WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dari Guru, Wartawan, hingga Menteri

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dari Guru, Wartawan, hingga Menteri
e-ti | rpr-ffc

Ia pernah menjadi guru, wartawan hingga menteri. Itu adalah bentuk perjuangannya yang tak kenal henti.

Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Lihat Curriculum Vitae (CV) Otto Iskandardinata

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Otto Iskandardinata

QR Code Halaman Biografi Otto Iskandardinata
Bio Lain
Click to view full article
Noerdy Tedjaputra
Click to view full article
Haryono Suyono
Click to view full article
Ahmad Yani
Click to view full article
Dadan Sukandar
Click to view full article
Dimyati Hartono
Click to view full article
Zuhairi Misrawi
Click to view full article
Djohan Effendi

Otto Iskandardinata lahir di Bandung, 31 Maret 1897. Setelah menamatkan Sekolah Dasar, ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Guru dan kemudian ke Sekolah Guru Atas (Hogere Kweekschool)di Purworejo. Sesudah selesai, ia diangkat menjadi guru di Banjarnegara, kemudian pindah ke Pekalongan. Sebagai seorang pendidik, walaupun waktunya banyak tersita untuk mengajar, ia masih sempat meluangkan waktunya untuk berorganisasi.

Di kota Desainer
Lihat Daftar Desainer
Lihat Daftar Desainer
desainer
batik, Pekalongan, Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Otto Iskandardinata
menjadi anggota Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Budi Utomo
. Organisasi ini didirikan oleh Dokter Sutomo dan para sahabatnya yang pada waktu itu masih menjadi mahasiswa sekolah dokter (STOVIA) di Jakarta bersama dengan dokter Wahidin Soedirohusodo. Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Budi Utomo
pada awalnya bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial belakangan baru merambah ke ranah politik.

Tak lama kemudian, karena keaktifannya berorganisasi, Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Otto Iskandardinata
diangkat menjadi wakil Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Pendiri dan Ketua Budi Utomo
Budi Utomo
dalam Dewan Kota Pekalongan. Dalam dewan itu ia seringkali mengkritik Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
-Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
Lihat Daftar Tokoh Pengusaha
pengusaha
perkebunan Belanda yang bertindak kasar dan sewenang-wenang terhadap petani. Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Menteri Negara pada Kabinet Presidensiil pertama
Otto Iskandardinata
tetap bertahan dengan pendapatnya dan terbukti dialah yang benar.

Karena perselisihannya dengan Residen Pekalongan, ia dipindahkan ke tempat lain. Namun, pemerintah kolonial Belanda merasa khawatir akan pengaruhnya sehingga Otto Iskandardinata dipindahkan ke Jakarta dan mengajar di Perguruan Pendiri Muhammadiyah 1912
Pendiri Muhammadiyah 1912
Muhammadiyah
. Sebelum pindah, ia sempat memprakarsai berdirinya "Sekolah Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang
Kartini
" bagi anak-anak remaja puteri di kota itu.

Kepindahannya ke Jakarta ternyata justru mendorongnya untuk lebih aktif berorganisasi. Selain mengajar, ia juga menjadi anggota Paguyuban Pasundan. Paguyuban itu tidak untuk melestarikan ikatan primordial atau kedaerahan tetapi sebagai sarana memperjuangkan kepentingan rakyat. Otto Iskandardinata mula-mula menjabat sebagai anggota Pengurus Besar, kemudian menjadi ketua. Berkat kepemimpinannya, berbagai kemajuan dicapai oleh Paguyuban Pasundan, sehingga berhasil mendirikan sekolah, bank, dan berbagai yayasan sosial yang bermanfaat untuk rakyat banyak.

Pada tahun 1930 Otto Iskandardinata diangkat menjadi anggota Volksraad untuk yang kedua kalinya, namun kali ini Otto Iskandardinata mewakili Paguyuban Pasundan. Pidato-pidatonya dalam Volksraad tak henti-hentinya mengecam Pemerintah Belanda. Karena itu, ia sering disuruh berhenti waktu sedang berpidato. Di dewan itu, keanggotaannya dalam Volksraad dicabut pada tahun 1935. Namun, ia masih tetap aktif di Paguyuban Pasundan.

Atas usaha Otto Iskandardinata, Paguyuban Pasundan bergabung dengan Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
Ketua Umum DPP PPP (1989-1994)
PPP
KI). Kemudian sesuai dengan kecenderungan organisasi dan partai politik pada waktu itu, pada tahun 1939 Paguyuban Pasundan bergabung ke Gabungan Politik Indonesia (Gapi).

Pada masa pendudukan Jepang, semua partai dan organisasi massa dibubarkan dan dilarang berdiri. Keaktifannya berorganisasi pun terhenti. Karena alasan itu, Otto Iskandardinata memindahkan kegiatan ke bidang lain, yakni bidang keLihat Daftar Wartawan
Lihat Daftar Wartawan
wartawan
an dengan menerbitkan surat kabar Warta Harian Cahaya. Nyatanya, meski telah memiliki profesi baru sebagai seorang jurnalis tak lantas membebaskannya dari kegiatan berorganisasi. Karena tak lama kemudian ia diangkat menjadi anggota PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), Jawa Hokokai (Badan Kebaktian Rakyat Jawa), kemudian menjadi anggota Cuo Sangi In (Dewan Perwakilan Rakyat buatan Jepang).

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, ia duduk dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam kapasitasnya sebagai anggota panitia itu, ia turut serta menyusun Undang-Undang Dasar 1945.

Sesudah Negara Republik Indonesia berdiri, sebagai seorang tokoh dan pemuka masyarakat, Otto Iskandardinata ikut mempelopori pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam Kabinet Presidensil pertama, ia diangkat menjadi Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara. Nasib malang menimpanya, pada Oktober 1945 ia diculik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan dibunuh di Mauk (Banten) pada 20 Desember 1945. Pada tahun 1957 makamnya dipindahkan ke Bandung.

Atas jasa-jasanya kepada negara, Otto Iskandardinata dianugerahi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No. 088/TK/Tahun 1973, 6 November 1973. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 01 Oct 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Ikut Memajukan Perfilman Indonesia Debut Malaikat Penggoda

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

KPK Observer

Buku Pilihan

thumb

Komik strip yang bekisah tentang seorang pemuda yang bernama Lotif.

Catatan Tuhor.com: Lotif muncul perdana di Koran Tempo Minggu pada 15 Mei 2005. Buku legendaris ini layak dimiliki oleh siapa saja terutama pencinta komik strip karena isinya menyentil isu-isu sosial dan politik dengan ringan, cerdas dan jenaka.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: