WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Tangguh Menghadapi Penjara dan Pembuangan

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Tangguh Menghadapi Penjara dan Pembuangan
Maskoen Soemadiredja | Tokohindonesia.com | 4shared.com

Perjuangannya menentang pemerintah Belanda dengan cara menyebarluaskan prinsip-prinsip nasionalisme membuat ia sering mendekam di penjara bahkan dibuang ke Papua. Ia memilih menempuh perjuangan yang sulit dan berisiko daripada hidup nyaman tapi Tanah Air dijajah bangsa asing.

Organisasi Serikat Indonesia Baru
Lihat Curriculum Vitae (CV) Maskoen Soemadiredja

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Maskoen Soemadiredja

QR Code Halaman Biografi Maskoen Soemadiredja
Bio Lain
Click to view full article
Ngurah Gede
Click to view full article
Kestity Pringgoharjono
Click to view full article
Basrief Arief
Click to view full article
Alexander Sonny Keraf
Click to view full article
Haryono Haryoguritno
Click to view full article
Gesang Martohartono
Click to view full article
Trisno Sumardjo

Maskoen Soemadiredja, putra pasangan Raden Umar Soemadiredja dan Nyi Raden Umi ini lahir pada 4 Januari 1907 di Bandung. Suami Nyi R. Djuhaeni ini sudah memulai perjuangannya dalam mewujudkan kemerdekaan sejak muda. Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia sudah berjuang dengan cara melakukan propaganda atau pendidikan politik untuk masyarakat melalui penyebarluasan prinsip-prinsip nasionalisme.

Dengan menggunakan organisasi pergerakan politik sebagai media untuk menanamkan paham nasionalisme diharapkan timbul dalam benak setiap rakyat betapa pentingnya kesadaran berbangsa. Tentu saja perjuangannya bukanlah hal yang mudah dan tanpa risiko. Ancaman dan tekanan dari pemerintah Hindia Belanda selalu membayanginya. Namun tekadnya untuk mempersembahkan kemerdekaan bagi negeri tercinta membuat semangat juangnya tak pernah surut.

Pemerintah Hindia Belanda yang tengah menguasai Indonesia saat itu, tentu saja sangat tidak menyukai aksi dan kegiatan politik yang dilakukan Maskoen. Akibatnya, Maskoen dijebloskan ke penjara Banceuy, Bandung pada 1929. Saat itu, ia tak menjalani hukumannya seorang diri. Ada nama 3 pejuang lain yang juga turut mendekam di dalam sel, mereka adalah Ir. Soekarno, Gatot Mangkoepraja dan Suhada. Ia sempat menghirup udara bebas namun hanya beberapa bulan sampai akhirnya harus menjalani hukuman kurungan kembali di tahun 1930. Kali ini ia bersama Ir. Soekarno, Gatot Mangkoepraja dan Soepridinata dikirim ke penjara Soekamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Meskipun harus bersusah payah dalam menghadapi hukuman penjara sampai mengalami pembuangan, ia tetap menjalaninya dengan gagah berani serta pantang menyerah.

Ternyata konsekuensi dari perjuangannya menentang pemerintah Belanda tak hanya berhenti di sel dingin penjara. Ayah dari Hayat, Hadi, dan Hirman ini harus mengalami pembuangan di Boven, Digul, Papua. Tempat itu merupakan lokasi pembuangan para tokoh pejuang yang giat menyuarakan kemerdekaan. Karena kondisi lingkungan alamnya yang masih liar, Digul dipandang sebagai tempat pembuangan yang mengerikan. Tak heran bila banyak pejuang yang dibuang di tempat itu jatuh sakit atau mengalami kesulitan untuk sekadar bertahan hidup.

Meski demikian, Maskoen dapat bertahan menjalani masa pembuangannya. Ketika kekuasaan pemerintah Hindia Belanda berhasil digulingkan Jepang di tahun 1942, pemerintah kolonial membawa sang pejuang tangguh itu ke Australia. Meski hidup dalam pelarian, tak lantas membuat semangat juang Maskoen redup.

Di negeri kangguru itu, ia tetap meneruskan perjuangannya dengan menyebarluaskan semangat kebangsaan yang ditandai dengan berdirinya Organisasi Serikat Indonesia Baru. Organisasi tersebut menghimpun orang-orang Indonesia yang berada di Australia agar semangat kebangsaannya tetap berkobar dan daya juangnya dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah tak surut. Setelah pengakuan kedaulatan tahun 1949, ia aktif mengkoordinir pemulangan para pejuang yang berada di Australia untuk kembali ke Tanah Air.

Baginya hidup adalah pilihan, mau hidup dengan nyaman tapi tanah air dijajah bangsa asing dan melihat rakyat ditindas secara sewenang-wenang atau membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan meskipun harus ditempuh dengan perjuangan yang sulit dan berisiko. Maskoen Soemadiredja tetap memilih berjuang untuk merdeka. Meskipun harus bersusah payah dalam menghadapi hukuman penjara sampai mengalami pembuangan, ia tetap menjalaninya dengan gagah berani serta pantang menyerah. Perjuangan dan pengorbanannya pun tak pernah sia-sia.

Atas jasa-jasanya pada negara, Maskoen Soemadiredja diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 089/TK/Tahun 2004. eti | muli, red

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 26 Jul 2011  -  Pembaharuan terakhir 28 Oct 2012
Ketua Knip (dpr Mpr) Pertama Prajurit Anti Komunis

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Ahok-Djarot

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: