WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Dibuang ke Digul

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Dibuang ke Digul
Ilyas Yacoub | TokohIndonesia.com | ismansh.blogspot.com

Lewat majalah dan partai politik bentukannya, ia melontarkan kritik-kritik terhadap sepak terjang pemerintah kolonial Belanda di Indonesia. Sikapnya itu membuat Belanda marah lalu membuang dia ke Digul, Irian Jaya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Tengah (DPRST)
Lihat Curriculum Vitae (CV) Ilyas Yacoub

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Ilyas Yacoub

QR Code Halaman Biografi Ilyas Yacoub
Bio Lain
Click to view full article
Gandjar Wiranegara
Click to view full article
Bambang Widjojanto
Click to view full article
Ellya Khadam
Click to view full article
Rafika Duri
Click to view full article
Nasruddin Hars
Click to view full article
Teguh Karya
Click to view full article
Dewi Yull

Digul, adalah nama sebuah tempat di Irian Jaya (sekarang Papua) yang dijadikan sebagai penjara atau lokasi pembuangan para tokoh-tokoh politik yang dianggap melawan pemerintah kolonial Belanda. Digulist merupakan sebutan untuk para tahanan yang telah lama menjalani masa pembuangan. Kesan mengerikan yang lekat dengan Digul rupanya tidak membuat para pejuang jera apalagi sampai kehilangan semangat juangnya.

Salah satunya ialah H. Ilyas Yacoub. Sebagai seorang Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
politik ia dibuang ke Digul pada tahun 1935. Ketika kekuasaan beralih ke tangan pemerintah Jepang, para tahanan dipindahkan ke Australia. Mereka baru dikembalikan ke tanah air saat kemerdekaan diproklamirkan.

Namun, pembebasan tersebut rupanya tidak dialami oleh Ilyas Yacoub dan keluarganya beserta para tawanan lain. Mereka tetap menjalani masa penawanan di Pulau Semanu, dekat Kupang. Ilyas baru dibebaskan oleh tentara Belanda pada Juli 1946, setelah mengalami pemindahan ke sejumlah tempat seperti Labuhan (Brunei).

Ilyas Yacoub dilahirkan di Asamkumbang, Painan, Sumatera Barat pada tahun 1903. Ia menempuh pendidikan di sekolah Belanda di kota kelahirannya, pada tahun 1925 dan pada 1929 ia bertolak menuju Kairo, Mesir untuk mengambil kuliah di Universitas Al Azhar. Semasa berkuliah di sana, waktunya tidak hanya tersita untuk belajar, tapi sebagian besar ia habiskan untuk kegiatan berpolitik.

Ilyas bergabung dalam organisasi Al Jamiah Al Khairiyah Al Jawah dan sempat menjabat sebagai sekretaris organisasi itu. Atas sumbang saran darinya, organisasi itupun menerbitkan majalah bernama Seruan Azhar. Di majalah itu ia duduk sebagai ketua redaksi. Majalah Seruan Azhar kerap melontarkan kritik-kritik terhadap sepak terjang pemerintah kolonial Belanda di Indonesia.

Bersama sang kolega, Mukhtar Luthfi, ia kembali menerbitkan majalah bernama Pilihan Timur, yang berisikan tulisan-tulisan yang jauh lebih keras daripada majalah Seruan Azhar.

Ilyas menganjurkan agar di Indonesia dibentuk Majelis Rakyat untuk mengimbangi Volksraad (Dewan Rakyat) bentukan pemerintah Belanda. Hal itu dimuat dalam salah satu tulisannya di majalah Pilihan Timur. Akibatnya, majalah "Pilihan Timur" dilarang terbit, bahkan ia mesti angkat kaki dari Mesir. Setelah diusir dari Mesir, ia pun pulang ke tanah air.

Setibanya di Tanah Air, setiap gerak-geriknya selalu diawasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Meskipun merasa diawasi, ia tetap bersemangat melakukan perlawanan. Ia mendirikan Partai Muslimin Indonesia (Permi) tahun 1930 di Padang. Karena tekanan Belanda pada dekade 30-an, berjuang lewat organisasi merupakan langkah yang sangat berisiko.

Akan tetapi, Ilyas tetap bersemangat meneruskan langkah perjuangannya walau tekanan dan intimidasi pemerintah kolonial senantiasa terus menghantuinya. Landasan perjuangan Permi yaitu Islam dan Kebangsaan Indonesia dijadikan sebagai dasar aktivitas organisasinya. Dalam kepengurusan partai yang baru dibentuknya itu, ia dipercayakan menduduki posisi Ketua Muda kemudian menjabat sebagai Ketua Departemen Permi.

Lewat wadah partai politik hasil bentukannya itulah ia mempropagandakan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dalam berbagai kesempatan di berbagai daerah bahkan di luar Sumatera Barat. Kegiatannya tersebut tentu saja sangat mengganggu pemerintah kolonial, oleh karena itu tak jarang pidato-pidatonya sering dihentikan oleh Belanda. Itulah yang melatarbelakangi bagaimana ia bisa sampai dibuang ke Digul, Irian Jaya.

Namun, sebagai seorang pejuang sejati, penjara dan pembuangan tak mematahkan semangatnya sedikit pun. Justru dalam masa pembuangan, tekad dan tujuan perjuangannya dimurnikan. Perjuangan bukan untuk pamrih pribadi, tetapi untuk saudara-saudaranya sebangsa dan setanah air.

Di tahun-tahun awal Indonesia hidup di alam kemerdekaan, ia diangkat menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Tengah (DPRST) dan koordinator partai-partai politik se Sumatera Tengah. Ia pernah menolak ketika namanya diusulkan untuk mengisi posisi Gubernur Sumatera Tengah.

Ilyas Yacoub tutup usia pada 2 Agustus 1958. Jenazahnya dimakamkan di desa Kapencong, antara kampung kelahirannya Asamkumbang dan kampung isterinya Koto Berapak.

Atas jasa-jasanya pada negara, H. Ilyas Yacoub diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 074/TK/Tahun 1999, tanggal 13 Agustus 1999. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 01 Oct 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Pematung Monumen Dan Diorama Sejarah Musisi Pejuang Royalti

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Jual Buku Biografi Hukum Romli Atmasasmita

Buku Pilihan

thumb

Rahasia menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat. Penjualan Anda pasti meledak!

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: