WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dokter Pembela NKRI

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dokter Pembela NKRI
Dr. Moewardi | Tokoh.ID | repro

Ia mengerahkan anggota Barisan Pelopor untuk mengamankan pelaksanaan acara pembacaan teks proklamasi di Pegangsaan Timur, membentuk Barisan Pelopor Istimewa sebagai pengawal pribadi Presiden Soekarno dan membentuk Gerakan Rakyat Revolusioner (GRR) untuk melawan aksi-aksi antipemerintah yang dilakukan oleh PKI. Perjuangannya terhenti setelah dia diculik dan dibunuh oleh PKI. Hingga kini, jasad dan makamnya tak tahu entah di mana.

Dokter, Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Lihat Curriculum Vitae (CV) Dr. Moewardi

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Dr. Moewardi

QR Code Halaman Biografi Dr. Moewardi
Bio Lain
Click to view full article
Tika Bisono
Click to view full article
Setiawan Djodi
Click to view full article
Slahuddin Wahid
Click to view full article
Indy Barends
Click to view full article
Yusuf Ashari
Click to view full article
Sutradara Gintings
Click to view full article
RH Siregar

Dr. Moewardi lahir di Pati, Jawa Tengah pada 30 Januari 1907. Setamat dari Sekolah Dokter Bumiputera atau STOVIA di Jakarta, Dr. Moewardi memperdalam ilmunya sebagai spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Berkat keahlian itu, ia dapat menyembuhkan para korban perang terutama pada masa kependudukan tentara Jepang yang banyak menelan korban jiwa.

Semasa hidup, ia aktif berorganisasi. Saat masih bersekolah di STOVIA, ia memasuki organisasi Jong Java. Ia pernah pula menjadi anggota Indonesia Muda. Organisasi pramuka pun dimasukinya dan pernah menjadi pimpinan umum Pandu Kebangsaan yang kemudian berganti nama menjadi Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI).

Beredarnya kabar mengenai kekalahan Jepang dalam perang Pasifik menimbulkan berbagai spekulasi dan rencana dalam masyarakat. Proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan salah satu rencana yang paling santer di kalangan para pemuda dan pemimpin pergerakan.  Untuk  melaksanakan misinya, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Pelopor kemudian melakukan pengamanan terhadap tokoh-tokoh pemimpin perjuangan seperti Soekarno dan Hatta.

Beberapa hari sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Dr. Moewardi diangkat menjadi pemimpin Barisan Pelopor seluruh Jawa. Pada 16 Agustus 1945, anggota Barisan Pelopor dikerahkannya ke Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Monas) untuk mengamankan para pemimpin perjuangan dan lapangan dari kerusuhan dan ancaman bala tentara Jepang. Sebab menurut rencana, di tempat itulah Proklamasi Kemerdekaan akan diucapkan. Sesudah proklamasi diumumkan, Moewardi membentuk Barisan Pelopor Istimewa sebagai pengawal pribadi Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Presiden Soekarno
. Waktu Kabinet Presidensiil terbentuk, ia diminta untuk menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
pertahanan, tetapi ditolaknya sebab ingin terus berpraktik sebagai dokter.

Meskipun disibukan dengan kegiatannya dalam kepengurusan organisasi keamanan namun tak lantas membuatnya lupa pada tugas utamanya sebagai dokter. Itu pula yang melatarbelakangi penolakannya saat namanya diusulkan untuk memangku jabatan sebagai Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Pertahanan dalam kabinet Presidensiil.

Situasi kota Jakarta kembali memanas saat kedatangan tentara sekutu di awal tahun 1946. Ketika masih berada di Jakarta, ia ikut dalam pertempuran melawan Inggris di Klender. Karena kondisi keamanan yang kian rawan, untuk menjaga keselamatan para pemimpin, mereka pun diungsikan ke Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
dan Barisan Pelopor dipindahkan ke Solo, namanya pun berganti menjadi Barisan Banteng. Cabang-cabang Barisan Banteng dibentuk di daerah-daerah lain.

Dalam setiap pertempuran, Dr. Moewardi setia mendampingi dan mengobati tentara yang terluka. Di tengah rutinitasnya memimpin dan menjaga kesehatan para pejuang, bersama rekan-rekannya sesama dokter, ia masih sempat mendirikan “Sekolah Kedokteran” di Jebres, Solo kemudian pindah ke Klaten.

Sesudah Persetujuan Renville ditandatangani, situasi politik di Tanah Air memanas. Pasukan RI mesti menghadapi tentara Belanda dan Sekutu dengan bekal perlengkapan tempur seadanya. Keadaan negara makin buruk saat Pemberontakan PKI Madiun di bawah komanda Muso dan Amir Syarifuddin terjadi pada tahun 1948. PKI menculik dan membunuh orang-orang yang menjadi lawan politik mereka.

Dalam perjalanan naik andong ke rumah sakit Jebres itulah Dr Moewardi diculik dan dibawa entah ke mana.

Untuk melawan aksi-aksi antipemerintah yang dilancarkan oleh Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang merupakan anak buah Partai Komunis Indonesia (PKI), Dr. Moewardi membentuk Gerakan Rakyat Revolusioner (GRR) pada Agustus 1948. Sedangkan praktik sebagai dokter tetap dijalankannya. Pada 13 September 1948, ia berangkat ke rumah sakit Jebres untuk melakukan operasi terhadap seorang pasien, walaupun sudah dilarang oleh anggota staf Barisan Banteng.

Dalam perjalanan naik andong ke rumah sakit Jebres itulah Dr Moewardi diculik dan dibawa entah ke mana. Meskipun tidak jelas oleh siapa, namun menurut situasi saat itu, besar kemungkinan kalau Dr. Moewardi telah diculik orang-orang PKI seperti halnya dua orang anak buahnya, yaitu Darmosalimin dan Citromargongso. Dua orang anggota Barisan Banteng itu jenazahnya ditemukan kemudian dimakamkan di Jokotole, sebelah selatan tanggul Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
. Namun jenazah dan makam Dr Moewardi belum ditemukan hingga kini.

Atas jasa-jasanya pada negara, Dr. Moewardi dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No.190 Tahun 1964, tanggal 4 Agustus 1964. Namanya juga diabadikan sebagai nama rumah sakit yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Moewardi di Solo, Jawa Tengah dan nama jalan di beberapa kota seperti Jakarta (daerah Grogol), Cianjur (bypass), Solo (Kota Barat), Blitar dan Denpasar (Renon).

Menikah

Dr. Moewardi menikahi istri pertamanya Suprapti saat kuliah di STOVIA pada tahun 1932. Pernikahan ini dikaruniai 2 anak bernama Sri Sejati dan Adi Sudarsoyo. Namun, tiga tahun setelah menikah, sang istri tercinta meninggal dunia karena gangguan rahim.

Pada tahun 1939, Dr. Moewardi menikah dengan Susilowati dan dikaruniai lima orang anak bernama Ataswarin Kamarijah, Kusumarita, Cipto Juwono, Banteng Witjaksono dan Happy Anandarin Wahyuningsih. Meski ditinggal mati oleh suami, Susilowati sebagai single parent berhasil mendidik dan membesarkan semua anaknya. Susilowati meninggal dunia pada 1998. Bio TokohIndonesia.com | cid, red (berbagai sumber)

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 10 Feb 2016  -  Pembaharuan terakhir 10 Feb 2016
Pejuang Kelautan Dan Perikanan Penantang Akbar Paling Lantang

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Pastor and New York Times bestselling author Joel Osteen offers 90 days of inspirational devotions to help you become the best that you can be in every area of your life.

Note: 98% terawat, Hardcover, a must have.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: