WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Prajurit Anti Komunis

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Prajurit Anti Komunis
e-ti | depsos

Sebagai seorang prajurit yang sangat anti ideologi komunis, PKI menjadikannya salah satu sasaran penculikan dan pembunuhan dalam Gerakan 30 September 1965.

Komandan Resort Militer Korem 072, Kodam VII/Diponegoro di Yogyakarta
Lihat Curriculum Vitae (CV) Katamso

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Katamso

QR Code Halaman Biografi Katamso
Bio Lain
Click to view full article
Suhardiman
Click to view full article
Herad Tidar
Click to view full article
Wiendu Nuryanti
Click to view full article
El Manik
Click to view full article
Hermawan Kartajaya
Click to view full article
BM Diah
Click to view full article
Bonar Napitupulu

Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Gerakan 30 September 1965-nya, menculik dan membunuh petinggi-petinggi TNI yang tidak setuju dengan ideologi mereka. Penculikan dan pembunuhan itu dilakukan tidak hanya terhadap pimpinan TNI pusat tetapi juga terhadap pimpinan TNI di beberapa daerah. Demikian halnya terhadap pimpinan TNI di Jawa Tengah. Katamso yang ketika itu memangku jabatan sebagai Komandan Resort Militer Korem 072, Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
, dikenal sebagai seorang perwira yang sangat anti ideologi komunis.

Setelah mengetahui gerak-gerik Partai Komunis Indonesia saat itu, ia mulai membina Resimen Mahasiswa dengan memberi latihan-latihan militer agar kelak dapat dipakai menghadapi ancaman PKI, khususnya di daerah Solo. Pembinaan mahasiswa tersebut menambah kebencian PKI terhadapnya sehinggga menjadikannya sebagai salah satu target penculikan dan pembunuhan gerakan tersebut.

Katamso, putra bangsa kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 5 Februari 1923, ini sejak masa mudanya telah menyerahkan diri menjadi seorang tentara yang siap membela keutuhan bangsa dan negaranya dari setiap ancaman bangsa lain maupun dari anak-anak bangsa ini sendiri. Selepas menamatkan pendidikan umumnya di Sekolah Menengah, dia langsung mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta

Kehidupan menjadi seorang tentara dijalaninya tanpa terputus-putus hingga akhir hidupnya. Sepanjang perjalanan hidupnya, berbagai ancaman dan gangguan seperti pemberontakan anak-anak bangsa ini sendiri maupun usaha penjajahan kembali oleh bangsa lain telah banyak digagalkannya secara cemerlang bersama para pejuang lainnya.

Setamat dari pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta), dia mengawali tugasnya menjadi Shodanco Peta di Solo. Ketika kemerdekaan Indonesia sudah diproklamasikan, sebagaimana pada umumnya anggota Peta, dia juga ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan memasuki Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Demikian juga ketika TKR berkembang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI), dia tetap sebagai tentara.

Di era TNI, Katamso memulai tugasnya sebagai Komandan Kompi di Klaten. Tidak lama kemudian, ia menjadi Komandan Kompi Batalyon 28 Divisi IV. Kerajaan Belanda yang tidak rela melepaskan begitu saja Indonesia sebagai bekas koloninya dengan segala cara berusaha untuk merebut kembali. Tidak berhasil menipu dengan cara diplomasi, pasukan Belanda pun melakukan unjuk kekuatan senjata. Peristiwa yang lebih dikenal dengan Agresi Militer I & II Belanda, ini menyalakan kembali perang antara pasukan Belanda dan pasukan pembela kemerdekaan. Pada peristiwa ini, pasukan yang dipimpin Katamso sering terlibat pertempuran langsung dengan pasukan Belanda, khususnya saat Agresi Militer Belanda II.

Tatkala pengakuan kedaulatan telah diperoleh Indonesia, di berbagai daerah malah timbul pemberontakan. Maka ketika di Jawa Tengah timbul pemberontakan yang disebut Pemberontakan Batalyon 426, Katamso diserahi tugas untuk turut menumpas pemberontakan tersebut. Tugasnya tersebut berhasil dengan baik.

Demikian juga ketika terjadi pemberontakan PRRI/Permesta pada tahun 1958, Katamso ditugaskan menjadi Komandan Batalyon "A" Komando Operasi 17 Agustus. Operasi yang ketika itu dipimpin oleh Kolonel Men/Pangad 1962
Men/Pangad 1962
Ahmad Yani
juga berhasil dengan baik.

Walaupun pemberontakan PRRI/Permesta telah berhasil diatasi, namun pengawasan yang ekstra serius guna mengantisipasi akan tumbuhnya kembali pemberontakan tersebut masih dianggap perlu. Maka Katamso sebagai prajurit yang berpengalaman langsung dalam pemberantasan pemberontakan kemudian diserahi tugas sebagai Kepala Staf Resimen Team Pertempuran (RTP) II Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
dan berkedudukan di Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari Kepala Staf RTP, dia dipindahkan lagi menjadi Kepala Staf Resimen Riau Daratan Komando Daerah Militer (Kodam) III/17 Agustus.

Setelah keamanan di Sumatera dianggap telah pulih kembali, pria yang terkenal giat di bidang kemasyarakatan dan mengembangkan pendidikan ini pun ditarik ke Jakarta dan ditugaskan memegang jabatan Komando Pendidikan dan Latihan (Koplat) merangkap Komandan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) di Bandung. Kemudian pada tahun 1963, dari Jakarta dia dipindahkan lagi ke Jawa Tengah untuk memangku jabatan Komandan Resort Militer Korem 072 Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Pemimpin Perang Diponegoro
Pemimpin Perang Diponegoro
Diponegoro
, yang berkedudukan di Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
.

Katamso yang sangat anti ideologi komunis ini, begitu bertugas sebagai Danrem Korem 072 Kodam VII/Diponegoro, telah mengetahui kegiatan PKI di Jawa Tengah, khususnya di daerah Solo. Maka untuk menghadapi kegiatan PKI tersebut, Katamso yang masih berpangkat Kolonel ketika itu melakukan pembinaan terhadap Resimen Mahasiswa. Pembinaan yang diberikan berupa latihan-latihan militer itu direncanakan dapat dipergunakan menghadapi ancaman PKI. Namun pembinaan-pembinaan yang dilakukannya itu akhirnya semakin menambah kebencian PKI terhadapnya.

Pada 30 September 1965 malam atau tepatnya 1 Oktober 1965 dini hari, PKI melancarkan pemberontakan yang disebut Gerakan 30 September PKI (G-30/S-PKI). Sebagaimana yang terjadi di Jakarta, aksi PKI ini dilakukan juga di Jawa Tengah. Kolonel Katamso diculik oleh gerombolan PKI, kemudian dibawa ke Kentungan, di sebelah utara Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
, lalu dibunuh. Dua puluh hari lebih setelah peristiwa tersebut tepatnya pada tanggal 22 Oktober 1965, barulah mayatnya ditemukan.

Dia gugur karena mempertahankan kesucian Dasar dan Falsafah Negara, Pancasila, yang coba hendak diselewengkan komunis. Untuk menghormati jasa-jasanya, Katamso dinobatkan sebagai Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Revolusi sesuai dengan SK Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Lihat Daftar Presiden Republik Indonesia
Presiden RI
No.118/KOTI/1965, tanggal 19 Oktober 1965. Demikian juga pangkatnya dinaikkan satu tingkat dari Kolonel menjadi Brigadir Jenderal (anumerta) dan jasadnya dimakamkan di Taman Lihat Daftar Pahlawan Nasional
Lihat Daftar Pahlawan Nasional
pahlawan
Semaki, Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Wakil Presiden Republik Indonesia (1972-1978)
Yogyakarta
. e-ti

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 28 Sep 2010  -  Pembaharuan terakhir 24 Feb 2012
Menyanyi Penuhi Panggilan Pendapat Beda Jadi Jaksa Agung

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Kontradiksi Radikal yang Memotori Kesuksesan di Pabrikan Terbaik Dunia.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: