WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Orang Indonesia Pertama Ahli Radiologi

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Orang Indonesia Pertama Ahli Radiologi
Wilhelmus Zakaria Johannes | Tokoh.ID | repro

Prof. Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes menjadi dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologi di Belanda dan menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia. Guru besar radiologi yang pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meninggal di Belanda saat menjalankan tugas membangun kembali Universitas Indonesia yang terlantar selama Perang Kemerdekaan.

Dokter Ahli Radiologi, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Lihat Curriculum Vitae (CV) Wilhelmus Zakaria Johannes

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Wilhelmus Zakaria Johannes

QR Code Halaman Biografi Wilhelmus Zakaria Johannes
Bio Lain
Click to view full article
Waldjinah
Click to view full article
Wayan Sadra
Click to view full article
Margaretha Solang
Click to view full article
Bisuk Siahaan
Click to view full article
Tarman Azzam
Click to view full article
Deddy Corbuzier
Click to view full article
La Ode Sirad

Wilhelmus Zakaria Johannes lahir di sebuah desa kecil dan terpencil bernama Talae di Pulau Rote (sekarang Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten terselatan di Nusantara), Nusa Tenggara Timur, tahun 1895. Ayahnya adalah seorang guru bantu Sekolah Dasar yang sekaligus merangkap menjadi pengurus gereja. W. Z. Johannes adalah sepupu Prof. Dr. Ir. Herman Johannes, yang adalah paman dari Helmi Johannes, presenter berita dan produser eksekutif televisi VOA Indonesia. Sebagai informasi, Prof. Dr. Ir. Herman Johannes juga seorang Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional dan dikenal sebagai ahli MIPA dari UGM, Dosen, Gurubesar, dan Rektor UGM, dan Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik.

Sejak kecil, kecerdasan Johannes sudah terlihat. Buktinya, saat naik kelas dari kelas tiga Sekolah Dasar, Johannes langsung meloncat ke kelas lima. Selain itu, pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding vab Indandsche Aartsen, Sekolah Dokter Bumiputera) yang seharusnya ditempuh sembilan tahun, diselesaikannya delapan tahun. Sesudah menamatkan STOVIA, ia menjadi pengajar di NIAS (Nederlandsch Indische Aartsen School, Sekolah Dokter Hindia Belanda) di Surabaya.

Ia juga mempraktekkan ilmunya sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Pusat di Semarang (sekarang Rumah Sakit Dr. Karyadi), kemudian berpindah-pindah ke beberapa kota di Sumatera Selatan. Pada tahun 1921, ia diangkat menjadi dokter di Bengkulu. Sepuluh tahun kemudian, ia berturut-turut bertugas di Rumah Sakit Muara Aman, Mana, Kayu Agung, dan Palembang. Rupanya gelar dokter yang telah diraih tak lantas membuatnya berpuas diri. Ia masih tetap berkeinginan untuk menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi. Alhasil, ia berhasil mempertahankan disertasinya dan berhasil menyandang gelar doktor.

Kontribusinya dalam bidang kedokteran Tanah Air ialah ketika melakukan pengembangan pemakaian rontgen di rumah sakit-rumah sakit. Dr. Johannes merupakan ahli rontgen pertama bangsa Indonesia. Selain bidang kedokteran, ia pun aktif dalam kegiatan politik. Pada tahun 1939, ia diangkat menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) sebagai wakil masyarakat Keresidenan Timor.

Saat itu Volksraad merupakan badan konsultatif dan tidak mempunyai kekuasaan untuk menghadapi gubernur jenderal, kepala-kepala departemen dan badan legislatif di Negeri Belanda. Meskipun demikian, badan itu telah melaksanakan hal yang bermanfaat karena masalah masyarakat kolonial dan kebijakan pemerintah kolonial menjadi terbuka dan tersebar luas lewat sidang-sidangnya.

Menurut sejarawan Neytzell de Wilde, dengan hadirnya dewan itu, “masalah-masalah Hindia dikeluarkan dari kantor-kantor yang pengap menuju udara segar keterbukaan masyarakat (publicity).

Pada masa pendudukan Jepang, bersama Dr. Sam Ratulangi, dr. Sitanala dan lain-lain, ia mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK). Sesudah Indonesia merdeka, BPPK berkembang menjadi Partai Kristen Nasional, kemudian berganti nama menjadi Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Keaktifannya dalam bidang politik menyebabkan Dr. Johannes diangkat menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BPKNIP).

BPKNIP berperan sebagai badan legislatif bagi Republik Indonesia yang masih muda. Karena kesehatan sering terganggu, ia kemudian mengundurkan diri dari keanggotaan badan itu. Ia pernah menderita penyakit lumpuh sewaktu bertugas sebagai dokter di Palembang, Sumatera Selatan, dan setelah sembuh, kakinya tetap pincang.

Selain Parkindo, dibentuk pula sebuah organisasi perjuangan bernama “Gerakan Rakyat Indonesia Sunda Kecil” (GRISK) yang ingin menggalang persatuan penduduk Sunda Kecil dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Rumah Dr. Johannes di Jalan Kramat Raya 51 Jakarta menjadi kantor pusat GRISK dan sekaligus menjadi markas persembunyian para pemuda pejuang daerah Kramat Pulo. Hal itu membuat Belanda menjadi curiga dan menggeledah rumahnya berkali-kali.

Pada masa pendudukan Jepang, bersama Dr. Sam Ratulangi, dr. Sitanala dan lain-lain, ia mendirikan Badan Persiapan Persatuan Kristen (BPPK). Sesudah Indonesia merdeka, BPPK berkembang menjadi Partai Kristen Nasional, kemudian berganti nama menjadi Partai Kristen Indonesia (Parkindo).

Pada hari Natal 1945, sepasukan serdadu Gurkha datang ke rumahnya dalam keadaan siap tempur. Mereka mencari pemuda-pemuda yang sering mengganggu patroli Gurkha. Dr. Johannes diperintah keluar dari rumah tetapi perintah itu tidak diindahkannya. Komandan pasukan Gurkha mengambil tindakan keras. Dr. Johannes digiring ke pos Gurkha lalu dihukum jongkok selama empat jam. Hukuman itu cukup berat bagi seseorang yang kakinya pincang. Tetapi Dr. Johannes tidak mengeluh dan setelah hukuman itu berakhir, langsung berangkat ke rumah sakit melaksanakan tugasnya.

Selain itu, Dr. Johannes beberapa kali diancam akan ditembak karena mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah. Suatu kali sepasukan KNIL datang dan seorang anggotanya langsung merobek bendera Merah Putih itu. Bagian merahnya dijadikan ikat kepala, sedangkan bagian putihnya dibuang di tanah. Hal itu tidak membuat Dr. Johannes gentar. Beberapa saat kemudian, bendera Merah Putih berkibar kembali di halaman rumahnya.

Pemerintah Belanda bahkan pernah mengajaknya bekerjasama dengan janji akan memberikan gaji dan kedudukan yang tinggi. Namun, tawaran itu ditolaknya mentah-mentah. Dr. Johannes malahan secara terang-terangan mengajak rekan-rekannya agar mereka berjuang untuk kepentingan RI. Ia bersama-sama rekan-rekannya membentuk ”Yayasan Bhakti Mulia” yang melayani dan merawat rakyat. Yayasan ini sekaligus mengumpulkan dana untuk perjuangan.

Perang Kemerdekaan membuat Universitas Indonesia Jakarta menjadi kurang mendapat perhatian. Sesudah Indonesia diakui kedaulatannya, Dr. Johannes diangkat menjadi Presiden (sekarang Rektor) Universitas Indonesia (UI), dengan tugas membangun kembali UI yang terlantar. Pada April 1952, ia berangkat ke negeri Belanda untuk mempelajari perkembangan ilmu rontgen serta organisasi rumah sakit di beberapa negara Eropa, seperti Belanda, Swiss, Jerman, Prancis, dan Inggris. Padahal saat itu, selain pincang, Dr. Johannes juga memiliki riwayat penyakit jantung.

Pada saat menjalankan tugas itulah, Dr. Johannes mendapat serangan jantung mendadak. Dalam perjalanan dari rumah menuju Rumah Sakit, dia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada 4 September 1952 di Belanda.

Jenazahnya dikirim dengan kapal "Modjokerto" dari Belanda dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta pada Senin, 24 November 1952. Ia kemudian dimakamkan di Pemakaman Jati Petamburan, Jakarta Pusat pada Rabu, 26 November 1952.

Hingga akhir hayatnya, Dr. Johannes tidak pernah menikah. Ia pernah menjalin hubungan cinta dengan seorang Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
Belanda bernama Roos van Tjaarden. Namun, Dr. Johannes mengakhiri hubungannya dengan gadis itu karena ia lebih memilih untuk berbakti kepada ibunya yang tidak menyetujui perkawinan anaknya dengan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
wanita
asing. Dalam surat terakhirnya kepada Roos van Tjaarden, Dr. Johannes menyatakan tidak mungkin menjadi warga Negara Belanda.

Atas jasa-jasanya, Prof. Dr. W.Z. Johannes dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No.06/TK/Tahun 1968, tgl 27 Maret 1968. Penghargaan lain yang diterimanya dari Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (sekarang P dan K) pada tahun 1969 adalah penetapan Prof. Dr. W.Z. Johannes sebagai “Karyawan Anumerta di bidang Pendidikan dan Pengetahuan”.

Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timur yakni RSU WZ Johannes. Untuk memperingati jasanya di bidang pengembangan ilmu rontgen, namanya diabadikan pada ruangan Rontgen Rumah Sakit dr. Karyadi. Nama Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
ini juga pernah diabadikan menjadi nama sebuah kapal perang TNI-AL yakni KRI Wilhelmus Zakaria Johannes. Tokoh ini juga yang menjadi panutan pramuka SMA Santa Maria 2 Bandung, yaitu scout WILHELMUS ZAKARIA YOHANNES. Bio TokohIndonesia.com | cid, red (berbagai sumber)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 17 Feb 2016  -  Pembaharuan terakhir 18 Feb 2016
Ketua Ma Keempat Politisi Perempuan Untuk Keadilan

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kamus ini memuat lebih dari 2000 entri yang berhubungan erat dengan dunia televisi dan film.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: