WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Motivator Pergerakan Nasional

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Motivator Pergerakan Nasional
Sri Susuhunan Pakubuwono X | TokohIndonesia.com | flickr.com

Raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893-1939 ini berperan aktif dalam pergerakan nasional dengan membantu pergerakan Budi Oetomo dan pendirian Sarekat Islam. Ia menunjukkan dukungannya baik berupa fasilitas, materi, maupun moral. Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2011.

Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Lihat Curriculum Vitae (CV) Sri Susuhunan Pakubuwono X

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Sri Susuhunan Pakubuwono X

QR Code Halaman Biografi Sri Susuhunan Pakubuwono X
Bio Lain
Click to view full article
John Kei
Click to view full article
Untung Surapati
Click to view full article
Mardiana Maya Satrini
Click to view full article
Merry Riana
Click to view full article
Juwono Sudarsono
Click to view full article
Irwandi Yusuf
Click to view full article
Didik J Rachbini

Putra pasangan Pakubuwono IX dan permaisuri Raden Ayu Kustiyah ini lahir di Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
, 29 November 1866 dengan nama Raden Mas Malikul Kusno. Konon, sebelum Raden Mas Malikul Kusno lahir, hubungan antara sang ayah dengan pujangga Ranggawarsita sedang tidak harmonis. Cerita berawal saat Ayu Kustiyah baru mengandung, Pakubuwono IX kemudian bertanya pada Ranggawarsita mengenai jenis kelamin calon anaknya itu. Ranggawarsita, pujangga yang pertama kali mempopulerkan istilah Zaman Edan itu lalu menjawab bayi Pakubuwono IX kelak akan lahir hayu.

Mendengar jawaban Ranggawarsita, Pakubuwono IX pun kecewa lantaran mengira anaknya akan lahir cantik alias Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
. Padahal ia amat berharap bisa mendapat putra mahkota dari Ayu Kustiyah untuk meneruskan tahtanya. Saking amat berharap dikaruniai anak lelaki, Pakubuwono IX yang bernama asli Raden Mas Duksino itu menjalani puasa atau tapa brata selama berbulan-bulan. Hingga akhirnya, Pakubuwono IX dengan bangga menuduh ramalan Ranggawarsita meleset karena Ayu Kustiyah melahirkan seorang putra.

Ranggawarsita kemudian menjelaskan bahwa istilah hayu bukan berarti ayu atau cantik, tetapi singkatan dari rahayu, yang artinya selamat. Mendengar jawaban tersebut, Pakubuwono IX merasa dipermainkan karena selama berbulan-bulan ia terpaksa menjalani puasa berat. Ketidakharmonisan hubungan Pakubuwono IX dengan pengarang sastra Jawa Serat Kalatidha itu sebenarnya dipicu oleh fitnah pihak Belanda yang sengaja mengadu domba keturunan Pakubuwono VI dengan keluarga Yasadipura.

Pada 16 Maret 1893, Pakubuwono IX mangkat. Dua minggu kemudian, tepatnya 30 Maret 1893, Raden Mas Malikul Kusno naik tahta menggantikan ayahnya sebagai Pakubuwono X. Masa pemerintahan suami Ratu Hemas itu ditandai dengan suasana politik kerajaan yang cenderung stabil serta kemegahan tradisi Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
. Meskipun berada dalam tekanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun melalui simbol budayanya, menantu Raja Hamengkubuwono VII itu tetap mampu mempertahankan wibawa kerajaan. Kepemimpinan ayahanda GKR Pembajoen itu juga merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Raja Kasunanan Surakarta, 1893-1939
Surakarta
dari kerajaan tradisional menuju era modern.

Dalam hal integrasi nasional, Pakubuwono X secara rutin mengunjungi dan melakukan hubungan baik dengan berbagai lapisan masyarakat di Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
, Nusa Tenggara Barat, Bali, Madura, Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
, Makassar, Lampung, Palembang, Riau, dan Medan. Dalam setiap kunjungannya, ia tak lupa membangkitkan semangat kebangsaan serta menekankan arti penting kesadaran multikulturalisme, toleransi, dan kebersamaan.

Dalam pergerakan nasional yang bertujuan mengusir Belanda di awal abad ke 20, Pakubuwono X berperan sebagai seorang motivator di balik layar yang turut aktif dalam mendukung perkumpulan atau organisasi politik, salah satunya Ketua Sarekat Islam (SI)
Ketua Sarekat Islam (SI)
Sarekat Islam
cabang Solo. Pakubuwono X juga mendorong anggota dan kerabat keraton agar belajar untuk memperjuangkan kemerdekaan. Ia menyiapkan anak, para menantunya, serta sentono dalem untuk aktif berperan dalam organisasi pergerakan nasional.

Saking besarnya pengaruh seorang Pakubuwono, saat berbagai wilayah di Tanah Air mengibarkan bendera Belanda, Surakarta menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang bebas mengibarkan bendera merah putih yang saat itu mendapat sebutan bendera Gula Kelapa.

Dalam hal integrasi nasional, Pakubuwono X secara rutin mengunjungi dan melakukan hubungan baik dengan berbagai lapisan masyarakat di Mantan Sersan Militer Inggris
Mantan Sersan Militer Inggris
Maluku
, Nusa Tenggara Barat, Bali, Madura, Pemimpin Perang Banjar
Pemimpin Perang Banjar
Banjarmasin
, Makassar, Lampung, Palembang, Riau, dan Medan. Dalam setiap kunjungannya, ia tak lupa membangkitkan semangat kebangsaan serta menekankan arti penting kesadaran multikulturalisme, toleransi, dan kebersamaan.

Reputasinya tak hanya diakui di dalam negeri namun juga mancanegara. Hal itu ditandai dari banyaknya penghargaan yang diperolehnya dari beberapa negara asing, antara lain Bintang Grootkruis koninglijke Orde dari Raja Kamboja, Bintang Emas dari Raja Wilhelm II dari Pruisen, Bintang Commander Met de ster dari Raja Hongaria, Bintang Orde Van Leopold dari Raja Belgia, dan Bintang Grootkruis Oranye Nassau dari Ratu Belanda.

Pakubuwono X meninggal di Surakarta pada 1 Februari 1939 dan dimakamkan di pemakaman raja-raja Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
di Imogiri, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. Pemerintahannya kemudian diteruskan oleh putranya, Raden Mas Antasena, yang bergelar Pakubuwono XI. Oleh rakyatnya, Pakubuwono mendapat sebutan sebagai Sunan Panutup atau raja besar Surakarta yang terakhir. Tahun 2009, Pemerintah RI menganugerahkannya Bintang Mahaputera Adipradana. Dua tahun kemudian, ia mendapat gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional dari Presiden Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Presiden Republik Indonesia Keenam (2004-2014)
Susilo Bambang Yudhoyono
. Gelar tersebut diberikan di Istana Negara kepada cucu Pakubuwono X yang juga dikenal sebagai Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
kosmetik, Dr. BRA. Pendiri Mustika Ratu dan Wakil Ketua MPR (2004-2009)
Pendiri Mustika Ratu dan Wakil Ketua MPR (2004-2009)
Mooryati Soedibyo
.

"Gelar kehormatan ini sangat disyukuri dan dibanggakan oleh kerabat dan sentono dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, masyarakat Surakarta serta Jawa Tengah pada umumnya," kata Mooryati seperti dikutip dari situs Suara Karya. Selain itu, masih menurut Mooryati, gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
nasional yang dianugerahkan pada kakeknya melahirkan kewajiban bagi generasi muda untuk menggali dan mempelajari apa yang sudah dikerjakan serta diperbuat oleh Pakubuwono X.

Menurut pendiri PT Mustika Ratu itu, setidaknya ada lima alasan yang membuat Pakubuwono X pantas dianggap sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
nasional, yakni peran aktifnya dalam perjuangan pergerakan nasional, pelopor pembangunan sosial ekonomi, pendidikan rakyat, pembentukan jati diri bangsa, serta perannya dalam integrasi nasional. Salah satu bukti kepahlawanan Pakubuwono adalah menyatukan trah Raja Kerajaan Mataram
Raja Kerajaan Mataram
Mataram
yang diceraiberaikan Belanda melalui perkawinan. Diplomasi melalui perkawinan ini cukup ampuh untuk mengendorkan ketegangan keraton di Jawa yang masih dalam satu keturunan.

Pada kesempatan yang sama, praktisi kecantikan yang juga mantan Wakil Ketua MPR periode 2004-2009 ini mengatakan, pemerintahan kakeknya dalam rentang 46 tahun lamanya juga mewariskan sarana dan prasarana publik yang masih kokoh dan bisa dinikmati masyarakat hingga saat ini, seperti Stadion Sriwedari stadion terbesar dan termegah bertaraf internasional yang dibangun pada 1933, Taman Hiburan (Kebonrojo) Sriwedari, Tugu Lilin sebagai tugu peringatan pergerakan kaum muda, Jembatan Jurug, Stasiun Kereta Api Balapan, Pasar Klewer-Solo, Pasar Gede Hardjonagoro, pesangrahan, pemandian, istana dan masjid yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.

Sementara di bidang pendidikan, ia membangun sekolah umum, madrasah Mambaul Ulum, dan Jamsaren untuk menghapus buta aksara dan kebodohan. Pembentukan jati diri bangsa dilakukan dengan memberi beasiswa untuk menyiapkan putra-putra terbaik bangsa dalam mempersiapkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 21 Nov 2011  -  Pembaharuan terakhir 24 May 2012
Pelopor Prosa Indonesia Modern Arsitek Pemulihan Ekonomi

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Bersikaplah gembira, murah hati, bersuka-cita dan mampu memaafkan. Ya, Anda bisa memiliki semua sikap itu sekalipun Anda miskin harta sama sekali! Tersenyumlah senantiasa sekalipun orang memusuhi Anda. Sang Buddha Tertawa akan menunjukkannya kepada kita.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: