WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Walikota yang Gagah Berani

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Walikota yang Gagah Berani
Bagindo Azizchan | TokohIndonesia.com | www.4s.io

Meski suasana sedang sulit dan genting, ia terus berjuang mempertahankan keberadaan pemerintah sipil di kota Padang. Perjuangannya terhenti setelah Belanda menjebak lalu membunuhnya.

Walikota Padang, 15 Agustus 1946
Lihat Curriculum Vitae (CV) Bagindo Azizchan

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Bagindo Azizchan

QR Code Halaman Biografi Bagindo Azizchan
Bio Lain
Click to view full article
Eniya Listiani Dewi
Click to view full article
Benny Mustapha
Click to view full article
Bunga Citra Lestari
Click to view full article
Urip Santoso
Click to view full article
Budi Rahardjo
Click to view full article
Butet Kartaredjasa
Click to view full article
Jero Wacik

Bagindo Azizchan, putra pasangan Bagindo Montok dan Djamilah ini lahir di Kampung Along Laweh Koto Padang pada 30 September 1910. Anak ke-empat dari enam bersaudara ini menamatkan pendidikan dasarnya di HIS pada tahun 1926. Azizchan kemudian melanjutkan pendidikannya ke MULO di Surabaya. Tahun 1929 setelah tamat dari MULO ia melanjutkan ke AMS di Jakarta. Kemudian di kota yang sama ia melanjutkan ke Recht Hoge School (Sekolah Tinggi Hukum).

Namun karena masalah keterbatasan keuangan, ia memutuskan untuk berhenti hanya sampai tingkat II. Tahun 1933, Azizchan mendirikan kantor pengacara kemudian bergabung dalam Jong Islameten Bond (Ikatan Pemuda Islam). Tahun 1935, ia membentuk lembaga Folks Unicer Siseit (Lembaga Pendidikan) dan menjadi guru.

Meskipun hidup di masa-masa sulit, hal itu tak lantas membuatnya mau bekerjasama dengan pemerintah kolonial Belanda.

Ia terpilih menjadi Walikota Padang pada masa awal kemerdekaan, tepatnya 15 Agustus 1946. Memangku jabatan sebagai seorang pemerintah daerah bukanlah hal yang mudah pada waktu itu, karena peperangan masih berlangsung maka ia harus berusaha sekuat tenaga untuk tetap memperjuangkan, mengembangkan keberadaan pemerintah sipil di kota Padang.

Ia berkunjung ke Markas Besar Sekutu dan mengadakan perundingan setelah sehari sebelumnya resmi dilantik sebagai walikota. Hasil perundingannya dengan pihak sekutu membuahkan dua butir kesepakatan, yakni:

(1) Setuju melakukan kerjasama seratus persen untuk menanggulangi masalah keamanan terutama di Padang yang semakin rawan;
(2) Membicarakan langkah-langkah teknis lalu lintas kereta api dan pos.

Setelah melakukan perundingan, di kantornya ia mengadakan perayaan HUT Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Proklamator, Presiden Republik Indonesia Pertama (1945-1966)
Kemerdekaan RI
secara tertutup. Meskipun saat itu situasi di kota Padang dalam keadaan genting namun ia tetap bertahan. Sang walikota kemudian menerbitkan surat kabar Republik Indonesia Cahaya dengan tujuan untuk mengimbangi kampanye yang dilakukan NICA.

Operasi militer yang dilakukan tentara sekutu pada 23 Agustus 1946 guna menghancurkan tentara RI berhasil digagalkan lewat perlawanan gerilya. Dalam situasi genting kala itu, Azizchan masih sempat mengunjungi tahanan rakyat dan mengusulkan kepada tentara Sekutu agar melepaskan para tahanan.

Sebagai seorang walikota yang memegang teguh prinsip, ia bertekad untuk tetap menegakkan pemerintahan meski dalam keadaan sesulit apapun. "Entahlah kalau mayat saya sudah membujur barulah Padang akan saya tinggalkan", sebaris kalimat itu seakan menggambarkan kegigihannya dalam mengemban tanggung jawab sebagai seorang walikota. Baginya, jabatan adalah sebuah amanah untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negaranya.

Berdasarkan penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati oleh pemerintah RI dan Belanda pada 25 Maret 1947, masing-masing pihak yang telah bersepakat semestinya dapat menciptakan suasana saling menghargai, namun hal sebaliknya terjadi di kota Padang. Hal itu disebabkan karena pihak pemerintah Belanda tidak menghormati hasil kesepakatan yang telah disetujui dalam Perjanjian Linggarjati. Mereka cenderung mau menang sendiri dan suasana panas permusuhan pun semakin terasa.

Dalam suatu perjalanan menuju Padang, tepatnya di suatu daerah bernama Arang Parahu, mobil yang ditumpanginya dihentikan oleh Mak Uniang Rasyidin seorang Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
RI.

Lihat Daftar Aktivis
Lihat Daftar Aktivis
Aktivis
itu kemudian memberikan peringatan pada Bagindo Azizchan agar tidak masuk kota Padang karena ancaman tentara Belanda.

Mendengar hal tersebut tak membuat nyalinya menciut, ia tetap melanjutkan perjalanannya menuju Padang. Tak ayal, sang walikota pun menjadi sasaran kebringasan tentara Belanda. Skenario jahat dibuat ketika ia diminta datang untuk menentramkan situasi pasca insiden yang terjadi pada 19 Juli 1949. Insiden yang berlangsung di Lapai tersebut melibatkan seorang tentara Belanda bernama van Erp dengan sejumlah orang Indonesia. "Perangkap" yang mereka pasang berhasil menjebak sang walikota. Pria yang dikenal sebagai seorang pemimpin yang gagah berani itu pun dibunuh tentara Belanda.

Bagindo Azizchan dikenal dengan kesetiaan dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas-tugas sebagai seorang walikota dalam kerangka negara kesatuan RI. Ia rela bersusah payah untuk melindungi masyarakat kotanya sampai harus mengorbankan hidupnya. Sudah selayaknya perjuangan dan pengorbanannya menjadi inspirasi dan semangat juang seluruh rakyat Indonesia. Atas jasa-jasanya kepada negara, Bagindo Azizchan diberi gelar Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No.082/TK/Tahun 2005, tanggal 7 November 2005. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 01 Oct 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Penyanyi Dan Aktris Mumpuni Rektor Uin Jakarta 2006 2010

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan mengenai seluk-beluk pemotretan olahraga. Dasar teori sampai dengan proses pemotretan di lapangan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: