WELCOME: Selamat datang di situs gudang pengalaman. Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online.

KIRIM BIOGRAFI: Sudahkah Anda punya "Rumah Biografi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? Silakan Kirim Biografi dan CV Anda ke redaksi@tokohindonesia.com

PERTANYAAN: Bila Anda punya pertanyaan untuk TokohIndonesia.com, silakan hubungi kami dengan menggunakan FORM KONTAK yang disediakan.

LOGIN: Anda harus login agar bisa mengakses semua konten dan fitur di TokohIndonesia.com. Bila login bermasalah, silakan Refresh (Ctrl + F5) browser Anda.

TELL THE WORLD: Don't forget to Bookmark/Share TokohIndonesia.com

Berita Pilihan TokohIndonesia.com memilihkan (menyaring) berita-berita terbaik dan relevan dari beberapa portal berita di Indonesia. Berita di-update setiap jam.
Facebook TokohIndonesia.com Twitter TokohIndonesia.com YouTube TokohIndonesia.com Google Plus TokohIndonesia.com Berita Tokoh - Aplikasi Android Tokoh Indonesia

Srikandi Pembela Buruh Migran

  • zoom in
  • zoom out
  • font color
  • bold

Srikandi Pembela Buruh Migran
e-ti | kps

Prihatin atas nasib buruh migran perempuan yang sering diperlakukan secara semena-mena di negeri jiran Malaysia, Arsinah Sumetro mendirikan LSM Anak Bangsa. Srikandi yang sudah menjanda dan hanya lulusan SMA Persamaan, itu berjuang secara kesatria untuk menampung dan membela hak-hak buruh migran.

Pendiri dan Ketua LSM Anak Bangsa di Entikong, Kalimantan Barat
Lihat Curriculum Vitae (CV) Arsinah Sumetro

Silakan Login untuk melihat CV Lengkap

Tutup Curriculum Vitae (CV) Arsinah Sumetro

QR Code Halaman Biografi Arsinah Sumetro
Bio Lain
Click to view full article
Gatot Nurmantyo
Click to view full article
Mudji Sutrisno
Click to view full article
Yunus Yosfiah
Click to view full article
Andi Rabiah
Click to view full article
Gandjar Wiranegara
Click to view full article
Suroyo Bimantoro
Click to view full article
Rafendi Djamin

Dia merasa kasihan kepada kaum Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
yang jadi buruh di negara lain karena mereka sering kali dilecehkan dan dijadikan barang dagangan, tanpa perlakuan yang manusiawi.

Arsinah bertekad membela kaum buruh migran berbekal pengalaman mendampingi korban perdagangan manusia (trafficking) saat bergabung di lembaga swadaya masyarakat (LSM) Agromitra (2001-2003). Kendati ibu empat anak ini bukanlah lulusan sarjana hukum, hanya mengantongi ijazah SMA persamaan, karena putri pasangan Sumetro dan Amas Ahmad ini berasal dari keluarga miskin, dia tetap gigih dan berani membela hak-hak buruh migran di tengah segala keterbatasan itu. Bagi Arsinah pendidikan bukanlah kendala untuk membela sesama.

Walau bukan orang bidang hukum, tetapi dia berani bergerak dalam bidang hukum. Dalam upaya pembelaannya, dia tidak pernah menyatakan diri sebagai pengacara atau kuasa hukum. "Saya hanya membela hak buruh migran," katanya sebagaimana dikutip Kompas (4 Mei 2007). Sementara untuk dapat menguasai materi hukum, Arsinah belajar secara otodidak dari buku-buku dan ikut seminar.

Arsinah sudah menjanda sejak 1989 dan harus menghidupi empat anak sendirian. Rivani, suami yang menikahinya tahun 1975, meninggal dunia karena sakit. Perjuangan Arsinah sebagai orangtua tunggal untuk mencukupi kebutuhan keluarga sama sekali tidak melunturkan semangatnya untuk membela buruh migran.

Keberanian dan semangat itu pula yang membuat ia pernah mengalami beragam tindak kekerasan saat membela buruh migran. Ia pernah dicekal, diculik, dipukuli, dan dibuang ke hutan saat membela warga Indonesia yang menjadi korban trafficking di Malaysia.

Kekerasan yang pernah dia alami terus melekat dalam memori kehidupan Arsinah. Satu contoh terjadi pada 27 September 2006, saat dia menjemput Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
17 tahun asal Kabupaten Landak yang melarikan diri dari majikannya.

Remaja itu sudah 11 bulan menjadi pembantu rumah tangga tanpa diberi gaji di Malaysia. Bahkan, remaja itu sering disiksa hingga babak belur oleh majikan dan diberi makan yang sama dengan hewan peliharaan. Dalam pelariannya, si remaja diselamatkan oleh satu keluarga di Malaysia. Keluarga itu pula yang menghubungi Arsinah agar menjemputnya.

Dalam perjalanan pulang bersama TKI tadi, tepatnya di Sibu, Malaysia, Arsinah dicegat sejumlah lelaki tak dikenal. Mereka hendak merebut si TKI. Arsinah menantang. Meski sangat tidak imbang, ia berkelahi dengan beberapa lelaki itu hingga berhasil kabur membawa lari TKI yang dijemputnya.

"Saat masih di Agromitra tahun 2002, waktu menjemput buruh migran yang dilacurkan di Malaysia, saya malah sempat diculik dan dibuang ke hutan di Miri (Malaysia). Nyatanya, saya bisa selamat dan sampai sekarang masih hidup. Setiap orang akan mati. Kalau Tuhan menghendaki saya mati dengan cara begini, apa lagi yang harus saya takutkan," ujarnya.

Atas keprihatinan dan pengalaman itu Arsinah Sumetro mendirikan LSM Anak Bangsa di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 14 Januari 2004. Entikong adalah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Tebedu di Sarawak, Malaysia. Kedua daerah itu merupakan gerbang resmi kedua negara. Di Entikong, Arsinah mengawali kiprah membela buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Sosok Arsinah bersahaja. Penampilannya santun dengan kerudung menghiasi kepala. Intonasi bahasa Arsinah lembut, tetapi pilihan kata dan kalimatnya selalu lugas, menyiratkan semangat yang meledak-ledak.

Dengan penampilannya itu, puluhan kali Arsinah menjemput dan membela TKI yang bermasalah di Malaysia, tanpa dikawal atau didampingi orang lain. Jika ada buruh migran yang gajinya tidak dibayar, ia pula yang menagih kepada majikan dan memberikannya ke buruh tersebut.

"Saya pelajari undang-undang Malaysia yang mengatur ketenagakerjaan. Saya menggunakan itu untuk menuntut dan membela hak-hak buruh migran. Sering kali saya harus berdebat, terlebih dengan Kapolri (1968-1971)
Kapolri (1968-1971)
polisi
Diraja Malaysia, sebelum akhirnya mereka membantu menagih gaji buruh ke majikan. Selama mereka tahu kita menguasai hukum Malaysia, tuntutan biasanya dipenuhi," papar Arsinah.

Berdebat dengan petugas
Karena sering melakukan pembelaan, Arsinah pernah berdebat dengan petugas imigrasi Malaysia yang melarangnya memasuki Malaysia, sekitar Juni 2003. Padahal, saat itu ia memiliki paspor dan dokumen lengkap. Petugas tidak mempunyai alasan yang kuat untuk mencekal, dan ia juga mengancam akan melaporkan kasus ini kepada Perdana Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
di Kuala Lumpur. Akhirnya, pihak imigrasi Malaysia menyerah.

Setelah menjemput buruh migran, Arsinah menampung mereka di rumahnya. Para pekerja itu dia rawat, dipulihkan semangat dan psikis mereka sebelum dipulangkan ke rumah masing- masing.

Arsinah menegaskan, dirinya dan LSM Anak Bangsa tidak pernah memungut uang sepeser pun dari para buruh migran.
"Aktivitas Anak Bangsa selama ini didanai donatur dan jaringan peduli HAM. Mereka bersedia memberi dukungan karena mengetahui persis komitmen dan integritas Anak Bangsa dalam membela hak buruh migran," ucapnya.

Anak Bangsa yang didirikan Arsinah bukanlah LSM yang memiliki kantor mewah, lengkap dengan pendingin ruangan, serta kendaraan operasional. Sejak tahun 2001 hingga awal 2007, Anak Bangsa menyewa garasi seluas 4 meter x 5 meter untuk dijadikan sekretariat.

Lihat Daftar Menteri
Lihat Daftar Menteri
Menteri
Negara Pemberdayaan Lihat Daftar Tokoh Perempuan
Lihat Daftar Tokoh Perempuan
perempuan
Meutia Farida Hatta Swasono yang berkunjung ke Entikong, Januari lalu, secara mendadak memutuskan singgah dan menyaksikan sendiri kesederhanaan kantor Sekretariat Anak Bangsa.
Kegigihan dan integritas membela hak-hak buruh itu ternyata berbuah kepercayaan yang semakin besar dari donatur, ataupun jaringan pemerhati hak-hak buruh migran.

Departemen Pendidikan Nasional juga tergerak membangunkan sebuah gedung untuk aktivitas pendidikan luar sekolah. Fasilitas itu nantinya juga bisa dimanfaatkan Anak Bangsa untuk mendidik buruh migran yang mereka tampung. (C Wahyu Haryo PS, Kompas 4 Mei 2007) TI

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
Ditayangkan oleh redaksi  -  Dibuat 04 May 2007  -  Pembaharuan terakhir 25 Feb 2012
Pemimpin Yang Mengenal Bawahan Legenda Bulutangkis Indonesia

Baru Dikunjungi

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Favorit Saya

Anda harus login untuk menggunakan fitur ini

Update Data & Sponsorship

Dukungan Anda, Semangat Kami

(1) Promosikan website ini kepada publik. (2) Gunakan fitur Sindikasi TokohIndonesia.com. (3) Pasang Iklan di TokohIndonesia.com (4) Dukungan Dana sebagai sponsor (5) Memberitahu redaksi bila ada data/informasi yang salah/kurang akurat. (6) Beri pendapat Anda di kolom komentar. (7) Dukungan Data berupa biografi singkat, foto close up terbaru minimal 1 lembar ukuran 3R/4R dan riwayat hidup/CV terbaru. Kami juga akan dengan senang hati menyebut nama Anda sebagai kontributor.

Update Konten/Saran

Bila Anda (Sang Tokoh) atau Kerabat/Rekan dari Tokoh ingin:

  • Menambah (Daftar) Tokoh
  • Memperbaharui CV atau Biografi
  • Menambah Publikasi (Wawancara, Opini, Makalah, Buku)
  • Menambah RSS Feed situs pribadi/Twitter
  • Menambah Galeri Foto
  • Menambah Video
  • Menjadi Member
  • Memasang Banner/Iklan
  • Memberi Dukungan Dana
  • Memberi Saran

Contoh Penggunaan

Anda bisa melihat halaman ini untuk mendapatkan gambaran, hal apa saja yang bisa ditambah:

Rumah Presiden SBY

Rumah Presiden Soekarno

Rumah Megawati Soekarnoputri

Silakan menghubungi kami di:

  • Telp/SMS: 021-32195353, 0852-15333-143
  • Email:
  • Atau gunakan FORM KONTAK ini

Anda tidak memiliki hak akses yang cukup untuk memberi komentar

 
Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42

Tokoh Monitor

Buku Pilihan

thumb

Buku ini menjelaskan mengenai seluk-beluk pemotretan olahraga. Dasar teori sampai dengan proses pemotretan di lapangan.

KPK Observer

Like and Support Us

Subscribe Today!

Dapatkan berita dan penawaran terbaru seputar Tokoh Indonesia langsung di e-mail Anda. E-mail akan dikirim sekali sebulan sehingga tidak akan menjejali inbox Anda. Kami juga tidak akan membagi e-mail Anda kepada siapapun.
Terima kasih sudah mendaftar!
Domain for sale: