikuti kongres PSII baik di Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Raja Gowa ke-16, dinobatkan pada tahun 1653
Sulawesi Selatan
maupun PSII Pusat yang berkedudukan di Batavia. Kegiatan berpolitiknya di PSII itu dipandang sebagai duri dalam daging oleh pemerintah Belanda yang menguasai tanah Luwu.

Pihak kerajaan atas kendali Belanda mencabut gelar kebangsawanan Opu Daeng Risaju pada tahun 1932 dan ia dipenjara selama 14 bulan pada tahun 1934.

Ia kemudian ditangkap bersama sekitar 70 orang anggota PSII di Malangka oleh Controleur Masamba. Opu Daeng Risaju dituduh menghasut rakyat dan melakukan tindakan provokatif agar rakyat tidak lagi percaya kepada pemerintah. Untuk membatasi peluasan anggota PSII dan menghentikan gerakan perlawanan terhadap Belanda, Opu Daeng Risaju bersama para pejuang lainnya dijebloskan ke dalam penjara Masamba. Pihak kerajaan atas kendali Belanda mencabut gelar kebangsawanan Opu Daeng Risaju pada tahun 1932 dan ia dipenjara selama 14 bulan pada tahun 1934. Akibat keteguhan hatinya menolak bekerjasama dengan Belanda, Opu Daeng Risaju juga rela bercerai dengan suaminya yang sebelumnya dia anggap sebagai pendukung aktivitas politiknya. Selama dipenjara, Opu Daeng Risaju disuruh mendorong gerobak dan bekerja membersihkan jalan di tengah-tengah kota Palopo.

Pada 9 Februari 1942, tentara Jepang mendarat di Makassar dan daerah-daerah lain di Sulawesi, termasuk tanah Luwu. Kedatangan Jepang tak sedikit pun menciutkan nyali Opu Daeng Risaju. Semangat juangnya justru semakin berkobar untuk tetap melakukan perlawanan terhadap para penjajah.

Saat tentara Jepang menyerah, tentara Sekutu datang diboncengi tentara NICA. Opu Daeng Risaju membangkitkan dan memobilisasi para pemuda untuk melakukan serangan terhadap tentara NICA di tahun 1946. Serangan itu dibalas oleh tentara NICA sebulan kemudian sehingga banyak pemuda pejuang yang gugur.

Pasca penyerangan tersebut, Opu Daeng Risaju bersembunyi. NICA mengupayakan berbagai cara untuk menangkap dan menghentikan aksi Opu Daeng Risaju. Tentara NICA bahkan berjanji akan memberikan imbalan pada siapa pun yang dapat menangkap Opu Daeng Risaju, baik dalam keadaan hidup atau pun mati.

Keberadaan Opu Daeng Risaju di Latonro akhirnya berhasil diketahui mata-mata NICA. Dalam suatu penyergapan, ia ditangkap dan dipaksa berjalan kaki hingga 40 km menuju Watampone. Di kota itu, ia dipenjara satu bulan lamanya sebelum akhirnya dibawa ke Sengkang dan dipulangkan ke Bajo.

Selama 11 bulan ia menjalani masa tahanannya tanpa diadili dan mengalami berbagai penyiksaan. Ia dibawa ke sebuah lapangan dan dipaksa untuk berdiri tegap menghadap matahari. Kepala Distrik Bajo, Ladu Kalapita menyiksanya saat itu. Pejabat Luwu yang Pro Belanda itu meletakkan laras senapannya pada pundak Opu Daeng Risaju yang kala itu berusia 67 tahun. Kalapita kemudian meletuskan senapannya dan mengakibatkan Opu Daeng Risaju jatuh tersungkur di antara kedua kaki Kalapita yang masih berusaha menendangnya. Akibat penyiksaan itu, Opu Daeng Risaju menjadi tuli seumur hidup. Setelah penyiksaan itu, Opu Daeng Risaju kembali dimasukkan ke dalam sebuah tempat yang mirip penjara darurat bawah tanah. Opu Daeng Risaju kemudian dibebaskan, kembali ke Bua lalu menetap di Belopa.

Bersama putranya H. Abdul Kadir Daud, Opu Daeng Risaju yang usianya kian senja pindah ke Pare-pare setelah kedaulatan RI mendapat pengakuan pada tahun 1949. Ketika putranya meninggal dunia, ia kembali ke Palopo hingga tutup usia pada 10 Februari 1964. Jenazah Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
pejuang itu dimakamkan di Lokke yang merupakan makam para raja Luwu.

Ketika memilih untuk berjuang bersama rakyat, ia dengan rela menerima segala risiko. Penjara, penderitaan, berbagai kesulitan hingga penyiksaan fisik dijalaninya dengan penuh ketabahan demi membela Tanah Air. Atas jasa-jasanya kepada negara, Opu Daeng Risaju dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 085/TK/Tahun 2006, tanggal 3 November 2006. Bio TokohIndonesia.com | cid, red (berbagai sumber)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 25 Feb 2016  -  Pembaharuan terakhir 26 Feb 2016
Jenderal Pramuka Dan Pendidikan Sukses Setelah Badai Krisis

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Pastor and New York Times bestselling author Joel Osteen offers 90 days of inspirational devotions to help you become the best that you can be in every area of your life.

Note: 98% terawat, Hardcover, a must have.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: