Pangeran yang dibesarkan di tengah-tengah rakyat ini bertempur mengusir Belanda dari kerajaan Banjar. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan Perang Banjar.
- biografi tokoh indonesia pangeran antasari
- riwayat hidup pangeran antasari
- sejarah pangeran antasari
- foto pahlawan pangeran antasari perang
- biografi pangeran antasari
- sejarah pangeran anta sari
- ringkasan tentang pangeran antasari
- biografi pangeran antasari panjang minimal 8 lembar
- cerita pangeran antasari
- asal pangeran antasari
- foto pahlawan pangeran antasari
- asal daerah pangeran antasari
- sejarah tokoh indonesia yang melawan jepang pangeran antasari
- visi dan misi tokoh pangeran antasari
- daerah asal pangeran antasari
- gambar pahlawan pangeran antasari
- biografi pahlawan PANGERAN ANTASARI
- sejarah perjuangan pangeran antasari
- video perang pangeran antasari
- perlawanan pangeran antasari
- biografi pahlawan pangeran antasari
- cerita perjuangan pangeran antasari
Kondisi suatu pemerintahan yang tidak stabil akan dengan mudah mengundang pengaruh pihak-pihak luar untuk melakukan campur tangan atau intervensi. Ada kalanya ketidakstabilan keadaan suatu pemerintahan justru sengaja diciptakan oleh pihak asing dengan tujuan untuk menguasai. Sebagaimana yang dilakukan penjajah kolonial Belanda ketika menduduki wilayah Kalimantan, tepatnya di Kerajaan Banjar. Strategi yang mereka jalankan kemudian dikenal dengan nama politik divide et impera yang berarti membagi, memecah belah dan menguasai atau yang dikenal dengan istilah "politik adu domba".
Pada tahun 1859, Sultan Tamjid diangkat menjadi sultan kerajaan Banjar, padahal yang berhak naik tahta adalah Pangeran Hidayat. Sultan Tamjid tidak disukai oleh rakyat sebab terlalu memihak kepada Belanda. Belanda sengaja memberikan dukungannya pada Sultan Tamjid. Hal ini menunjukkan intervensi Belanda sudah sangat meresahkan, bahkan, dalam pengangkatan seorang sultan pun merekalah yang menentukan.
Sebagai salah seorang keturunan raja Banjarmasin yang dibesarkan di luar istana, Pangeran Antasari merasa prihatin dengan situasi tersebut. Walaupun ia keluarga Sultan Banjar, tetapi tidak pernah hidup dalam lingkungan istana. Karena dibesarkan di tengah-tengah rakyat biasa, Antasari menjadi dekat dengan rakyat, mengenal perasaan dan mengetahui penderitaan mereka. Pada waktu itu, kekuasaan kolonial Belanda sedang giat berusaha melemahkan kerajaan Banjar.
Untuk melemahkan kerajaan tersebut, Belanda mengadu domba golongan-golongan yang ada dalam istana, sehingga mereka terpecah-pecah dan bermusuhan. Maka ia pun berinisiatif untuk mengusir penjajah dari Kerajaan Banjar tanpa kompromi. Pangeran Antasari berusaha membela hak Pangeran Hidayat, lalu bersekutu dengan kepala-kepala daerah Hulu Sungai, Martapura, Barito, Pleihari, Kahayan, Kapuas, dan lain-lain.
Mereka semuanya bertekad untuk mengangkat senjata mengusir Belanda dari kerajaan Banjar. Sikap anti-Belanda pun muncul akibat pergantian kekuasaan di istana yang menimbulkan keresahan di antara rakyat. Oleh karena itu, Pangeran kelahiran Banjarmasin tahun 1809 ini membuat persiapan untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Niatnya untuk melakukan penyerangan terhadap penjajah kolonial Belanda mendapat dukungan penuh dari segenap masyarakat daerah tersebut.
Perang Banjar yang merupakan pertempuran pertama melawan Belanda meletus mulai 18 April 1859 ketika pasukan Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara di Pengaron. Berbekal dukungan dari sejumlah pihak, jumlah pasukan Pangeran Antasari yang semula berjumlah 6.000 prajurit makin lama makin bertambah besar. Tentu saja, dukungan rakyat yang sedemikian besar itu sangat menyulitkan kubu Belanda.
Pangeran Antasari berhasil mengerahkan tenaga rakyat dan mengobarkan semangat mereka sehingga Belanda menghadapi kesulitan. Karena hebatnya perlawanan, Belanda membujuk Antasari dengan janji yang muluk-muluk asal bersedia menghentikan perang. Semua bujukan itu ditolaknya.
Dalam keadaan sangat terjepit, Pangeran Hidayat akhirnya menyerah kepada Belanda. Kepala-kepala daerah lain pun banyak pula yang menyerah. Antasari tetap melanjutkan perjuangan. Baginya, pantang untuk berdamai dengan Belanda, apalagi menyerah. Memasuki usia yang kian senja, Pangeran Antasari terus melanjutkan perjuangannya dengan berperang di kawasan Kalimantan Selatan dan Tengah. Pada Oktober 1862, suatu serangan besar-besaran telah direncanakan.
Pasukan telah disiapkan, akan tetapi wabah penyakit cacar menyerang dan melemahkan pasukan ini tak terkecuali sang pemimpin. Pangeran Antasari terkena wabah tersebut hingga merenggut nyawanya. Ia meninggal dunia di Bayan Begak, Kalimantan Selatan, pada 11 Oktober 1862. Pangeran bergelar Panembahan Amirudin Khaliful Mukmin itu dimakamkan di Banjarmasin.
Atas jasa-jasanya kepada negara, Pangeran Antasari dianugerahi gelar pahlawan Kemerdekaan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No.06/TK/Tahun 1968, 27 Maret 1968. e-ti
Update Data & Sponsorship
Dukungan Anda, Semangat Kami
(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.
Update Konten/Saran
Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:
- Menambah (Daftar) Tokoh
- Memperbaharui CV atau Biografi
- Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
- Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
- Menambah Galeri Foto
- Menambah Video
- Menjadi Member
- Memasang Banner/Iklan
- Memberi Dukungan Dana
- Memberi Saran
Contoh Penggunaan
Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:
Rumah Presiden SBY
Rumah Presiden Soekarno
Rumah Megawati Soekarnoputri
Silakan menghubungi kami di:
- Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
- Email:
- Atau gunakan FORM KONTAK ini
Sponsorship
Jika Anda merasa terbantu/senang dengan keberadaan situs ini, mohon dukung kami dengan membeli paket sponsorship. Semua dana yang kami terima akan digunakan untuk memperkuat kemampuan TokohIndonesia.com dalam menyajikan konten yang lebih berkualitas dan dukungan server yang lebih kuat. Dukungan Anda juga memungkinkan kami membuka konten seluas-luasnya kepada publik. Silakan beli paket sponsor dengan aman via paypal (kartu kredit). Bila Anda ingin mentransfer via bank, silakan lihat informasi rekening kami di halaman kontak.
Sponsor Bronze ![]() | Sponsor Silver ![]() |
Sponsor Gold ![]() | |


Tokoh Indonesia DotCom, sebuah media informasi dan database online terbaik, terlengkap dan terpadu perihal biografi, visi-misi, dan berita para tokoh di Indonesia. Diterbitkan sejak 20 Mei 2002 bertepatan Hari Kebangkitan Nasional. Tokoh Indonesia meliputi pemimpin formal dan informal Indonesia: 




























Anda dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. TokohIndonesia.com dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar yang ada. TokohIndonesia.com juga berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.